Specials

Udgivelsesinfo

23 Perwujudan
En kommentar af Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Udgivet den: 2015-07-10
Downloads: 8
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 167 linjer.

Biar kupastikan lagi, bagaimana kondisimu sekarang?

Aku baik-baik saja.

Sejujurnya, Mana-ku sekarang jauh lebih besar dari biasanya.

Mungkin, sekarang aku bisa proyeksikan 10 sampai 20 senjata sekaligus.

Syukurlah, semuanya berjalan lancar.

Oke, sekarang kesempatan kita.

Ayo.

Shirou dan aku akan menyusup ke Kuil Ryuudou lewat belakang,

dan akan berimu sinyal, Saber.

Setelah kau melihatnya, serang kuil dari gerbang depan,

dan pancing perhatiannya ke arahmu.

Dalam kurun waktu itu,

kami akan cari Shinji dan Cawan Suci, lalu mematikannya.

Setelah selesai, sisanya tinggal menunggumu untuk hancurkan Sang Cawan.

Oh ya, kalau soal itu...

Shirou,

ada sesuatu yang harus kuberitahukan padamu.

Saber?

Aku hanya bisa gunakan Pedang Suci-ku satu kali saja.

Dia tak punya Mana yang cukup.

Setelah gunakan pedangnya, dia akan lenyap dari dunia ini.

Apa? Kenapa?

Sudah jelas, 'kan?

Itu karena aku suplai Mana untuk dua orang.

Jadi, kau minta Saber untuk menahannya tanpa gunakan Harta Mulia-nya?

Shirou.

Ini adalah keputusanku.

Tak ada pilihan lain, 'kan?

Hanya ini satu-satunya jalan.

Saber adalah Servant-ku.

Apa menurutmu aku akan biarkan pengorbanannya sia-sia?

ZainuddinAri

mempersembahkan

apa yang disembunyikan tangan kiriku

hidari te ni kakushita

berisikan penuh dengan harapan

negai ha negai no mama de

dalam mimpi yang tiada henti

samenai yume miteta

tangan kananku berisi kenangan hampa

migi te ni ha kara no kioku

tentang setiap orang asing di penjuru dunia

daremo shiranai sekai no hate

di kala ku terjebak dalam hujan abadi

yamanai ame ni utareteita

ku butuh kekuatan 'tuk melindunginya

mamoritai mono wo mamoreru tsuyosa

walau kelemahan pudarkan keyakinanku

sore wo shinjirarenakunaru yowasa

semua tetap kubawa dalam pencarian hari esok

subete wo ukeirete ashita wo sagasu

lebih berani saat ulurkan tangan

Brave Shine, te wo nobaseba mada

lewati malam walau penuh luka

Stay the Night, kizu darake no yoru

karena selamatkanku bagai barisan pedang

You Save My Life, kazashite yaiba no saki ni

kenangan pun semakin bertumpuk

omoi wo kasaneta

hingga doaku pun sanggup leburkan waktu

inori ha toki wo koete

Your Brave Shine

Apa-apaan ini?

Perwujudan

Mana-nya membentuk material fisik?

Atmosfer ini, rasanya seperti kejadian sepuluh tahun yang lalu.

Artinya itu adalah Cawan Suci.

Wadahnya pasti terlalu kecil.

Isinya yang tak dapat tertampung lagi, mulai memberontak dan bocor keluar.

Memberontak dari wadah?

Maksudku, memberontak dari tubuh Shinji.

Dia pasti ada di suatu tempat di dalam sana, terhubung dengan intinya.

Apa mungkin dia di atas sana?

Aku lihat bayangan manusia di atas.

Sepertinya, Cawan Suci kali ini gunakan tubuh manusia sebagai sumber kekuatannya.

Tapi kalau terus begini, wadahnya akan hancur karena tak sesuai.

Kalau itu terjadi, Cawan Suci takkan tersisa lagi.

Dan yang muncul, hanyalah lumpur kotor yang keluar dari lubang bekas Sang Cawan.

Kalau begitu, kita harus segera tarik Shinji keluar dari sana!

Tunggu! Kau mau maju ke sana tanpa persiapan?

Lumpur yang keluar itu adalah perwujudan dari kutukan, tahu!

Mana tahu kalau belum dicoba!

Kita harus cepat!

Saber sedang bertarung melawan si emas itu.

Kita tak punya waktu untuk berdebat.

Oh, mengejutkan sekali.

Aku tak mengira akan lihat wajahmu lagi untuk ketiga kalinya,

Anjing Kampung.

Gilgamesh?

