Prvních 199 řádků.
Bos, kenapa kau meneleponku?
Aku mau kau mengubur kenangan lamamu.
Ini penting bagiku.
Sepenting itu sampai membuat orang yang menyukaimu kesal?
Demi Tuhan, Sekretaris Kim,
mari hentikan pendekatan ini dan kita mulai berkencan.
-Tidak. -Apa karena Bocah Ninja itu?
-Apa dia cinta pertamamu? -Ya, Bos.
Terinspirasi? Ibu pikir kau sedang jatuh cinta.
Mungkin benar.
Alasan Steph ikut keakraban tim kalian
-tak berhubungan dengan pekerjaan. -Aku tahu.
Dengar, ini demi Nn. Kim.
peraturan tetaplah peraturan.
Aku akan membocorkan rahasiamu.
Baiklah! Dia boleh ikut!
Apa yang dia lakukan di sini?
Aku mau kau tahu alasanku datang kemari
karena dirimu.
Aku akan merayumu dan meyakinkanmu dalam dua hari kita akan jadi pasangan.
Apa?
- -
Pertama-tama, terima kasih
pada Bos yang sudah bergabung dengan kita hari ini.
Ini waktu yang tepat
untuk Momen Emosional bersama Wakil Komisaris.
Ini kesempatan kita untuk menyampaikan
perbaikan yang diharapkan dari kantor
dan mengenai kebijakannya.
Bukan begitu, Teman-teman?
Ya.
Bagus, aku siap dengan perbaikan.
Tentu saja aku mau kantor kita berjalan dengan sempurna.
Seperti aku.
Dimulai dari siapa?
Siapa pun?
Bos, boleh aku bicara denganmu?
Baiklah.
Bos, bisakah kita melewatkan bagian ini?
Mereka sungguh terlihat tak nyaman.
Santai. Ini akan menyenangkan.
-Roni, yang benar saja? -
Forum terbuka?
Kita seharusnya bermain-main saja. Itu akan lebih menyenangkan.
Aku mau menunjukkan pada Bos kalau kita produktif di sini.
Produktif?
Jika kau mau kami produktif,
seharusnya acara keakraban tim ini
dilaksanakan di kantor saja.
Teman-teman, tenanglah. Percaya padaku.
Jangan mencari perhatian.
Kita sebaiknya memilih juru bicara saja.
Nn. Sarah saja karena dia manajer kita.
Ya.
Bagaimana dengan pemimpin tim kita?
Supaya adil, kita undi saja.
Tidak.
Daripada mengundinya,
kita lakukan saja dengan cara lama.
Mereka sepertinya terintimidasi olehmu.
Mungkin itu sebabnya tak ada yang mau bicara.
Sekretaris Kim, mereka memang temanmu,
tapi mereka juga pemimpin masa depan perusahaan.
Jadi, mereka harus belajar untuk bicara,
bahkan di hadapanku.
Tanpa peduli betapa mengintimidasinya aku.
Kalau tidak, bagaimana kau memercayakan nasib perusahaan pada mereka?
Dimengerti.
Letakkan tangan membentuk lingkaran.
-Ayo. -Cepat.
Baiklah, dengarkan.
Tangan yang sama denganku jadi juru bicaranya.
-Sertakan Baldo. -Sekali lagi.
Sampai mana tadi? Walter?
Aku?
Karena kau sudah berdiri,
apa yang mau kau tingkatkan dalam manajemen?
BMC, menurut kami akan lebih baik...
-Ya, kami... -Bos.
Aku punya saran.
Nora, masukkan semua botol wiski Skotch ke dalam kotak itu.
Taruh semua botol anggur di kotak lainnya.
Mengerti?
Susan, taruh semua botol bir di sana.
Berhati-hatilah.
Ada apa?
Kau mau berpesta?
Kau mau melakukan pembersihan menyeluruh?
Diam.
Dengar.
Aku melihat koin kesadaran Cyrus.
Bukankah buruk bagi pencandu alkohol yang sedang pemulihan
jika terpapar godaan dalam bentuk apa pun?
Jadi, kau sudah tahu?
Kau marah?
- -
Carlota, kau seharusnya memberitahuku tentang ini.
Aku ayah mereka.
Aku seharusnya mengetahui semua itu.
Sayang, seandainya kau tahu,
maukah kau membantu Cyrus
semarah apa pun kau padanya?
Aku tak menyalahkanmu.
