Shadows and Fog

Shadows and Fog

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

ʖh∀d⊙ws●&●F⊙g●1991●BR/PLAYNOW/AMIABLE/RMTeam
En kommentar af H@w-to-kiLL
Durasi: 1:25:40 =========================================================== direct link web arsip sub Indo = http://bit.ly/List-Subtitle-Indonesia

Tags

other
Udgivet den: 2016-10-13
Downloads: 20
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Kleinman! Kleinman, buka.

Kleinman!/ Kami tahu kau di dalam!

Kleinman!/ Brengsek!

Buka pintunya. Kleinman!

Ayo, Kleinman.

Kleinman!

Sebentar, sebentar.

Kleinman!/ Kleinman, ayo.

Astaga, kau tuli ya?/ Apa maksudmu? Apa yang terjadi?

Cepat berpakaian./ Berpakaian? Ada apa?

Jangan berpura-pura./ Aku? Tadi aku sedang tertidur lelap.

Kami berharap pembunuhnya akan beraksi lagi malam ini.

Pembunuh? Pembunuh apa?/ Si pencekik itu.

Pencekik apa?/ Orang gila itu!

Orang yang membunuh putra Eisler dan mencekik Jensen dengan senar piano.

Jenson? Penjaga malam berbadan kekar itu?

Benar. Diserang dari belakang. Menyelinap dan mencekik lehernya.

Dia sudah membiru saat kami menemukannya.

Air liurnya membeku di tepi mulutnya.

Aku harus bangun pagi untuk bekerja, jadi...

Jangan pura-pura bodoh, Kleinman. Apa kau tinggal di pulau?

Malam ini berkabut. Dia selalu menyerang saat berkabut.

Ya, tapi sekarang ini saat yang sangat sibuk di perusahaanku.

Aku sedang bersaing promosi dengan Simon Carr.

Kau tahu tak ada yang bisa berjalan-jalan di malam hari?

Tak hanya di jalanan.

Quilty bersaudari dibunuh di rumahnya karena tak mengunci pintu.

Tenggorokan mereka disayat satu per satu.

Kau bilang dia pencekik./ Tak penting cara dia membunuh!

Kenapa kau marah? Kenapa dia marah?

Tak ada motif-nya?/ Jadi, kau tahu soal itu.

Aku mendengarnya sesekali, sedikit ini dan itu.

Dia mendengar yang ingin dia dengar./ Cepat berpakaian.

Apa maksudmu berpakaian? Ini urusan polisi.

Polisi sudah memiliki kesempatannya. Sekarang kami mengambil alih.

Itu mengerikan./ Apa kau salah satu dari kami?

Ya. Aku di pihakmu. Kalian ingin aku berbuat apa?

Kami berencana untuk menjebaknya./ Tapi rencana seperti apa?

Ini rencananya Hacker. Dia yang akan memberitahumu.

Tapi apa?/ Kau akan segera tahu tugasmu.

Berpakaianlah. Jangan buang waktu./ Apa maksudmu?

Kami akan menunggumu di bawah lima menit lagi.

Menurut teori-ku pembunuhnya adalah orang yang kita kenal.

Seseorang yang bekerja dengan kita atau satu gereja dengan kita.

Dia mengintai di balik bayangan, siap untuk menerkam.

Aku tadi sedang tertidur lelap. Jadi aku... aku tidak...

Apa rencananya? Bagaimana bisa kubantu?

Kleinman. Masuk.

Kleinman, ini. Kubawakan lada. Aku sudah mendengar semuanya.

Jika pembunuh itu menangkapmu, tiupkan lada ke matanya.

Bagus. Aku akan mengusirnya dengan bumbu dapur.

Ini konyol. Aku ketakutan. Aku tak mau keluar.

Bersikaplah jantan, Kleinman./ Apa maksudmu?

Mendadak di tengah malam, aku harus memakai dasi dan keluar.

Untuk apa kau memakai dasi? Kau akan mengejar pembunuh gila.

Entahlah siapa yang akan kutemui. Bagaimana jika aku bertemu bos-ku?

Tn. Paulsen memerhatikan cara berpakaian.

Aku sedang bersaing dengan Simon Carr agar dipromosi.

Kau mau bunuh diri demi promosi itu?

