Rebel

Rebel

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Rebel 2024 MALAY WEBRip NF
En kommentar af tedi
Retail NF | 1:40:15 Fix common errors

Tags

webdl
Udgivet den: 2024-08-30
Downloads: 98
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

MENGENANG DR. AHMAD IBRAHIM (MAT LONDON)

Ada apa denganmu?

Ada apa denganmu?

Hei, Anak-Anak. Stop!

Ada apa dengan kalian berdua? Ya Tuhan.

Cukup!

- Luka! - Hei!

Mereka berkelahi!

Biarkan saja.

Kalian mau berkelahi? Mengapa berhenti?

Ayahmu sudah mengizinkan. Silakan saja.

Ayo, lanjutkan.

Namaku Luka.

Lalu, inilah

tempat asalku.

BERDASARKAN KISAH NYATA

Hidupku di sini

membuatku terbiasa dengan hal-hal seperti ini.

Lihat saja sendiri.

Tempat ini

sempit.

- Ini. - Berantakan.

- Sesak. - Sayang kalau tidak dipakai sekarang.

Kau bahkan tak mendapatkan ini di surga.

Penuh sesak dan dipenuhi narkotika,

maksiat, perkelahian,

dan pencurian.

Juga berbagai macam aktivitas bodoh dan tidak sehat.

Jika ada uang, datanglah.

Pintuku selalu terbuka.

- Hei! - Datang lagi, ya? Sampai jumpa.

Setiap hari

terasa sangat sesak,

tidak nyaman,

dan gaduh.

Namun,

dalam kesempitan, kesesakan, dan kotornya tempat itu,

ada juga keindahan

dan kecantikan.

Sedikit keindahan yang membuat kehidupan di sini

sedikit tertahankan.

Bagaimana ini?

Sayang, kau baru saja pulang. Mengapa kau sudah pergi lagi?

Kau bahkan belum duduk!

Aku mau bekerja, bukannya mencari perempuan.

Mengerti?

Ya, aku tahu bekerja itu penting, tapi jangan sampai menelantarkan putramu!

Jika aku tak bekerja siang dan malam, siapa yang akan mencari makan?

Bagaimana denganmu?

Ini sudah malam. Di mana putra kita?

Ibu macam apa kau ini?

Sayang, Luka tidak suka berada di rumah.

Namun, kau tak tahu itu karena kau jarang ada di rumah.

Aduh... Pusing kepalaku!

Kau terus saja mengoceh!

Hei!

Aku sudah sering memberitahumu. Jangan berada di wilayah kami.

Kau ini...

Lihat, 'kan?

- Aku berkelahi di rumah. - Beraninya kau melawan.

- Aku juga berkelahi di luar. - Dasar bodoh.

Hei!

Apa kalian mau kuhajar?

- Ayo pergi. - Kau beruntung.

Berkelahi adalah bagian dari hidupku.

Meskipun aku sudah coba mengelak,

tapi entah mengapa,

masalah selalu menemuiku.

Perkelahian selalu menemukanku.

Aku...

Aku berkelahi bukan karena menyukainya.

Namun, saat ini,

inilah satu-satunya cara bagiku

untuk menentang ketidakadilan.

Ya, ini memang terdengar berlebihan,

tapi...

Namun, begitulah.

Begitulah adanya.

Bidin.

Anak buah Luka.

Kau benar-benar ingin bergabung denganku?

Ya.

Ya.

Apakah kau mau melakukan apa pun?

Aku akan melakukan apa pun.

Apakah kau sanggup menghancurkan hidup Luka?

Sanggup.

Hei.

Jika kau datang tak diundang,

lalu membuat masalah, matilah kau.

- Apa kalian mengerti ucapan Bono? - Ya!

- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak!

Ulangi perkataanku.

- Hormat, hormat! - Hormat, hormat!

- Hormati janji! - Hormati janji!

- Taat, taat! - Taat, taat!

- Taat dan setia! - Taat dan setia!

- Jika ingkar! - Jika ingkar!

- Artinya mati! - Artinya mati!

- Hormat, hormat! - Hormat, hormat!

- Hormati janji! - Hormati janji!

- Taat, taat! - Taat, taat!

- Taat dan setia! - Taat dan setia!

- Jika ingkar! - Jika ingkar!

- Artinya mati! - Artinya mati!

