The Dolphin: Story of a Dreamer (El delfín: La historia de un soñador)

The Dolphin: Story of a Dreamer (El delfín: La historia de un soñador)

The Dolphin Story of a Dreamer

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

The Dolphin Story of a Dreamer 2009 HDRip-Solar 🌏
En kommentar af H@w-to-kiLL
[ Khusus Durasi 1:27:44 ] =========================================================== direct link web arsip sub Indo = http://bit.ly/List-Subtitle-Indonesia

Tags

hdrip
HDRip
HD
Udgivet den: 2017-02-19
Downloads: 22
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

BERDASARKAN PADA BUKU TERLARIS, "LUMBA-LUMBA - KISAH SI PEMIMPI"

Pada suatu masa, saat dunia dipenuhi dengan mimpi...,

...semua makhluk hidup di lautan hidup bahagia, dalam damai.

Tujuan utama hidup mereka adalah mengikuti suara hati mereka.

Tak ada yang tahu pasti, kapan semuanya mulai berubah...,

...mulai muncul aturan yang membuat mereka melupakan suara hatinya.

Dan suatu hari, tanpa sedikit pun menyadarinya...,

...semua makhluk di lautan berhenti bermimpi.

Mereka selalu sibuk, mencari ikan siang dan malam, menimbun makanan mereka.

Bukannya mencari makan untuk hidup, mereka hidup untuk mencari makan.

Tapi di antara mereka, terlahirlah makhluk yang akan mengubah semuanya.

Makhluk yang tidak pernah mendengarkan suara yang lainnya.

Tapi mendengarkan suara hatinya.

Satu-satunya makhluk yang masih bermimpi dan bersedia menguji keberaniannya.

Bahkan merisikokan nyawanya...

...untuk menemukan kembali tujuan sejati dalam hidupnya.

Dan tanpa disadarinya...,

...dia membuka pintu mimpi bagi semua makhluk lainnya.

Inilah kisah tentang dirinya.

Daniel, bangun!\ Ombaknya!

Kau bermimpi soal ombak lagi?\ Ya.

Lupakan soal ombak-mu. Ayo, kita mencari ikan.

Kita sudah terlambat.

Aku masih tak paham mengenai harus mencari ikan setiap hari.

Persediaan makanan kita di laguna ini sudah cukup untuk makan seumur hidup.

Jangan mulai hal itu lagi. Kau tahu aturannya.

"Ya. Kau tak boleh berselancar, sebab itu buang-buang waktu."

"Kau tak boleh pergi dari laguna sebab itu terlalu berbahaya."

Selalu mencari makan. Aku bosan.\ Hai, Daniel.

Hai, Michael. Hai, Daniel. Aku tadi melihat sesuatu.

Kalian takkan percaya.

Ada bintang laut sebesar gunung.

Besar sekali! Seperti raksasa! Sangat besar!

Sungguh sangat besar!\ Bintang laut raksasa?

Jangan begitu.\ Ya. Besar, oranye semuanya dan terang.

Sungguh sangat hebat. Kalian percaya? Sebesar gunung!

Oh, hebatnya.\ Dan coba tebak?

Apa, makhluk kecil?\ Bintang itu milikku, dan hanya milikku.

Jangan menyentuhnya. Aku mengawasi kalian.

Jangan takut, Sparky. Bintang laut besar itu milikmu dan bukan yang lain.

Ya! Aku menyukainya! Dan itu milikku!

Karena waktu aku melihatnya, sungguh sangat besar sekali!

Ya! Aku suka! Aku suka! Dan itu milikku!

Baguslah, Sparky.

Sekarang bermainlah dan bermimpi dengan bintang laut-mu itu.

Mimpi?

Ya! Bicara soal mimpi, aku jadi mengantuk.

Soalnya semalam tidurku kurang, karena bintang laut-ku itu.

Bintang laut! Benar! Bintang laut raksasanya Sparky!

Ya! Karena itu milikku dan hanya untukku! Ya!

Aku mengantuk.

Hei, kita bawa Sparky ke tempat tidurnya.

Bagaimana pencarian ikannya?

Jangan mengeluh. Ayo bantu aku.

Sparky itu mengganggu saja.

