EXIT

EXIT (엑시트)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

EXIT 2019 Semua Versi-WEB DL WEB-Rip HD-Rip 480p 720p 1080p id
En kommentar af MetaAgatha
Manual Translate Revisi Menyeluruh,Improvisasi Kalimat EYD Serta Perbaikan Kata Dari Project Sebelum nya (Diterjemahkan Bersama Andis Tujhuh_A7) Sorry Not Perfect,But Rate Good If You Like

Tags

web dl
web
720p
720
1080
480p
480
HD
Udgivet den: 2019-09-15
Downloads: 262
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Itu kan si pria panjat dinding.

Pria panjat dinding?

Siapa memangnya?

Dia itu dapat julukan "pria panjat dinding",

Karna dia yang paling terkenal.

Waktu itu pacarnya sedang panjat dinding, pamannya meninggal.

Dia sangat marah melihat tembok tebing dijalan.

Tadinya dia seorang yang paling langka.

Terus sekarang?

Komunitas itu sebuah kekonyolan.

Hei, ayo pergi.

Kita main tempat lain saja.

Apa-apaan kau?

- Main disini saja. - Hei, jiho?

Han Jiho, apa yang kau lakukan disini?

Kau tidak sekolah?

Kalian teman Jiho, ya?

Hai, apa kabar?

Kalian sopan sekali.

Mau paman belikan minuman?

Aku susu coklat.

Sudahlah.

Aku tak mau minum Ayo.

Kenapa? Aku lagi haus.

Sepertinya kadar gula darahku anjlok.

Ayo, cepat pergi.

Jiho, Han Jiho.

Paman membelikan susu coklat.

Han Jiho.

Han Jiho, pria panjat dinding adalah pamanmu?

Bukan, aku bilang bukan.

Han...

Bocah itu sangat pemalu.

Lee Yong Nam, tidak memenuhi syarat menjadi karyawan baru.

Tidak kelihatan.

Apapun di depanku.

Buka matamu.

Aku tak tahu harus bagaimana, harus kemana lagi sekarang.

Saat masih kecil, aku punya impian untuk masa depanku.

Aku sudah tak yakin.

Kau sudah pikirkan masa depanmu.

Sudah lama dan kita...

Cuma sebongkah sampah.

Yang lain sudah bekerja tapi apa yang kita melakukan?

Dari tadi bicaramu aneh, akhir-akhir ini kau lebih parah?

Ada baiknya aku kirim semuanya.

Gaji biksu

Informasi darurat, gempa M5.5, 5 km selatan sungai Nam Hing, harap menyelamatkan diri.

Cuma gempa bumi.

Untungnya, bukan diwilayah kita.

Kau ini, masih tak paham juga.

Kau pikir sudah aman.

Sekarang ada bencana.

Ini bukan sekedar bencana gempa atau tsunami.

Situasi kita, lebih parah dari bencana itu.

Institut Kanker Nasional AS mengumumkan...

Mencegah kanker dari lima warna makanan...

Aku tahu kau menunggu berjam-jam untuk menontonnya.

Kenapa seorang pria seharian cuma ingin nonton drama saja.

Baru kali aku melihat sendiri.

Kenapa kau bisanya nonton berita setiap hari.

Apa TV itu milikmu?

Kau ini kenapa?

Apa apaan kau? Diam saja sana.

Apa lagi yang dia hancurkan?

Apa lagi sekarang? Kau tak terluka, kan?

Cuma tergelincir.

Astaga, bisa kau tidak melakukannya lagi?

Kenapa berisik sekali.

Semua terdengar sampai keluar.

Kenapa kau datang lagi?

Ada yang menggangguku.

Anak-anak tidak mau makan kalau tak ada kimchi neneknya.

Ini sudah jam berapa? Anak-anak tidak mau makan?

Tadi sudah makan kari.

Mereka bukan anak orang India.

Hantu tak bergerak memakan kari

Anak-anak suka.

Sulit sekali masak di panci besar.

Kenapa terus makan itu.

Makanan Spanyol…

Sial.

Pakaian ini belum dicuci?

Kok masih bau?

Tolong, bisakah kau keluar?

Biar aku lihat.

Sudah aku bilang potongan rambutmu, kan.

Dasar.

Sampai kapan kau buang waktumu.

Bisa gila aku.

Kau ini kenapa? Tak mengerti yang aku bilang?

Ini, lima ribu. Cukup, kan?

