De første 200 linjer.
Diterjemahkan oleh: Kapten Kooky - IDFL™SubsCrew
Hei, kau. / Hei.
Ya. / Kapan saja silahkan.
Terima kasih. Hei, siapa ini?
Oh, di sini J & F Andrew.
Oh, maaf . / Ya.
Tidak, aku tahu. / Kau ingin aku mengirimnya?
Tidak, kuambil saja nanti Kamis, bung.
Bisa bantu aku?
Tunggu, bisa sebutkan lagi? / Keran ini macet.
Kalau begitu... Nanti kubilang padanya.
Ya, baiklah.
Sempurna.
Nanti kutemui.
Terima kasih.
Sudah bisa? Nanti kuperbaiki.
Ya.
Pekerjaanmu hampir selesai? / Ya.
Kau lihat router -ku? Router -mu?
Ya.
Sepertinya kulihat di garasi. / Di garasi?
Di garasi?
Ayolah.
Ini pasti bagus bila sudah selesai.
Ya. / Ya.?
Aku suka kau menemaniku di sini.
Aku suka di sini.
Kau keberatan jika kuatur ruang kerja di garasi?
Tentu saja tidak. Memang harusnya begitu.
Kulihat sebagian barang ayahmu di sana.
Aku tak mau membuangnya semua.
Buang saja.
Aku tak punya waktu mengerjakannya.
Baiklah.
Selamat Ulang Tahun.
Terima kasih.
Sama-sama.
Bagus sekali.
Sempurna.
Bagaimana rasannya? Enak?
Ya. / Benarkah?
Ya.
Kenapa?
Tidak, aku hanya tiba-tiba melempem saja.
Mau oral seks?
Ya.
Benarkah?
Kaia, Hei, ini aku.
Bisa dengar aku?
Ya, aku bisa mendengarmu.
Ada apa, Chris?
Maaf, aku tahu sekarang sudah larut malam, kau bisa menjemputku?
Jemput di mana? / Stasiun kereta.
Bisa nyalakan pemanasnya?
Ya.
Kuharap tak membangunkanmu.
Maaf aku menelpon terlalu larut malam.
Tak mengapa. Aku belum tidur. Sekarang ulang tahunku.
Ya ampun.
Selamat Ulang Tahun.
Coba tebak.
Kau akan jadi seorang bibi. / Apa?
Aku hamil.
Apa?
Tak apa-apa.
Ya ampun, Chris, jangan berisik.
Pacarku sedang tidur.
Kau punya pacar? Gila bener.
Ya.
Kaia?
Maaf. Aku tadinya tak mau membangunkanmu.
Tak apa-apa.
Ini adikku, Christine.
Hai.
Hai, aku Andrew. Senang berjumpa denganmu.
Maaf sudah membangunkanmu.
Kaia, aku kedinginan. Aku mau mandi dulu.
Oke, silakan.
Apa yang terjadi? Apa dia baik-baik saja?
Entahlah. Aku hanya menjemputnya di stasiun kereta api.
Kau kembali saja tidur. Aku mau bicara dengannya sebentar.
Oke.
Hei, Kai. / Apa?
Aku harus telepon tunanganku.
Kau bertunangan juga?
Ya.
Sebenarnya aku harus telpon dia. Dan bilang aku ada di mana.
Kau pasti menyukainya.
Apa yang terjadi, Chris?
Namanya Ira.
Dia akan jadi ayah yang baik.
Apa kau “memakai” sesuatu sekarang?
Tidak, karena tidak baik untuk bayi.
Entah apa kau ingin menjemputnya,
tapi jika aku tidak mendengar darimu sampai besok pagi,
Aku akan membawanya kembali ke Boston.
Nomorku 860-581-9826.
860-581 -9826.
Terima kasih.
Sial, Chris.
Aku mencarimu.
Kau tidur di kamar ayah?
Kau masuk ke sana?
Ya, dihias dengan baik, Kaia. Terlihat manis di sana.
