Behind Closed Doors

Behind Closed Doors

Stáhnout Indonesian titulky

Série 1

Informace o verzi

The Talwars Behind Closed Doors S01 WEB-DL HBOGO
Komentář od tedi
Murni Retail HBO GO | 4 eps Belum sinkron versi apapun

Tagy

webdl
Zveřejněno: 2024-08-29
Stažení: 31
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Opini tidak merefleksikan produser, distributor atau penyiar.

Dari kejadian nyata, tanpa maksud memberi pengaruh buruk siapa pun.

Rajesh Talwar keluar!

Rajesh dan Nupur Talwar...

Telah menunggu hampir empat tahun...

Di Penjara Dasna.

Sekarang mereka masuk rumah.

Dokter Rajesh dan dr. Nupur Talwar.

Ini momen yang sangat mengharukan.

Terima kasih telah bergabung bersama kami.

Nupur, kemarin kau berkata kau telah hancur.

Sehari kemudian, kau cemas tak akan pernah tahu siapa pembunuh Aarushi.

- Apa kau masih merasa hancur? - Ya, Vikram. Benar-benar hancur.

Benar-benar hancur. Sangat marah.

Aku tak bisa mengungkapkan apa yang kualami sekarang.

Rajesh, bagaimana perasaanmu?

Sungguh menyakitkan sampai benar-benar tak bisa ditahan.

Kami telah melakukan apa pun yang diminta...

Atau kami pikir akan membantu.

Dan kurasa tidak ada yang bisa melakukan lebih dari ini.

Akankah kita tahu kasus sebenarnya...

Yang membuat seluruh penduduk negara ini menuntun jawaban?

Pertanyaan paling penting apa yang masih belum terjawab?

Kami tidak memiliki pelaku.

Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

Penduduk negara ini menyaksikan setiap peristiwa...

Polisi bimbang, meminta maaf, kemudian bimbang lagi.

CBI, agen penyelidikan utama...

Telah mengambil alih investigasi ini hampir 15 bulan yang lalu.

Lebih dari 2,5 tahun setelah penyelidikan pembunuhan...

Gadis berusia 13 tahun, Aarushi Talwar...

Tidak ada jawaban siapa yang membunuhnya.

Telah ada ribuan teori tentang para pelayan...

Bagaimana mereka bisa membunuh Aarushi...

Dan ini berkaitan dengan pembagian kelas di masyarakat kita.

Untuk Rajesh dan Nupur, mereka ingin pembunuhnya ditemukan.

Kami ingin keadilan!

Aarushi adalah gadis yang sangat menyenangkan.

Dia punya banyak teman dan tidak pernah bertengkar dengan siapa pun.

Dia sangat pemalu.

Perjalananku yang Paling Berkesan

Turku ke Kasauli, Manali, Manesar.

Manali, tur terlama dan melelahkan.

Tapi kulihat salju pertama kalinya.

Aku ingat tawanya sangat jelas.

Dia memiliki tawa yang sangat keras.

Sekitar kelas 8, 9, dia mulai menjadi wanita muda.

Dia mulai diperhatikan para pria...

Dan mulai agak lebih sadar dengan penampilannya.

Tapi dia selalu fokus pada sekolahnya...

Dia sangat tenang dan keren dalam artian tertentu.

Pada suatu waktu, kami mengikuti kelas tari yang sama...

Begitulah kami mulai banyak menghabiskan waktu bersama.

Kami menjadi sangat dekat.

Keluarganya sangat menyayangi dan memanjakannya...

Seperti memberinya hadiah dan apa pun yang dia inginkan.

Dia juga sangat menghormati mereka...

Dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagai anak di usia itu.

Hari sebelumnya kami sangat senang, ulang tahun Aarushi akan tiba.

Kami merencanakan pesta untuknya dan orang tuaku akan ke luar kota...

Jadi aku juga berencana tinggal di rumahnya sepanjang akhir pekan.

Terakhir kali aku bicara dengannya adalah malam sebelum kejadian...

Kami hanya bicara sebentar dan aku mendapat panggilan lain...

Jadi aku berkata, "Aku akan menghubungimu lagi."

Aku menutup telepon dan tidak meneleponnya lagi.

Pada dasarnya Noida adalah tempat...

Di mana semua orang saling curiga.

Infrastruktur berkembang di sini.

Semua orang sangat ambisius.

Dan jadi curiga pada orang lain.

Ini sangat sulit untuk imigran...

Berprofesi sebagai PRT atau pelayan.

Atau profesi lain, untuk bertahan.

Mereka adalah orang-orang...

Yang bekerja paling keras.

Namun dipandang sebagai orang luar.

Hari Ke-1 16 Mei 2008

Pagi itu aku menekan belnya...

Tapi tidak ada yang membuka pintu.

Aku menunggu di luar.

Tidak ada lampu yang menyala.

Aku menekan bel pintunya lagi...

Lalu ibunya muncul.

Ada 2 pintu kawat dan 1 pintu kayu.

Dia membuka pintu kayu itu...

Dan bicara dari balik pintu kawat.

Sekitar pukul 06.00, aku mendapat telepon...

Dan telepon itu dari Nupur, dia terdengar menjerit.

Aku bertanya apa yang terjadi.

Kenapa kau menangis tersedu-sedu?

Apa yang terjadi?

Dia menyuruhku masuk...

Dan melihat apa yang terjadi.

Istriku menerima telepon bahwa ada yang terjadi di rumah Rajesh...

Maka kami pergi ke sana dan saat kami tiba...

Di sana ada banyak polisi.

Rajesh membenturkan kepalanya ke dinding...