- Hidup satu kali! - Hidup satu kali!

- Mati satu kali! - Mati satu kali!

Berapa kali harus kubilang?

Aku bukan bosmu, dan kau bukan sopirku.

Aku tahu, tapi kita harus pergi rapat.

Di sana, semua orang keluar lewat pintu belakang,

sama seperti bos.

Itu mereka, bukan aku.

Siapa saja yang akan datang hari ini?

Kudengar semua orang akan datang.

Para ayahanda dan kakak-kakak akan datang.

Semoga Pak Long sudah membuat keputusan.

Ya.

Sudah lama kita menunda hal ini.

Jika sejak awal sudah diputuskan, hal ini tak akan terjadi.

Kau tahu kita ini dilarang bertindak seenaknya, 'kan?

- Kita memiliki ketua. - Aku tahu.

Masalahnya adalah Ayahanda lainnya mulai ikut campur.

Masalahnya menjadi lebih besar.

Itu bagus.

Biarkan masalahnya makin besar.

Biar semua orang tahu.

Ini nasi lemakmu.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Asalamualaikum, Bu.

Alaikum salam, Pian!

- Apa kabar? - Aku sehat. Kau?

Sehat. Kau mau nasi lemak?

Ya, Bu. Aku mau beli semuanya.

Setiap kali kemari, pasti kau membeli semuanya.

Ini untuk orang-orang di kantorku.

Jika sehari tidak makan nasi lemak, mereka pasti kelaparan.

Sungguh? Alhamdulillah.

- Kau mau berangkat bekerja? - Ya, Bu.

Itu seperti mobil Luka.

Tidak, ini mobilku.

Mungkin jenis mobilnya sama.

Namun, yang ini mobilku.

Sekarang kau hidup dengan baik.

Kau punya pekerjaan yang bagus.

- Kau juga punya mobil baru. - Alhamdulillah, Bu.

Ini semua berkat atasanku.

Atasanku memberiku banyak peluang.

- Tidak seperti... - Bu.

Jika kue ini belum dibeli, aku mau semuanya.

- Aku akan beli semuanya - Sungguh?

Tentu saja.

Semoga kau banyak rezeki, Pian.

Amin.

- Biar kubungkus dulu. - Baik.

Bu!

- Bu. - Kalian mau nasi lemak?

- Kembalikan. - Aku tidak mau makan.

Aku mau uangnya.

Apa maksudmu?

Memangnya Ibu tidak tahu kalau butuh izin untuk jualan di sini?

Sungguh?

Begini saja, berikan RM100 kepada kami, dan kami akan membayarnya ke Dewan.

Tidak mudah mendapatkan RM100 dalam seminggu,

tapi kalian menginginkan uangku?

Bu, jika tidak bisa bayar, tak masalah. Kami akan rampas semuanya.

Jangan! Kembalikan barang daganganku!

Ya Tuhan!

Apa yang kalian lakukan?

- Aku harus menjual daganganku. - Ibu!

Astaga, ada apa dengan anak-anak ini?

Semua barangku hancur.

Apa yang kalian lakukan?

- Hei! - Luka.

Apa yang kau lakukan di sini?

Apakah kau tak tahu bahwa dilarang berjualan tanpa izin?

Izin apa?

Cukup, Luka!

Hei, bangun!

- Tunggu apa lagi? Hajar! - Hei!

Berapa kali harus kukatakan?

Jika kuhajar, tamatlah kalian!

Pergi!

Ayo.

Ibu.

Mengapa kau berkelahi?

Mereka mengganggu Ibu.

Apa untungnya berkelahi? Lihatlah barang-barang kita!

Bagaimana Ibu bisa berjualan?

- Bu... - Tidak perlu! Ibu bisa sendiri!

Simpan saja uang kembaliannya.

- Ini terlalu banyak. - Tidak apa-apa. Permisi.

- Asalamualaikum, Bu. - Alaikum salam.

Syukur, Alhamdulillah.

Syukur, Alhamdulillah.

Kompreslah dengan es, nanti cepat membaik.

Tidak perlu, Kaseh. Tidak sakit.

Alah! Sejak tadi kau meringis.

- Aku bisa mendengarmu dari dapur. - Tidak.

Ini tidak ada apa-apanya.

Rebel subtitles in other languages

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left