De første 200 linjer.
PADA 1910, JEPANG MENJAJAH KOREA UNTUK MEMPERBESAR KEKAISARANNYA.
DI BAWAH PEMERINTAHAN JEPANG, BANYAK ORANG KOREA KEHILANGAN PENGHIDUPAN,
YANG MEMAKSA MEREKA MENINGGALKAN TANAH AIR MENUJU NEGERI ASING.
WALAU DEMIKIAN, MEREKA BERTAHAN.
BANYAK KELUARGA BERTAHAN.
TERMASUK SATU KELUARGA…
DARI SATU GENERASI KE GENERASI BERIKUTNYA.
JEPANG MENDUDUKI KOREA
Ibuku tak beruntung.
Dan kelahiranku
sangat membebaninya.
Dia meninggal saat aku masih kecil.
Karena diliputi duka, ayahku pun minum-minum.
Aku dan ketiga kakak perempuanku terpaksa mengemis ke desa-desa.
Lalu, makcomblang di sana…
berkata keluarga pemilik rumah pondokan di dekat Dongsam
memiliki seorang putra yang sumbing yang belum menikah.
Ayahku bersedia menyerahkanku.
Itu tiga tahun yang lalu
dan aku berusaha keras menjadi istri dan menantu yang baik.
Aku telah melahirkan tiga putra,
tapi tak satu pun bertahan sampai ulang tahun pertama.
Kalau hanya aku,
aku sanggup menanggungnya, tapi suamiku…
sangat baik hati.
Aku sedang mengandung, tapi…
aku pasti dikutuk.
Dengar, tak mudah mengatakan ini.
Kau tak akan dapat promosi jabatan.
Bukan tahun ini.
Memang gelagat kami menunjukkan kau bakal dapat,
tapi lantai 43 yakin
kau sebaiknya menambah pengalaman kerjamu satu tahun lagi.
Aku ingin tahu kenapa.
Sudah dia katakan. Mereka pikir kau belum siap.
Teruslah kerja keras, lakukan tugasmu, dan tahun depan…
Aku bantu mewujudkan merger Teestone.
Mengurus pembelian saham Brixley.
Menduduki peringkat satu selama dua tahun berturut-turut.
Ini bukan tahunmu, paham?
Mintalah para leluhurku menghilangkan kutukan ini
agar kami bisa membangun keluarga.
Colton Hotels.
Klien prioritas firma ini, ingin jadi perusahaan terbuka,
tapi valuasi mereka perlu diperkuat.
Mereka butuh hotel itu.
Itu ada di Tokyo.
Dengan pemilik tanah tunggal yang memegang kekuasaan mutlak.
Pemilik tanahnya orang Korea.
Mungkin terdengar sepele bagi kalian, tapi serius,
aku bisa mewujudkannya.
Apa yang kau ketahui?
Ada 300 lebih kamar hotel dengan biaya pembangunan 150-200 juta.
Dengan estimasi komisi sepuluh hingga 15 juta untuk kita.
Pemilik tanah ini
adalah orang Korea, apa kau punya peluang?
Tunggu, aku bingung. Kupikir kau orang Jepang.
Bukan, aku hanya tumbuh di sana.
- Kau yakin soal ini? - Ya, aku yakin.
Begitu kesepakatan ini tercapai, aku ingin segera ditransfer kembali.
Aku ingin jabatan Wakil Presdir dan kenaikan gaji hingga hari ini.
Aku juga ingin bonus akhir tahunku menunjukkan
betapa pentingnya Colton Hotels bagi firma ini.
Aku ingin ini secara tertulis.
Seorang anak akan lahir.
Dia akan berkembang pesat.
Dan melalui dia, sebuah keluarga akan bertahan hidup.
Cepat!
Kemarilah!
Dengarlah tangisannya.
Dia pasti berwatak keras.
Terima kasih.
Rawatlah dia dengan baik.
Dia akan bertahan.
Kita harus menamainya.
Sunja!
Sunja!
BERDASARKAN BUKU KARANGAN MIN JIN LEE
Ayah!
Bagus. Kau makin gemuk.
Kebanyakan makan piza.
Aku harus menjaga makanku.
Bagaimana Tokyo?
Apa rumah barunya bagus?
Itu kamar hotel. Lumayan untuk beberapa minggu.
Dia sudah sampai? Apa itu Solomon?
Paman Goto, sudah kuduga ada di sini.
Ayahmu pemilik tempat ini sekarang,
tapi aku tetap memastikan dia mengelola tempat ini.
