Prvních 192 řádků.
20 Maret, Tahun 378 di Kalender Manusia
Sepuluh menit lagi.
Eh, tidak, lima menit, deh.
Tak bisa. Ayo bangun.
Sugu?
Melantur apa, sih? Sekarang sudah pukul setengah enam, lo.
Meski kau ini tamu dan anak hilang Vecta, tapi kau tetap harus bangun tepat waktu, ya.
Baik.
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ku merasa kesal sendiri
taigi meibun ni shibirekirashita
di dalam pusaran kegelapan
kujuu no yami to gou no uzu no naka
inilah awal kesepian itu datang
hajimari ni kodoku ha tsukimono sa
bahkan bila musuh hancurkan dinding ini dan masuk
shimensoka demo kabe wo buchiyabure
angin jadi tertarik ke arah itu
kitaihazure kazamuki kakimawase
magma yang mengalir akhirnya bergerak cepat
kasoku shite yuku Magma no kodou
pastikanlah dan terus maju
tashikamete susume
terdengar suara panggilan dari Dewa Kematian
niyatsuita shinigami no yobu koe ga suru
apa kau masih percaya pada dirimu sendiri?
Do you believe yourself?
kuingin lihat awal dan tujuan akhir tersebut
boku ha hajimatta eikou no Goal wo mitai no sa
berlian pedang milikku bersinar
Shiny Sword My Diamond
bersinar karena kesedihan dan keinginan
kanashimi to negai no kesshoutai ni
kita ingin capai tujuan kita masing-masing di tiap cahaya itu
bokura shimei wo chikau sorezore no hikari wo mezashiteku
ku kan terus bangkit hingga saatnya tiba
nando datte tachiagatte boku ha kyou made kitan da
dan inilah saatnya untuk pastikan hal itu
It's Time ikko no inori ga kakumei no kakushou
jadi bersinarlah
saa kagayake
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Pegunungan End
Lima puluh lima!
Masih banyak hal yang tak aku mengerti di dunia ini,
dan untuk bisa pergi ke Kota Sentral, aku masih perlu bantuan Eugeo.
Tapi untuk melepas Eugeo dari tugas Panggilannya ini...
Sepertinya kita memang harus tebang pohon ini dulu, ya.
Kau bilang apa tadi?
Tidak, bukan apa-apa.
Target pagi sudah terpenuhi, ayo kita makan siang.
Selamat makan.
Aku sangat berharap kau bisa coba kue pai buatan Alice, Kirito.
Permukaan rotinya terasa renyah, dan isinya juga padat.
Makan sambil ditemani susu segar,
menurutku di dunia ini tak ada yang lebih lezat selain hal itu.
Apa tugas Panggilan milik Alice itu membuat roti?
Bukan, kok.
Alice mempelajari Seni Mulia di gereja,
dia dikenal sebagai anak paling genius yang pernah lahir di desa ini,
karena sejak umur 10 tahun, dia sudah bisa pakai banyak mantra.
Oh?
Lalu bagaimana dengan gadis bernama Selka yang saat ini tinggal di gereja?
Dia adalah adik perempuannya Alice.
Setelah Alice dibawa pergi,
dia pindah ke gereja untuk jadi biarawati dan mempelajari Seni Mulia.
Oh ya, di gereja ada banyak anak-anak lain selain Selka.
Mereka anak yang diasuh gereja setelah kehilangan orang tuanya.
Akibat serangan wabah yang terjadi tiga tahun lalu di desa.
Dan bukan hanya itu saja.
Belakangan ada banyak hal aneh yang terjadi.
Ada yang bilang kalau sekumpulan goblin muncul di sebelah selatan
lalu menyerang dan menculik orang-orang.
Goblin?
Tapi menurutku itu hanyalah rumor.
Karena kalau itu benar, Kesatria Perbawa pasti akan langsung habisi mereka.
Seharusnya begitu.
Dibandingkan dengan Alice yang tak sengaja lewati batas wilayah,
para goblin itu jauh lebih buruk soalnya.
Eugeo.
Tapi 2 atau 3 tahun terakhir memang jumlah kuburan di belakang gereja semakin bertambah.
Memang tak ada Seni Mulia yang bisa buat orang hidup kembali?
Entah.
Meski agak beda sih,
tapi Alice pernah bilang
kalau ada Seni Mulia tingkat tinggi yang bisa hentikan nyawa berkurang.
Menghentikan nyawa berkurang?
Ya, bahkan dia sempat kaget lihat ada kutipan mantra
seperti itu di buku kuno milik gereja.
Soalnya, hanya pendeta tertinggi di Gereja Axiom yang bisa menggunakannya.
Gereja Axiom?
Sekumpulan orang penting di Kota Sentral yang menulis Indeks Tabu.
