Informace o verzi

An Empress and the Warriors 2008 CHINESE PROPER BluRay H264 AAC-VXT
Komentář od tedi
Retail VIDIO | 1h 34m Resync for BluRay

Tagy

bluray
Zveřejněno: 2025-03-11
Stažení: 78
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Kak Xue Hu.

Putri.

Hanya ada kita berdua, tak perlu bersikap formal.

Ayah pernah berkata, tanah Kerajaan Yan ini...

...ditaklukkan oleh para pemilik pedang ini.

Tugas Ayah adalah menjaga setiap jengkal tanah ini.

Dalam pertempuran besok,

apakah Ayah akan menang?

Aku takkan pernah lupa saat aku berusia lima belas tahun,

pertama kali ikut berperang bersama Raja.

Aku melihat, meski banyak yang bertarung mati-matian,

pada akhirnya, hanya dia seorang...

...yang menentukan hasil pertempuran dengan satu gerakan,

mengendalikan nasib semua orang.

Ayahmu adalah dewa di medan perang.

Apa kau perlu khawatir padanya?

SEBUAH FILM KARYA CHING SIU TUNG

AN EMPRESS AND THE WARRIORS

Baginda, pasukan musuh datang!

Tabib...

Putri, aku...

Cepat... cepat rawat dia!

Biar kusampaikan pesanmu. Kau punya keluarga?

Anak laki-laki... lima tahun...

Aku akan memberitahu dia...

...bahwa ayahnya adalah prajurit paling pemberani.

Serang!

Maju!

Minggir... minggir!

Baginda...

- Ada apa? - Entahlah.

Baginda terluka!

Baginda...

Cepat bantu Baginda masuk, cepat!

Baginda...

Baginda...

Putri, mohon segera kembali ke markas utama!

Tabib, bagaimana keadaannya?

Luka panah Baginda dekat dengan titik vital.

Jika bergerak, nyawanya langsung dalam bahaya.

Cukup, jangan lanjutkan!

Komandan Yan, situasinya genting, tidak bisa ditunda.

Sebaiknya kau yang memimpin pasukan.

Aku memutuskan untuk menyerahkan komando pertempuran ini...

...kepada orang lain.

Murong Xue Hu.

Hamba siap.

Tegakkan bendera Kerajaan Yan...

...di atas kepala pasukan Zhao.

Hamba terima perintah!

Semua mundur dan bersiap untuk serangan balik!

Siap!

Xue Hu.

Baginda.

Baginda...

Hati-hati dengan lukanya, tenang saja, Baginda.

Kita pasti akan memenangkan pertempuran ini.

Aku tahu, Hu'er.

Meski musuh di depan sekuat apa pun,

mereka takkan mampu mengalahkan Hu'er-ku.

Yang aku khawatirkan adalah...

...musuh yang tidak bisa kau lihat.

Mereka yang paling sulit dihadapi.

Baginda tak perlu mengkhawatirkanku, istirahatlah dengan baik.

Pergilah, Hu'er.

Pergilah!

Bagaimana kondisi Ayahanda?

Putri,

luka Baginda sangat parah, tak bisa menunggu lebih lama.

Lalu, kita harus bagaimana?

Harus segera kulancarkan serangan. Jaga Baginda baik-baik!

- Ayahanda. - Fei'er.

Setelah Xue Hu kembali,

serahkan Pedang Feiyan kepadanya.

Biarkan dia menjaga Kerajaan Yan kita.

Dan juga menjagamu.

Ayahanda akan baik-baik saja.

Serang!

Mundur!

Mundur!

Apa yang kau inginkan?

Kenapa tidak mengangkatku menjadi panglima?

Tahukah kau berapa banyak prajuritmu yang tewas?

Mereka memang harus siap mengorbankan nyawa.

Mereka juga rakyat Kerajaan Yan.

Demi melindungi negara,

mereka rela berkorban.

Tapi kita tak bisa membiarkan mereka...

...tewas sia-sia.

Tapi kau juga tak bisa menyerahkan komando pada orang yatim piatu!

Meski dia tak punya ayah atau ibu,

dia tak pernah menganggap dirinya yatim.

Dia selalu menganggap Kerajaan Yan sebagai rumahnya.

Tapi aku ini keponakan sedarahmu!

Darah bangsawan sejati mengalir dalam diriku.

Tapi yang kau lakukan, di setiap pertempuran yang kau pimpin,

hanya demi ambisimu sendiri.

Kau salah.

Segala yang kulakukan,

semua demi Kerajaan Yan kita.

Hanya aku yang bisa membuat Kerajaan Yan kuat.

