De første 200 linjer.
"Lee Je Hoon"
"Jang Hyuk Jin, Bae Yoo Ram, Kim Eui Sung, Pyo Ye Jin"
"Taxi Driver 3"
"Drama ini adalah karya fiksi"
"Semua orang, insiden, dan latar belakang"
"Dalam drama ini adalah fiktif"
"Aktor cilik dan hewan difilmkan dengan panduan"
"Episode Tiga"
Aku nyalakan airnya sekarang.
Tunggu!
Kenapa rasanya kita tidak bersih-bersih bersama?
Itu karena kamu terlalu egois.
- Egois? - Benar.
- Aku? Tapi kamu di mana? - Ada di hatimu, Bedebah.
Kamu tahu betapa hal ini butuh sentuhan yang lembut?
Kepala Park!
Van panggilan yang dulu sudah dijual?
- Itu belum kami jual. - Kenapa? Perawatan belum selesai?
Perawatannya sudah lama selesai.
Saat mau menjualnya, rasanya berat untuk melepaskannya.
- Benar, aku juga. - Jadi, kamu mau terus menyimpannya?
- Tidak, harus dijual. - Benar, kan?
Sudah lama aku menyuruhmu menjualnya.
Sopir Kim Do Gi, tunggu sebentar.
Jual dalam pekan ini atau kamu harus memperbarui asuransinya.
Mengerti?
Dia benar. Jual saja sekalian.
- Baiklah, langsung kudaftarkan. - Berangkat atau pulang kerja?
- Akan kuantar. - Bagus!
"Jual Mobilku"
"Daftarkan"
"Pendaftaran Selesai"
Pendaftaran selesai. Aku nyalakan airnya sekarang.
Segar sekali!
Kedutaan Besar Rusia. Seosomun-dong, Jung-gu.
Sepertinya di Jeong-dong?
Benar, di Jeong-dong.
Maksudku, Seosomun-dong, Jeong-dong, Seosomun-ro.
Ini sangat membingungkan.
Di Seosomun-dong ada Seosomun-ro, Sejong-daero, dan Deoksugung-gil.
Di Seosomun-dong ada Seo, Se, Deok.
Seo, Seosedeok.
Berikutnya.
Sewa izin, kualifikasi dicabut. Kembali ke operator, alih jawab.
Dae, ja, ban, un, yang, yang. Daejabanun, yang-yang.
Kalau aku hafal ini saja...
"Pusat Uji Presisi Kecakapan Mengemudi"
"Tempat Ujian Sertifikasi"
Terima kasih tumpangannya.
Seo, Seosedeok. Daejabanun, yang-yang.
"Dilarang memotret"
"Pencarian Hasil Kelulusan Ujian Kualifikasi Sopir Taksi 2025"
"Tempat Ujian Sertifikasi"
Sopir Kim Do Gi.
Kamu belum pergi?
Ya. Aku menunggu untuk beri selamat.
Melihat keadaanku sekarang, kamu masih bisa mengucapkan selamat?
Sepertinya kamu sedang sangat senang.
Senang apanya. Ini mudah.
"Sertifikat Kualifikasi Sopir Taksi"
Jika satu soal lagi benar, nilaiku bisa 90.
Aku bingung letak Kedubes Jerman ada di Jung-gu atau Jongno-gu.
Ini.
Ini hadiah kelulusanmu.
- Apa ini? - Taksi untuk lisensi barumu.
Tak...
Kapan kamu menyiapkan ini?
Kamu tidak tahu aku ujian hari ini, kan?
Kalau kamu gagal, aku akan pura-pura tidak tahu.
Manis sekali.
Terima kasih.
Kalau begitu...
Biar aku yang menyetir. Masuklah.
Kamu penumpang pertama An Go Eun. Mau ke mana, Pak?
- Entahlah. - Kamu mau ke mana?
Memangnya kita bisa pergi sampai ke mana?
Sampai bensinnya habis?
Bagus.
"Taxi Driver 3"
"Taksi Pelangi"
Minggu lalu dekat Stasiun Gangnam,
sebuah Rolls-Royce menabrak trotoar.
Seorang wanita 30-an tertabrak mobil dan kedua kakinya patah...
Sopir Oh?
Silakan minum tehnya.
Apa kamu suka menjadi sopir pribadi setelah bertahun-tahun?
Semua taksi sama saja.
Coba kulihat.
Apa Ji Eun lulus kuliah tahun ini?
Ya. Dia begitu sibuk mempersiapkan ujian PNS.
Begini...
Katakan saja.
Begini...
Apa aku bisa meminjam uang? Sekitar 3.000 dolar.
Tapi sepertinya tidak bisa cepat kukembalikan.
Uang itu tidak kuperlukan segera, jadi kembalikan pelan-pelan saja.
Terima kasih, Pak Jang.
Aku kirimkan ke rekening yang dulu kamu pakai untuk gaji, ya?
Begini, kalau bisa, kuminta tunai saja, bukan ke rekening itu.
- Uang tunai? - Astaga.
Sudah lama tidak bertemu, aku jadi malu sekali.
Bukan begitu. Jangan berkata seperti itu.
Begitu bank buka besok, langsung kusiapkan uangnya.
Aku sudah menyita waktumu. Aku permisi dulu.
Tunggu, setidaknya makan malam dulu sebelum pergi.
Aku ada janji. Aku pergi dulu.
