Dead Man's Wire

Dead Man's Wire

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Dead Mans Wire 2025 WEB
En kommentar af rawe
Dead Mans Wire 2025 WEB Durasi 01:45:28 *** --Rekomendasi-- * Media Player Classic/MPC (PC/LAPTOP) *VLC (PC/LAPTOP/AndroidTV) untuk hasil yang MAKSIMAL ( warna teks, ukuran teks, posisi teks), selain video player tsb akan bertumpuk * BEBAS IKLAN Selamat Menonton

Tags

webdl
Udgivet den: 2026-02-24
Downloads: 346
Hørehæmmede: No
FPS: 23.976

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Aku berjalan di bawah jembatan.

Sekretaris necis dan pembersih kaca yang lelah melintas,

bergegas memulai hari mereka.

Angin musim dingin menusuk wajah,

lalu selembar kartu menarik mataku.

Aku membaliknya, ternyata Joker.

Joker, Joker.

Ayo, jalan.

Segala hal di dunia ini jarang ada yang abadi.

Baik itu suka maupun duka.

Jangan khawatirkan diriku.

Aku tersenyum pada nasib kartu ini.

Laksana salju, ia pun akan lebur.

Kabar apa hari ini, Indianapolis?

Selasa, 8 Februari.

Waktu menunjukkan jam 08.45.

Aku penyiar radio Fred Temple.

Inilah Deodato.

Ah!

Sial.

* TANPA ATASAN *

BERDASARKAN KISAH NYATA

SELASA 8 FEBRUARI 1977

Duh, keparat.

Halo, Pak.

Mana Barb?

Biasanya dia di sini. Kau baru?

Benar, aku baru di sini.

Namaku Doreen.

Namamu siapa?

Tony. Aku ada janji dengan Meridian Mortgage.

- Baik! - M.L. Hall.

Pak M.L. Hall. Tony...

-Tony Kiritsis. -...Kiritsis.

Ya.

Kiritsis. Baiklah.

Pak Hall segera menemuimu.

Silakan duduk di sofa dulu.

Di sebelah sana.

Baik.

Ya.

Benar, dia sudah di sini.

Pak Kiritsis? Maaf sekali.

Sepertinya ada sedikit kesalahan jadwal.

M.L. ternyata sedang di Florida.

Burrito Anda, Pak Hall.

Oh, oh, oh! Tidak, Tidak.

Maaf, Pak?

Sebaiknya kau minta maaf karena ini salah.

Oh, pesanannya sama seperti kemarin, Pak.

Ayam panggang dengan nasi dan bayam tumis.

Tidak, tapi ini burrito utuh yang dipotong dua.

Burritoku selalu dipotong tiga.

Dan yang terpenting, hari Selasa...

Selasa beliau tidak makan daging.

Aku tidak makan daging hari Selasa.

Benar itu.

Jadi meski hampir benar...

tapi tetap meleset.

- Apa? - Beliau di Florida.

Andai aku bisa ke sana juga.

Di luar dingin sekali.

Bukan begitu, aku ada janji bisnis.

Anaknya, Richard, sedang kemari.

Tony.

Maaf aku terlambat.

Sudah kubilang, Pak M.L.--

Beliau ada urusan mendadak. Maaf ya.

Urusan mendadak, omong kosong!

Dia menghindariku dan cuaca dingin.

Aku tahu kalian sempat berselisih.

Tepat sekali.

Tetap tenang, bisa kita bicarakan?

-Ada apa denganmu, Tony? -Oh, ini?

-Ya, luka itu. -Bukan apa-apa.

Tadi aku mencabut tunggul kayu,

lalu kabelnya putus.

Kabel itu menyabet lenganku.

Bisa percaya tidak?

- Kami turut prihatin. - Benar, maaf ya.

Begini saja,

ayo kita ke ruang kerja ayahku?

Ruangan yang ada meja rapatnya itu.

Terdengar seperti ide bagus?

Kamu setuju?

-Ke kantor M.L.? -Ya.

Mari kita ke sana.

Baiklah, Dick. Kamu bosnya.

-Mau permen? -Tidak.

Ini dia.

Maaf tadi.

Belok kiri saja, Tony.

Selamat pagi.

