De første 157 linjer.
Saat segala persiapan sudah kuselesaikan,
siapa sangka bereuni denganmu begini?
Mungkin ini adalah bentuk dukungan kapten dari akhirat.
Katsu?
Sanosuke, bagaimana kalau kita berdua membangkitkan Pasukan Sekiho sekali lagi?
Ayo hancurkan pemerintahan revolusi yang menjebak kita,
lalu kita wujudkan zaman baru yang diimpikan oleh Kapten Sagara!
Maaf, ya, Semuanya.
Aku tak menuntut kalian maklum.
Tetapi bagiku, Pasukan Sekiho tetap sangat istimewa.
Kenshin.
Saat kita bertemu lagi, mungkin aku sudah menjadi buronan kelas kakap.
Silakan saja tebas aku dengan sakabato itu.
Sudah waktunya.
Ayo.
Wah, dingin sekali!
Padahal sudah musim semi!
Masuk angin, nih!
Cuma sisa-sisa angin musim dingin, kok.
Kalau tak cari yang hangat- hangat, sepertinya betulan...
Apa itu?
Bom?
Rentetan bom bakar!
Pelakunya pasti masih dekat!
Panggil semua penjaga ke gerbang!
Kau pakai sulut agak panjang biar ada jeda waktunya?
Cerdik juga.
Kalau kita bisa menyusup masuk sekarang, bisa dianggap sukses!
Menteri Dalam Negeri akan kubantai!
Episode 19 Tsunan dan Lukisan Nishiki
Halaman rumputnya terbakar!
Cepat padamkan!
Kita melawan waktu sampai polisi tiba!
Lari terobos halaman!
Jangan berhenti!
Ya juga, kalau tak salah...
Kapten pernah bilang, sebelum membentuk Pasukan Sekiho,
dia dipaksa menyulut pembakaran dan perampokan untuk mengganggu kesyogunan.
Ternyata memang...
Ada apa, Katsu?
Kenapa malah bengong?
Kenshin.
Berarti dia masuk lebih cepat dari kita?
Sanosuke, siapa orang itu?
Battousai Himura.
Pria yang dijuluki pembantai legendaris.
Begitu, ya.
Rupanya, dia Battousai si Pembantai yang dirumorkan?
Kau ingin mengajak Sanosuke kembali?
Tidak.
Ini adalah keputusan yang dipilih Sanosuke tanpa paksaan.
Aku tak berhak melarangnya.
Aku datang untuk menghentikan aksi anarki kalian.
Sakabato?
Lagi-lagi, pejuang revolusi ingin menghalangi kami?
Sayang sekali,
kali ini tak kubiarkan!
Rasakan!
Pejuang revolusi sialan!
Memang.
Sebab itulah, aku tak bisa diam saja melihat tindakan bodoh kalian.
Seorang pembantai jangan sok bijak!
Menyingkirlah!
Coba yang ini!
Akhirnya kau kecolongan juga, Pejuang Revolusi!
Salah.
Dia tak terserang.
Dia...
...menghindarinya.
Masih ingin bersikeras?
Sanosuke?
Sudah, hentikan saja.
Benda begitu tak akan mengalahkannya.
Kita sudah terlalu lama, dan polisi pasti dengar ledakan tadi.
Sembarangan!
Aku belum menghasilkan apa-apa!
Hasratku selama 10 tahun tak akan terhenti hanya karena...
Sano...
Jangan beranggapan buruk.
Baiklah.
Sekarang, bagaimana kaburnya, ya?
Sano.
Sudah direncanakan, ya?
Maaf, ya. Jadi merepotkanmu begini.
Tak apa.
Hei.
Andai aku tetap membantunya,
apa kau akan menghajarku?
Ya.
Aku tak suka setengah-setengah.
Kuhajar tanpa segan.
Terima kasih, deh.
Rumahku...
Kalau cari sisa bomnya, semua dibawa Kenshin.
Katanya mau dikubur di tempat yang tak terjamah.
Sialan!
Dasar anjing pemerintah!
Kau salah sangka.
Apa kau?
Kau yang memandunya kemari?
Ya.
Apa kau...
...mengkhianatiku?
Dengarkan dahulu, Katsu.
Diamlah!
Aku tak peduli denganmu lagi!
Katsu, kau mau apa lagi?
Harakiri!
Ha?
Pasti menteri masih punya nurani, 'kan?
Akan kubelah perutku di hadapan mereka,
dan mati dengan menguak kebusukan pemerintahan Meiji!
Apa gunanya melakukan itu?
Kematian tak wajarku pasti membekas di hati orang!
Itu akan memicu penyelidikan,
dan mungkin menjadi bibit keraguan pada pemerintahan Meiji!
Tidak, pasti akan begitu!
Berhentilah mengkhayal!
Semua tak akan selancar dugaanmu!
Sanosuke.
Selamat tinggal.
Bom asap?
Katsu.
Katsu!
Kenshin si Pengembara
Kisah Heroik Pendekar Pedang Meiji—
Bukan hanya bom peledak, ada bom asap dan bom kejut juga.
Dia benar-benar perajin.
Maaf merepotkanmu.
Tak usah sungkan-sungkan.
Ada banyak cara mengatasi benda seperti ini.
Tetapi...
...sisanya adalah tugasmu.
Ya.
Hei!
Mau ke mana tengah malam begini?
Hei, kau mendengarkan?
Mau ke mana kau?
Ke mana?
Sebaiknya pergi ke mana, ya?
Apa?
Buset, malah kelewatan!
Katsu!
Duh! Sialan!
Bangun!
Lepaskan!
Bacot!
Bikin masalah saja!
Ayo pulang!
Pulang saja sendiri!
Masih ada yang perlu kulakukan!
Jangan menggangguku lagi, Pengkhianat!
Ha?
Memang apa yang kukhianati, Bangsat?
Kau bekerja sama dengan pejuang revolusi dan merusak rencanaku!
Sembarangan!
Aku sama sekali tak membeberkan rencanamu!
No comments yet. Be the first to leave one.