De første 200 linjer.
"Jeon Hye Jin"
"Choi Soo Young"
"Ahn Jae Wook"
"Park Sung Hoon"
"Not Others"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
Ya, aku tahu.
Aku tahu.
Tidurlah.
Tidurlah.
Tidurlah, Jin Hee-ku sayang.
Tidurlah, Jin Hee-ku sayang.
Tidurlah, Jin Hee-ku sayang.
Tidurlah, Jin Hee-ku sayang.
Tidurlah.
Tidur yang nyenyak, Jin Hee.
Tidurlah, Jin Hee-ku sayang.
Tidurlah, Jin Hee-ku sayang.
Tidur yang nyenyak, Jin Hee.
Tidurlah sekarang.
Anak pintar.
Tidurlah, Jin Hee-ku sayang.
Tidurlah, Jin Hee-ku sayang.
"Episode 3, Seperti Keluarga"
"Episode 3, Keluarga Sialan"
"Klinik Ortopedi Park Sang Gu"
Halo.
Bu Ra, ini kunjungan pertama Anda?
Senang bertemu dengan Anda.
Halo. Senang bertemu denganmu.
Perlakukan dia dengan baik. Dia temanku yang lebih tua.
Aku menyeretnya dengan paksa.
Dia sangat keras kepala.
Kalau begitu, Bu Jung, selagi menunggu,
- ini bantalan panas. - Di sini.
Rasanya enak sekali.
Punggung Anda sakit? Aku akan memeriksanya.
Tanda apa ini di punggung Anda?
Tanda apa?
Sepertinya memar.
Anda menabrak sesuatu?
Tidak.
Aku menabrak wastafel saat mencuci piring.
Mari kita rontgen ini.
Lalu aku akan merawat Anda.
Tidak.
Aku tidak punya waktu. Aku harus berbelanja.
Obati dirimu dahulu.
- Kamu tidak akan sempat kembali. - Ya, tidak akan lama.
Aku sangat sibuk.
Aku akan kembali lain kali.
Kalau begitu, biar kuoleskan krim saja.
Setidaknya lakukan itu.
Namun, aku tidak kesakitan.
- Aku mau pergi. - Rontgennya tidak akan lama.
- Coba kulihat. - Lee Sung Hoon.
Anda bisa menemui dokter.
"Klinik Ortopedi Park Sang Gu"
Tidak apa-apa, ambillah.
Semuanya milikmu.
Kamu tampak menggemaskan.
- SMA Yehyeon. - Hei, lari.
- Sial. - Lari.
Jika aku melihat kalian di sini lagi,
aku akan datang ke sekolah kalian!
Mengerti?
Kamu membiarkan mereka pergi?
Tangkap mereka jika kamu bisa. Aku tidak akan menghentikanmu.
Permisi.
Apa kamu melaporkannya?
Ya. Aku pekerja paruh waktu
- di warnet terdekat. - Benar.
Lampu itu sudah lama rusak dan masih belum diperbaiki.
Begitu rupanya.
Anak-anak lebih buruk di malam hari.
Mereka merokok dan meninggalkan sampah di sini.
Benar.
Maaf. Kami akan segera memperbaikinya.
Baunya tidak enak dan membersihkannya butuh kerja keras.
Bosku selalu memarahiku.
Ya.
Aku akan segera melaporkannya.
Maaf atas ketidaknyamanannya.
Aku berjanji akan segera mengurusnya.
Baiklah. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Aku hanya perlu melaporkan nomor lampu.
Mari ikuti protokol.
Itu terlalu lama.
Siapa bilang mengikuti protokol butuh waktu?
Kata siapa?
Halo, Nona Jang?
Aku akan memberimu nomor lampu keamanan.
Bisakah kamu meminta pemeliharaan?
Terima kasih. Itu satu nol...
Hei.
Apa?
Kita belum selesai?
Ibu akan mengklaim penghargaannya?
Tidak akan. Kamu tidak akan mengizinkan ibu.
Ada apa?
Ibu melihat sesuatu hari ini.
