De første 200 linjer.
KISAH NYATA
Aku kuat! Kamu kuat! Kita kuat!
Lagi!
Aku kuat! Kamu kuat! Kita kuat!
13 JAM TERDAMPAR DI LAUT
Aku kuat! Kamu kuat! Kita kuat!
Aku kuat! Kamu kuat! Kita kuat!
Aku kuat! Kamu kuat! Kita kuat!
SAAT SULIT JANGAN PUTUS ASA, SAAT HUJAN TURUN DARI AWAN GELAP ~IZAMI GANJAVI
JANGAN PUTUS ASA
Garam. Air laut.
Bisa kau menciumnya?
Bisa kau merasakannya?
Itulah laut.
Dan di sanalah tempatku.
Saat ini, kamu adalah milikku.
Kamu masih harus lari tiga mil lagi.
PUSAT PELATIHAN. CLEARWATER, FLORIDA
"Milikmu"?
1 MINGGU SEBELUMNYA
Tidak pantas bicara begitu pada pria kulit hitam.
"Milikmu".
Apa?
Itu terdengar seperti perbudakan.
Kamu bercanda, kan?
Apa --
Yo, Coop, apa kamu mempermainkanku?
Ini tidak lucu jika kamu serius.
Kamu memang mengerjaiku! Sialan kamu.
Sudah kuduga.
Itu sangat licik.
- Angkat tanganmu. - Itu sangat licik.
Maaf, tapi ekspresi wajahmu sangat lucu.
Ini tidak adil.
- Kamu tahu betapa tidak adilnya ini? - Lihat wajahmu!
Ayo! Tahun lalu adalah tahun terbaikmu.
16 tekel, dua angkatan! Ayo, kawan!
Bagus. Ambil satu lagi. Ya!
Lihat, Oakland Raiders datang!
- Ayo, satu lagi! - Berusaha keraslah!
- Berjuang! Berjuanglah! - Bagus, bagus.
Satu kali lagi. Aku butuh satu lagi darimu.
- Siapa yang lihat? - Ayo.
Siapa yang melihat?
- Siapa yang melihat? - Ayo.
Aku kuat! Kamu kuat!
- Diam! Kita kuat! - Kita kuat!
Ayo, lakukan dengan baik.
- Ayo! - Ayo, lakukan dengan baik.
Kadang kau harus mengangkat beban!
Baiklah! Terima kasih sudah pemanasan, kawan!
Ayo. Ayo.
Siapa yang mau juara lagi? Kamu mau?
Aku mau juara lagi.
Tentu kamu mau. Sama seperti J-Lo.
Berikan berlian mewah padanya.
- Si cantik dari kota, sayang. - Ayo, mulai lagi.
- Ayo. - Sekitar lima putaran lagi.
- Sekitar tiga angkatan. - Ya, itu benar.
Ini tidak mudah, Corey. Perlu banyak pengulangan.
Perlu kerja lebih keras.
Satu lagi. Berusahalah.
Ayo. Aku kuat!
Kamu kuat! Kita kuat!
Ayo cepat. Ayo.
Bagus. Begitu saja.
- Bagus. - Ayo Pelatih, giliranmu.
Tidak. Tadi pagi kukatakan aku tidak akan berlatih.
Aku sudah berlatih sebelum kalian tiba. Cukup.
- Demi kaum kulit hitam. - Apa? Demi mereka?
- Obama. - Demi Obama?
- Ya, pasti bisa. - Ya.
Tidak, aku tidak bisa.
Tidak, aku tidak bisa.
CLEARWATER, FLORIDA
Baiklah...
Aku tidak melompat.
Sayang, kamu benar-benar melompat.
- Baik... - Ah, ya...
Itu baru hebat, Sayang.
Meja sudah penuh dengan hidangan,
tapi kamu masih memasak.
Tampak lezat, Marquis. Sayang, kamu memancingnya?
- Aku memancingnya? - Ya.
Jangan khawatir, Paula. Kami akan membawanya lagi.
Akan kujadikan kau pemancing.
Terima kasih, Kapten. Aku tidak sabar.
Hai teman-teman. Maaf telat.
Hai, Willy Will! Apa kabar?
Yo, Will. Bir ada di pendingin.
- Hai, kawan. - Hai.
- Hai. - Hai.
Ada minuman yang lebih kuat?
Seperti tequila atau mungkin racun?
- Astaga. - Kamu baik saja? Ada apa?
Hariku di Smith Barney telah berakhir.
Kena PHK.
Mereka memecatmu? Sial!
- Maafkan aku, kawan. - Ya.
Seluruh kantor tutup.
Resesi menghancurkan segalanya. Aku ikut sedih.
Ya, itu kabar buruk, Will.
