Omar

Omar

Download Indonesian undertekster

Sæson 1

Udgivelsesinfo

Umar bin Khattab - Episode 23
En kommentar af Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Udgivet den: 2014-07-21
Downloads: 56
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 191 linjer.

ZainuddinAri

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

Episode 23

Allah tak melihatku pantas

untuk menduduki tempatnya Abu Bakar.

Segala puji dan syukur hanya untuk Allah Swt.

Selawat serta salam untuk Nabi Muhammad saw.

Dan semoga Allah merahmati Abu Bakar Shidiq.

Ia telah melaksanakan amanah yang diembannya.

Selalu membimbing umat.

Ia telah meninggalkan umat tanpa ada yang menggunjingnya.

Kita setelahnya, mengemban tugas yang berat.

Kita tak mendapatkan kebaikan dari hasil ijtihad kita saat ini,

kecuali telah ada pada masa sebelum kita.

Bagaimanakah kemudian kita bergabung dengannya kelak?

Kepunyaan Allah lah semua yang telah diambil.

Dan kepunyaan Allah lah semua yang telah diberikan.

Hadirin sekalian.

Aku hanyalah seseorang dari golongan kalian.

Kalau aku tak sungkan untuk menolak perintah Khalifah Rasul,

aku tak akan mau mengurusi urusan kalian.

Ya Allah, hamba adalah orang yang kaku, jadi lunakkanlah.

Ya Allah, hamba adalah orang yang lemah, jadi kuatkanlah.

Allah telah memberi ujian kalian semua denganku.

Begitu juga sebaliknya.

Allah telah memperpanjang umurku.

Aku mendengar bahwa orang-orang telah membenci sifat kerasku,

dan takut akan kelakuanku.

Mereka mengatakan:

Umar telah bersikap keras kepada kita,

ketika Rasulullah masih hidup bersama kita.

Begitu juga Umar telah bersikap keras kepada kita

ketika Abu Bakar menjadi pemimpin.

Lalu bagaimana kalau kepemimpinan itu berada di tangannya?

Siapa yang mengatakan seperti itu adalah benar.

Tapi aku selalu mengikuti apa yang Rasulullah berikan.

Aku adalah pelayan dan pengawalnya.

Rasulullah terkenal mempunyai sifat yang lembut dan pemurah.

Seperti yang Allah Swt. firmankan, "Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang mukmin."

Aku di antara pedang yang terikat

sampai terlepas, atau bahkan dibiarkan begitu saja.

Kemudian setelah itu Abu Bakar yang memimpin umat muslim,

yang tak pernah diingkari segala perintah dan ajakannya serta kelembutan dan kemuliaannya.

Aku adalah pelayan dan pembantunya.

Sifat kerasku selalu diikuti dengan kelembutan sifatnya.

Aku di antara pedang yang terikat

sampai terlepas, atau bahkan dibiarkan begitu saja.

Kemudian sekarang aku yang memimpin kalian.

Ketahuilah bahwa sikap kerasku itu telah bertambah.

Tapi itu hanya bagi orang-orang yang zalim dan ingkar.

Adapun bagi orang-orang yang selalu patuh dengan ajaran agamanya,

maka aku akan bersikap lebih lunak daripada yang lainnya.

Aku tak harapkan seseorang menzalimi orang lain atau bermusuhan dengan yang lain.

Sampai aku menghentikannya dan kembali kepada kebenaran.

Dengan sifat kerasku tersebut,

aku letakkan kakiku di atas muka bumi ini,

wahai orang-orang yang pemaaf, dan orang-orang yang pemurah.

Dan kalian semua, ada kesepakatan denganku,

jadi dengarkanlah.

Kewajibanku adalah aku tak akan memilih orang-orang di antara kalian

atau apa yang telah Allah anugerahkan kepada kalian,

kecuali adanya pertimbangan yang tepat.