Ibu agak bingung.
Maaf, tapi aku sangat lelah.
Bisakah kita membicarakannya nanti?
Apa ini?
Ibu mencurigai KDRT.
Namun?
- Namun, ibu agak bingung. - Kenapa?
Katanya dia terluka saat mencuci piring.
Jadi, suami Anda sudah meninggal
dan Anda tinggal dengan putra Anda dan istrinya?
Ya.
Siapa yang mengatakan omong kosong itu?
Kekerasan dalam rumah tangga?
Astaga.
Maafkan aku.
Kami harus menindaklanjuti setiap laporan yang kami terima.
Boleh aku bertanya
apa pekerjaan putra Anda?
Dia bekerja di perusahaan dagang bersama istrinya.
Kalau begitu, Anda sendirian di rumah saat siang hari?
Sering kali begitu.
Di mana Anda menabrak saat terluka?
Di sana.
Aku merasa pusing saat berdiri.
- Ada orang lain di rumah? - Ya.
Ya, itu...
- Tolong jaga dia. - Baiklah. Bu Ra.
- Kamu tidak boleh melihat-lihat. - Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa. Tetaplah di sini bersamaku.
Halo.
Siapa namamu?
Bisa kemari sebentar?
Nenek.
Nenek.
Nenek.
Tidak apa-apa, Sayang.
Tidak apa-apa.
Periksa anak itu untukku, Kapten.
Cucu nenek yang malang.
- Tidak apa-apa. - Nenek.
Nenek tahu.
Jangan menangis.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
"Pusat Kesejahteraan Anak Wolsan"
Bu Ra menolak pergi ke penampungan.
Serta untuk membuat pernyataan.
Mengawasi mereka untuk saat ini adalah
hal terbaik yang bisa kita lakukan.
Kenapa?
Itu sudah biasa.
Dia tidak ingin mempermalukan putranya.
Dia lebih baik mati di hadapan putranya.
Beberapa orang berpikir begitu.
Bagaimana dengan anak itu?
Kita harus memisahkan mereka secara paksa.
Dia menderita kecemasan perpisahan yang parah.
Jika kita tiba-tiba memisahkannya dari neneknya,
keadaan bisa menjadi sangat buruk.
Kita harus membujuk Bu Ra dahulu.
Apa kasus ini akan dialihkan ke kantor polisi?
Ya.
Terima kasih, Pak Kepala.
Terima kasih.
Bagaimana jika terjadi sesuatu ke Bu Ra sebelum kita bisa membujuknya?
Apa yang terjadi pada anak itu?
Cukup, Kapten Kim.
Bisakah kamu terus mengabariku?
Sudah kuperingatkan.
Belum lama ini, kamu mengacaukan
Layanan Perlindungan Anak dan Polsek Namchon.
Karena kasus penyiksaan anak.
Kapten Kim Jin Hee,
jangan melewati batas. Keterlibatanmu berakhir di sini.
Sampai jumpa.
Kamu pikir kamu benar tentang semuanya, bukan?
Kamu tidak peduli atau penasaran soal pendapat rekan kerjamu, bukan?
Aku setuju.
Jadi, aku tidak peduli pendapatmu.
Hei, bagaimana?
Itu kasus kekerasan.
Bagus, Bu. Terima kasih.
- Itu saja? - Ya.
Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan. Itu bukan kasus kami lagi.
Polisi macam apa yang bicara seperti itu?
Aku tidak bisa membantu karena ada batasan yang bisa kami lakukan.
Kamu menyebut dirimu polisi?
Jangan mulai juga.
Apa lagi yang harus kulakukan?
Kamu harus menindaklanjuti sampai akhir.
Aku sudah berusaha semampuku.
Kasusnya dipindahkan dan aku diminta melepaskannya.
Jika masih ada keluhan, bereskan dan pergilah ke kamar Ibu.
Apa ada anak kecil?
Anak laki-laki berusia sekitar lima tahun.
Bagaimana Ibu tahu?
Apa dia juga disiksa?
No comments yet. Be the first to leave one.