Mungkin ini yang terbaik. Bukan begitu?
Menganggur di bidang keuangan saat resesi? Lebih baik.
- Maksudku... - Ini lebih baik.
- Benar-benar lebih baik. - Bisa saja lebih buruk.
Semua terjadi karena suatu alasan. Kamu tahu itu?
Tentu saja. 3 tim dalam 6 tahun.
Aku malah 8 tim dalam 4 tahun.
Kamu akan baik-baik saja. Kamu pasti bisa bangkit.
Sekarang aku tidak punya tim.
Coop, jika temanmu tidak datang akhir pekan ini,
bisakah kita mengajak Will?
Ya, mungkin saja.
Sabtu subuh? Kamu mau ikut memancing di laut?
Ayo, kita pergi!
Ayo, kawan! Ayo!
Kedengarannya seru. Ya, terima kasih.
Ini sungguh menenangkan jiwa, aku bersumpah.
Entah apa yang Corey lakukan, tapi ini menenangkan.
- Ayah! - Wah, hati-hati!
Ayah. Vuda!
Kamu harus memperhatikan sekitarmu, mengerti?
Wajah cantikmu tidak boleh terkena panggangan panas ini.
Ayah, apakah ikan menangis saat mereka mati?
Oh...
- Ikan menangis? - Tentu saja tidak.
Sayang, mereka tidak merasa sakit.
- Mereka tidak merasakannya? - Tidak. Sama sekali tidak.
Hanya...
Kamu harus menggoyangkannya untuk memastikan.
Baiklah, langsung dari Lubang Cooper...
Jangan sebut begitu, kumohon.
Kenapa? Itu lubang pancing yang aku temukan.
Lubang Cooper!
Kalian sengaja bermain kata seperti itu, kan?
Aku tidak mengerti maksudmu. Corey, kamu keberatan?
- Lubang Cooper! - Tidak.
Kenapa kamu mengucapkannya seperti itu?
Will, bagaimana menurutmu?
Langsung dari Lubang Cooper?
Sayang, itu tampak lezat.
Aku mau mencicipi daging dari lubang itu.
Tidak. Aku tegaskan.
Aku tidak akan memakan apa pun
yang berasal dari lubang atas namamu.
SABTU PAGI
Ayo bangun, sarapan sudah siap!
Kalian tampak seksi.
- Tunggu... - Pergi sana!
- Teruslah melihatku. - Pergi, cabul.
Teruslah memakiku.
Dasar gila. Pergi sana. Berhenti.
- Will! Kenapa? - Buka pintunya!
Kenapa?!
Baik, makanan untuk beberapa hari. Air untuk seminggu.
Bir untuk sebulan.
Berapa botol bir per orang sebelum disebut pecandu?
Berapa banyak roti lapis itu?
Ada 40 roti lapis.
Sial, 40 roti lapis?
Ya, 20 selai kacang dan jeli, serta 20 daging kalkun keju.
Bagaimana kamu membuatnya begitu cepat?
Aku punya kecepatan tinggi.
Ya. Itulah alasanmu masuk NFL sekarang.
Aku boleh bermimpi.
Tidak, kamu tidak boleh.
Karena teriakan kalian membuatnya sulit tidur.
- Mama. - Kamu. Kenapa kamu di sini?
Aku mencintaimu.
Astaga!
Gelandangan mana yang kau rampok?
Ibuku yang membelikan ini, ya.
Merek ternama. Harga asli. Karena dia peduli.
Maaf, Tuan. Jaketmu terlalu mencolok sampai aku tidak bisa mendengar.
- Tolonglah. - Baiklah, kalian mau kopi?
Tidak, sudah cukup, Sayang.
- Kalian mau sarapan? - Tidak. Sebenarnya aku mau.
Tapi kami berjanji pada Cooper tiba jam 5 subuh.
Kamu sudah minum obat mabuk laut?
Begini, Paula...
Obat itu hanya untuk penakut.
Minum ini jika aku menemukannya.
- Minggu lalu aku baik saja. - Sayang...
Mabuk perjalanan tidak akan membaik dengan sendirinya.
- Malah akan memburuk. - Aku akan baik-baik saja.
Jam berapa kalian kembali?
Entahlah. Mungkin sangat larut.
Cuaca diperkirakan kurang baik.
Kami akan baik saja. Kami berempat pria kuat.
Kamu tidak bisa melawan laut.
- Tetaplah waspada. - Ya.
Pergilah.
- Aku mencintaimu. - Jaket yang keren.
TERJUAL
Itu perahunya?
- Selamat pagi, teman-teman! - Perahu ini kecil sekali.
Kalian siap? Laut dalam menanti!
Apa kita semua muat?
Kapasitasnya untuk 11 orang.
No comments yet. Be the first to leave one.