Berarti, tak semua orang bisa pakai Seni Mulia tingkat tinggi itu, ya?
Tentu saja.
Solus dan Terraria menyebarkan
sumber energi suci dari Seni Mulia ke udara dan tanah yang ada.
Semakin rumit Seni Mulia, maka semakin banyak energi suci yang dibutuhkan.
Yang bisa kendalikan kekuatan sebesar itu, bahkan di Zakkaria pun tak ada.
Jadi, begitu, ya. Coba saja ada Seni Mulia yang buat kita mampu tebang pohon ini.
Kalau ada sih, pasti ini jadi lebih mudah.
Kita hanya bisa pakai kapak ini.
Eh, Eugeo.
Di desa ada tidak, benda yang lebih kuat dari ini?
Tak ada. Benda yang lebih kuat dari kapak ini hanya dimiliki oleh Kesatria Perbawa.
Meski pengganti kapak tak ada...
Ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan.
Hoi, kau tak apa-apa?
Boleh aku buka?
Ya, tapi hati-hatilah.
Kalau sampai menimpa kaki, lukanya bakal cukup parah, lo.
Apa ini?
Berdasarkan dongeng, pedang ini disebut Pedang Mawar Biru.
Dongeng?
Tiga ratus tahun lalu, seorang pendekar pedang bernama Bercouli pergi ke Pegunungan End,
dan di dalam sarang Naga Putih sang pelindung umat manusia, dia temukan sebuah pedang.
Itu merupakan kisah dongeng belaka.
Kalau seorang anak tak memutuskan untuk cari tahu kebenarannya.
Kemarin aku sempat cerita, 'kan?
Kalau enam tahun lalu, aku pergi ke Pegunungan End bersama dengan Alice.
Di sanalah kutemukan pedang ini.
Saat itu, aku masih belum kuat mengangkatnya.
Oh, berarti dongeng tersebut ternyata benar terjadi, ya?
Ya, yang tersisa dari naga hanya tulang belulang, sih.
Lalu setelah itu, Alice tak sengaja masuk ke Tanah Kegelapan.
Saat Alice dibawa pergi,
aku hanya bisa terdiam terpaku tanpa lakukan apa-apa.
Aku ingin menyelamatkannya.
Tapi tangan dan kakiku terasa membeku.
Oh, maaf. Kita sedang bicarakan pedang, 'kan?
Aku selalu kepikiran, jadi, pas musim panas yang lalu,
aku kembali ke sana dan ambil pedang ini.
Aku seret pedang ini, tapi karena berat sampai butuh waktu tiga bulan jadinya.
Tiga bulan? Luar biasa.
Kenapa sampai sebegitunya?
Suatu hari, aku ingin bisa ayunkan pedang ini.
Meski sekarang sama sekali belum bisa sih, kau bagaimana?
Serahkan saja padaku. Aku pendekar pedang, lo!
Jadi, bagi Kirito juga mustahil, ya?
Pedang ini terbuat dari apa?
Yang pasti bukan besi biasa, 'kan?
Serta bukan dari perak ataupun tulang naga.
Jadi, kemungkinan dari Objek Bertuah.
Objek Bertuah?
Sesuatu yang terbentuk akibat bantuan dewa, atau diciptakan oleh dewa itu sendiri.
Benda semacam itu sebutannya Objek Bertuah.
Jadi, begitu.
Eugeo, boleh kau periksa nyawa Gigas Cedar sebentar?
Aku ingin pastikan, tapi kau tak berniat tebang pakai pedang itu, 'kan?
Memang di Indeks Tabu
ada aturan yang larang menebang Gigas Cedar pakai pedang?
Entah kenapa, aku punya firasat kalau hal seperti ini pernah terjadi sebelumnya.
Eh, nyawanya ada 232.315.
Oke, ingat jumlah itu baik-baik.
Sudah kuduga bakal begini!
Ini sih mustahil.
Makanya kubilang mustahil mengayunkannya.
Tak mungkin.
Dari satu tebasan tadi, sampai begini?
Sampai bisa menancap ke pohon.
Nah, 'kan? Coba lihat nyawanya lagi.
Ya.
232.314.
Apa? Hanya berkurang satu?
Kau menebas ke titik yang salah.
Kalau kena bagian tengah, pasti nyawanya akan berkurang lebih banyak lagi.
Memang sih, dengan pedang ini mungkin kita bisa menebang lebih efektif.
Tapi itu juga kalau kita bisa kuasai pedang ini.
Aku mungkin tak bisa, tapi bagaimana denganmu, Eugeo?
Sudah kubilang tadi juga, aku tak bisa mengayunkannya.
Nanti akan kuajari teknik pakai pedang, kok.
Kalau begitu, kucoba sekali, ya.
Berat!
No comments yet. Be the first to leave one.