Kau lambat sekali.\ Lambat?

Taruhan, kau tak bisa mengejarku!

Tidak adil!

Kau memulai duluan.\ Kau melambat, kau kalah.

Aku tepat di belakangmu.

Lihat gerakanku ini!\ Bagus!

Hei, aku yang mengajari semua itu.\ Sekarang siapa yang lebih jago?

Ya, tak akan lama.\ Kau takkan bisa menangkapku!

Hei, hei, awas ada batu!

Awas, ikan-ikan kecil!

Daniel, tunggu.

Lihat? Kau tak bisa menangkapku.

Kenapa? Ayo lompat.\ Aku tidak mau.

Kau mengingatkanku pada hewan yang suka petok, petok, petok--

Ayam.\ Aku tak mau bermain lagi, Daniel.

Kau curang. Kau tahu kita tak boleh pergi dari laguna.

Aku tahu.

"Kita tak boleh pergi dari laguna." Ayolah, Michael.

Kau tahu hari ini ombaknya terlihat menarik.

Tukang pamer.

Sepertinya ini ombak terbaik yang pernah kurasakan.

Oh, hebat sekali. Andai Michael melihatnya.

Pagi, Pemimpin. Tadi kami bermain kejar-kejaran.

Kami terlalu cepat.

Aku tak bisa berhenti, jadi, aku terpaksa melompat.

Hanya bermain? Tak ada pilihan lain selain melompat...

...dan berselancar?\ Benar.

Jika tidak, aku bisa menabrak batu karang. Itu berbahaya.

Benar, 'kan?

Sepertinya ada yang salah dengan sistem sonar-mu, Nak.

Oh. Ya. Maksudku. Bukan! Bukan!

Semuanya baik-baik saja. Mungkin karena aku lupa diri.

Kalau begitu perlu kusegarkan ingatanmu kembali.

Ikut aku.

Aku sungguh tidak memahamimu.

Pelajaran sudah hampir selesai, malah batal.

Daniel harus memakai ubur-ubur sebagai topi.

Daniel harus melambungkan teripang.

Daniel. Daniel, kemarilah.

Michael, lihat!\ Apa?

Kau lihat itu?\ Huh?

Kau tak bisa menunggu lagi, Daniel. Ada misi yang harus kauselesaikan.

Matahari sudah bergerak kembali ke posisinya.

Misi?\ Bermimpi... atau tidak.

Datang... atau tidak.

Mungkin kau bisa menunggu, tapi lautan takkan menunggu.

Kau dengar itu?\ Apa?

Suara itu.\ Lihat! Daniel!

Kau lihat tanda di perutnya?\ Dia masuk ke laguna!

Ayo!\ Ya!

Dengarkan aku. Kalian aman.

Itu hanya Ikan Pari Manta. Dia tak berbahaya.

Tapi jangan terlalu dekat.

Apa yang harus kita lakukan?\ Tidak ada untuk saat ini.

Dia cantik sekali.

Makhluk itu datang dari luar, dari lautan. Aku yakin itu berbahaya.

Aku suka! Seperti bintang laut raksasaku!

Ya. Itu milikku! Aku melihatnya terlebih dulu...,

...dan akan kunamai dia, Pelompat.

Ya, sebab dia mirip denganku, di dalam mimpiku.

Mimpi?

Hei, Daniel. Jangan terlalu dekat.

Hai, aku Daniel.\ Aku tahu.

Kau Daniel Alexander Dolphin.

Kau punya cahaya itu.\ Cahaya? Cahaya apa?

Kau punya cahaya seorang pemimpi.

Apa tadi kau yang mengajakku bicara, dari luar batu karang?

Bukan, Daniel. Aku cuma pembawa pesan.

Aku mau memberitahumu, matahari hampir kembali ke posisinya.

Jika kau mau menemukan ombak impianmu, kau harus pergi.

Daniel Alexander Dolphin! Cepat kembali ke kelompokmu. Sekarang!

Aku cuma mengajaknya bicara.

Kau mau menentang perintahku, Daniel Alexander?

Tapi, Pemimpin, dia tak berbahaya.\ Daniel, kembalilah. Sekarang.

