Mushoku Tensei: Isekai Ittara Honki Dasu Part 2

Mushoku Tensei: Isekai Ittara Honki Dasu Part 2

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Mushoku Tensei - Isekai Ittara Honki Dasu - 19 [1080p][AV1 10 bit][AAC]
En kommentar af sph21
Hasil resync

Tags

1080
Udgivet den: 2023-07-05
Downloads: 41
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 156 linjer.

Sialan!

Datang-datang misuh-misuh. Kamu tidak pernah berubah, ya.

Padahal aku sudah lupa.

Kamu dingin sekali, padahal setahun tidak berjumpa.

Berkat aku, kamu mendapatkan Mata Iblis, lo.

Kalau kau menjelaskan dengan lebih baik, aku enggak akan dijebloskan ke penjara.

Aku juga enggak akan bertengkar dengan Paul.

Aku tidak pernah bosan melihat petualanganmu.

Apa iya kamu mau menyalahkan semuanya padaku?

Ah, cok!

Kalau ada di ruangan ini, aku merasa kembali ke masa lalu.

Aku menyesal. Harusnya aku sudah introspeksi.

Ah sialan!

Iya aku berterima kasih! Aku bisa sampai di sini berkat nasihatmu!

Jadi, berikan lagi nasihatmu!

Wah, tumben kamu jujur dan meminta padaku.

Tapi nasihat yang ingin aku minta adalah lokasi keluargaku.

Bukankah keluargamu ada di dunia lain?

Jangan mengelak.

Yang aku maksud adalah Zenith, Lilia, dan Aisha.

Kalau bisa, aku juga ingin tahu lokasi Sylphy, Ghyslaine, Philip, dan Sauros.

Ah, kasih tahu tidak, ya?

Maaf, aku terbawa suasana.

Baik, tapi berjanjilah satu hal padaku.

Janji apa?

Jika pada nasihat selanjutnya kamu bisa bertemu kembali dengan keluargamu,

kamu harus percaya padaku.

Memercayaimu dan menjadi wayangmu?

Tidak, aku tidak bilang sejauh itu, lo.

Tiap kali bertemu, kita selalu adu mulut. Apa tidak capek?

Enggak adu mulut pun bikin aku capek.

Dipaksa kembali ke wujud yang ingin kulupakan,

wujud yang membuatku jadi melankolis.

Kalau nasihatmu bagus, aku akan memikirkannya.

Kamu percaya, 'kan?

Semua tergantung apa yang terjadi.

Oke, deh. Aku terima saja.

Aku akan memberikan nasihatku.

Wahai Rudeus, dengar baik-baik.

Namanya adalah Aisha Greyrat.

Kamu akan mengalami kejadian seperti ini.

Eh? Apa?

Tapi kamu tidak boleh menyebutkan namamu.

Gunakan nama samaran dan tanya situasi kondisinya saja.

Lalu,

tulis surat untuk kenalanmu yang ada di Istana Shirone.

Tunggu dulu. Kenapa kenalan?

Dengan begitu, kamu dapat menyelamatkan Lilia dan Aisha dari Istana Shirone.

Eh? Lilia juga? Kok 'gitu?

Kalau dia di sana, kok enggak ditemukan?

Ada apa? Kamu baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Hanya saja, mabuk laut sebelumnya masih tertinggal.

Dia membuatku mendapatkan Mata Iblis untuk menunjukkan gambaran itu?

Aku tidak paham. Apa maksudnya coba?

Akhirnya sampai juga di Benua Pusat.

Meski baru pertama kali coba, nasi ternyata enak, ya.

Coba makan, deh, Rudeus. Enak banget, lo!

Iya, terima kasih.

Inikah Ibu Kota Kerajaan Shirone?

Menulis surat pada kenalan yang dikatakan oleh Dewa Manusia.

Kemungkinan besar maksudnya adalah Roxy.

Dengan begitu, aku bisa menyelamatkan Lilia dan Aisha.

Jika benar Lilia dan Aisha ada di sini,

harusnya Roxy sudah lama menemukan mereka.

Di sini ada gurumu, 'kan?

Ada apa, Rudeus?

Aku mendapatkan informasi dari sumber tertentu.

Keluargaku sedang disandera di suatu tempat di negeri ini.

Apa iya?

Oh, ibumu?

Bukan, tapi mantan pembantu dan adikku, Lilia dan Aisha.