Dan Nupur hanya menatap kosong.

Aku mengingat pagi itu dengan sangat jelas.

Aku akan menghadiri rapat penting...

Mengenai kunjungan Perdana Menteri ke Noida.

Karena itu aku harus melakukan perjalanan dari Delhi ke Lucknow...

Dan aku harus memutuskan apa aku pergi ke TKP...

Atau langsung menuju ke bandara.

Maka aku putuskan untuk putar arah.

Sekitar pukul 08.00...

Pelapor di ruang kendali kriminal...

Yang ada di Noida menghubungiku.

Saat aku mendapat kabar...

Aku menuju ke TKP.

Kami masuk ke kamar Aarushi...

Dan aku tidak memeriksa denyut nadinya...

Karena tidak ada lagi yang bisa dilakukan.

Dokter Rajesh Talwar ada di rumah...

Istrinya, Nupur Talwar...

Dan beberapa kerabat mereka.

Setengah tubuhnya tertutup seprai.

Ada darah di dinding...

Dan ada luka dalam di kepalanya.

Lehernya digorok benda tajam.

Aku coba memeriksa setiap sudut rumah itu.

Tapi bisa saja sangat menyulitkan, karena di sana ada banyak tamu.

Mungkin mereka teman atau kerabat...

Tapi kami berusaha untuk tetap bersikap profesional.

Saat berbicara dengan Tn. Talwar, hal pertama yang sangat aku ingat...

Dia seperti memberi tantangan kepada polisi setempat...

Dengan berkata, "Kalian hanya membuang-buang waktu.

Si pelayan itu, Hemraj, telah membunuh putriku...

Dan dia melarikan diri.

Daripada buang-buang waktu melakukan semua ini...

Sebaiknya kalian mengerahkan tim untuk segera menangkapnya."

Sebenarnya peristiwa itu terjadi di pagi hari terakhir sekolah...

Karena akan masuk liburan musim panas...

Dan aku penasaran kenapa dia terlambat...

Dan bisa saja dia masuk lewat gerbang siswa yang terlambat.

Tapi waktu semakin siang, lalu kami mulai mendengar kabarnya.

Saat berita itu menyebar...

Media datang ke sekolah...

Dan berita itu disiarkan di TV.

Kami semua penasaran...

Untuk mencari tahu soal kasus ini.

Lalu dr. Talwar dan keluarganya...

Membawa jasad Aarushi turun.

Saat itu aku merasa sedih bahwa anak ini sudah tiada...

Dan memikirkan betapa dia sangat menderita.

Seberapa menderitanya dia sebelum tewas?

Semua itu yang selalu aku pikirkan.

Ibuku datang ke sekolah untuk menjemputku...

Dan saat ibuku tiba, semua orang di lantai kamarku...

Semua teman, orang-orang yang mengenalnya...

Dan yang tidak mengenalnya, semua menangis histeris.

Saat itu aku tidak percaya.

Aku pergi dengan jasad Aarushi ke rumah pemeriksaan mayat...

Dan rumah pemeriksaan mayat itu sangat kotor dan tidak terawat.

Aku terkejut di sana tidak ada lemari penyimpanan mayat...

Dan ruangannya sangat panas...

Maka kami khawatir jasadnya bisa membusuk.

Maka kami harus segera memeriksa jasadnya.

Kami tidak menemukan tanda pembobolan di pintu masuknya.

Dan kunci pintu utamanya juga ada di dalam rumah utama.

Kami memeriksa kamar pelayan tempat Hemraj tidur...

Seandainya ada senjata yang digunakan untuk membunuh Aarushi...

Tapi kami tidak menemukan petunjuk yang penting.

Selama proses penyelidikan, salah satu petugas...

Menemukan bercak darah di tangga yang mengarah ke teras.

Dia juga menemukan sidik jari darah di atas selot...

Yang digunakan untuk mengunci pintu teras itu.

Saat petugasku meminta kunci pintu itu...

Semua orang saling menduga...

Mungkin pelakunya Tn. X atau Tn. Y, mungkin Ny. X, dan seterusnya.

Kami dilarang masuk rumah itu...

Di hari pertama itu.

Rumah itu dikerumuni polisi...

Dan tersebar rumor bahwa pelayan...

Telah melakukan pembunuhan.

Nama pelayan itu adalah Hemraj.

Kami sudah menemukan alamatnya...

Dan kerabat dekatnya telah dijemput.

Dia akan segera ditangkap.

Aku minta kepada media...

Untuk mengumumkan ciri-cirinya...

Agar dia bisa ditangkap...

Dengan secepat mungkin.

Hemraj Banjade Asisten Rumah Tangga Talwar

Hemraj datang ke rumah kami baru sejak 7-8 bulan lalu.

Dia yang biasa mengurus semuanya di rumah kami...

Dari memasak hingga membeli bahan makanan...

Dan merapikan semuanya, sebab seharian kami biasa di luar...

Dan Hemraj yang menjaga rumah.

Hemraj tidak terlalu menarik perhatian.

Kami hanya berinteraksi dengannya...

Saat dia ingin menyajikan makanan untuk kami.

Dia sangat pendiam dan tidak ingin menarik perhatian.

Rajesh sangat terkejut dan malam itu dia hanya terus berkata...

"Kenapa dia membunuhnya? Dia bisa saja membunuh kita...

Mengambil uang kita, dan semua yang dia inginkan...

"Kenapa dia harus membunuhnya?"

Hadiah sebesar 20.000 rupee akan diberikan...

Kepada siapa pun yang memiliki informasi...

Tentang asisten rumah tangga satu-satunya.

Behind Closed Doors subtitles in other languages

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left