Apa artinya bagimu? Beberapa dolar tambahan?

Bukan, ini bukan soal uangnya. Aku ingin mencapai sesuatu.

Kenapa harus Carr yang mendapatkan promosinya?

Karena dia selalu mengajak Paulsen makan malam?

Kleinman, kau terlalu takut kepada Tn. Paulsen.

Kau ketakutan di depannya seperti seekor cacing.

Dia membuatku gugup. Aku tak takut padanya.

Memanggil bos-mu Yang Mulia , artinya kau takut.

Hentikan itu. Aku tak suka ini. Aku tak mau keluar.

Aku sedang tidur tadi. Sekarang aku bagian dari rencana.

Kapan kau akan sadar dan menikahiku?

Bilang saja padanya kau tak suka. Kau akan dapatkan setengah tempat ini.

Aku takkan menikahimu. Aku sudah memiliki tunangan.

Tunangan apa?

Eve menginginkanmu sebagai hiasan, jika kau dapat promosi itu.

Jangan bicara soal Eve. Aku tak mau membahasnya lagi.

Eve wanita yang cantik./ Eve menganggapmu seperti sampah.

Hati-hati. Aku tak mau mereka menemukanmu dengan leher tergorok.

Jangan cemas. Dia biasanya mencekik.

Jalanannya kosong.

Di mana semua orang? Mereka seharusnya di sini.

Ke mana mereka pergi?

Jalanannya sangat sepi.

Aku tak suka ini. Aku mau kembali tidur.

Tapi aku tak bisa.

Jika rencana mereka kacau, mereka pasti akan menyalahkanku.

Kenapa aku?

Aku seorang seniman. Setiap kali aku tampil, mereka semua tertawa.

Tapi di sini, tak ada apa pun.

Tak ada yang datang. Beberapa penonton hanya diam.

Aku tahu. Aku tak terlalu menghargai penampilanku.

Tak satu pun dari kita menghargainya.

Keahlianmu cukup berbeda./ Aku tak yakin soal itu.

Menurutku kau bisa tahu seperti apa penontonnya...

...dari respons mereka terhadap penelan pedang yang bagus.

Tak ada yang lebih mengerikan dari mencoba membuat orang tertawa...

...dan gagal./ Lalu kenapa kita diam saja?

Saat kita bertolak besok, kita bilang pada Danzig kalau kita berhenti.

Untuk melakukan apa?/ Menetap.

Kita tak perlu terus bepergian. Memiliki kehidupan yang melelahkan.

Menikah. Hidup seperti orang lain.

Kita tak seperti orang lain. Kita ini seniman.

Dengan bakat yang hebat, timbul tanggung jawab.

Tapi itu akan menyenangkan. Kau bisa bekerja di tempat lain.

Melakukan apa? Mengumpulkan penolakan orang lain?

Bukan./ Menyapu jalanan?

Tentu tidak. Kau cerdas. Seseorang akan memberimu kesempatan.

Tapi aku memiliki kesempatan yang langka sekarang.

Untuk membuat orang tertawa.

Untuk membuat mereka melupakan kehidupannya yang menyedihkan.

Bukan salahku, pertunjukan keliling yang bodoh ini bisa salah kelola.

Aku yakin Danzig mencuri setiap sen dari keuntungannya.

Aku ingin punya bayi./ Pasti, tapi bukan sekarang.

Keluarga adalah kematian bagi seniman. Aku perlu ketenangan dan kedamaian.

Maksudku, pikiranku... ini lucu.

Pikiranku selalu penuh dengan...

...rutinitas, ide, lelucon baru, kejutan yang cemerlang dan kreatif.

Akui saja yang sebenarnya. Kau tak mau menikah.

Agar kau bisa bermain kartu dan merayu wanita yang mengagumimu.

Itu tidak benar.

Aku hanya perlu membuat nama untuk diriku lebih dulu.

Kita pasti akan menikah.

Tidak. Kau terus berjanji.

Tapi tak lama lagi akan terlambat bagiku untuk memiliki bayi.

Jangan menangis.

Dengar, aku akan bicara pada Danzig.

Kau tidak serius./ Aku serius.

Hentikan. Aku tak sanggup melihatnya. Jangan menangis.

