De første 200 linjer.
Minggu lalu di jl.wang ciau
terjadi kasus tragis lagi
Selama satu tahun terakhir ini, ini kasus ketiga yang sama
hampir seratus orang terluka
Kepolisian serius menyelidikian kasus ini
3 kasus ini
polisi menyediakan hadiah
bagi yang bisa berikan informasi tentang kasus itu
No.Telepon adalah..
Nona mau pesan apa?/ Pesan tiga, jangan terlalu manis.
Terima kasih.
Dimana?/ Ada urusan.
Tak ada waktu? Aku traktir makan.
Aku sedang ada urusan./ Maaf.
Sudah beli semua, segera naik./ Tunggu.
Lihat orang buta dibelakang./ Dimana?
Arah jam 7.
Sudah lihat, ada apa?/ lkuti dia.
Es bisa mencair.
Tak usah minum, lihat apa yang dia lakukan.
Mengerti.
lstri, aku sudah pulang kerja. Aku beli sayur untuk masak.
Apa kamu pulang?
Kamu sudah dua hari tak pulang. Telpon aku.
Orang buta itu sedang mengikuti orang.
Siapa?
Orang berbaju putih biru.
Murahan.
Kamu pikir aku tak tahu kamu sedang bersama orang itu.
Kamu menggoda pria.
Kamu jangan pulang! Pisah!
Dia sedang melihat apa?
istri, aku bersalah. jangan menyalahiku
Biarkan gempa saja.
Harus buka jendela.
Di dalam mobil sangat bahaya.
lstri, aku tunggu kamu pulang.
Aku tunggu kamu, bye-bye.
Si gendut itu tersangka, tahan dia. Aku segera kesana.
Segera bergerak.
Numpang tanya./ Ada apa?
Apa ini?
ini obat keras.
Terima kasih, cantik.
Si buta dan si gendut sudah masuk. aku sedang mengikuti.
Yang lainnya ikut.
Semua jaga jalan keluar. Tim lain ikuti.
Minggir...
Aku punya berita yang akurat.
Namaku Zhu Shi jun.
Nomor identitas G1962...62
jangan bergerak.
Kami adalah polisi.
Sakit...
Hati-hati, wajahku.
Pria tampan mementingkan wajah.
Kamu dicurigai sebagai orang jahat.
Kenapa bisa tiba-tiba ada kejadian ini?
Kami dari clB terus mengintai.
Ada orang mencurigakan.
Tunggu dia yang maju.
Ternyata kamu adalah Zhu Shi jun.
Nama He jia Tung.
Zhu Shi jun.
Kamu tidak apa-apa?
tadi sangat bahaya.
Siapa orang yang mencurigakan? Pungut sepatuku.
Siapa yang mencurigakan?
Apa aku yang mencurigakan?
Kamu mengikutiku, maka menemukan si gendut.
Aku yang pecahkan kasus?/ Bukan.
Aku yang pecahkan, aku yang mampu.
Karena aku tahu kamu mampu.
Aku tak mau bahas. Apa ada hadiah?
Kamu telpon jam 7.40.
Aku turunkan perintah jam 7.30. Kami yang bergerak duluan.
Kamu tak bicara apa-apa di telpon...
Kamu yang merusak rencana ini.
jangan begitu./ Sakit./ Maaf.
Bawahanku ada di sini.
Semua jadi sia-sia.
Masih ada banyak.
Kamu adalah kepala polisi, gaji 80.000 sebulan.
Kami hidup mengandalkan ini.
Sebelah sini.
Aku traktir kamu makan enak.
jalanlah.
Traktir makan 10.000.
Gajiku setiap bulan cuma 80.000.
Pokoknya aku mau makan 10.000.
Aku traktir. Anggap perayaanku./ Apa?!
Maaf...
Aku adalah He jia Tung.
Sini.
Kamu menyetir? Berikan padaku.
jarang ada wanita sehebatmu.
Apa kemampuan baik?/ Baik. Sebelumnya aku di ASU.
Lari cepat tidak?/ cepat.
2400 meter, 9 menit 17 detik.
Bagaimana dengan tembakan?/ Bisa, aku sering latihan.