Tak ada yang ingin kau beli, kan?

Kau kira aku pengemis.

Besok, aku potong rambut.

Meski dulunya aku pengemis, apa pedulimu?

Mengganggu saja.

Apa kau bilang? Dasar keparat.

Aku lakukan demi dirimu.

Ibu sudah berapa kali bilang dan memikirkan?

Astaga, dasar kau ini.

Ini untuk orang yang berulang tahun diusia 70 tahun.

Dia ingin memperkenalkan putranya dihadapan teman-temannya.

Tak ada yang perlu dikatakan, tidak ada lagi.

Meski tidak ada yang perlu dibanggakan setidaknya ada yang harus dipersiapkan.

Sudahlah, aku mohon.

Aku tak tahan lagi.

Apa ini?

Kau ingin jualan barang bekas disini?

Semua ini belum kau buang juga?

Kembalikan ke tempatnya, nanti berantakan.

Kalau berantakan, bagaimana?

Kau masih saja begitu.

Kau harusnya ikut komunitas yang ada manfaatnya, kan?

Apa gunanya ikut panjat tebing?

Benar kau mau jadi pendaki tebing?

Coba lihat tanganmu.

Ada apa dengan tanganku?

Tadi sepertinya kau gosokkan sesuatu.

Apa? Apa?

Apa yang kau lakukan?

Keluar.

Pakaiannya. Ibu!

Keluar.

Cepat pergi sana.

Kuat sekali dia.

Tenaganya kuat sekali.

Dasar keparat.

Tenaganya luar biasa.

Kakak ipar memang hebat, bisa hidup bersama dia.

Kakak iparku yang malang.

Apa dia sering pukuli.

Pertama, yang harus kita lakukan sebelum pendakian.

Menemukan jalurnya.

Kalian paham yang dimaksud temukan jalurnya?

Yaitu jalur pijakan.

Yang akan jadi tujuan yang terbaik kita.

Tapi jika tidak tahu jalur dan caranya, maka tidak akan ada kemajuan.

Amati detail jalur dari awal hingga akhir,

Tingkat kesulitan dan keamanannya.

Cara dan tindakan pendakian yang kita amati sebelumnya sudah kita pikirkan.

Dari menemukan jalur mendaki.

Kau pasti bisa!

Naik terus.

- Bagus, bagus. - Benar, begitu.

Sedikit lagi, semangatlah!

Hei, kampret.

Periksa jalurnya.

Kau ini.

Sedikit lagi, semangat.

Sampai puncak.

Sampai puncak.

Ui Joo, kau mengagumkan.

Hei, coba sini.

Belahan rambutmu itu harusnya begini.

Kau akan terlihat tampan.

Coba aku lihat. Senyumlah!

Ya ampun, cakepnya.

Apa yang ibu lakukan?

Belahan rambutku...

Ini gaya rambutku.

Apa boleh aku sentuh rambut ibu, boleh tidak?

Anak ini.

Kau gila, ya?

Apa salahnya perbaiki penampilan anaknya.

Kau tak jadi pergi?

Buruan pergi...

Sudah dibilang persiapkan satu jam sebelum berangkat.

Tak usah pergi, sekalian.

Dan telpon acara sudah dibatalkan.

Sial.

Sial. Tempatnya jauh juga.

Sungguh luar biasa.

Bukannya kita harus sampai duluan, biar bisa menyambut para tamu.

Kita hampir sampai, jangan ngomel terus.

Sini aku perbaiki dasimu.

Biar mereka yang urus semua.

Kau diam saja, tidak usah ngomel.

Hari ini kau akan minum hingga mabuk?

Tidak akan.

Kau puas.

Nona-nona yang cantik.

Tidak boleh mencoretnya begitu.

Baiklah.

Ibu.

Dari mana saja?

Kenapa kakek lama sekali datangnya?

Itu datang.

- Kakek. - Nenek

Kok pemilik acara telat datang?

Selalu terlambat.

Hei, kalau aku tak datang sampai besok...

Bersiapkan beberapa tahun lagi.

Ampun, aku hampir emosi.

Apa-apaan kau ini?

Aku benar-benar tidak pernah bayangkan bisa keluar dengan cara ini setiap saat.

Hei, kau yang paling tahu.

Lihatlah mulut wanita hamil ini, pintar sekali bicara.

Ibu.

Kau cantik sekali hari ini.

More Indonesian subtitles for EXIT

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left