時々ボソッとロシア語でデレる隣のアーリャさん
De første 200 linjer.
Apakah agenda rapat umumnya
tentang Pengenalan Evaluasi Guru
untuk Keanggotaan OSIS?
Mereka mengincarku yang dicap jelek para guru,
dan akan menyerangku habis-habisan.
Kalian yakin akan melakukannya?
Itu tidak menguntungkan kalian, bukan?
Tentu menguntungkan.
Jika bisa mengalahkannya,
reputasiku sebagai calon ketua akan naik.
Lagi pula,
dia menghina Kuze dan aku.
Aku ingin dia menarik ucapannya dan meminta maaf dengan tulus,
atau aku tak akan terima.
Begitu rupanya.
Meski begitu, tak semuanya buruk.
Ini kesempatan untuk tampil sebelum pidato upacara penutupan.
Jika begitu, aku tak bisa berkomentar lagi.
Baiklah.
Mari sebarkan beritanya hari ini.
Ketua, aku akan membuat selebarannya.
Baik, aku mengandalkanmu.
Masachika, Alya,
semangat, ya?
Ya, terima kasih.
Baiklah.
Omong-omong,
berdasarkan tren saat ini,
Taniyama akan membuat klaim ini.
Begitu rupanya.
Berdasarkan prediksi ini,
bagaimana kau akan membantahnya?
Ya, lumayan.
Tapi kita masih harus merapikan isi klaimnya.
Hei, Kuze.
Apa hubunganmu
dengan Taniyama buruk?
Tidak.
Kurasa tidak.
Kurasa kami sangat saling menghormati.
Kami sangat akrab saat SMP.
Begitu rupanya.
Kalau begitu, kenapa Taniyama melakukan itu?
Soal itu.
Dia mungkin berpikir
aku mengganggu pemilihan karena iseng saja.
Kalau begitu,
kenapa dia salah paham sejak awal?
Aku awalnya rekan Yuki.
Kini aku berpisah dari Yuki yang memiliki dukungan tertinggi
dan bergabung dengan kandidat lain.
Wajar dia berpikir aku bermain-main.
Itu...
Jadi, karena aku berpasangan dengan Kuze,
ini terjadi kepadanya?
Aku...
Alya?
Ada apa?
Aku akan memberikan yang terbaik besok.
Ya, kau pasti bisa.
Kuzecchi, lama tak jumpa.
Mohon kerja samanya hari ini.
Tidak, itu juga tak terdengar benar.
Hei, kau terlalu santai, bukan?
Karena bukan aku yang presentasi di rapat umum.
Tentu saja, aku santai.
Halo, aku Nonoa Miyamae.
Bisa dibilang aku rekan Sayacchi.
Aku Alisa Kujou.
Mari kita berdiskusi sehat.
Kau serius sekali.
Rasanya kau akan akrab dengan Sayacchi.
Apa itu benar-benar rekan Taniyama?
Ya, sepertinya teman masa kecil.
Kepribadian dan perangainya berbeda, tapi mereka tetap akrab.
Begitu rupanya.
Miyamae juga di puncak hierarki sekolah.
Dalam hal koneksi,
dia salah satu yang terbaik di sekolah.
Dalam pemilihan,
itu memang ancaman.
Tapi jangan cemaskan itu sekarang.
Fokus saja menghadapi Taniyama hari ini.
Kau benar. Aku mengerti.
Bagaimana menurutmu agenda ini?
Sulit mengatakannya.
Karena Taniyama
pernah menjadi pesaing gadis kaya itu di pencalonan OSIS SMP, kan?
Lawannya murid pindahan?
Aku hanya tahu nilainya bagus.
Apakah aku bisa?
Akankah aku ditolak semua orang lagi seperti dahulu?
Tidak, aku harus melakukannya.
Ini juga demi rekanku, Kuze.
Bisakah dia mengekspresikan dirinya?
Taniyama pasti akan menang.
...ya.
Alya.
Kuze.
Alya.
Apa ukuranmu benar-benar E?
Apa?
