De første 132 linjer.
Begitu, ya.
Kalau gadis yang ini?
Dia Chelsea.
Dia teman terbaikku.
Kau kenal di mana?
Di taman dekat sini, aku sering lihat dia jalan-jalan sambil bawa anjing.
Apa kau suka anjing?
Tapi, setiap kali aku tiba-tiba gugup saat mau elus bulunya, aku malah digonggong.
Isla banget, ya!
Aduh, duh!
Maaf!
Menarik Chelsea
Jadi, kau sendiri yang tarik Chelsea, ya?
Ya.
Ternyata masih banyak kenanganmu yang belum kuketahui, ya.
Hari ini, hari terakhir kita bersama, ya?
kumpulkan cahaya
hikari wo atsumete
tinggalkan kenangan
sayonara no omoide wo
seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh
hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku
gelembung ingatan yang jadi rusak
kowarete shimau utakata no Memory
kelembutan air mata yang kesepian
samishisa no namida sotto fukou
ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan
nobashita te ha kanransha yasashiku toraete
bangkitkan kepingan ingatan
mezamesou na kioku no kakera
menunduk berharap 'tuk menghilang
utsumuite kiete hoshii to inoru kedo
namun kautemukan suaraku
kimi ga mitsukete kureta kono koe wo
jarum jam mulai berdetak
ugokidashita tokei no hari
dunia pun jadi penuh warna
sekai ha yagate irodzuite
hati plastik yang bersinar
Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo
takkan kulupakan dan ingatlah
wasurenai de oboete ite
hingga suatu hari kita kan bertemu
itsuka mata meguriaeru hi made
Kuharap Suatu Hari Nanti, Kau Akan Dipertemukan Kembali
Bagianmu bagaimana? Mau kugantikan?
Tenang saja. Serahkan padaku-
Isla!
Tsukasa, pipimu banyak debunya.
Kau juga.
Kalau begitu...
Alasan kau ajak mandi bareng,
karena kau mau lakukan itu, ya?
Mau kusiram sekali lagi?
Enggak.
Sekarang giliranku!
Isla, kau jahil banget, sih!
Hentikan!
Semuanya sudah siap?
Ya, sudah.
Kalau begitu, ayo berangkat.
Kalian...
Pagi, Kazuki.
Selamat pagi!
Dasar.
Mbak Kazuki tumben datang pagi banget.
Padahal biasanya selalu telat.
Aku punya firasat enggak enak, makanya datang lebih awal, dan ternyata betul.
Kenapa kalian hari ini malah ke kantor?
Kazuki, meski sekarang hari terakhirku, aku masih tetap karyawan Terminal Service.
Oh, begitu, ya?
Kau tanpa ini,
hanyalah Giftia, 'kan?
Kembalikan!
Enggak mau!
Kazuki curang. Dari dulu enggak pernah berubah.
Sudah sifat bawaan lahir, sih!
Enggak dikembalikan?
Ya.
Betulan?
Ya.
Baiklah.
Kazuki, aku betul-betul senang bisa bekerja di sini.
Ke-Kenapa jadi formal begitu?
Meski ada saat-saat jatuh bangun,
tapi ada juga banyak hal yang menyenangkan.
Kau ini,
padahal biangnya bikin masalah.
Mbak Kazuki?
Kuserahkan dia padamu, Tsukasa.
Sana! Pergi!
Cepat pergi dari sini!
Kalau mau bertemu mereka, aku sudah mengusirnya.
Sudah pergi, ya?
Mereka sudah pergi, ya.
Kalian repot-repot datang pagi begini cuma buat lihat mereka?
Kalian pada kurang kerjaan, ya.
Betul. Kau juga salah satunya.
Kenapa kita harus sembunyi segala, sih?
Padahal aku berharap seenggaknya bisa ucapkan selamat tinggal sama dia.
Kalau begitu, nanti malah buat mereka jadi beban pikiran.
Kita masih punya banyak waktu, ya?
Baiklah, mumpung masih banyak waktu, kita jalan-jalan yuk!
Apa ada tempat yang mau kaukunjungi?
Kalau Tsukasa?
Ke mana, ya?
Oh!
Kalau begitu, saat aku ucapkan "Tu, wa", terus kita bilang tempatnya sama-sama, ya?
Lalu, kalau tempat yang kita ucapkan sama, berarti kita ke sana.
Siap?
Tu, wa...
Taman hiburan!
Kau mau ke sana juga, Isla?
A-Aku enggak pengin, kok.
Enggak perlu.
Masa? Betulan?
Sini.
Tsukasa?
Ada apa?
Bukan apa-apa, kok.
Ayo, masih banyak yang harus kita jelajahi, lo!
Sebelum kita coba semua wahananya, kita enggak boleh berhenti, ya?
Ah, kita juga harus cicipi semua jajanan di setiap kiosnya!
Ayo kita jelajahi semuanya sampai selesai!
Ayo!
Kau capek?
Enggak, kok.
Hari ini badanku lagi fit banget!
Kalau Isla sendiri bagaimana? Sudah capek, belum?
Belum.
Soalnya aku lagi bareng denganmu.
Kali ini, aku enggak bakal demam terus tiba-tiba pingsan lagi kayak waktu itu, jadi jangan khawatir.
No comments yet. Be the first to leave one.