Prvních 188 řádků.
Semuanya,
silakan kenakan gelang ini di pergelangan tangan kalian.
Ini seperti jimat keberuntungan.
Silakan pakai selama ujian berlangsung.
Jimat keberuntungan?
Aku tahu apa sebenarnya ini.
Detak jantung, suhu tubuh, jarak dan frekuensi pergerakan.
Mereka terus memonitori tingkat stres kami.
Jadi ini yang mereka lakukan untuk memantau kondisi fisik dan mental kami?
Itu artinya aku tak boleh bersantai-santai meski di kamar kecil.
Kau boleh panggil aku dengan nama depanku.
Hah? Be-Benarkah?
Ya.
Kebetulan aku suka namaku.
Ka-Kalau begitu akan kucoba.
Seri—
Aku mau lewat, Kakak.
Dia masih memanggilku kakak?
Dasar, mereka terlalu santai.
Hei, Nitta.
Kau boleh panggil aku dengan nama depanku.
Tapi sebenarnya aku juga tak suka.
Baiklah.
Kalau kaukalahkan aku di ujian selanjutnya,
akan kupakai nama depanmu, Kakak.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Ah
Berbeda dari biasanya, Feel So Good
Aku tak tahu apa yang terjadi
Feel So Good
Aku tak pernah mengerti apa yang terjadi di sekitarku
Tak ada yang membuatku tertarik
Penuh tanda tanya
Feel So Moon
Ku berdansa denganmu di gurun yang bercahayakan sinar rembulan
Aku takkan kalah pada kelinci dan terbang tinggi
Aku akan terbang tinggi
#13 Semut 3-D
#13 Semut 3-D
Bisa kalian ganti pakai seragam terbang kalian?
Bukan hanya gelang ini yang menggangguku.
Aturannya juga.
Ada satu tambahan aturan yang ingin kusebutkan.
Saat kalian di dalam kotak tertutup, kalian tak boleh pergi
sampai akhir ujian diumumkan.
Kalau ada yang melangkah ke luar,
seluruh anggota tim itu akan didiskualifikasi.
Seluruh anggota didiskualifikasi?
Yang benar saja, padahal sudah sejauh ini.
Mana mungkin ada yang sebodoh itu sampai mau keluar dari ujian.
Lantas kenapa mereka merasa begitu penting memperingatkan kami?
Apa aku hanya merasa ketakutan?
1216 - 1160 =
56!
64 x 12 =
768!
Selesai.
Tiga puluh delapan pertanyaan dijawab dengan benar.
Sial, dia cepat juga.
Hebat.
12 x 45 =
540!
Selesai.
Dua puluh tiga pertanyaan dijawab dengan benar.
Lumayan juga buat yang sudah tua.
Hasilnya bagus juga!
Selanjutnya Kakak.
Baik!
Ini disebut Matematika Berlari, di mana kita harus menjawab pertanyaan sebanyak mungkin
dalam lima menit selama berlari.
Sepertinya kami akan lakukan ini setiap hari.
45 x 82 =
Eh.
3.690!
86 x 156 =
Hmm.
13.316!
Apa?
Saat jawaban kita benar, akan ada bunyi ding-dong.
Saat jawaban kita tak benar, kita akan dapat dengungan.
Efek kedua suara ini sangat menghina.
Aku takkan kalah!
Akan kukalahkan Nitta dan buat dia memanggilku Mu.
Dengan memakai satu keahlianku, sempoa udara!
Aku punya kemampuan memvisualkan sempoa.
Sangat realistis.
Sial.
Sempoa udaramu hanya bohongan.
Menyedihkan.
Jawabanmu hanya benar empat!
Aku yakin anak SD yang tak bisa pakai sempoa pun bisa jawab dengan benar.
Akan lebih cepat menghitung jumlah itu di kepalaku!
Sempoa batinku terlalu realistis!
Manik-manikya terus bergeser karena aku sedang berlari!
Keahlianku satu-satunya benar-benar gagal.
Sayang sekali, Kakak.
Kau bisa coba lagi besok.
Sial.
Aku tak mau kalah, Nitta!
Akan kubuat kau memanggilku Mu sebelum dua minggu ini berakhir!
Sekarang kita beralih ke tugas selanjutnya.
Ada laptop yang sudah ditempatkan di kotak pengiriman.
Silakan diambli ke modul uji coba.
Laptop ini untuk uji mengetik selama dua jam.
Kami harus menyalin selembar teks
yang diberikan.
Hah? Tadi aku sampai mana?
