De første 200 linjer.
Panas sekali hingga semangat terasa hilang semua.
Boleh minta semangkanya?
Jangan harap!
Berapa harga sebiji semangka?
Nasi tinggal makan saja di kantin nanti.
Nak, siapalah kita ini?
Mulai dari pagi sampai sekarang mengumpulkan semangka di sini.
Makan dulu baru lanjutkan kerjanya!
Benar-benar manusia dewa.
Selamat datang!
Halo!
Ini adalah goguma (ubi jalar).
Kami tanam sendiri.
Gye Hwa, persiapan pernikahan sudah selesai?
Apaan nikah?
Kami sudah membatalkannya.
Kenapa mendadak begitu?
Tentu saja ada alasannya.
Jangan menertawakan kami.
Aigoo, coba ceritakan.
Aku meminta orang untuk mengundangnya makan ke rumah.
Jika dia sanggup menghabiskan 2 mangkuk besar, aku akan merasa lega.
Jika dia bisa menghabiskan 3 mangkok,
Gye Hwa akan menjadi miliknya.
Tapi ternyata dia cuma makan semangkuk lalu pergi.
Kutambahkan nasi tapi dia menolak. Apaan itu?
Berarti nafsu makan dia kecil.
Atau masakanmu tidak enak.
Aku merasa aneh, jadi kutanya ke orang lain.
Katanya kunyuk ini sama sekali tidak pernah ke kota untuk menjual darahnya.
Ini bisa membuktikan apa?
Tentu saja bisa.
Ibu, ayo kita pergi.
Untuk apa membicarakan hal-hal seperti ini.
Menyedihkan sekali.
Orang seperti ini, kelak tidak bisa kerja apa-apa.
Aku permisi dulu.
Hati-hati di jalan.
Tolong antar ini semua ke sana hari ini.
Baik, semuanya akan kuantar.
Telah menyusahkanmu.
Selamat jalan.
Ayo kita pergi.
Gye Hwa, anak ini benar-benar lumayan.
Hasil panen goguma (ubi jalar) juga bagus-bagus.
Samchon...
Kenapa jika tidak pernah menjual darah, pernikahan akan dibatalkan?
Pentingkah ini?
Dibilang penting ya penting juga.
Dibilang tidak penting, ya tidak penting juga.
Orang yang sehat pasti akan ke kota menjual darah sekali atau dua kali.
Sehat tidaknya seseorang
akan bisa langsung ketahuan begitu darahnya diambil.
Dulu kakek jual darah karena katanya akan mendapat uang.
Hanya demi untuk memeriksa.
Untuk membuktikan jika kondisi kesehatan seseorang itu bagus.
Boleh kami cicipi?
Nih, ambil.
Aku juga mau.
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dar
Subtitle oleh: ~ Dark
Subtitle oleh: ~ DarkS
Subtitle oleh: ~ DarkSm
Subtitle oleh: ~ DarkSmu
Subtitle oleh: ~ DarkSmur
Subtitle oleh: ~ DarkSmurf
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfS
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSu
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub I
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub In
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Ind
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indo
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indon
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indone
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indones
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Dark Smurf Sub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ to to ro ~
Minggir! Minggir!
Letakkan dulu! Letakkan dulu sebentar.
Hyeongnim, jam istirahat hampir tiba. Ayo kita minum.
Jangan kerja terus.
Hyeongnim, di sana sudah ada 2 orang yang duduk. Kenapa mesti sempit-sempitan?
Aku berani jamin.
Sam Gwan, sekarang ini jam istirahat.
Aku tahu.
Kenapa kau begitu giat?
Cuaca terlalu panas.
Aku khawatir jika aku berhenti aku akan kepanasan sampai lemas.
Menurutku kau punya terlalu banyak enerji tapi tidak ada pelampiasan.
Kau butuh seorang wanita baru bisa.
Dibandingkan dengan cape, punya istri jauh lebih melelahkan.
