Satantango

Satantango (Sátántangó)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Satantango-1994-Bluray-Takarir-Indonesia-SMM SUBS
En kommentar af SmilyMADman
Durasi 07:19:08. Kritik dan saran sangat dibutuhkan. Mohon perhatikan catatan terjemahan. Enjoy!

Tags

BluRay
Udgivet den: 2023-04-18
Downloads: 204
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

SmilyMADman Subs

Diterjemahkan oleh Muhammad Khairul Septian

Untuk Alf Bold

Persembahan:

Diperankan oleh:

Sebuah Film Karya: László Krasznahorkai, Ágnes Hranitzky, dan Béla Tarr.

TANGO SETAN

Di suatu pagi mendekati akhir bulan Oktober,

beberapa waktu sebelum,

tetesan pertama hujan panjang musim gugur mengguyuri

tanah kering bergaram di sisi barat perkampungan,

yang mengubah jalan penghubung menjadi lautan lumpur busuk

yang sulit ditempuh hingga turun salju pertama,

yang kemudian membuat kota menjadi sulit diakses,

Futaki dibangunkan oleh suara dentingan lonceng.

Sumber terdekatnya mungkin berasal dari gereja terpencil

yang berada sejauh delapan km di Tepian Hochmeiss,

walau gereja itu tak lagi memiliki lonceng dan menaranya sudah runtuh saat perang.

Dan kota ini berada terlalu jauh untuk mendengar suara dari sana.

Kabar Kedatangan Mereka

Ada apa?

Tak ada. Mau tidur lagi.

Aku akan mengambil jatahku dan pergi malam ini.

Atau paling lama besok.

Besok pagi.

- Kau bermimpi buruk? - Ya.

Aku sedang duduk di kamar.

Tiba-tiba terdengar ketukan di jendela.

Aku tak berani membukanya.

Lalu kuintip lewat korden.

Aku hanya bisa melihat punggungnya, dia mencoba membuka pintu.

Kulihat mulutnya seperti meneriakkan sesuatu, tapi aku tidak tahu apa.

Wajahnya tidak dicukur.

Matanya seperti terbuat dari kaca.

Aku ingin teriak, tapi tak bisa bersuara.

Lalu Bu Halics melihat ke jendela sambil menyeringai...

Kau sudah tahu bagaimana jika dia menyeringai.

Dia mengintip dari jendela, lalu menghilang.

Lelaki itu terus menendangi pintu, yang kunciannya tidak terlalu kuat...

Aku langsung berlari ke bufet di dapur, ingin membuka lacinya, yang sulit dibuka.

Lalu kudengar pintunya terhempas.

Siapapun dia, dia sudah masuk ke dalam rumah.

Akhirnya lacinya terbuka dan segera kukeluarkan pisau.

Dan dia berjalan menuju diriku.

Tiba-tiba dia sudah terbaring di bawah meja dapur,

dikelilingi oleh panci merah dan biru,

berdenting dan berputar-putar.

Lalu tanah di bawah kakiku bergerak.

Seisi dapur mulai bergejolak,

seperti layaknya mobil.

Aku terbangun oleh lonceng.

Di mana? Di sini?

Loncengnya berdentang dua kali.

- Kita pasti jadi gila. - Tidak.

Aku yakin sesuatu akan terjadi hari ini.

Itu suamiku, aku tahu tandanya.

Cepat.

Dengar, lakukan sesuai yang kukatakan padamu.

Sudah jelas?

Segera berkemas. Cepat!

Kita pergi malam ini.

Kemas pakaian, sepatu, mantel, radio, semua barang kita.

Kita harus menghilang dari sini malam ini.

Kau paham?

- Mengerti? - Kau gila.

Apa yang kau bicarakan?

Aku bicara dengan Kráner, kita akan pergi dengan uangnya malam ini.

Jika kita bagi jadi delapan, kita tak akan pernah bisa pergi dari sini.

Kau pikir yang lain akan menyetujui caramu?

Halics, lalu si Kepala Sekolah dan Futaki?

Aku tidak bekerja selama setahun hanya untuk menyerahkannya begitu saja.

Persetan dengan mereka.

Mereka tidak bakal mendapatkannya.

Akhirnya kita bisa membeli sawah, kan?

Kau sudah hilang akal. Kau gila.

Segera berkemas. Jerigen, lemak babi, tepung, alat tidur...

Tongkatku tertinggal.

Pergi sana!

Schmidt, kau di dalam?

Kau ingin pergi dengan membawa semua uangnya, kan?

Tak kusangka kau orang yang seperti itu.

Bisa kujelaskan.

Kráner terlibat juga?

Kami bagi dua.

Jadi, apa yang terjadi sekarang?

Apa yang akan terjadi? Kami akan menyertakanmu.

Kita tunggu sampai malam lalu pergi.

Apa maksudmu?

Kita bagi tiga uangnya.

Jangan mengadukan aku.

Yang aku minta hanya meminjam jatahmu.

Hanya untuk sebentar saja... Setahun.

Sampai kami bisa menemukan tempat tinggal.

Bagianmu mana lagi yang harus kujilati?

Kau bilang kau tak akan pergi ke manapun dari sini.

Aku tak ingin membusuk di sini sampai akhir hidupku.

Aku tak memintanya sebagai hadiah. Aku ingin meminjam.

Aku bekerja keras sama seperti yang lainnya.