Penontonnya terlalu sunyi malam ini. Aku merasa kasihan padamu.

Tampaknya hanya kau yang mereka suka.

Ya, tapi aku punya trik untuk merayu mereka.

Ya.

Kenapa kau berkeliaran di sini?

Aku sedang ingin bicara pada Danzig.

Kau suka wiski Irlandia?

Ya, tapi dokterku bilang itu tak baik buat perutku.

Sayang sekali.

Mungkin itu membuat rileks.

Wanita paling seksi di sirkus.

Aku seharusnya sudah tahu dia menikah dengan pria perkasa.

Jangan mencemaskan Petere. Dia sudah minum ini se-galon.

Kadang saat kau sedang tinggi di atas kabel...,

...aku melihatmu. Kau terlihat begitu...

Apa?/ Lezat.

Selapar apa kau sekarang?

Aku selalu lapar setelah pertunjukan. Kau sendiri?

Aku tak bisa tidur dengan perut kosong.

Kau mau mencicipi rasa yang istimewa?

Aku tak pilih-pilih.

Aku akan memakan apa pun yang kau berikan padaku.

Kau yakin suamimu takkan bangun?

Aku sudah melihat yang dia lakukan pada batangan besi.

Tak ada yang bisa membangunkan Peter.

Tentunya bukan suara dari kedua orang yang mendesah.

Sudah kuduga, aku melihatmu kemari!

Irmy!

Kau bilang ingin menemui Danzig! Kau seharusnya menemui Danzig!

Sialan kau!

Tunggu. Kami sedang berbicara tentang akrobatik.

Aku sedang mengajarinya cara menekuk punggung.

Kau tak pernah melepas pandanganmu darinya.

Kau selalu berdiri di bawah tiangnya, melihat ke arah kakinya.

Karena kami sedang merencanakan penampilan rutin ini.

Tentu saja. Kau anggap aku ini apa?

Padahal aku menginginkan bayi darimu.

Aku tahu. Kita lanjutkan nanti.

Tapi aku tak mau memiliki bayi./ Dasar kau brengsek! Menjijikkan.

Tapi sudah kubilang berkali-kali.../ Aku tak mau punya anak denganmu.

Aku tak mau punya anak denganmu meskipun kau pria terakhir di dunia.

Bagus!/ Kau takkan pernah melihatku lagi.

Bagus. Akhirnya!

Aku suka kebebasanku.

Dokter./ Apa maumu, Kleinman?

Maaf mengganggumu. Boleh aku masuk sebentar saja?

Jika boleh, aku ada pertanyaan.

Apa kau terlibat rencana ini?/ Tentu saja.

Kau kira aku tak terlibat?/ Aku ingin tahu apa tugasku.

Tolong, jangan mengganggu./ Tidak, aku takkan mengganggu.

Aku hanya ingin tahu partisipasi-ku dalam rencana ini.

Aku tak keberatan untuk minum jika memungkinkan.

Kau tahu, kabutnya sedikit lembap, jadi aku...

Tapi bukannya ini kerugian.

Aku belum pernah kemari sebelumnya. Ini menarik.

Ini lucu.

Aku melakukan sejumlah autopsi yang tidak biasa belakangan ini.

Aku tahu. Pasti karena itulah ada banyak jari manusia bertebaran.

Ini bukan hal yang kau lihat tiap hari.

Kurasa pembantumu jarang masuk untuk bersih-bersih.

Ketertarikanku pada pembunuhan ini sepenuhnya karena alasan ilmiah.

Aku yakin itu.

Aku ingin memanfaatkan peluang ini untuk mencari sesuatu yang pasti...,

...tentang sifat alami kejahatan.

Kenapa seseorang menjadi pembunuh?

Kadang dorongan tertentu yang memaksa orang gila untuk membunuh...

...menginspirasi orang lain untuk akhir yang kreatif.

Begitu aku mendapatkannya di sini...

...di atas meja ini, termutilasi, dan sudah diteliti...

...dalam detail yang paling rinci...

...maka aku akan mengetahui jawabannya dengan pasti...

...dari pertanyaan yang saat ini hanya bisa kuperkirakan.

Apa mungkin ada sesuatu yang tak bisa kau lihat di bawah mikroskop?

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left