Ini bukan ambisi.

Ini adalah mimpi.

Ayahanda!

Baginda...

Sebelum Baginda berangkat berperang,

beliau memberikan instruksi yang tegas padaku,

jika sesuatu terjadi padanya,

tahta akan diberikan kepada Murong Xue Hu.

Teng Gong, kau sedang bercanda...

atau telingaku yang bermasalah?

Tahta Kerajaan Yan malah ingin diberikan kepada...

...anak haram yang bahkan tak tahu siapa orang tuanya?

Diao Erbao!

Jaga mulutmu saat bicara!

Kau pikir siapa dirimu?

Apa aku takut pada prajurit rendahan sepertimu?

Di aula istana ini, tak ada yang boleh lancang.

Diao Erbao!

Berani kau menentang titah terakhir Baginda?

Kalau ini benar titah terakhir Baginda,

kurasa takkan ada yang berani menentang.

Tapi barusan,

dari awal hingga akhir,

yang kudengar hanyalah...

...omonganmu sendiri, Teng Bochang.

Komandan Yan,

ucapanmu sudah keterlaluan.

Yang ingin kami dengar...

...adalah titah Baginda,

bukan ucapanmu.

Saat Baginda sekarat,

beliau menyerahkan Pedang Pusaka Feiyan kepadaku,

- untuk diwariskan kepada... - Hamba mengerti.

Baginda telah memutuskan untuk mewariskan tahta kepada Putri.

Hamba, bersama seluruh prajurit Kerajaan Yan,

akan mematuhi titah Baginda,

dan setia hingga mati.

Putri mencintai rakyat seperti anak sendiri, jika dia menjadi raja,

Kerajaan Yan pasti akan bersatu padu.

Namun, tahta selalu diwariskan kepada laki-laki.

Putri memiliki pedang pusaka dari Baginda,

berani kau menentangnya?

Siapa tahu,

saat Baginda sekarat,

beliau sedang linglung?

Jika kau berani menghina Baginda,

aku akan membunuhmu!

Para jenderal,

pedang kalian digunakan untuk melawan musuh.

Kerajaan Yan berdiri karena kekuatan militer.

Para raja terdahulu semuanya gagah berani.

Putri memang mulia dan terhormat,

tapi kelak jika menjadi raja,

bagaimana dia bisa memimpin pasukan dan melindungi negeri?

Aku sadar diri,

aku belum mampu memimpin pasukan dan melawan musuh.

Namun darah leluhur mengalir dalam diriku.

Aku takkan mengecewakan leluhur, negeri, maupun rakyatku.

Aku bersumpah,

mulai hari ini aku akan menjalani pelatihan militer.

Dan musuh berikutnya yang menyerang Kerajaan Yan,

akan kuhukum mati dengan Pedang Feiyan ini.

- Teng Bochang. - Hamba di sini.

Sebelum pelatihanku selesai, kau pimpin urusan pemerintahan.

Siapa pun yang membangkang, penggal!

Hamba patuh pada titah.

Komandan Yan, apakah Putri bisa menyelesaikan pelatihan...

...dan nantinya memimpin pasukan?

Mengangkat Yan Fei'er menjadi raja,

wanita memimpin negara, itu lelucon besar!

Aku tak akan membiarkan dia mencoreng kehormatan Kerajaan Yan.

Kenapa kau tidak mengatakannya?

Kaulah sebenarnya yang dipilih Ayahanda.

Aku tidak pantas menjadi pemimpin istana.

Aku mengerti niat Baginda,

tapi menurutku hanya kau...

...yang bisa menjaga stabilitas Kerajaan Yan.

Tapi aku takut...

Kau tak perlu takut sama sekali.

Kau akan selalu ada di sisiku?

Aku akan melatihmu menjadi prajurit yang pemberani dan tangguh.

Putri sangat hebat.

Putri...

Ayo, ayo!

Hyah!

Hei, kau! Kemarilah.

Berdiri!

Ingat, prajurit Kerajaan Yan...

...hanya boleh mati di medan perang,

tidak boleh menyerah! Sekali lagi!

Kak Hu, besok kau benar-benar akan meninggalkan istana...

...untuk bergabung dalam militer?

Hm.

Aku ingin belajar perang dari Baginda,

agar kelak menjadi prajurit dan melindungi Kerajaan Yan,

dan juga melindungimu.

Kak Hu sangat baik pada Fei'er, Fei'er menyukaimu.

Batu ini akan melindungimu...

...dan membawamu kembali dengan selamat.

More Indonesian subtitles for An Empress and the Warriors (江山美人 / Jiang shan mei ren)

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left