Apa yang terjadi?\ Jangan takut, Daniel.

Cuma kau yang bisa mendengarku.\ Kenapa?

Sebab teman-temanmu sudah tidak bermimpi lagi.

Akan tetapi, Daniel, kau tak pernah berhenti bermimpi.

Banyak yang mengganggumu dan mereka akan terus melakukannya.

Kadang itu yang mesti kauhadapi karena tak dipahami...,

...karena menjadi berbeda dengan yang lainnya.

Namun jangan pernah berhenti menjadi dirimu sendiri.

Jangan biarkan rasa takutmu menghalangi mimpimu.

Jangan pernah.

Sekarang aku harus pergi.\ Jangan. Kumohon, jangan pergi dulu.

Masih banyak hal yang mau kutanyakan.

Selalu dengarkan kata hatimu, Daniel.

Tak peduli apa pun yang dikatakan makhluk lain.

Jika kau melakukannya, mungkin kau akan menemukan kebenaran.

Jika kau cukup kuat dan berani untuk mengikuti impianmu.

Apa aku akan bertemu denganmu lagi?\ Entahlah.

Tapi sudah kuselesaikan tugasku. Kalau kau mengikuti impianmu...,

...kau tak akan merasa sendirian lagi, Daniel.

Tidak akan.

Kemudian Daniel menyadari, selama dia mengikuti apa kata hatinya...,

...dia tak akan merasa sendirian lagi.

Tidak akan.

Semuanya baik-baik saja?\ Ya.

Bagus. Aku sempat cemas dengan Ikan Pari Manta itu.

Jangan cemas. Semuanya baik-baik saja.

Tapi aku tak suka dengan makhluk dari luar laguna.

Ya, aku tahu.

Sebenarnya aku juga sedikit cemas. Apalagi dengan Ikan Pari Manta itu.

Aku pernah mendengar tentangnya, dia dengan tanda di perutnya.

Tapi, Pemimpin, apa dia berbahaya?\ Bertahun-tahun lalu...,

...tetua menyebutkan, dia dalam misi membantu makhluk lain.

Sekarang dia membantu makhluk lain yang sangat menginginkan sesuatu.

Ada apa, Pemimpin?\ Ada sesuatu yang mengincar kita.

Itu... makhluk dari dasar laut yang mengerikan.

Di dekat karang.

Ada apa, Sparky?

Ada yang mengincar kita.

Ya, kau benar. Aku juga merasakannya.

Dia mendekat. Semakin dekat.

Ini menakutkan. Dia sudah dekat.

Oh, menjijikkan. Kau kentut?

Apa itu?

Astaga! Apa yang terjadi?\ Kau masih kentut.

Oh! Mereka teman-temanku. Kentutku yang bau.

Jika tak bisa kutahan, keluar tanpa sepengetahuanku.

Tapi merekalah teman-temanku.

Terkadang jika aku bernapas, aku menghirup kentutku.

Lihat? Mereka muncul saat kau perlu bernapas.

Bintang itu milikku. Bintang itu milikku.

Aku mengantuk.

Bermimpi... atau tidak.

Datang... atau tidak.

Pemimpin!\ Ada apa denganmu?

Kau tahu ini waktunya tidur.

Teman-temanmu sudah tidur.\ Aku tak bisa tidur.

Itu bukan alasan untuk pergi menyendiri ke sini.

Boleh kutanyakan sesuatu tentang matahari?

Tentang matahari?

Ya, matahari. Apa pernah terlihat berbeda?

Matahari selalu sama.

Matahari memang bergerak saat siang, jika itu maksudmu.

Bukan, bukan itu. Apa matahari pernah terlihat aneh?

Apa saja yang mungkin tidak biasanya?

Kenapa kau menanyakan soal itu?\ Cuma penasaran.

Aku cuma ingin tahu saja.

Aku akan senang, jika kau menggunakan semangat itu...

...saat mencari makan.

Kadang aku merasa, aku berbeda dengan yang lainnya.

Tidak masuk akal.

Ayolah, ini sudah waktunya tidur. Ayo tidur.

The Dolphin: Story of a Dreamer (El delfín: La historia de un soñador) subtitles in other languages

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left