Dan aku berkewajiban menambah pendapatan kalian atau rezeki kalian.

Kalau Allah berkehendak, maka aku naikkan upah kalian.

Kewajibanku kepada kalian adalah tak menyesatkan kalian pada bencana.

Kalau kalian hilang dalam suatu perintah dan perjalanan,

maka aku akan mencarinya.

Mengenai harta Allah, aku memosisikan diriku di sini seperti anak yatim.

Kalau diberi kekayaan, maka aku akan jadi orang yang pemurah.

Kalau aku miskin, aku akan memakan makanan yang baik dan halal.

Bertakwalah kalian semua, wahai hamba Allah.

Bantulah aku dengan urusan yang ada pada kalian semua dengan menjalankannya dengan baik.

Dan semoga diteguhkan kepadaku untuk selalu memerintahkan kebaikan

dan mencegah terjadi kemungkaran

dan selalu menasihatkan kebaikan ketika aku memerintah nanti.

Hadirin sekalian, dengarkanlah.

Berdirilah, Mutsanna.

Ini adalah saudara kalian,

Mutsanna bin Harits as-Saybani.

Aku telah mengetahui ujian yang diterimanya di Irak.

Orang-orang muslim di sana hanya sedikit dan lemah.

Mereka takut akan orang Persia yang ingin merebut kembali tanah kelahirannya Irak.

Sebelum Abu Bakar meninggal,

ia berpesan kepadaku agar tak melupakan dan terlambat

untuk mengembalikan pasukan kepada Mutsanna.

Demi Allah, ini adalah jihad, dan pengorbanan.

Kenapa orang-orang itu merasa berat hingga tak ada yang berbicara satu pun?

Mereka tak suka saat harus berhadapan dengan orang Persia dan itu terasa berat bagi mereka.

Mereka tahu bagaimana kerasnya raja dan pemerintahannya,

dan kebanyakan pasukan kita sedang berperang di negeri Syam.

Mereka tak menemukan keyakinan yang kuat pada diri Mutsanna.

Apa mereka nanti mampu menghadapi para musuh

dan berperang menghadapi pemberontakan orang-orang Persia?

Mereka belum tahu bagaimana kemampuan Mutsanna.

Mereka tak mengetahuinya

seperti apa yang mereka ketahui tentang Khalid bin Walid.

Khalid tak diragukan lagi kemampuannya oleh para muhajirin.

Begitu juga dengan orang-orang ansar.

Mutsanna tak termasuk sahabat rasul.

Dan mereka khawatir takkan bisa menyerukan nama Khalid lagi di Irak.

Mereka kurang ajar. Apa mereka tak tahu bahwa Allah yang berkehendak,

bukan Ibnu Walid ataupun Ibnu Khattab?

Bersabarlah, agar jernih penyelesaiannya.

Aku rasa mereka akan memikirkan kembali apa yang telah mereka dengar darimu.

Jangan awali masa kepemimpinanmu dengan kebencian

agar orang-orang bisa menerimamu dengan penuh kesabaran dan harapan.

Allah takkan menyia-nyiakan pendapatmu, Abu Hasan.

"Dari Umar bin Khattab, untuk Abu Ubaidah bin Amir bin Jarakh.

Aku bersyukur kepada Allah atas apa yang telah kaucapai.

Bahwasanya, Khalifah Rasul Abu Bakar Shidiq

telah meninggal.

Semua milik Allah, dan akan kembali pada-Nya.

Allah berkehendak, bahwa aku yang mengambil alih kepemimpinan ini.

Aku telah memerintahkan kalian semua di Syam.

Selesaikan segala permasalahanmu saat berperang menghadapi pasukan Romawi

dengan pendapatmu sendiri atau pendapat muslim lainnya.

Ketahuilah bahwa aku belum mengembalikan Khalid

karena kemarahan dan pengkhianatan yang terjadi.

Karena itu yang akan membantumu nanti.

