De første 188 linjer.
Manusia hampir dilenyapkan oleh iblis.
Dan yang menyelamatkan manusia hanyalah seorang penyihir.
Dia dipanggil Kaisar Sihir, dan ia pun menjadi legenda.
Demi mengungguli Kerajaan Clover dengan strategi,
Kerajaan Diamond menyerang Kiten yang menjadi kota perbatasan.
Akan tetapi, Pasukan yang pertama kali datang yaitu Fajar Keemasan menghadang mereka.
situasi pun terkendali.
Sihir Angin: Busur Panah Badai Putih!
Kupikir aku tadi salah lihat orang.
Sedang apa kamu di sini, Asta?
Kalau kamu sampai babak belur begitu, berarti
kamu sudah jadi semakin kuat, 'kan?
Aku tak akan kalah darimu, Asta.
Kamu juga!
Kamu juga sudah jadi semakin kuat ya, kurang ajar!
Aku juga tak akan kalah lo, Yuno!
Di Balik Topeng
Apa tanganmu baik-baik saja?
Ya, aku baik-baik saja!
Lihat, nih!
Nggak ada masalah!
Begitu, ya.
Seperti biasanya, kamu berbuat nekat, ya.
Yu-Yuno sampai tersenyum?
Agak lama tak bertemu, kamu jadi sedikit tinggi ya, Yuno.
Apa-apaan dia ini?
Padahal saat di depanku dia selalu berekspresi datar.
Ya, mungkin bertambah empat atau lima sentimeter.
Kenapa kamu bisa tambah tinggi semudah itu?!
Sial, aku tak akan kalah!
Besok tinggiku akan bertambah 20 cm dan aku akan melihatmu dari atas!
Tidak mungkin.
Apa yang kamu lakukan, Yuno?
Yuno, dia itu sebenarnya siapa?!
Ah, lagi-lagi berekspresi datar!
Makhluk kecil yang berisik ini siapa?
Apa dia yang bernama Sylph itu?
Baru kali ini aku melihat Yuno berwajah seperti itu!
Apakah itu efek dari kekuatan Sylph?
Beritahukan padaku!
Siapa cebol yang penuh perban ini?!
Kamu sendiri juga kecil gitu!
Dia pernah tinggal bersamaku.
Be-ber-bersama--
Ti-ti-tinggal bersamamu?
Makan bersama dan belajar bersama ...
... tidur di satu tempat dan bahkan mandi bareng.
Tidur satu tempat ... dan mandi bareng?
Ma-maaf ....
Lama tak berjumpa!
Anu, terima kasih waktu itu sudah menyelamatkan makananku.
Apa sekarang tubuhmu sudah baikkan?
Oh, kamu anggota Pasukan Banteng Hitam ... yang waktu itu.
Ini, jajanan untuk mengisi perut setelah bertarung!
Terima kasih.
Sebentar, biar kutaburi dengan bola-bola manis.
Terima kasih.
Siapa anak kurang ajar ini?
Sok akrab begitu sama Yuno.
Namaku Charmy, apa aku boleh memanggilmu "Yuno" saja?
Silakan.
La!
Enak.
La, la!
Tapi insting Sylph-ku bilang kalau dia itu sama sekali tidak menjadi ancaman.
Maaf waktu itu aku tiba-tiba mendorongmu.
La ....
Aduh, tidak perlu minta maaf!
Yang sudah terjadi biarlah terjadi!
Men-Mendorongnya?!
La?!
Kamu ini ..., pasti sudah menggunakan semacam sihir licik untuk menggoda Yuno, 'kan?!
Dasar bocah ingusan!
La?
Makhluk apa ini?
Apa kamu enak kalau dimakan?
Kak Charmy, dia itu roh, lo!
Jangan malah dimakan!
Sebenarnya apa yang salah dengan kalian, sih?!
Yuno itu milikku, tahu!
Kamu telanjur mengataiku "bocah ingusan".
Aku ini sudah sembilan belas tahun!
Aku ini justru Kakak lebih tua dari Yuno!
Keseksianku sudah tidak butuh segala jenis sihir peningkatan!
Apanya yang seksi?!
Tubuhmu seperti bocah begitu, satu-satunya yang besar cuma jidatmu!
La?!
Beraninya kamu bilang begitu!
Padahal tubuhmu juga seperti anak-anak, jidatmu juga besar!
Apa kamu bilang?!
Akan kutunjukkan padamu akibat berani menantang Sylph!
Dasar bocah pendek kurang ajar!
Aku akan menggoreng dan memakanmu!
La!
Jangan lari, serangga kecil!
Kak Charmy, tenanglah!