Terserah apa katamu,
tapi alasan sebenarnya kau ke sini untuk menggoda gadis-gadis muda.
Kelihatan, kok.
Hirota!
Ini putraku, Solomon.
Akhirnya kau pulang.
Dia dipromosikan menjadi wakil presdir oleh bank Amerika-nya.
Lumayan juga putra pemilik pachinko ini.
Apa benar kau kuliah di Yale?
Jika ayahku berkata begitu, berarti benar.
PERUSAHAAN KUROHANA
Pak, apa tanggapan Anda terhadap tuduhan kejahatan itu?
Saya maklum ada orang di dunia keuangan yang tak memercayai kami
karena keterlibatan kakek saya…
Siapa kakeknya?
Dia sudah meninggal.
Tak ada kaitannya dengan kita.
Jackpot!
Lihatlah!
Uang halal, uang haram… sama saja.
Uang ya uang.
Sunja.
Sunja, tundukkan kepalamu.
Hei, kau terlambat hari ini.
Aku menyisihkan ini untukmu.
Yang ini.
Sunja!
Ia tampak tidak gembira.
Itu karena
makhluk paling malang sekalipun ingin hidup.
Wanita penjual kastanya itu tidak.
Dia selalu berkata Kematian menganggapnya terlalu baik.
Itu karena suaminya sangat santun di luar,
tapi memukuli istri dan anak-anaknya di rumah.
Tapi wanita itu pun ingin hidup.
Ayo.
Hei, Kawan!
Yang ini bagus, 'kan?
Aku tantang kau menunjukkan tangkapan yang lebih bagus hari ini.
Harus kuapakan ikan sebesar itu?
Tn. Kim, oden buatanmu yang terlezat di pasar ini.
Selalu habis terjual sebelum siang.
Tapi dengan ini,
persediaan odenmu akan cukup untuk beberapa minggu.
Kalau begitu, kubayar 30.
Lupakan saja.
Kau harus dibayar tiga kali lipat.
Masa?
Tahu apa anak nakal ini?
Aku tahu kedai daegu jorim
di gang sana membayarnya dua kali lipat untuk separuh ikan kod ini.
Kita ke sana saja.
Untuk apa jauh-jauh ke sana?
Delapan puluh.
Itu tawaran tertinggiku.
Dan adil.
Boleh.
Terima kasih.
Ini upahmu.
Tak bisa. Aku dilarang.
Kenapa begitu?
Kau layak dapat ini.
Orang tuamu tak mengajarimu patuh ke orang yang lebih tua?
Dia harus diawasi.
Dia tak akan puas hanya mengelola rumah pondokan!
Aku tak melakukan itu!
Ada dua laporan resmi yang menyatakan sebaliknya.
Mereka berbohong. Aku tak terlibat dalam…
Kita akan bicara di kantor polisi. Ikuti kami.
Aku mohon…
Memohonlah di kantor polisi.
Katanya mereka bakal lebih lembut.
Begini maksudnya?
Sunja,
ayo pergi.
Sampai jumpa di rumah.
Ayah,
pria di pasar tadi,
apa dia berbuat jahat?
Ayah tak tahu.
Saat ini,
bersalah atau tidak bersalah bukan lagi pertanyaan sederhana.
Apa yang akan terjadi padanya?
Apa dia akan pulang?
Sunja,
ayah pernah berjanji padamu.
Saat usiamu baru satu minggu,
ayah dan ibumu tak bisa tidur.
Kami terjaga siang dan malam untuk menjagamu.
Saat itulah ayah bersumpah padamu,
selama kau bernapas,
ayah tak akan membiarkan kejahatan di dunia ini memengaruhimu.
Ayah akan menepati janji itu.
Nenek!
Bisingnya.
Sesering apa pun kau berlatih, tetap tak ada kemajuan.
Kenapa Nenek tak menyuruhku berhenti?
Kau tahu berapa harga piano itu?
Tentu saja!
Nenek mengingatkanku setiap hari.
Kau perlu diingatkan.
Jangan jadi orang Amerika yang pemalas dan bantulah nenek.
Ya.
Tangkapannya tak dibayar mahal, kau malah mengambil uangnya.
Sudahlah.
Kau juga sama!
Tidak baik memanjakan dia.
Mau menyekolahkannya pula.
Apa gunanya itu?
Kehidupan susah atau senang
tidak penting bagi wanita.
No comments yet. Be the first to leave one.