Prvních 200 řádků.
PERSEMBAHAN NETFLIX
Semuanya senyum!
Terima kasih, semuanya.
Selamat Natal.
Silakan duduk di depan latarnya.
Aku akan memotretmu sebentar lagi.
Kami juga ada layanan mencetak fotomu
pada cangkir atau kaus.
Kau juga melayani foto paspor.
Banyak sekali paspor.
Cocok untuk foto paspor?
Josh!
Kau pulang!
Apa kabar?
Kapan kau kembali?
- Kenapa tak mengabari dulu? - Aku baru sampai.
Aku rindu padamu, tengil!
Aku juga.
Kau sungguh terlihat seperti turis Amerika
yang masuk ke hostel di Selandia Baru.
Hostelku di Amsterdam. Selandia Baru bulan lalu.
Kau seharusnya mengikuti seluruh blog perjalananku.
- Apa yang terjadi? - Itu tulisan selama 18 bulan, paham?
Tapi, aku melihat semua fotonya.
Kau masih bekerja di sini rupanya.
Gajinya mencukupi.
- Apa ini memuaskan jiwamu? - Tidak.
Ini memuaskan perutku.
Jangan sampai aku melihatmu tak bekerja, Abby.
Bawa ini ke Kampung Santa sembari kau berjalan pulang.
Jangan katakan itu.
Kau tak lupa Kampung Santa dimulai besok, bukan?
Bagaimana bisa aku lupa? Itu momen favoritku.
Tepat sekali.
Juga baju favoritku.
Kau ingin membeli sesuatu?
Tidak. Bos Singh.
Ini teman lamaku, Josh.
Dia yang mengenalkanku pada fotografi.
Omong-omong,...
Kau ingat kamera film yang kita pakai untuk belajar dulu?
Aku sudah lupa.
- Di mana itu? - Entah.
- Kurasa di kardus. - Jadi, kau tak membeli apa pun?
Tidak. Aku hanya menemui Abby.
Kalau begitu, bawa paket ini ke mobilku.
Jangan sampai jatuh.
Hai, semuanya.
Bibi Abby!
Nn. Corinne.
Bajumu bagus.
Aku berdandan sendiri. Aku ingin terlihat sepertimu.
Dia sungguh menakjubkan untuk foto Natal keluarga.
- Ibunya kewalahan. - Pasti.
Susu telur.
Aku menambahinya sesuatu. Kurasa kau memerlukannya.
Kau sangat mengenalku, Kak.
Ayolah!
Hai!
- Hai. - Hai, Sayang.
Bagaimana pohonnya menurutmu?
Tema tahun ini adalah Semarak Ornamen.
Meriah sekali.
- Hai, Ayah, - Ayo, Abby.
Kau bantu aku mendekorasi yang lain.
Terlihat bagus.
Jadi,...
bagaimana mobilmu?
Masih suka meletup.
Bagaimana pekerjaanmu?
Kau butuh uang?
Aku sudah libur besok, jadi, aku akan baik saja.
Tapi, terima kasih, Ayah.
Aku juga ditanya itu, padahal aku bekerja dengannya.
Maksud Ayah kau boleh bergabung di firma hukum.
Sarah dan Ayah senang bekerja bersama.
- Bukan begitu, Sarah? - Ya.
- Sayangku. - Halo, Ibu.
Kau tahu fotografi adalah hobi yang bagus.
Hanya saja, itu bukan pilihan karir yang aman.
Kalian sering mengatakan itu setiap kali aku pulang, bukan?
Karena kami berharap suatu hari kau akan mendengarkan kami.
Ada yang mau telur susu?
Tak ada?
Aku saja? Baik, aku akan tambah lagi.
Kau akan ganti baju untuk fotonya?
Apa?
Ya.
Tidak.
Kakek, ke mana saja kau.
Sayang, kemarilah dan peluk kakekmu.
Sedang membuat chili rupanya.
Kakek membuat yang vegetarian untuk kita.
Kita diam saja.
Tepat sekali.
- Bagaimana teman sekamar Kakek? - Mereka sangat membosankan.
Mereka tidur pukul 21:00.
Mereka protes musikku terlalu keras.