Bell, sudah hentikan.
Astaga.
Hei, sepertinya kalian sedang bersenang-senang.
Izinkan aku ikut bergabung.
Finral.
Siapa dia?
Dia ini seniorku di Pasukan Banteng Hitam, Senior Finral.
Kalian belum pernah bertemu sebelumnya?
Belum.
Bukan masalah, kok.
Lagipula para elite dari Fajar Keemasan mana mau—
Mengejutkan sekali ....
Wah, wah ..., bukannya itu kakakku.
Sudah lama sekali!
Tidak kusangka aku akan bertemu denganmu di sini.
Langris ....
Siapa dia?
Si kambing hitam dari keluarga kami yang nyaris tidak bisa bertarung,
sedang apa di medan pertempuran?
Senior Finral, siapa bocah kurang ajar itu?!
Dia itu adikku.
Dia adalah Wakil Komandan Pasukan Fajar Keemasan, Langris Vaude.
Wakil Komandan Pasukan Fajar Keemasan Langris Vaude
Eh, wakil komandan?!
Apa kau masih diperlakukan sebagai tukang antar di Pasukan Banteng Hitam, Kak?
Karena kakak sepayah itu,
mau tak mau harus aku yang jadi kepala keluarga Vaude, ya.
Jangan seenaknya bicara!
Senior Finral itu luar biasa!
Di Kuil Bawah Air,
berkat bantuan dari Senior Finral lah kami bisa mengalahkan musuh!
Wah!
Berarti setidaknya sekali seumur hidup kau ada gunanya juga?
Sekali seumur hidup?
Dan terlebih penting, bisa-bisanya kau bicara tidak sopan seperti itu pada kakakmu sendiri, bocah?!
Berani-beraninya kau menyebut Wakil Komandan Pasukan Fajar Keemasan seperti itu?
A-Apa katamu?!
Sudahlah Asta, kenyataannya memang begitu, kok.
Tapi ....
Tidak apa-apa.
Kebanyakan musuhnya sudah kami bereskan.
Walaupun kebanyakan Komandan kami yang melakukannya.
Pasukan Banteng Hitam tak dibutuhkan lagi.
Selain itu,
sejak kapan Pasukan Banteng Hitam menjadi tempat penitipan anak?
Menjaga dua anak kecil pasti sangat merepotkan, ya.
Apa kakak tidak malu mengasuh dua bocah ingusan seperti mereka?
Siapa yang kaupanggil bocah ingusan?!
Akan kutunjukkan padamu, pesona dari wanita dewasa!
Aku bukan anak kecil, sialan!
Langris, aku tak keberatan kalau kamu menghinaku.
Tapi, jangan menghina teman-temanku!
Kakak bisa mengeluarkan wajah menakutkan seperti itu, ya?
Bocah sialan.
Demi kehormatan Delapan Jenderal Cahaya, aku akan membawamu kembali ke Kerajaanku!
Ya ampun, kamu masih hidup, ya?
Ditambah lagi, kalau seperti itu,
sihir perpindahan ruangku akan mengenai penduduk sipil.
Kau tak bisa menyerangku 'kan, Tuan Ksatria Sihir?
Tolong kami!
Aku tak punya waktu untuk ragu.
Apa boleh buat.
Demi Kerajaan kami, mereka akan kujadikan tumbal saja.
Tunggu!
Kenapa kau mau mengorbankan penduduk sipil?!
Kita adalah Ksatria Sihir, lo!
Kalau kubiarkan, akan jauh lebih banyak korban yang berjatuhan!
Berisik, aku takkan mengorbankan siapapun!
Kak Finral, Kak Chramy!
Ya!
Siap!
Lihat saja, Yuno!
Akan kulihat perkembanganmu.
Dengan tubuh seperti itu, apa yang bisa kaulakukan?
Ternyata malah mundur, ya.
Sihir Penciptaan Kapas: Bantal Empuk Domba!
Siapa kau?!
Bocah itu sebaiknya tak usah ikut campur!
Sihir Perpindahan Ruang?
A-Apa?!
Sihirku lenyap?!
Apa yang kaulakukan, Bocah?!
Sepertinya aku berhutang padamu ya, Yuno.
Cara bertarungmu itu masih saja gila, Asta.
Yuno tersenyum lagi!
Langris.
Aku memang takkan bisa mengalahkanmu.
Tapi,
Pasukan Banteng Hitam pasti akan mengalahkan Pasukan Fajar Keemasan!
Ya!
Ya ampun, sihir pohon duniamu masih saja luar biasa, ya.
Apa yang ingin kaubicarakan?
No comments yet. Be the first to leave one.