Cabul!
Apa yang kau bicarakan di situasi ini?
Justru aku bisa bertanya karena situasi ini.
Tak bisa memukulku, kan?
Matilah saja.
Begitukah caramu melihat sampah?
Sudah tidak gugup sekarang?
Alya.
Siapa musuhmu?
Bukankah Taniyama?
Bukan.
Musuhmu adalah
versi ideal dan sempurna dari dirimu.
Jadi,
pikirkan saja cara menunjukkan versi dirimu yang paling keren.
Jangan khawatir.
Jika terjadi sesuatu,
aku akan mengurus semuanya.
Sudah waktunya.
Sekarang kita akan memulai rapat umum.
Pengusulnya adalah Sayaka Taniyama
dan Nonoa Miyamae.
Penentangnya adalah Alisa Kujou
dan Masachika Kuze.
Agendanya,
pengenalan evaluasi guru
untuk keanggotaan OSIS.
Sekarang, pengusul, sampaikan argumen kalian.
Baik.
Semuanya.
Saat ini, para pengurus OSIS
dipilih oleh ketua dan wakil ketua.
Namun, pada dasarnya,
semua murid bisa masuk OSIS selama mereka punya keinginan.
Sebenarnya,
- aku sudah menyurvei para mantan - Maksudnya pilih kasih?
- eksekutif OSIS. - Mungkin.
Yang benar saja?
- Dia menyiapkan data ini? - Termasuk OSIS saat ini,
- Tidak, bukan Taniyama. Apakah Miyamae? - tiga anggota sebelumnya...
Menurutku,
OSIS seharusnya hanya menerima murid terbaik yang telah terpilih.
Bukankah kalian juga merasa begitu?
Murid yang biasanya memiliki nilai dan karakter yang buruk,
begitu menjadi anggota OSIS,
mereka berada di atas kalian semua.
Bukankah kalian benci itu?
Dia mengagumkan seperti dugaanku.
Tak disangka kata-kata ini
bisa membuat murid tak acuh ingin terlibat.
Karena itu,
aku mengusulkan proses evaluasi guru.
Dengan begitu,
kita bisa membuat OSIS
terdiri dari murid-murid luar biasa yang diakui oleh para guru.
Demi menciptakan OSIS
dengan kecakapan, kemampuan, martabat, dan otoritas yang lebih tinggi,
tolong berikan suara kalian.
Terima kasih sudah mendengarkan.
Berikutnya,
penentang dipersilakan memberi argumen.
Baik.
Bisakah dia membalas?
Tidak, Taniyama pasti menang.
Mari dengarkan pendapat
sang putri penyendiri ini.
Versi terkeren diriku di benakku.
Benar.
Aku Kujou, bendahara OSIS.
Mengenai agenda ini,
sebagai perwakilan OSIS,
aku akan menjadi penentang.
Taniyama tadi menyebutkan
bahwa melalui sistem evaluasi guru,
wewenang OSIS akan ditingkatkan.
Namun,
aku punya pendapat sebaliknya.
Bahkan, aku yakin itu akan menurun.
Kenapa begitu?
Karena itu merenggut hak
anggota inti OSIS, ketua dan wakil ketua,
untuk menunjuk anggota OSIS.
Bicara tentang itu, di OSIS,
pihak yang paling dikagumi dan dicemburui para murid
adalah ketua dan wakil ketua yang menang melalui pemilihan.
Justru karena memenangkan pemilihan sengit
dan mendapatkan posisi ini,
sekolah akan memberi mereka kuasa.
Hak untuk menunjuk anggota OSIS
adalah bentuk wewenang yang paling mewakili.
Meski kita hanya menyerahkan sebagian wewenang kepada guru,
tapi apakah ini pantas?
Bukankah itu berarti
OSIS saat ini butuh bantuan para guru
untuk mempertahankan martabatnya sendiri?
Sekolah ini sangat mementingkan pemerintahan murid mandiri.
Alasan OSIS diberi kewenangan yang luas
juga karena ini.
No comments yet. Be the first to leave one.