Dan janganlah kau merasa rendah karenanya.

Dan janganlah kau percaya dengan perkataan bahwa umat muslim telah hancur.

Allah telah memberikan kita ujian yang sama. Wassalam."

Silakan, Sa'ad.

Allah telah memberi ujian bagi kalian semua denganku.

Begitu juga sebaliknya.

Ketahuilah, aku tak akan melewatinya sendirian.

Kecuali aku telah melibatkan kalian di dalamnya.

Maka saat aku mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah nanti,

aku akan mengatakan:

aku telah memusyawarahkan pada kalian apa yang diperintahkan kepadaku.

Ketika Rasulullah saw. bersama kita di sini,

telah diturunkan wahyu dari langit yang membawa kebenaran yang mutlak.

Meskipun begitu,

Allah memerintahkan kepada kita untuk memusyawarahkan sebuah urusan.

Allah telah memerintahkan rasul-Nya untuk selalu bermusyawarah,

padahal telah diturunkan pula wahyu kepadanya.

Apalagi kita

yang jauh dari kesempurnaan seperti pada diri Rasulullah.

Kita hanyalah manusia biasa

yang selalu berijtihad dengan akal kita.

Bisa jadi salah, bisa jadi benar.

Kalau ada seseorang yang berijtihad dengan akalnya,

kemudian ijtihadnya salah, meskipun ia telah berusaha

dengan melibatkan banyak pihak,

maka itu akan melemahkan dirinya dan orang muslim lainnya.

Kalau segenap kelompok berpendapat

lalu diketahui bahwa pendapat mereka salah,

maka itu akan kembali kepada seluruh anggota kelompok

dan tak ada seorang pun dari mereka yang akan disalahkan.

Maka itu akan lebih dipercaya bagi segenap orang

begitu juga dengan pemimpinnya.

Tak ada kebaikan yang dihasilkan tanpa adanya musyawarah.

Pendapat individu itu

seperti benang yang rapuh, yang bisa putus kapan saja.

Dua pendapat itu seperti dua benang yang dirajut.

Sedangkan tiga pendapat itu seperti tali yang kuat.

Ya, benar.

Dengan ini, aku mulai masa kepemimpinanku.

Seperti yang telah jadi hak kalian,

demikian juga telah jadi kewajiban bagi kita semua

agar tak menyembunyikan kebenaran kalau kalian mengetahuinya.

Aku mulai dari persoalan Mutsanna.

Aku telah memberi tahu kalian tiga hari setelah khalifah meninggal.

Dan tak ada komentar apa pun dari kalian semua.

Berikanlah aku masukan.

Kau telah mendengarkan pendapat Abu Hasan sebelumnya.

Orang-orang sedang khawatir dan tak adanya keyakinan dari kita

untuk menghadapi peperangan dengan orang Persia.

Sebelumnya Abu Bakar melarang kita meminta bantuan dari orang-orang murtad.

Dan orang murtad itu ada banyak.

Seperti para pendukung bangsa Arab yang fanatik

seperti Thulaihah al-Asadi dan Amr bin Ma'dikarb

meskipun mereka telah bertobat.

Aku pribadi menginginkan itu diambil dari umat muslim dan para pasukannya.

Kalau orang-orang tahu bahwa jumlah mereka bertambah banyak,

maka keyakinan mereka akan bertambah kuat.

Ya.

Allah telah berkehendak bahwa agama ini berawal dari Arab.

Maka hal ini takkan terselesaikan kalau orang Arab tak bersatu.

Sudah waktunya untuk melibatkan orang-orang murtad

yang telah bertobat bersama barisan orang-orang muslim.

Sampai bangsa Arab ini bersatu seperti seorang pria dalam menyampaikan risalah Islam.

Dan untuk menghancurkan Romawi dan Persia.

Aku khawatir pasukan ini mengalami kebosanan, Abu Sulaiman.

More Indonesian subtitles for Omar

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left