Kakek semakin tua. Bagaimana lagi harus mendengarnya?
- Siapa itu? - Biar kubukakan.
Halo?
Kau sampai juga.
Keluarga Sutton mendekorasi Natal seperti dalam kartu,
tak seperti di Dollar-Store.
- Apa kabar, Nak? - Kakek.
Lihatlah dirimu.
- Senang melihatmu. Selamat datang. - Sama-sama
- Kau tampak sehat. - Kau juga. Baru pulang?
- Ya. - Baiklah.
Semua akan senang kau di sini. Mereka akan berhenti mengkritikku.
Lihat siapa ini?
Apakah itu Josh?
Keluarga Sutton, Selamat Natal.
Lama tak berjumpa.
Kapan kau kembali?
Pagi tadi.
Baik, senang bertemu denganmu.
Apa kabar, Kawan?
- Dia semakin tampan saja. - Aku tahu maksudmu.
Itu tak akan berhasil. Kami hanya berteman.
Josh, ke mana lagi kau setelah ini?
Aku akan menetap di sini.
Apa?
Aku tak percaya itu.
Aku akan tinggal bersama Fernando sampai punya tempat tinggal sendiri,
tapi satu hal yang kutahu adalah
ini saatnya membuat foto liburan keluarga Sutton.
Mari berfoto bersama.
Ya!
Ya, tentu saja.
Kalian semua terlihat cantik.
Bilang "ornamen" di hitungan ketiga.
- Baik. - Satu, dua,
tiga.
Ornamen!
Cantik sekali, sekarang tersenyum.
Aku ingin senyuman. Aku suka senyuman.
Tampilkan muka konyol kita. Kau saja.
Baik, senyum.
Baiklah, para aktor buruk.
Abby.
Baiklah. Tentu saja.
Abby.
Kakek tak mau memberikan ini di depan semua orang.
Rahasia sekali.
Kakek menemukannya saat membereskan rumah.
Ini milik nenekmu.
Dia ingin kau memilikinya.
Aku rindu padanya.
Natal pertama tanpanya terasa berat.
Bagaimana Kakek?
Dia bersama Kakek setiap hari.
Kakek akui sulit melupakannya,
tapi dia pasti tak mau Kakek tinggal di rumah besar itu sendiri.
Cukup tentang Kakek.
Lihatlah.
Apa ini?
Ini kalender Adven cantik.
Ini yang dipakai orang Eropa sebelum memakai kertas karton.
Bagus sekali.
Kakek yakin ini untukku,
bukan untuk Sarah. Kurasa lebih cocok untuknya.
Tentu saja.
Aku sudah siap.
Aku sudah dapat makanan.
Ini makananmu.
Ibu benar-benar berpikir
aku seniman yang kelaparan.
Setelah lama mengenalmu, aku tak pernah melihatmu
tanpa mulut penuh kue.
Aku tak bisa menolak kue Nn. Judy.
Kau akan tinggal agak lama, bukan?
- Aku di sini. - Josh, aku senang kau di sini.
Selera makanmu mengalihkan Ibu dari mengkritik pilihan hidupku.
Dia bertanya pendapatku soal pilihan hidupmu.
Jadi, pada dasarnya...
kau belum lolos dari semua itu.
Bagus.
- Aku sayang padamu, Kakek. - Kakek juga, Sayang.
Terima kasih.
Sampai nanti.
Jadi, kau tak jalan-jalan lagi.
Pensiun.
Aku tak pensiun.
Aku hanya ingin menetap.
Seperti pangkalan misalnya.
Uangmu sudah habis.
Tidak.
Jalan-jalan memberiku inspirasi sebagai fotografer.
Aku tahu yang kuinginkan.
Kau beruntung.
Aku memotret, tapi bukan potret yang kuinginkan.
Kenapa tidak?
Aku bosan di studio seharian.
Kurasa aku telah kehilangan... inspirasi.
Aku ingin menunjukkan sesuatu.
- Sungguh? - Ya.
Ada di sebelah sana.
Jika boleh kumiliki satu hal,...
ini yang ingin kumiliki.
No comments yet. Be the first to leave one.