De første 200 linjer.
Drafeir -
(berita ini dibuat berdasarkan keadilan)
25 Juni 1950
Dengan invasi tiba-tiba dari Utara,
Korea Selatan seketika terdorong
ke bagian selatan Sungai Nakdong-gang,
menghadapi dekatnya ancaman kekalahan perang.
Meski begitu, partisipasi dari tentara sekutu AS,
keadaan berubah dan Selatan berhasil menyerang dengan agresif.
Diharapkan perang akan segera berakhir.
Meski begitu, partisipasi jumlah besar Tentara komunis Tiongkok
jalannya perang menjadi misteri.
Faktanya, Perang Korea berubah menjadi perang
antara dua kekuatan besar.
Dalam prosesnya, sekitar 140.000 tahanan perang
datang dari Utara dan Tiongkok
dan kamp tahanan perang dibuat di Pulau Koje,
bagian paling selatan semenanjung,
untuk mengisolasi para tahanan.
Di bawah Konvensi Jenewa,
yang mengedepankan hak asasi manusia tahanan perang,
tahanan perang diberikan waktu bebas
seperti pendidikan kejuruan dan waktu santai,
dan mendapatkan perlakuan yang lebih baik
dari warga orang sipil dan tentara Korea Selatan saat itu.
Selama proses ini, sejumlah besar kepulangan orang bebas meningkat,
yang tidak mau kembali ke Utara selepas perang.
Meski begitu, tahanan komunis yang kejam
membentuk kelompok bersenjata dan mengklaim "kepulangan total"
di mana seluruh tahanan harus kembali Korea Utara.
Dengan ini, mereka terlibat dalam perang pembantaian keji
melawan anti-komunis,
kami menyebut perang antara para tahanan perang ini,
"Perang Ketiga di Pulau Koje."
Saat situasi memburuk,
tentara AS yang mengendalikan kamp penjara
mencoba menahan Tahanan Perang komunis yang brutal.
Sejumlah 31 orang tewas
dan 164 cedera berat di pihak tahanan,
di mana satu tewas dan 14 cedera di pihak tentang AS.
Ini menarik kritikan berat dari komunitas internasional,
hingga menyebabkan Komandan kamp penjara
dipecat.
Di satu sisi, berdasarkan laporan
dari kamp Penjara Pyokdong di Korea Utara,
Tahanan Perang dari Pihak Sekutu mendapat perlakuan baik.
Dilindungi di bawah Konvensi Jenewa,
seperti tak ada bekas perang di sana,
yang merupakan perbedaan besar
dengan kamp Penjara Koje yang tak terkendali.
Propaganda buatan.
Tentu saja.
Mereka sepertinya paham peperangan mereka.
Ini cara kalian memulai bagian kedua, Tuan-tuan.
Kalian makan dan bermain baik.
Ada pendapat?
Pak, aku sudah di sini hampir setahun sekarang,
dan orang-orang ini tak dengar tanpa dipukuli.
Maaf!
Tak apa. Baik-baik saja.
Tak apa. Jangan cemas.
Siapa namamu tadi?
Namamu.
Aku, Roberts.
Kau? Nama?
Sam-shik.
Itu dia. Sam-shiggy.
Jelaskan apa aku?
Kau sedang menjelaskan pentingnya bagian kedua, Pak.
Benar,
Kemenangan di bagian kedua seperti permainan angka.
Beberapa orang pengkhianat, kau hajar mereka!
Tapi jika kau mengumpulkan kawanan,
kau harus umpan dengan menggunakan sesuatu.
Buat mereka kecanduan rasa kebebasan.
Bukan begitu, Sam-shiggy?
Tak bisa bahasa Inggris.
Tak ada lagi, Tuan.
Pemulangan sukarela adalah kemenangan.
Pemulangan menyeluruh adalah kegagalan.
- Paham? - Ya, Pak.
Baiklah!
Mari ubah permainan.
Tunjukkan bahwa kamp ini di bawah manajemen baru.
Berikan beberapa pengampunan jika bisa.
Siapa yang kita ampunkan dulu?
Siapa pembuat masalah terburuk?
Ini. Ambil. Ini punyamu!
Hei, hati-hati!
Kembali ke penjara!
Kamerad Ki-soo!
Kamerad Ki-soo!
Kamerad Ki-soo!
