Arwah Tumbal Nyai: Part Tumbal

Arwah Tumbal Nyai: Part Tumbal

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Arwah Tumbal Nyai: Part Tumbal (2020)
En kommentar af MarBot
Retail from Hotstar ID.

Tags

other
Udgivet den: 2021-06-09
Downloads: 22
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 187 linjer.

Iya Dim? Kemungkinan untuk beberapa hari kedepan gua gak ada disini

Nanti gua telpon lo lagi kalau gua udah balik. Yah, oke yuk!

Hmm... Katanya sudah siap, kok malah ngelamun? Kenapa?

Mikirin mama ya?

Kenapa ya? Sampai sekarang mama gak mau tinggal di rumah warisan nenek ini?

Begini sayang...

Mungkin mama takut kepikiran terus sama nenek

Sudah ah kamu jangan mikirin itu ya! Katanya mau honeymoon?

Senyum dong... yang lebar!

- Honeymoon tau kan? - Ya tau dong!

- Kamu, kamu duluan! - Kamu duluan.

Pak Arya, mohon maaf Pak, saya minta tanda tangannya dulu pak. Buat bill nya.

- Hah! Heh.. Ngagetin aja! - Maaf, maaf!

Mmm... Maaf ya! Yuk!

- Jangan masuk! - Kenapa aku gak boleh masuk?

Sayang...

Aku lihat kamu perhatiin kamar ini terus, kenapa?

Sepertinya, kamar ini ada sesuatu!

Itu perasaan kamu saja! Udah yuk, udah-udah, sssh yuk!

Hei...

- Suka? Senang? - Suka! Senang!

- Memang gak kedinginan? - Nggak.

- Udah, diam aja, merem! Udah diem aja! - Ngapain sih?

- Cari aku ya! - Aku harus merem kali!

1,2,3

Sayang, kamu kenapa? Kamu kenapa teriak begitu?

Kamu kelihatan ketakutan begini lho!

Kamu ngeliatin apaan sih?

Sayang...

- Kamu nyembunyiin sesuatu ya dari aku? - Aku gak nyembunyiian apa-apa dari kamu.

Sini.

Kamu sudah memanggilnya?

Bukain Ayang! Ayang tolong!

Tolong! Buka, tolong!

- Tolong ayang, bukain! Tolong sayang! - Hei, buka-buka!

Ayang, ayang.. Ayo bukain Ayang!

Hati-hati.

Ayang? Ayang... Buka, tolong! Tolong!

Buka... Buka! Ayang!

Ayang! Tolong Ayang...

Ayang...

Aku pengin ngomong sesuatu sama kamu. Aku terima lamaran kamu.

Beneran? Beneran, beneran?

Kita nikah secepatnya.

Dewi, kamu jangan pernah memutar piringan hitam ini.

- Kenapa kalau aku putar piringan hitam ini Dimas? - Mereka akan datang Dewi.

- Mereka siapa? - Hantu-hantu itu!

- Kenapa Rik? - Gak tahu?

Erik..!

Erik.. Erik kamu gak apa-apa kan?

Gak apa-apa. Kayak ada... apa ya?

Erik!!

Erik! Erik!

Erik.. Erik!

Kamu tahu darimana?

Dari Mbah Darmi.

Selain ritual jailangkung, membakar terasi ditengah malam.

Menyisir rambut di malam hari. Menyapu rumah di malam Jumat Kliwon.

Ada satu lagi ritual memanggil hantu yang tidak diketahui orang.

Yaitu memutar piringan hitam denga lagu "Cublak-Cublak Suweng".

Mbah, kenapa memutar piringan hitam dengan lagu "Cublak-Cublak Suweng"

hantu-hantu itu bisa keluar Mbah?

Ada perempuan tua, dia dukun santet.

Dukun santet itu masih ada Mbah?

Dukun santet itu sudah mati dibakar massa.

Lalu, bagaimana caranya supaya hantu-hantu itu tidak mengganggu Dewi lagi Mbah?

Kalian harus menutup permainan ini.

- Aku gak percaya sama dukun itu. - Mbah Darmi itu bukan dukun Dew, dia itu paranormal!

Mau paranormal, mau dukun, sama saja. Aku gak percaya!

Tapi Mbah Darmi itu bisa tahu masa lalu lho.

Ya percaya gak percaya, orang-orang seperti Mbah Darmi itu ada.

Buktinya! Buktinya Mbah Darmi juga tahu soal piringan hitam itu Dewi.

Tapi gak masuk akal!

Mana mungkin piringan hitam bisa memanggil orang yang sudah mati!

Tapi kenyataannya benar begitu kan?

Hantu itu terus datang dan teror kamu.

Dan bunuh semua orang yang kamu cintai Dewi!

Dimas, Dimas bangun Dimas!

Dimas, aku lihat kamu diruang depan. Bangun!

Dimas, bangun. Aku lihat kamu diruang depan.

- Nanti ah. - Aku mau tunjukkan ke kamu, ayo. Ayo Dimas bangun, please!

Ayo!

Dimas! Dimas.. Dimas!

Dewi... kenapa?

Dew... ini aku Dimas. Dimas!

Ini aku Dimas. Iya kan? Dimas!

Dewi.

Semalam, kamu dengar anak kecil nyanyi Cublak-Cublak Suweng gak?

