Prvních 200 řádků.
Kau sudah siap?
Gyeong-tae.
Jangan menjadi pengecut dan tak melompat lagi.
Kau harus bisa terbang jika ingin menjadi pahlawan.
Dia benar. Lagi pula, kita itu Power Rangers.
Sudah saatnya pergi.
Yong-pil, mainkan musiknya.
Mana musiknya?
Baik, aku akan putar.
Mulai! Ayo!
AKU MELIHATMU
EPISODE 5
Kau salah.
Dia bukan pacarku.
Ya, aku bohong. Memang kenapa?
Kenapa kau bohong kepadaku?
Karena aku malu. Kenapa lagi?
Aku malu.
Seharusnya aku bertemu pria yang lebih baik darimu.
Namun, aku bertemu pecundang dan kembali ke sini.
Jadi, aku bohong.
Puas? Kau merasa lebih baik?
Hei, tunggu.
Kenapa kau memelototiku seperti itu? Seram.
Kau tak bisa pergi begitu saja.
Kau belum berubah sedikit pun.
Apa? Aku harus menjabat tanganmu? Kau mau aku bagaimana?
Maksudku adalah…
Kurenungkan itu saat berjalan kemari.
Namun, ada sesuatu
yang tak aku mengerti.
Apa itu?
Kenapa kau malu?
Apa?
Siapa yang peduli dengan penampilanmu?
Kau mengejekku?
Tidak, aku hanya berkata jujur.
Bukan kau yang selingkuh.
Pria itu, Chung-gi atau siapa pun dia. Kau tak tahu dia berengsek.
Dasar bajinga…
Bajingan itu yang berselingkuh dan mengkhianatimu.
Maksudku,
kaulah korbannya.
Jadi, kau tak perlu malu. Korban tak perlu malu.
Kau yang disakiti.
Mereka yang seharusnya malu, bukan kau.
Maksudku bukan aku malu di depan yang lain.
Lupakanlah.
Ada apa? Katakan apa yang ada di benakmu.
Coba aku tanya.
Kenapa kau peduli jika aku tetap pacaran dengan peselingkuh
atau tak bisa melupakannya?
Aku temanmu.
Atau kurasa…
Aku seseorang…
yang mengenalmu lebih baik dari itu.
Terserah.
Sial.
Aku mantanmu!
Aku…
mantan pacarmu.
Benar sekali.
Itu sebabnya memalukan.
Astaga.
Apa yang aku…
Sial.
Dasar bodoh.
Aku pulang.
Apa yang terjadi kepadamu?
Ya…
Kenapa kau…
Kami bertengkar sebagai teman.
Aku tahu seluruh kota akan membicarakan kami.
Namun, tak ada yang terjadi. Itu tak berarti apa pun.
Bertengkar? Dengan siapa?
Apa kau tak bau?
Ya.
Rendam pakaianmu, Ibu akan cuci dengan tangan.
Baiklah.
OBAT
Astaga.
Sudah kuduga.
Jangan beri tahu mereka soal belajar di luar negeri.
Kau punya waktu saat rehat. Kau bisa bilang.
Aku siswa teratas di jurusanku.
Kenapa hanya aku yang tak bisa ke luar negeri?
Tunggu saja, aku akan hasilkan uang dan pergi.
Baiklah. Aku tahu kau bisa.
Mari oleskan salep. Ini.
Kenapa dia melemparkan sendok kepadaku saat aku bicara?
Karena kalian sedang makan.
Ayolah. Kau tahu dia bagaimana.
Kemari. Aku oleskan padamu.
- Aku sangat kesal. - Kemarilah.
- Sakit! - Maaf.
Bidikan ibumu akurat.
Tersenyumlah. Ayo.
Kau cantik saat tersenyum. Jangan cemberut.
Kenapa aku harus menyebut diriku mantannya pada saat itu?
Namun, dia ingin memaafkan pacarnya yang selingkuh dan aku harus diam saja?
Orang asing pun pasti mencegahnya.
Kami setidaknya lebih dekat dari orang asing.
Aku tak boleh…
Sial.
Hei. Kau bahagia dengan pacar yang bersikap baik itu?