Roh Ki-soo! Roh Ki-soo!
Kamerad Ki-soo!
Hwang Ki-dong!
Lepaskan aku!
Apakah aku mencium kepahlawanan, Kamerad Ki-soo?
Aku mencium masalah dengan wajah Yankee-mu!
Kamerad Man-chul.
Jika kau rapi seperti aku, para Yankee tak akan menolakmu.
Cobalah, Kamerad.
Beri tahu aku berita di sini yang aku tak tahu.
Ini gila.
Komandan baru orang yang licik!
Dia membuat acara bakat dan pelatihan pekerjaan.
Dia memikat orang lemah untuk mencari kapitalisme.
- Berandal sialan! - Berandal!
Kau tahu siapa dia, Pengkhianat sial?
Dia Roh Ki-soo! Adik Roh Ki-jin, pahlawan kita.!
Kalian para Yankee menjilat pengkhianat tak berharga!
Aku harus marah-marah.
Yankee menyebutnya menyingkirkan gaya.
Kau! Anak bodoh!
Hei, Kulit putih!
Lampu mati, Bodoh!
- Ayo! - Ambil semua barang!
Dasar berandal kecil!
Aku tangkap kau. Berandal!
Kau pria tak berguna! Berandal kuning bermata sipit!
Aku tak paham perkataanmu.
Membuat kesal, 'kan?
Ya, harusnya!
- Yankee sialan! - Persetan kau!
- Hei! Berikan kembali! - Kemari, Keparat!
Terima kasih.
- Dasar bodoh. - Jangan ikut kasar!
Apa yang kau mau, Cebol kuning?
Persetan!
Aku akan bunuh dia...
Jadi, pipimu bertambah tembam karena makanan Yankee?
Kau salah paham.
Apa aturan dasar perang?
Kau hancurkan persediaan musuh.
Aku tak kecanduan makanan Yankee, tapi akan kuhancurkan.
Tunggu.
Ki-soo? Minum ini.
Kita mencuri makanan musuh untuk membangun energi.
Itu rencananya.
Bagus. Minum ini.
Orang hitam itu mulai lagi.
Para Yankee menyebutnya dansa ketuk.
Jika tidak perang, kau akan menari di hadapan Pemimpin.
- Benarkah? - Diam.
Baik.
Mundur. Akan jatuh.
Siapa yang menyuruh ke sini?
- Nancy? - Ya, In-ja?
Maksudku Linda.
Jika merusak tarian lagi, kau keluar.
- Aku bisa. - Dalam bahasa Inggris?
Tidak masalah.
Kalian sudah belajar bahasa Inggris?
Aku tak bisa menerjemahkanmu selamanya.
- Maafkan aku. - Maaf.
- Hei, Anak baru! - Ya?
Perhatikan dan ikuti kami dengan seksama di hari pertamamu.
Siapa tadi namamu?
- Yang Pallae, Bu. - Yang Pallae...
Kami gunakan nama Inggris di sini.
- Bagaimana dengan Candy? - Aku Candy.
Lalu... Julia?
Sudah digunakan. Baik.
Gunakan saja Yang Pallae.
- Nn. Linda? - Ada apa denganmu?
Apakah mereka memberi kita makan?
Kita tak bersikap seperti pengungsi perang.
- Di mana kita? - Amerika!
Siapa kita?
Gadis Amerika yang cantik!
Mulai musiknya!
Sayang, kami bersemangat.
Langkah! Sentuh!
Ayo Koje!, Ayo Amerika!
Lompat.
$2.00 boleh untuk kami.
$3.00.
- Maka $2.50. - Aku bilang $3.00.
Orang hitam.
Kawan, aku akan temukan Yesus malam ini.
Satu, dua!
Senyum!
Hai!
Ayo, Jamie!
Apa yang kau lakukan? Apa ini!
Tak ada yang mau lagu ini, Kawan.
Ayo pergi.
Dorong lebih keras!
Satu, dua, tiga!
Raket sialan.
Siapa namamu?
Minggir!
Baik!
Hei, Ketiak bau!
- Matikan lampunya, Sayang. - Ayo!
Mari menghasilkan uang!
Mari berdansa!
Sial! Kebakaran!
Jamie! Kita harus keluar dari sini!
- Ayo, jalan! - Hei, Kau! Aku akan menangkapmu!
No comments yet. Be the first to leave one.