Masalah bisa terjadi,
tapi kita ini sebuah tim.
Kau tahu itu, 'kan?
Satu hal lagi, Bos.
Kuharap selama akhir pekan atau di luar jam kerja
kita tak saling mengirim surel atau menelepon.
Keseimbangan kehidupan kerja juga penting.
Itu sebabnya aku membuat banyak kesalahan.
Produktivitas akan terjaga jika pikiran kita cukup istirahat.
Baik, aku akan mempertimbangkannya.
Bos, mungkin kita bisa mengadakan Hari Kesehatan Mental
minimal sebulan sekali.
Beban pekerjaan kadang bisa membuat tertekan,
terutama ketika kita mempunyai atasan yang banyak menuntut.
Tunggu, kau dari departemen mana?
Dia dari departemen Pak Philip.
Lalu, apa yang kau lakukan di sini?
Ini perpisahan Sekretaris Kim...
Aku mendukung saran itu.
Aku setuju dengan semua saran Steph.
Baiklah, intinya
semua orang di sini memiliki keresahan yang sama, 'kan?
Semoga ada program mentoring untuk karyawan baru sepertiku.
BMC, jika memungkinkan,
disediakan layanan antar-jemput gratis untuk karyawan kita
karena tak semua orang mampu mencicil mobil
dan transportasi umum pun mahal saat ini.
-Baik. -Jadi, kami akan segar
di pagi hari, sama seperti Bos.
- -Ayah.
Aku diminta ke Departemen Pemasaran.
Kurasa mereka hanya membutuhkan persetujuanku
untuk acara IdeaEx.
Baiklah.
Ibu akan mengantarmu ke sana. Lagi pula, Ibu memang mau pergi.
Kau bisa berangkat bersama Ayah.
Ayah juga mau ke kantor.
Mau apa?
Mengurus macam-macam.
-Karena kita harus mengerjakan... -Aku tahu!
Kenapa kita tak pergi bersama? Bertiga!
Ibu, Ayah, aku bisa menyetir sendiri.
Katakan saja aku harus menemui siapa di sana.
Tidak, kami akan ikut denganmu.
Keputusan bulat.
Bu.
Aku merasa seperti murid SD
yang diantar oleh ayah dan ibuku.
- -Cyrus.
Saat kau masih kecil,
hanya Ibu yang mengantarmu sekolah.
- -Ayahmu tak pernah melakukannya.
Ayolah, Sayang. Jangan mengeksposku.
Itu kenyataan.
-Aku bicara yang sebenarnya. -Bu.
-Berhenti mengekspos Ayah. -Baiklah.
Mari makan.
Jadi, bagaimana menurut kalian?
Beberapa permintaan mereka layak dipertimbangkan.
Tapi, kita masih perlu mendiskusikan yang lainnya.
Mari kita prioritaskan mengenai kesehatan mental.
Pastikan kita memiliki terapis yang siaga 24 jam sepekan
dan dapat melakukan sesi tatap muka dengan siapa pun yang membutuhkannya.
Dimengerti, Bos Idola.
-Baik. -Sampai nanti.
- -
Kenapa?
Bukan apa-apa.
Ternyata kau tahu cara mendengarkan, Bos.
Sekretaris Kim, kita sudah bekerja sama selama sembilan tahun.
Tentu kau tahu kalau aku menjaga orang-orang
yang penting bagiku.
Baiklah.
-Selamat pagi. -Bu.
Pak Komisaris, terima kasih atas kehadiranmu di sini.
Kau tampak kurus. Kenapa?
Bagaimana kabar Laura?
Dia "masih" mantan istriku.
Jangan cemberut.
Aku luar biasa yakin kalau kalian akan kembali bersama.
- -Maaf, Philip.
Aku berusaha meyakinkan mereka untuk tak datang, tapi mereka memaksa.
Tidak apa-apa, Pak.
Aku yakin mereka juga senang melihat AVP-mu.
Benar.
Philip.
-Pak Komisaris. -Terima kasih.
-Pak Cyrus. -Terima kasih.
-Selamat pagi. -Selamat pagi.
Teman-teman.
Jadi, aku sudah memberikan masukan
mengenai usulan kalian tadi pada Personalia.
Kini tergantung Roni dan seluruh Departemen Personalia
untuk mengimplementasikannya.
Kim Marie, berkoordinasi erat dengan Roni mengenai hal ini.
Aku mau pembaruan harian.
No comments yet. Be the first to leave one.