- Tidak usah mengantarku. - Tapi...
Ya, aku bisa sampai dalam 10 menit. Benar, biayanya 30 dolar.
Kamu ada di parkiran lantai B3?
Ya, aku berangkat sekarang, jadi, aku akan segera tiba.
Ya, aku akan segera sampai. Baik, terima kasih.
Ada sedikit goresan di bemper depan.
- Penglihatanmu setajam mata elang. - Aku juga bisa melihatnya.
Tapi goresan adalah kata yang kasar untuk noda kecil itu.
Aku akan menyebutnya tanda kecantikan. Yang kecil.
Baik.
Banyak bekas sekrupnya.
Sepertinya mobil ini dimodifikasi.
Ya. Kami memasang berbagai alat komunikasi di dalamnya...
Itu artinya mobil ini serbabisa.
Kondisi catnya relatif bersih.
Benar-benar seperti baru.
Ya. Mobilnya pernah mengalami kecelakaan besar, jadi, kami...
Dia tipe pengemudi yang sangat berhati-hati.
Sepertinya ada beberapa catatan kecelakaan.
Ya, itu bukan apa-apa. Hanya kecelakaan kecil.
Aku bahkan tidak ingat lagi. Apa hanya tergores sedikit?
Apa maksudmu? Biaya perbaikannya sampai ribuan...
Dia menyetir dengan sangat hati-hati dan teliti.
Hei, kita tidak bisa bohong soal ini.
Kamu harus memikirkan orang yang akan memakai mobil ini selanjutnya.
Dasar kamu...
Aku tidak bisa berkutik karena semua yang kamu katakan itu benar.
Kalau begitu, yang ini tidak akan bisa kamu sangkal.
Pak, jika kamu membeli mobil ini sekarang,
kamu juga membeli semua kenangan kami.
Benar, kami punya banyak kenangan istimewa dengan mobil ini.
Baik, aku mengerti.
Baguslah ada kenangannya juga.
Kami tambahkan 1.000 dolar untuk kenangan dan totalnya 11.000 dolar.
Aku akan melakukan uji coba mengemudi sebentar.
- Baik. Santai saja. - Silakan.
Saat akan melepasnya, perasaanku jadi tidak keruan.
Benar. Kurasa kita terikat.
Kenapa dia tidak kembali?
Aku tahu.
Dia lama sekali tidak kembali.
Manajer Go Deok Su.
Saat dia bilang mau berkeliling, jangan-jangan dia berkeliling Seoul?
Coba kita telepon dia.
Sudah kubilang ponselnya mati.
Kalau begitu, apa kita harus terus menunggu seperti ini?
Dia pasti datang.
Mungkin dia tidak bisa angkat telepon karena sedang mengemudi.
Kita tunggu sebentar lagi.
Baiklah.
Apa?
"Sertifikat Kualifikasi Pengemudi Taksi"
"Nama Perusahaan: Taksi Pelangi Nama: An Go Eun"
Mengagetkan saja!
- Kalian seharusnya bersuara. - Ayolah.
Go Eun, tolong bantu kami.
Kami menunggunya semalaman di sana, tapi dia tidak muncul juga!
Itu rencananya sejak awal.
Telepon saja dia.
Sudah. Kami terus meneleponnya bergantian.
- Tidak bisa dihubungi sama sekali. - Ini pasti seratus persen penipuan.
Orang itu harus ditangkap. Jadi, telepon saja kantor polisi.
Polisi jauh, tapi kamu di sini dengan kami, Go Eun.
Pekerjaanku terlalu banyak, jadi, aku juga akan menjauh.
jangan dekati aku.
Kamu suruh kami menjualnya cepat, jadi, kami menjualnya cepat!
Lalu apa maksud kalian ini tanggung jawabku?
Kenapa ribut sekali? Ada apa?
Mereka jual mobilnya ke penipu dan terus meminta aku menemukannya.
Penipu?
Kami tunggu semalaman dan hanya pulang karena hujan.
Ada yang mengaku penjual mobil bekas bilang mau coba mengemudi, lalu...
Tunggu sebentar.
Ya, Sopir Oh. Aku menunggu teleponmu.
- Aku tidak perlu pinjam uang. - Apa?
Maaf sudah membuatmu khawatir.
- Kamu pasti sibuk, jadi, kututup. - Tunggu, Sopir Oh.
Go Eun, kamu tahu Sopir Oh?
Cari alamat rumah Sopir Oh, lalu segera kirimkan alamatnya.
- Baik, Pak. - Tapi...
- Go Eun... - Pergi keringkan badan kalian.
Tapi...
Sepertinya Pak Jang sudah pergi. Bagaimana ini?
Haruskah kita menunggu?
- Dia suruh tunggu, jadi, tunggulah. - Ya.
- Ji Eun, kamu di rumah. - Halo.
Ibumu ada?
Ibu sedang tidak enak badan. Dia minum obat dan tidur.
- Silakan masuk. - Ya, baiklah.
Ayahmu mengalami kecelakaan saat jadi sopir pengganti?
Pergelangan tangannya patah,
dan sekarang dia dirawat di rumah sakit setelah dioperasi.
Tapi, usaha taksi pribadinya berjalan lancar, kan?
Aku baru tahu Ayah sopir pengganti setelah kecelakaan ini.
No comments yet. Be the first to leave one.