Kenapa saat bicara, kamu taruh pisau dan garpu?
Aku agak takut padamu.
Aku buruk dalam penyelidikan.
Aku tak seperti saudara lain. cukup berpikir, bisa pecahkan kasus.
Kamu sangat hebat.
Kamu buta, tapi sehebat ini. Aku mengagumimu.
Kamu adalah idolaku.
Aku menjuluki kamu dewa pemecah kasus.
Gerakan bagus.
Buka sebotol lagi.
Kamu tinggal di sini?
Lingkungan bagus, tenang.
Sebelah sini, lantai satu.
Kamu bisa tidak?
Bisa.
Sangat sadar.
Beritahu.
Xiao Mi adalah adikku, lebih muda 3 tahun
Saat itu dia tinggal di keluarga asuh.
Sifat Xiao Mi aneh.
Penyendiri, tak punya teman.
Teman sekolah mengganggunya, aku yang bela.
Setelah lama, kami jadi teman.
Saat itu pulang sekolah, dia sering pulang bersamaku.
Kerjakan tugas, ain, makan bersama
Bicara intinya.
Suatu hari dia bicara sambil menangis.
Katanya dia takut akan jadi seperti ibu dan neneknya, membunuh karena cinta.
Setelah dia lahir, ayahnya selingkuh. lbunya marah dan bunuh ayahnya.
Lalu jasadnya diasinkan dengan garam.
Xiao Min diasuh nenek.
Saat SD, neneknya jadi istri muda orang.
Pria itu jahat dan tak mau cerai.
Katanya mau campakkan neneknya. Lalu neneknya bunuh pria itu.
jasadnya di goreng.
Kamu takut mendengarnya? Hindari Xiao Min
Siapapun akan takut. Menghindar sebisanya
Siapa tahu dia tunggu aku di sini.
Dia berdiri semalaman.
Aku ketakutan dan sembunyi di balik jendela.
Kalau diingat kembali, dia sangat sedih.
Tapi aku ketakutan, tak berani turun.
Setelah berdiri hingga 5 malam.
Malam 20 juni dia menghilang.
Seorang gadis bisa kemana? Menghilang puluhan tahun?
Kenyataan tak mudah diterima.
Benarkah mau di selidiki?/ Benar.
Tak masalah.
500.000.
Ada...
Toilet dimana?
Apa perlu seluas ini?
Apa yang kamu lakukan?
Aku sedang mandi./ Dimana kloset?
Dikamarmu ada toilet.
Dimana kloset?
Arah jam 9.
jangan takut, aku buta. Tak lihat apapun.
Aku tak buta./ Kalau begitu kamu jangan lihat.
Kenapa aku di sini?/ Kemarin kamu mabuk, aku papah kamu naik.
Benarkah kamu buta?/ Benar, gelap.
Tak bisa melihat apapun.
3000 kaki.
Apa?/ Ruangan.
Harga 20.000 satu kaki.
70 juta, korupsi.
warisan peninggalan ibuku.
Aku satu-satu anak.
Kamu bisa bantu aku menyelidiki kasus'kan?
Ya, tapi mahal sekali
Satu juta
Bukankan 500 ratus?
Bercanda, begitu murah
Dewa pecahkan kasus!
Tak masalah'kan?
Tidak
Kalau begitu kamu minta cuti saja.
Untuk apa minta cuti?
Belajar dariku
Mengajar kamu beberapa hal2 hebat
Gratis
Terima kasih/Sama-sama
coba dengarkan.
Kasus pembunuhan, 17 April 1992.
di kamar jiu Long.
Polisi.
Kamu menyamar Qiiu Shu, aku De Zai.
Bilang aku bodoh./ Bagaimana caranya?
Tak punya otak, bodoh.
coba pikirkan sendiri.
Tak punya otak, bodoh.
Bokongmu di kepala? Bodoh.
Bokongmu di kepala?/ Ulangi.
Emosi.
Pantatmu di otak? Bodoh.
Qiu Shu orang chao Zhou. Logat chao Zhou.
Pantatmu di otak? Bodoh.
Tak mengerti.
Kamu bukan manusia.
Tak mengerti apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.