Prvních 200 řádků.
Lu Xingcheng!
Tong Xiaoyou!
Aku ingat.
Sebenarnya malam itu kamu mau membunuhku kan?
Aku tidak sengaja.
Jadi maksudmu kamu tidak sengaja ingin membunuhku?
Maksudku aku tidak sengaja.
Sebenarnya kamu mau ngomong apa?
Baiklah
Kamu menghabiskan semalaman denganku di sini
hanya untuk mengatakan ini?
Kita benar-benar ciuman.
Tidak mungkin.
Percayalah pak Editor.
Apa kamu tidak menyadari semenjak hari itu
kehidupanmu berbalik?
Karena kamu memberikan keberuntunganmu padaku.
Karena ciuman itu.
Semuanya berbeda.
Berbeda bagaimana?
Aku serius pak Editor. Percayalah padaku.
Temanku bilang
lihatlah dirimu sebelumnya.
Dan lihat dirimu sekarang.
Apa yang perlu dipercaya?
Keluar.
Berisik sekali.
Keluar. Keluar.
Olympic! Keluar!
Sebenarnya
kalau yang kamu katakan sebelumnya
bahwa nasib bisa bertukar...
Aku juga tidak percaya.
Tapi sekarang
aku tidak dipanggil Olympic lagi.
Namaku Tong Xiaoyou.
Semua ini terjadi semenjak hari itu.
Nasib
dimiliki oleh setiap orang.
Ada yang mengatakan nasib hanya ada di pikiran kita.
Ada yang mengatakan nasib adalah kekuatan kita.
Tapi sejak dulu tidak ada yang menjelaskannya secara jelas.
Apa itu nasib?
Apa warnanya?
Beginilah nasib yang ada dibayanganku.
Ada orang yang bernasib baik.
Orang ini tentu saja atasanku, Lu Xingcheng.
Nasibnya bagus sekali.
Cukup bagus sampai bisa mendapatkan penghargaan
Best Fashion Person selama 6 tahun.
Kemana pun dia pergi, selalu menjadi pusat perhatian.
Apalagi kalau di kantor.
Semua orang tertegun padanya.
Jangan ke arah situ.
Tolong permisi sebentar. Maafkan aku.
Tapi nasibku sial sekali.
Hari ini akhirnya aku berada di peringkat pertama.
Kemarilah. Kemarilah.
Cepat, naik mobil.
Di depan. Cepat.
Cepatlah sedikit.
Di dalam masih ada tempat. Geser lagi.
Di atas terlalu sempit. Putar lagi saja.
Cepat cari Editormu.
Aku ini sangat elegan.
Sudah 2 tahun
pak Editor tidak mengenaliku.
Aku mau memperlihatkan portofolio rancanganku.
Hari ini aku yang memberikan keberuntunganku padamu.
Jangan lupakan itu.
Sudah 10 tahun
cuma berspekulasi seperti itu.
Tidak ada salahnya berspekulasi.
Aku pergi dulu.
Jam 9 tepat editorku keluar.
Kamu kan baru gajian. Naik taksi saja.
Hati-hati jalannya. Jangan jatuh lagi.
Aku mengerti.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Kok mobilnya berhenti?
Ada apa?
Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
Sebenarnya aku sering mengalami hal seperti ini.
Aku harus bagaimana?
Nona, keluar dulu saja dari mobil.
Aku tidak bisa meninggalkan mobil ini.
Kamu mau naik mobil yang lain saja?
Aku tidak akan menagih uangmu, oke?
Apa? Kok sekarang sudah bisa?
Aku benar-benar tidak menyukainya.
Dia mengkritik mode
juga mengkritik modelnya.
Kalau dia benar-benar sehebat itu...
Pak Editor, setengah jam lagi
aku akan turun untuk menemuimu.
Menjemputmu untuk ikut acara mode.
Penuh sekali. Sempit sekali.
Keluar.
Aku benar-benar tidak melihatnya.
Siapa sih? Tutup pintunya.
Tolong pencet lantai 12.
