De første 200 linjer.
"Rumah Sakit Bersalin"
Dia laki-laki.
Ini baju koleksi musim semi terbaru.
Ini dia.
- Benar? Hitunglah uangnya. - Kita teman lama, 'kan?
Baiklah. Sampai jumpa.
Kak, sudah lama tak bertemu. Yang ini...
Aku ambil empat. Tolong dibungkus. Lima yang ini. Bungkuslah untukku.
Halo.
Hai.
Kerja yang bagus.
Astaga!
"Young Master"
Sudah kubilang agar kau membuat papan toko ini dengan sempurna!
Tinggal beberapa hari hingga pembukaan.
- Tuan, tolong buat ulang ini. - Baiklah.
Teruskan kerjamu!
Halo, kau berbicara dengan Oh Dae San dari butik Young Master.
Kau menelepon dari toko Sky di Masan? Katakan sekali lagi?
Aku sudah memenuhi pesananmu. Itu akan dikirim kepadamu besok.
Kau akan menyukai pakaiannya saat kau melihatnya. Pasti!
Tunggu dan lihat saja, semuanya bagus.
Bagus!
Tentu. Sampai jumpa lagi.
Berhasil!
Apa?
Sekarang sudah siang.
Apa pemilik tokonya mabuk lagi semalam?
Halo? Ini Oh Dae San dari butik Young Master.
Yoo Jin! Gadis malang...
Yoo Jin.
Ibu...
Dae San!
Dae San! Apa yang harus kita lakukan?
Ibu!
- Ibu... - Nyonya Seo!
- Yoo Jin! - Bu, sadarlah!
Nyonya Seo...
- Sadarlah, Bu! - Biar kubawa dia.
- Cepat... - Baik.
- Ibu... - Cepat!
Kita harus bergegas! Minggir!
- Bawa dia ke UGD. - Minggir.
"Sophia Apparel"
"Ruang Operasi Utama"
Kenapa ini harus terjadi? Dia suami dan ayah yang baik.
Apa yang akan terjadi kepada Yoo Jin jika ibunya juga meninggal?
Dia belajar di sekolah mode di Prancis.
Maka dia harus menyesuaikan diri dengan situasi.
- Bagaimana dengan toko ayahnya? - Kurasa mereka harus menjualnya.
Astaga, sayang sekali.
"Kedatangan Internasional Gerbang F"
Tuan Muda! Tuan Joon Hee!
Kau harus kembali lebih awal.
- Di mana mobilku? - Di luar.
Kurasa lebih baik kau mengemudikan mobil lain.
Tuan Muda.
Bagaimana jika kau berganti memakai jas?
Bu, aku baru tiba. Tidak, aku akan langsung pulang.
Aku akan mengunjungi guruku nanti. Baik, sampai jumpa.
Pengemudi gila!
Baik, lewat sini.
Nenek, mari pergi.
Berhati-hatilah, Nek.
Terima kasih.
Bagaimana bisa kau tak berada di sisi ayahmu sebelum dia wafat?
Apa kau sengaja menunda mengatakan padaku dia sekarat?
- Bagaimana bisa kau mengatakan itu? - Cukup, Nek.
Bukan hanya kau yang berduka. Kini aku tak punya ibu atau ayah.
Kau ini!
Bisa kita mulai?
Kini aku akan membacakan warisan Ketua Lee Kang In.
Pertama, kuberitahukan bahwa Ketua Lee menulis warisannya...
di hadapan pengacara kami sehari sebelum dia meninggal.
Kuharap kalian semua menyadari ini.
Karena itu, isinya mungkin berbeda dari warisan setahun yang lalu.
Aku hanya akan membacakan perubahan yang dia buat pada warisannya.
Pertama, 80 persen saham Sofia Apparel akan dibagi rata...
pada kedua putranya, Lee Jae Min dan Lee Joon Hee.
Masing-masing mendapatkan 40 persen.
Sisa 20 persen sahamnya akan diberikan kepada ibunya, Ny. Kang Joo Ok.
Kedua, rumah di Sungbuk Dong dan harta yang dapat dipindahkan...
diberikan kepada istrinya, Oh Seon Yeong.
Rumah musim panas di Icheon dan tanah yang dimiliki di sana...
menjadi milik ibunya, Ny. Kang Joo Ok.
Ketiga, semua rumah lainnya akan disumbangkan...
untuk tiga yayasan yang telah didukungnya selama ini.
Keempat, semua saham tak bisa dijual atau dialihkan...
kepada selain anggota keluarga selama minimal lima tahun.
Sekian.
Kurasa itu saja. Aku akan tidur dan beristirahat.
Aku masih lelah karena penerbangan.
Lucu.
Coba kulihat bagian belakang gaunnya. Baik.
Ini sulit. Aku tak pernah membelikan baju untuk wanita.
Astaga! Coba kulihat. Ini...
Maaf, kau tak bisa memotretnya.
Aku hanya ingin bertanya kepada pacarku apa dia menyukainya.
Beri aku waktu.
Halo? Hai, Sayang. Kau melihat foto yang kukirim?
Kau menyukainya?
Kurasa aku harus terus mencari. Baiklah.