Nggak. Semalam itu kan aku sampai jam 4 di teras Wi.

Kan kamu tidurnya pulas semalam.

- Berarti kamu begadang? - Iya.

Kamu gak bohong kan?

Dewi, kamu ini kenapa sih? Kok nanya nya kayak gitu? Ada apa?

- Semalam kamu peluk aku kan? - Nggak Wi.

Kamu nonton TV, aku samperin terus kamu peluk aku kan?

Wi, sumpah Wi! Aku gak merasa melakukan itu!

Terus yang peluk aku siapa?

Wi tenang Wi. Wi!

- Pergi! Pergi, pergi, pergi! - Wi, Dewi!

- Tidak. Lepasin! Pergi! - Dewi, ini aku Dimas. dewi lihat aku!

Ini aku Wi. Ini aku, Dimas, Dewi

Kamu tenang Wi!

Wi, aku janji jagain kamu Dewi! Kamu gak usah takut, ini aku

Ada aku Wi

- Kamu tenang ya Wi. - Kamu putar lagi kan piringan hitam itu!

- Kamu ini ya, gak pernah dengerin mama! - Mama kan gak pernah kasih tahu

kalau piringan hitam itu diputar, hantu akan keluar

Dan sekarang hantu itu akan membunuh kamu.

Sebelum nenek meninggal, dia memberi piringan hitam ini kepada Mama

dan nenek bilang, ini tidak boleh diputar sebelum waktunya tiba

Sekarang sudah waktunya!

Van...

Stop Van!

Kita disuruh menancapkan Keris Pusaka Sukma di atas kuburannya.

- Supaya hantunya pergi ke alam baka. - Memang kuburannya dimana Ma?

Sebaiknya kita cari tahu dulu, arwah siapa yang penasaran itu!

Baru kita tahu dimana kuburannya.

Sebenarnya nenek itu meninggalnya karena apa sih Ma?

Ma!

Sakit

Dimas. Irvan. Mulai sekarang kamu tinggal disini.

Dew...

Sepertinya mama merahasiakan sesuatu tentang nenek.

Tapi sebenarnya...

Irvan itu siapa?

Anak temannya mama.

Dia suka sama aku.

Tapi aku...

Kenapa?

Aku merasa dia bukan orang yang baik.

Lihat saja kelakuannya aneh kayak gitu.

Sudahlah, jangan berprasangka dulu sama orang!

Tapi ini kenyataan.

Sudah ya, kamu tenang saja. Aku disinikan untuk jagain kamu!

- Kenapa Dewi? - Aduh... Mama! Hantu itu mau bunuh aku!

Kau kenapa sayang?

Ada dua makhluk halus yang mengganggu teman kamu.

Yang satu perempuan tua

dan yang satu lagi anak kecil perempuan.

Mereka datang ingin membalas dendam.

Balas dendam sama siapa Mbah?

Cukup! Pergi dari sini!

Dan jangan coba-coba menakuti anak saya!

- Van bawa dia pergi! - Biar saya aja yang antar Tante.

Assalamualaikum.

Sebentar lagi akan ada korban!

Dewi!

Ma, apa yang dibilang Mbah Darmi itu benar Ma!

Ada dua hantu perempuan! Yang satu tua, yang satu anak kecil.

Kamu jangan percaya sama perempuan tua gak waras itu!

- Jangan terlalu naif. Ujung-ujungnya juga duit! - Apa Mama bisa jelasin ke aku Ma?

Kenapa setiap laki-laki yang mencintaiku matinya mengenaskan dan sama?

Bisa Ma?

Kakek?

Kok ada disini?

Mereka akan membunuh kamu.

Apa salah aku Kek?

Tumbal.

- Maksudnya? - Dengarkan lagu itu sampai selesai.

Dew!

- Kamu habis ngomong sama siapa tadi? - Sama kakek.

Mana?

Disini gak ada siapa-siapa Dew.

Dari tadi tuh kamu ngomong sendiri.

Aku ngobrol sama kakek, tadi dia ada disini!

Dimas, kita harus dengerin lagu itu

- Jangan Dewi. - Tapi kakek itu tadi nyuruh kita untuk dengerin lagu itu sampai selesai!

Dew, jangan Dew!

Ini Dimas.

Ayo cepat, kamu putar piringan ini.

Stop! Dewi, kalian jangan pernah putar lagi piringan hitam itu!

- Tapi kita putar piringan hitam ini Ma! - Buat apa?

Kalau kita putar piringan hitam ini sampai selesai.

Kita akan tahu apa yang harus kita lakuin!

- Kata dukun yang tua itu? - Bukan.

Tapi kata kakek yang pernah ketemu Dewi di hotel.

Dan kakek itu bilang mengenai tumbal.

Mama.. Ma.. Mama!

Kamu yang ngomong sama mama?

Kalau aku mau putar piringan hitam itu?

- Enggak. - Aku lihat kamu tadi diluar sana.

Habis aku ketemu sama kakek

Mending kamu keluar dari rumah ini!

- Aku disuruh jagain kamu Dew. - Gak usah kamu jagain aku!

Dewi.

Irvan..

Inilah saatnya, tolong jaga dia.

Arwah Tumbal Nyai: Part Tumbal subtitles in other languages

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left