F, B, J, C...
Akhirnya baris pertama selesai.
Ujian ini bagus untuk mata.
Ini pekerjaan sederhana yang menguji konsentrasi dan ketahanan.
Tapi aku pernah lihat yang lebih parah.
Baik.
Mereka menunjukkan emosi mereka seperti anak-anak.
Menunjukkan rasa tertarik, khawatir, dan kesal terhadap permainan kecil.
Dan sebenarnya, itu cara yang salah.
Kita harus bisa tetap tenang dan berhati-hati secara bersamaan.
Atau kita takkan pernah bisa ke Mars nantinya.
Di luar ujian ini, aku tak tahu siapa yang akan berhasil,
tapi kurasa itulah yang JAXA cari tahu.
Mereka ingin orang yang memiliki kemampuan tetap tenang yang begitu besar.
Untuk itulah ada gelang hitam ini.
Beralih ke tugas selanjutnya.
Pertama, silakan saksikan ini.
Ini dari acara berita baru-baru ini.
Perhatikan pada komentar dari Shokawa yang dikenal sebagai kritikus.
Akan tetapi, penjelajahan luar angkasa membutuhkan begitu banyak dana.
Uang pajak kita membantu kegiatan ini.
Untuk menluncurkan roket tak berawak saja menghabiskan 20 milyar.
Sedangkan untuk roket yang berawak menghabiskan 60 milyar.
Sementara itu, kita juga belum lihat keuntungannya bagi masyarakat.
Ada banyak masalah lain yang harus diselesaikan,
jadi saya harus pertanyakan dana yang disediakan.
Videonya sudah selesai.
Kata-katanya membawa pengaruh besar.
Banyak penonton akan memandang penjelajahan luar angkasa dalam pandangan negatif.
Sejujurnya, itu bisa jadi masalah.
Orang-orang JAXA bangga akan pekerjaan yang kita lakukan.
Kita bertujuan mengirim surat protes pada Shiokawa.
Akan tetapi,
beberapa perkataannya benar, dan itu hanya semakin mempersulit kita.
Jadi kami ingin kalian diskusikan masalah ini dalam tim kalian.
Aku yakin kalian tahu ke mana aku pergi.
Ini dia.
Silakan tulis surat untuk mendapatkan dukungan darinya.
Shiokawa adalah jurnalis yang menentang kuat penjelajahan luar angkasa.
Silakan tulis surat untuk mendapatkan dukungan darinya.
Saat itulah aku ingat
hal yang aku dan Hibito dengar
Astronot Soichi Noguchi Kuliah
dari Soichi Noguchi saat kami masih kecil.
Hebat!
Hebat, Hibito! Itu Pak Noguchi sungguhan!
Ya, itu dia Pak Noguchi!
Hari ini, aku ingin berdiskusi kenapa manusia harus pergi ke luar angkasa.
Ada banyak masalah tak terselesaikan di Bumi,
seperti masalah lingkungan atau ras,
begitu pula ekonomi.
Jadi kenapa kita harus menjelajahi luar angkasa,
sedangkan masalah kita di Bumi belum terselesaikan semua?
Ada perumpamaan yang suka kugunakan.
Silakan anggap diri kalian adalah semut.
Semut?
Aku ingin menggambar garis di sini.
Pertama,
anggap diri kalian sebagai semut 1-D yang hanya bisa berjalan mengikuti garis.
Kalian adalah semut
yang hanya bisa bergerak lurus ke depan dan ke belakang.
Selanjutnya, kuletakkan batu di jalur itu.
Pada saat itu, semut 1-D itu
takkan bisa bergerak ke depan
karena batu itu menghalangi.
Jadi itulah akhir dari dunia semut 1-D.
Kemudian,
semut 2-D yang bisa bergerak ke depan, belakang, kiri, dan kanan datang.
He-Hei...
Kau harus tetap di barisan.
Siapa yang buat aturan itu?
Semut 2-D itu menatap batu dan berkata,
"Kenapa kau tak memutar saja?"
Pendapat yang bagus.
Tenang saja.
Ayo, ayo!
Lalu, semut 2-D itu bergerak melewati batu itu dan melanjutkan jalan ke depan.
Setelah beberapa saat, mereka lari ke dinding batu, tanpa berhenti berjalan melalui dua arah.
Semut-semut itu dalam masalah sekarang.
Mereka bisa bergerak ke depan, belakang, kiri, atau kanan, tapi mereka tak bisa lewati dinding.
No comments yet. Be the first to leave one.