Jangan khawatir. Aku tidak membangunkan pacarmu.
Kerannya macet.
Apa yang kau butuhkan?
Entahlah, dulu kita biasa tidur sendirian di atas sini.
Aku tak biasa tidur sendiri.
Kau takut?
Sedikit, ya.
Dengar...
Maafkan aku.
Ya, tapi sebenarnya, aku sulit untuk memaafkan.
Aku tahu.
Aku tahu, tapi sekarang kuminta perlakukan aku dengan baik.
Jadi dia orang baik?
Ira?
Ya.
Dia hebat. Aku mencintainya.
Dia sedikit berbeda dariku. Dia bekerja di PBB.
Pekerjaan apa?
Tentang hak asasi manusia di Grozny. Atau sesuatu seperti tiu.
Kedengarannya terhormat.
Aku tak paham.
Apalagi aku.
Dengar, aku di sini sekarang.
Kuusahakan kita selalu akur.
Kemarilah.
Sifatmu manja sekali, Chris.
Karena kau ibu yang baik.
Aku juga.
Aku bikin pancake. Semoga rasanya enak.
Hanya ini satu-satunya yang bisa kubuat.
Ya, silahkan saja.
Mana Kaia?
Tidur di kamarku. Kami tidur larut malam,
Jadi sepertinya dia ikut tertidur.
Akan kubangunkan.
Katakan padanya sarapan sudah siap.
Oke.
Kau... punya aksen berbeda.
Ya, dari ibu yang berbeda.
Aku dan ayahku pindah ke mana-mana.
Kau tak tahu?
Oh, ya aku juga tahu. Aku hanya... lupa.
Aku masih ngantuk.
Dia tidak banyak cerita tentang aku, kan?
Tidak, bukan tentang itu.
Aku lupa.
Pagi.
Kenapa kau tidur di sini?
Maaf.
Kami bicara semalam dan tertidur.
Tak mengapa.
Kenapa dia ke sini?
Dia hamil dan bertunangan dengan seorang pria.
Benarkah?
Jadi, dia hanya muncul begitu saja?
Sini kupeluk.
Aneh sekali kalau dia memang adikmu.
Berapa lama dia hamil?
14 minggu.
Dia tidak mengurus dirinya sendiri. Dia terlalu kurus.
Ya, dia di lantai bawah sedang bikin pancake.
Hanya itu satu-satunya yang bisa dia buat.
Hei. / Hei.
Kaia? / Ya.
Ira, kan? / Ya benar.
Terima kasih sudah menelepon. Chris di sini?
Ya.
Hei. / Hei.
Andrew. / Ira.
Senang bertemu denganmu. / Mobilnya bagus.
Ya. Terima kasih.
Silahkan masuk. Dia di dapur.
Aku sungguh minta maaf dia datang begitu saja ke sini.
Dia kadang-kadang begitu.
Ya, aku juga biasa begitu.
Itu bukan perilaku yang baik. Kukira kita harus mengikatnya.
Dapurnya di...
Sebelah kanan.
Kalian sedang perbaiki rumah, Benarkah?
Ayahmu yang merancangnya?
Ini dari tahun 1920-an.
Dibuat oleh arsitek favorit ayahku.
Mungkin lumayan mahal kalau sudah selesai.
Tidak, kami tidak berencana menjualnya.
Hei. / Hei, kau datang.
Ya lumayan jauh juga, Sayang.
Aku harus bilang pada Kaia tentang bayi kita.
Maaf. Selamat ya.
Terima kasih. Kabar baik, kan?
Tidakkah seharusnya bersabar dulu untuk datang ke sini?
Kau membuatku khawatir.
Maaf. Aku sedang galau. Kaia menelponmu, kan?
Ya... Tapi bukan itu masalahnya.
Kau tak bisa terus begini padaku, Sayang.
Atau kami harus mengikatmu.
Omong-omong, terima kasih sudah meneleponku.
No comments yet. Be the first to leave one.