Pacarku tak menyukainya.
Jadi, biar kuhapus fotonya. Sekarang tak masalah, 'kan?
- Ini dia. - Baiklah.
Kurasa ini tampak cantik, tapi perempuan sangat pemilih.
Aku bisa apa? Kau juga cantik.
Silakan datang lagi.
Halo? Sayang? Ini aku, Dae San.
Hei, Kak! Ini Dae San! Kau menerima foto yang kukirimkan?
Tentu, kau manis.
Ayolah, aku tak pernah bermasalah dengan manajer toko.
Semua foto yang kukirim adalah koleksi terbaru dari merek itu.
Silakan membuatnya seperti yang asli.
Jangan lupa untuk menyisakan 10 potong untukku.
Keadaan ibumu tak parah. Tapi dia mungkin terkena stroke lagi.
Jadi, kita perlu mengawasinya dengan saksama di rumah sakit ini...
dan memberinya perawatan obat serta terapi fisik.
Baiklah.
Hei, bangunlah. Kenapa kau tidur? Astaga!
Hai.
- Kau di sini? - Ada barang baru?
Tentu, yang itu bagus.
Nona, berapa harganya ini?
Aku mengelola toko di Incheon.
Kau memberikan pengiriman gratis untuk pemesanan besar, 'kan?
Berikan aku tanda terimanya.
- Kau bertanya apa aku... - Lupakanlah!
- Kau sangat lambat. - Tunggu sebentar, Cantik.
- Apa ini? - Jangan pergi dulu.
Kurasa kau belum mendengar soal toko kami.
Kami sudah 30 tahun berbisnis. Pilihlah yang kau sukai.
Apa kau pemiliknya?
Pegawaimu agak lambat.
Dia pegawai baru, jadi, tak tahu apa-apa.
Dia tak pintar. Kini silakan melihat-lihat.
Aku akan memesan 10 kaus itu.
- Baiklah! - Aku ingin ukuran kecil dan sedang.
Baiklah. Kau pelanggan yang cantik. Aku langsung menyukaimu.
Aku akan memberi satu kaus gratis.
Dia bukan pemilik toko ini.
Jika kau membeli darinya, uangmu tak bisa diganti nanti.
Terserah kau.
Kau berusaha menipuku?
Astaga!
Nona cantik!
Astaga! Aku memberi peluang untukmu.
Kau mau bangkrut?
Bagaimana bisa kau tak mengerti apa yang dikatakannya kepadamu?
Kenapa kau tak duduk saja?
Kenapa kau mengusirnya saat dia mau membeli?
Aku melakukan penawaran, tapi kau merusaknya.
Siapa kau?
Aku sudah lama menyuplai barang untuk ayahmu.
Aku Oh Dae San, dan tokoku bernama Young Master.
Kau tak mengingatku? Aku menggendong ibumu ke UGD hari itu.
Lalu?
Kupikir aku ingin sedikit membantumu.
Karena aku mengenal ayahmu, aku tak bisa mengabaikannya.
Itu bohong.
Lalu kenapa kau bersikap seolah kau pemilik tokonya?
Aku hanya berusaha berjualan. Itu bukan bohong.
Kupikir aku akan menolongmu karena kau tak tahu apa-apa.
Kau pikir kau bisa mendapatkan uang dengan hanya duduk manis?
Aku pemilik toko ini.
Jadi, jangan melakukan penawaran seperti itu lagi.
Sayang sekali.
- Kau datang? - Ya.
Apa kau akan tinggal di sini?
Aku tak bisa membiarkan posisi ketua kosong.
Meski aku tak bisa berbuat banyak, aku akan mengisi posisinya.
Tapi kau bisa sakit lagi.
Dokter Song menyuruhmu agar tidak bekerja.
Jika aku pingsan lagi, lebih baik aku pingsan saat bekerja.
Itu yang dilakukan pemimpin.
Pemegang saham akan kagum dengan kepemimpinan seperti itu.
Di mana Joon Hee?
Seharusnya kau tahu dia tak pernah datang ke sini.
Dia tinggal di pusat kota.
Sifat kalian semua sama saja.
Jae Min...
Apa kau tahu Nenek akan kembali ke perusahaan?
Itu sempat terpikirkan. Hanya dia yang bisa melakukannya.
Dia bilang dia akan mendukungmu mengambil alih perusahaan.
- Tapi apa-apaan ini? - Jika aku menjadi ketua sekarang...
pemegang saham takkan nyaman dengan itu.
Kurasa Nenek punya rencana.
Aku yakin semua yang dilakukannya adalah demi kebaikan Joon Hee.
Darah lebih kental daripada air.
Setelah putranya meninggal...
kita tak memiliki hubungan lagi dengannya.
Ibu...
Aku sudah bekerja keras untuk perusahaan ini.
Aku berperan penting di Sophia Apparel.
Joon Hee tak tertarik mengelola perusahaan.
Apa yang perlu dikhawatirkan? Beristirahatlah.
Jae Min...
Kau harus mengerti ini.
Orang tuaku membantu membangkitkan kembali perusahaan ini.
Aku membesarkan Joon Hee...
No comments yet. Be the first to leave one.