Mustahil! Kalau kau di sini, jadi siapa lawan Saber?

Aku sudah menunggumu.

Untung saja kau tiba tepat waktu, Saber.

Assassin?

Mustahil.

Dengan lenyapnya Caster,

seharusnya kau sudah tak ada lagi di sini!

Kontrakku memang terbilang unik.

Aku hanyalah Servant palsu yang dipanggil ke sini,

dengan lokasi ini sebagai jangkarku.

Artinya, aku jadi penjaga gerbang yang hanya muncul di gerbang utama.

Tentu saja,

dengan lenyapnya si rubah betina itu,

aku pun akan lenyap seiring fajar menyingsing.

Aku bisa bertahan sampai sejauh ini pun, tak lebih hanya karena keberuntungan.

Sepertinya, kalian dan Saber

sudah dirantai oleh takdir.

Apa kalian tak sadar

kalau Servant yang seharusnya lenyap, masih berada di gerbang utama?

Assassin!

Tak mungkin, dia masih ada di dunia ini?

Nah, sepertinya akan membosankan kalau kalian kubunuh begitu saja.

Jadi, aku akan beri kalian sedikit penangguhan.

Penangguhan?

Rasanya kasihan kalau yang lihat akhir riwayat Shinji hanya aku seorang.

Maka, jadilah saksi saat-saat terakhir baginya yang mungkin akan beri makna bagi hidup kalian.

Jadi, kau benar-benar ingin musnahkan umat manusia?

Kalau berani menanyakannya, berarti kau sudah bersiap untuk mati.

Dunia ini sudah terlalu baik pada manusia.

Tapi, jawabanmu ada di dalamnya, Gadis Kecil.

Era ini, di mana rakyat jelata sudah dibesarkan secara sia-sia,

sudah terlalu kejam.

Apa?

Pada zaman dulu, tepatnya di duniaku, tak ada sesuatu apa pun yang sia-sia.

Bahkan para budak sekalipun, punya kewajiban.

Apa pun peran yang dijalaninya, hidup mereka tetap bernilai.

Tapi, bagaimana dengan era di dunia ini?

Manusianya jauh lebih banyak daripada tujuan dan nilai hidup itu sendiri.

Tentu saja, kalian semua pun beranggapan sama.

"Pertumbuhan jumlah kami sudah terlalu pesat."

Jadi, kutawarkan diri untuk seleksi para kawanan anjing kampung.

Kejadian sepuluh tahun yang lalu, setidaknya sudah renggut lima ratus jiwa.

Tapi kali ini, bencana akan turun di seluruh penjuru dunia.

Melihat jumlah mereka yang mulai menyusut,

dan hanya sedikit yang akan bertahan hidup,

adalah pertunjukan yang menarik, 'kan?

Hanya orang gila sepertimu saja yang tertarik menikmatinya!

Aku memang bodoh karena harapkan jawaban darimu.

Akan kuhentikan Cawan Suci-mu sekarang juga!

Tohsaka?

Aku akan seret Shinji keluar dari sana.

Bagaimanapun juga, dia tetaplah kakaknya Sakura.

Lagi pula,

bukankah sudah jadi prinsipmu untuk selamatkan siapa pun yang bisa diselamatkan?

Kau mau berjalan masuk ke dalam kutukan itu?

Memangnya manusia rendahan sepertimu bisa menginjaknya begitu saja?

Jangan remehkan aku.

Akan kubuktikan kalau aku bisa atasi kutukan ini.

Keras kepala hanya untuk mati? Mengesankan sekali.

Tapi,

siapa yang izinkanmu pergi dari pandanganku?

Tohsaka! Tolong selamatkan Shinji!

Baik!

Jangan sentuh Tohsaka!

Akulah yang akan melawanmu!

Kukira pertarungan ini bisa jadi pemanasan sebelum hadapi Saber,

tapi tak kusangka akan semembosankan ini.

Dengar baik-baik, Anjing Peniru,

belajarlah bedakan mana yang palsu dan mana yang asli!

Minggirlah dari sana, Assassin!

Menjaga gerbang ini sudah tak ada artinya lagi!

Arti?

Pertarunganku memang tak pernah punya arti.

Aku pun tak punya permohonan yang ingin kuwujudkan sebagai Roh Pahlawan.

Lagi pula, aku bukanlah Kojirou Sasaki.

Kau tak perlu terkejut.

Dulu memang pernah ada pria bernama Kojirou Sasaki.

Ada juga pendekar pengguna pedang kaisar yang bernama Monohoshizao.

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left