Sebaik apa sikapnya? Dia bukan pecundang?
Siapa peduli dengan penampilanmu?
Aku mantanmu!
Dasar bodoh.
Gila.
Keluar.
Sudah kami bilang jauhi, kalian malah perang rumput laut?
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Pasti semua membahas kalian semalam sambil makan malam.
Ya, setidaknya akan selama sebulan.
Kudengar Yong-pil tahu kau berbohong.
Jangan ganggu aku! Sial!
Seharusnya kau tak bohong dari awal.
Kau masih suka dia?
Kau gila?
Apa? Tidak, kan? Kenapa kau malu dan berbohong?
Hei, meskipun dia lupa atau tak suka, itu memalukan.
Bahkan jika Sam-dal bertemu pria yang dia hampir lupa pernah dia kencani,
jika pria itu tahu keadaannya, Sam-dal malu.
"Aku sangat malu! Hidupku yang malang!"
Kalian menikmati ini?
- Dasar kau… - Keluar.
- Keluar! - Aku pergi!
- Aku pergi! - Keluar!
Aku pergi! Aku mengkhawatirkannya. Ya? Bukankah kau juga?
- Biarkan. - Kami khawatir.
Astaga, berandalan itu.
Sam-dal!
Selama kau ada di sini, jangan pernah keluar rumah!
Kau akan permalukan dirimu.
Apa itu?
Kenapa Ibu punya ini?
Ibu juga polisi lalu lintas?
"Aku ibumu."
Pergi.
Aku?
Pergi ke mana?
Ada apa dengannya?
GALERI SAMDAL-RI
Sedang apa dia di sini?
Mulhoe menyegarkan untukmu.
Dikirim dari restoran populer yang antreannya panjang?
Kami sangat bersyukur.
Jika orang tak bisa pesan makanan kami,
tak ada gunanya jadi populer. Selamat menikmati.
Cepatlah dimakan. Itu cepat meleleh.
Benar, seharusnya mulhoe tak meleleh.
Dia pun baik kepada hidangannya.
Tubuhnya bagus, tampan, berkarakter, dan kaya.
Dia pria idaman.
Kuharap dia mengkhawatirkan hatiku yang meleleh
KISAH DUA MI-JA, DUA HAENYO, DUA WANITA
Sedang apa kau di galeri keramat ini?
Kau tampak nyaman.
- Kau bayar biaya masuk? - Tidak, seharusnya aku tak bayar.
Mereka menampilkan foto ibuku, terlebih lagi di area utama.
Jujur saja.
Sebelum aku meminta royalti,
seharusnya aku diperlakukan sebagai VIP seumur hidup.
Kau bicara apa?
Selalu kukatakan ini, tetapi ibumu dan Ny. Ko tampak cantik.
Tentu saja. Aku mirip mereka.
Semua sudah tahu bahwa mereka cantik.
Seperti foto dua orang, ya?
Namun, lihat lebih teliti.
Lihat. Satu, dua, tiga, empat.
Ada empat orang di foto.
Sam-dal dan aku ada di kandungan mereka.
Jadi, meski kau tak bisa melihatku,
aku juga punya hak publisitas atas foto itu.
Itu maksudku.
Namun, kau tak terlihat. Apa kau sungguh lulus kuliah?
Kau benar.
Kau sedikit lebih cerdas dariku meskipun tak kuliah.
Aku memang lebih cerdas darimu. Aku cuma tak punya uang untuk kuliah.
Kau kaya sekarang, jadi bayangkan jika kau kuliah juga.
Omong-omong,
bukankah luar biasa
bagaimana kedua wanita 27 tahun ini menyelam di laut saat hamil?
Apa yang terjadi kemarin?
Apa maksudmu?
Katanya kau dan Sam-dal bertengkar.
Semua membicarakannya.
Bukan hal yang serius.
Kami selalu cekcok
sejak kami kecil.
Namun, semua sudah berubah.
Bukankah tak nyaman bertemu dia?
Haruskah?
Tidak.
Tak ada yang berubah dan aku tak canggung.
Syukurlah.
Apa katamu?
Kau yakin mengkhawatirkanku?
Terserah. Sampai jumpa.
No comments yet. Be the first to leave one.