Tolong pencet lantai 10.
Tolong pencet lantai 7.
Terima kasih.
Apa pak bos marah lagi?
Tidak kok.
Permisi.
Permisi.
Permisi sebentar.
Cepat turun dan naik.
Maaf. Permisi.
Lu Xingcheng.
Kalau kamu benar-benar berbakat,
datanglah ke acara "Perjalanan untuk Tahap Selanjutnya".
Datanglah dan berikan arahan pada kami.
Aku harus bertemu dengannya sebelum dia berangkat kerja.
Pak Editor, rekomendasikanlah aku menjadi divisi desainer.
Aku sangat ingin menjadi desainer.
Ini...
Tunggu aku sebentar.
Pak Editor!
Pak Lu.
Aku...
Coba aku lihat.
Kalian menakjubkan sekali.
Kamu sampai tahu aku tinggal di lantai berapa.
Bawa keluar.
Pak Lu. Pak Lu.
Tolong. Tolong.
Diam! Aku takut ketinggian. Jangan bicara.
Apa yang terjadi?
Barusan apa yang terjadi?
Aku juga tidak tahu.
Dasar bawa sial.
Pak Lu. Aku...
Aku bukan penggemarmu.
Tujuan utamaku kali ini
aku harap kamu
aku ingin kamu merekomendasikanku masuk divisi desainer.
Menurutmu bagaimana caraku menghabiskan 500 kuai?
Xingcheng! / Pak Editor.
Pagi.
Selamat pagi.
Duduklah denganku.
Chanel baru saja merilis 2 baju.
Pilihkanlah untukku.
Dan berikan laporan di musim sebelumnya.
Lihatlah.
Hari ini aku bangun pagi sekali.
Menurutmu bagaimana penampilanku hari ini?
Bagus tidak?
Aku rasa hari ini kita serasi sekali.
Saat kita datang nanti,
bisakah kita terlihat sedikit lebih mesra?
Oke?
Oke tidak?
Aku pikir sebaiknya jangan sampai orang lain salah paham.
Hubungan kita baik-baik saja kan?
Tapi aku hanya ingin berpacaran kontrak denganmu.
Mendapatkan beberapa merk besar.
Kamu senang. Aku senang.
Kenapa tidak setuju?
Sahabat Bassano...
Semua kapal telah terbunuh...
Buku The Merchant of Venice itu
sudah kamu baca selama 2 bulan ini kan?
Lain kali apa kamu mau mempertimbangkan
tukaran sama mesin Doraemon saja?
Profesor Sun.
Editor majalah CHIC,
Lu Xingcheng
adalah kandidat terbaik figur mode saat ini.
Menurutmu bagaimana?
Lu Xingcheng sudah menang 6 tahun.
Aku sama sekali tidak kaget
kalau dia mendapatkan penghargaan ini lagi.
Belum lama dia diramal
akan menjadi tren mode tahun ini.
Dia benar-benar menarik perhatian semua orang.
Kelihatannya setiap ramalan tentang Lu Xingcheng
selalu menggoncang industri mode.
Dia memujimu.
Masih ada waktu. Masih ada waktu.
Sebentar lagi sampai. Sebentar lagi sampai.
Belakangan ini show "Perjalanan untuk Tahap Selanjutnya"
selalu memprovokasi Lu Xingcheng.
Bagaimana menurutmu?
Mereka berdua selalu bertengkar.
Itu bukan hal yang baru.
Sebelumnya Lu Xingcheng juga pernah dikritik
"Perjalanan untuk Tahap Selanjutnya" cuma fokus pada draf.
Dan mengesampingkan desainnya.
Kalau mereka tidak mengutamakan tren,
berarti benar-benar ada dendam diantara mereka.
Jadi?
Tidak mungkin bapak punya pemikiran sesempit itu.
Bicaramu sangat tidak masuk akal.
Percaya atau tidak, kamu aku pecat.
Pagi. Pagi Xiaoyou.
Pagi.
No comments yet. Be the first to leave one.