Adikmu?

Bukankah dia ada di Milishion? Yang kurang ajar itu.

Aku punya satu adik lagi.

Jadi sebisa mungkin,

aku ingin kalian membantuku mengumpulkan informasi.

Apa boleh buat. Aku akan membantu karena ini menyangkut keluargamu.

Ya.

Terima kasih.

Aku bersyukur mereka enggak tanya sumber informasi yang aku dapatkan.

Selama enggak tahu apa yang dipikirkan si Putih itu,

aku merasa enggak boleh gegabah membahas tentangnya.

Tolong sampaikan surat ini ke istana.

Satu tugas selesai.

Ini surat dadakan. Apa Roxy akan terkejut?

Selanjutnya...

Kalau aku percaya nasihat Dewa Manusia,

aku cukup mencari lokasi yang ditunjukkan dalam mimpiku di tengah kota yang luas ini.

Aduh, rasanya tulangku mau patah.

Tapi kenapa Aisha ditangkap oleh prajurit penjaga?

Dari kata Dewa Manusia, mereka seperti ditahan supaya enggak melarikan diri.

Siapa? Ruijerd?

Bukan.

Aku tahu betul kemampuan menguntit Ruijerd.

Bukan Eris juga.

Eris enggak akan menguntit dan langsung ada di sampingku.

Berarti orang lain.

Apa ada penduduk negeri ini yang dendam padaku?

Mana mungkin! Aku baru saja sampai.

Eh, kok bisa?

Jangan! Kembalikan!

Tolong diam.

Ayolah.

- Kembalikan suratku! - Sudah, tenang dulu.

- Aku mohon. - Iya.

Maaf, ya. Ini pekerjaan kami.

Jangan!

To-Tolong jangan salah sangka.

Bagaimana tidak salah sangka kalau...

Dengan, Nak. Kami sebenarnya prajurit istana.

Kami hanya menjemputnya karena dia tersesat.

Me-Mereka mengambil paksa suratku!

Apa perlu sampai merebut surat anak yang tersesat?

Orang dewasa punya kepentingan sendiri, Nak.

To-Tolong saya!

Sihir tanpa merapal?

Jangan-jangan...!

Jangan melawan dan serahkan anak itu. Kami tidak akan menyakitimu.

Pegangan erat-erat.

Nama saya Aisha Greyrat.

Terima kasih sudah menyelamatkan saya di saat genting.

Wah, kalau enggak salah dia sekarang berusia enam tahun, ya.

Dia dididik dengan sopan santun.

Maaf, apakah saya boleh bertanya siapa nama Anda?

Eh? Boleh.

Namaku Satria Bayang Bulan!

Wah, keren sekali.

Terima kasih pertolongan Anda,

tetapi apakah kiranya saya boleh meminta satu bantuan lagi?

Boleh.

Saya ingin mengirim surat yang berisi pesan bahwa Bunda ditawan di istana kepada Ayah.

Oh, begitu isi suratnya, ya.

Dari pemilihan katanya, dia benar-benar dibesarkan dengan baik.

Apa ibumu tidak menjelaskan bahwa mengirim surat butuh uang?

Bunda bilang, jika memohon kepada tukang pos dengan mata berbinar,

mereka akan mau melakukannya.

Aduh, aduh, Mbak Lilia usil sekali.

Tetapi tiap kali mencoba menghubungi Ayah,

orang-orang istana melarangku.

Apa tidak ada orang lain yang bisa kamu andalkan selain ayahmu?

Tidak ada.

Contohnya kakak berambut biru kenalan ibumu?

Atau mungkin kakak laki-lakimu yang mungkin entah di mana?

Saya punya kakak, tetapi dia tidak bisa diandalkan.

Kok 'gitu?

Barusan kakakmu menyelamatkanmu dengan gagah berani, 'kan?

Apa boleh aku tanya alasannya?

Alasan? Boleh saja.

Ada kotak kecil yang dijaga dengan baik oleh Bunda.

Saya bertanya pada Bunda kenapa saya tidak boleh menyentuh atau melihat isinya.

Bunda bilang ada benda berharga Kakak yang disimpan di dalamnya.

Ketika Bunda tidak ada, saya diam-diam membukanya.

Coba tebak apa isi dari kotak tersebut.

A-Apa coba? Tidak tahu.

Isinya cawat!

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left