Dan sekarang kau membicarakan tentang "pinjaman".

Jadi kau tak percaya aku?

Tentu tidak.

Bersekongkol dengan Kráner.

Ingin pergi dengan seluruh uangnya.

Dan aku harus memercayaimu setelah semua itu?

- Bagaimana dengan orang yang lain? - Mana kutahu?

Kita harus tunggu sampai malam untuk pergi.

Kami sudah sepakat dengan Kráner. Kami akan bertemu di simpang saat malam.

Lalu kenapa pula kau kembali kemari?

Kami baru saja memikirkan semuanya saat perjalanan pulang.

Dan aku tak bisa meninggalkan wanitaku.

Setuju. Dia sangat berharga.

- Dan pasangan Kráner? - Mereka ingin pergi ke Utara.

Istri Kráner mendengar ada gudang kayu di sana...

Hujan turun.

Aku tahu.

Aku akan pergi ke Selatan, musim dingin lebih pendek di sana.

Aku akan menyewa tanah pertanian.

Dekat dengan kota makmur.

Merendam kakiku sepanjang hari di baskom air panas.

Atau...

Aku akan jadi pengawas di pabrik cokelat.

Atau jadi petugas di sekolah asrama perempuan.

Dan mencoba melupakan semuanya.

Baskom air panas dan berleha-leha.

Hanya menonton kehidupan sial ini berlalu.

Memangnya kita bisa pergi ke mana?

Kita akan ditangkap polisi di kota pertama.

Mereka bahkan tak akan menanyakan nama kita.

- Dengan kantung yang penuh uang. - Itulah maksudku.

Berkemas dengan koper tua dan minggat bagai kawanan pengemis.

- Bukan urusanmu. - Ulangi?

Bukan apa-apa.

Diam atau dia akan bangun.

Kita menunggu apa?

Kenapa tidak kita bagi uangnya?

Tidak sabar?

Ayo bagi sekarang.

Jangan khawatir, kau akan dapat jatahmu.

Kita tunggu sampai Kráner memberikan separuh yang lain.

Semuanya gampang saja.

Kita akan bagi yang kau punya.

Dan sisanya yang akan datang akan kita bagi di persimpangan.

Berikan aku senter.

Dokumennya...

Biar uangnya terlihat jelas. Supaya kau tak mengira aku curang.

Ayo kita hitung.

Itulah uangnya.

Bu Schmidt! Kau di dalam?

- Bu Schmidt? - Cepat sembunyikan.

Singkirkan dia.

Kalau dia sampai masuk, akan kucekik dia.

- Bukankah istrimu terlalu lama di sana? - Biar kuhancurkan wajahnya.

- Apa yang dia mau? - Dia sudah gila.

Dia bilang kalau Irimiás dan Petrina sedang dalam perjalanan kemari.

Dan mungkin sudah di bar.

Dan kalau... kalau mereka... mungkin sudah sampai di kampung ini.

Si Kondektur yang melihat mereka datang.

Dia bilang dia melihat mereka ada di kota.

Dia melihat mereka saat hendak ke simpang Elek.

Alkitab membuatnya gila.

- Tapi bagaimana kalau benar? - Yah, kalau begitu...

Mereka mati satu setengah tahun lalu, semuanya tahu itu.

Jangan percaya, itu cuma jebakan.

Mungkin saja Sanyi Horgos hanya berbohong?

- Kita juga mendengar dari dirinya. - Mati satu setengah tahun lalu!

Aku sudah mencurigainya dulu, tapi tak ada yang percaya aku.

Dia hanya berbohong. Tentu saja dia bohong.

Kalian kehilangan akal.

Semuanya akan berubah, lihat saja.

Irimiás adalah penyihir.

Dia bisa membangun istana bahkan dari kotoran sapi...

...jika dia ingin.

Tidak mungkin.

- Kau tidak akan mengganggu rencanaku. - Aku tidak berniat.

Orang mati kembali hidup? Futaki!

Dirimu, setidaknya, masih punya akal sehat.

Mereka mencurigai sesuatu dan ingin menangkap kita.

- Aku akan pergi ke bar. - Itu mungkin saja benar.

Dasar bodoh.

Jika mereka benar di sini, kau tak akan bisa lari dari Irimiás.

Kau tahu itu. Ya kan?

Dasar bodoh.

- Kalau kau tak percaya... - Enyahlah.

Tapi sebaiknya kau tinggalkan uangku di meja ini.

Jika kau tak percaya ini, maka biarkan istrimu pergi dahulu.

Dan uangnya?

Yah... kita tinggalkan di tempatnya.

Kau memercayainya, kan?

Kalau begitu aku pergi.

Sudah dengar? Mereka di sini.

Suamiku sudah pergi, dia mengirimku untuk beritahu dirimu.

Walau harusnya sudah tahu, karena kulihat Bu Halics datang ke sini.

Aku pergi, aku tak ingin mengganggumu. Suamiku bilang, "Persetan uangnya."

Itu bukan untuk kita.

Melarikan diri dan bersembunyi? Tanpa malam yang damai?

Tak mungkin! Irimiás dan Petrina, kau akan lihat...

Aku selalu tahu si bocah Horgos itu yang mengarang semuanya.

Kau juga tahu, dia hanya berbohong. Dan kita memercayainya sedari awal.

- Kau juga ikutan gila! - Biarkan mereka datang, aku tak peduli.

Kita pergi?

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left