Hati-hati langkahnya di sini, Tony.

Selamat pagi. Terima kasih.

Apa kabar?

Halo, Barb. Apa kabar? Masih ingat Tony?

-Hai, Tony. -Oh, hai, Barb.

-Ini tempatmu sekarang. -Ya, naik jabatan.

-Kenapa lenganmu begitu? -Bukan apa-apa kok.

Barb, boleh kami pakai kantor Ayah sebentar?

Kami mau membahas beberapa hal.

Senang ketemu lagi, Barb. Kau selalu baik padaku.

Masuklah, Tony.

Hm...

Dick, boleh aku tutup pintunya?

-Aku butuh privasi. -Oh ya, silakan.

Celanaku ini naik terus

sampai atas East Market Street,

dan aku tak mau ada yang lihat.

Itu harus membayar ekstra.

Keluarga kecil yang manis sekali.

Jadi, Dick, hm...

Tolong bantu aku sebentar, ya...

Buka denah-denah itu di atas meja sana.

Tentu, Tony. Baiklah.

Kupikir kau mau bicara soal tanah itu

dan segala hal yang kau

dan Ayahku sedang urus.

Tunggu dulu sebentar.

Sekarang berbalik.

Hei, Tony—

Ini serius, Dick.

Sangat serius.

Aku akan memasang kawat shotgun ini ke lehermu.

Hei, tunggu dulu, Tony.

Singkirkan itu.

Tony, kau... tidak mau melakukan ini.

Perusahaan ini sudah memperlakukanku dengan tidak adil.

Jadi aku akan membiarkan dunia tahu

apa yang kau dan ayahmu lakukan padaku.

Sesederhana itu.

Kau mau apa?

Aku mau kau balik badan.

-Balik badan! -Oke. Oke.

Aku balik badan.

Lepaskan sport coat-mu.

Lepaskan juga dasi-mu.

-Tony, aku tidak— -Ayo kita santai dulu.

Oke.

Lepaskan saja sport coat sialan itu.

Oke.

Nah...

Nah, begitu.

Lepaskan semuanya. Nah, begitu. Oke.

-Oke. -Nah, begitu.

Sialan...

Ya.

Tony, ini apa?

Ini, Dick,

adalah kawat orang mati.

Kalau kamu pingsan, tersandung,

atau mencoba lari...

Nah, itu dia. Itu dia.

Ini akan meledakkan kepalamu.

Dengar, Tony, belum ada yang melihat kita, oke?

Kamu sudah membuktikan poinmu.

Tidak. Aku baru mulai.

Hei! Hei, hei, hei, hei! Hei!

Tony, Tony, Tony, mereka tidak bisa melihat—

Mereka tidak bisa melihat kita lewat jendela Ayah, oke?

Pokoknya tidak peduli.

Angkat telepon itu. Angkat!

Itu tadi maestro Polandia,

Theo Marzynski.

Aku DJ Fred Temple.

WCYD.

Layanan darurat 911.

Anu... uh...

Ya?

Tunggu sebentar, tolong.

H-H-Halo?

Pak, ini urusan serius sekali.

Aku baru saja menyandera seseorang. Ini bukan prank.

Tenang, Pak. Ada masalah apa?

Sambungkan aku ke pejabat tertinggi yang ada.

Sialan. Duduk, Dick.

Duduk pelan-pelan di sini. Pelan... pelan... pelan.

Seperti nyawamu tergantung pada itu,

karena memang begitu, kawan.

Uh...

Pak, apa masalahnya?

Aku punya shotgun yang melingkar di leher seseorang.

Ya.

Dengarkan aku baik-baik...

Aku punya sandera level 0-1 di sini.

Mereka sudah mempermainkanku selama 4 tahun.

Hei.

- Suruh dia keluar dari sini! - Ada apa ini?

Barb, beri kami waktu sebentar, tolong.

Semua baik-baik saja.

Ya, semuanya aman, Barb.

Terima kasih, Barb.

Ya, aku... aku agak kesal.

Oke. Oke, tenang dulu.

Aku bukan orang jahat.

Aku cuma orang jahat yang sedang marah besar.

Ya.

Kalau ada yang menarikku

atau menarik senjata ini,

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left