Sam Gwan, wanita itu bagaimana?
Mari minum borija (teh jali-jali).
- Mari minum borija yang segar! - Dilihat dari umurnya paling sekitar 20-an.
Jika badannya sedikit gemuk lebih bagus lagi.
Sepertinya akan susah di*****kan.
Apa hubungannya menjadi gemuk dengan susah di******kan?
Tutup mulutmu!
Kau kan tidak pemilih dalam hal makanan. Bagimu wanita mana yang tidak baik?
Menurutku dia lumayan baik.
Mau minum borija?
Tidak.
Kau mau?
Tidak. Lain kali saja.
Dia sedang menggoda kita, ya?
Sebenarnya kau suka tubuhnya atau suka teh jualannya?
- Beli brondong jagung! - Sebenarnya kau suka tubuhnya atau suka teh jualannya?
Beli brondong jagung!
Beli brondong jagung!
Eh, cepat lihat ke sini.
Mau beli brondong jagung?
Halo!
Mau beli brondong jagung?
Ayo beli brondong jagung yang nikmat.
Ayo beli brondong jagung!
Dia sudah datang Dongsaeng.
Ayo beli brondong jagung!
Sebelah sini! Sebelah sini! Sebelah sini mau brondong jagung.
Sebelah sini juga mau! Beri kami brondong jagungnya!
Dahi juga cantik, hidung juga cantik. Brondong jagung, brondong jagung.
Brondong jagung! Brondong jagung!
Coba lihat kawanan penyamun itu. Masih pakai tangan raba-raba orang.
Aku sangat bersyukur dia tinggal di daerah kita ini.
Tentu saja bersyukur.
Ok Ran, terima kasih.
Ok Ran, cantik sekali.
Ok Ran, ke sini dong!
Terima kasih semuanya.
Ok Ran!
Sini juga mau brondong jagung.
Sini juga mau brondong jagung.
Wah, enak sekali.
Kami makan saja tidak karena menunggumu.
- Masa sih? - Iya.
Ini uangnya.
Brondong jagungnya enak sekali. Sampai-sampai brondong jagungnya saja terlihat cantik.
Mau coba?
Berapa harganya?
Cicipi saja dulu rasanya.
Tangan kunyuk itu kotor sekali.
100 Won.
Apa?
Makanlah. Gratis kok!
Sam Gwan, kenapa kau begitu salah tingkah?
Mana ada salah tingkah?
Coba lihat keringatmu itu!
Tapi, harus bagaimana ya?
Dia sudah punya pacar.
Dengan si bangsat So Yong.
Kapan datang?
Coba lihat kau sampai keringatan karena kepanasan.
Ayo dilap dulu.
Bangsat yang memakai kaca mata hitam itu.
suka-suka saja pegang-pegang.
Sejak pacaran dengan Ha So Yong dia jadi terlihat makin cantik.
Kalian sudah dengar cerita tentang Ha So Yong berhutang?
Semua uangnya masuk ke saku orang Amerika.
Ada untung?
Tentu saja ada untungnya.
Kenapa sih para wanita suka sekali dengan pria bertampang gigolo?
Dia mana bisa dibilang gigolo? Berapa banyak wanita yang sudah pernah dia coba?
Ayah Ok Ran bilang usia Ok Ran sudah memasuki usia untuk menikah, jadi saatnya mencari calon suami yang baik.
Iya tuh!
Hei Sam Gwan!
Usiamu juga sudah memasuki usia untuk menikah.
Tadi kulihat wanita itu terus-menerus menatapnya.
Ya, kan? Aku juga berpikir seperti itu.
Ya kan? Kalian juga merasa kalau dia terus menatapku, kan?
Betul! Dia terus-terusan menatapmu...
si Lim Bun Bang.
Si Bun Bang, penjual borija (teh jali-jali).
Lim Bun Bang?
Aku tidak keberatan.
Mana boleh kau tidak peduli?
No comments yet. Be the first to leave one.