De første 200 linjer.
- Hai. - Hei.
Terima kasih, Richard.
Terima kasih sudah datang. Kau sangat membantu.
Tak masalah.
Apa yang bisa kubantu?
Aku dan Henry tiba-tiba memutuskan pergi ke bioskop
dan Stevie akan kerja lembur, jadi, tolong awasi anak-anak.
- Bagus sekali. - Hai.
- Kalian mau menonton film apa? - Kami tak menonton. Itu ceritanya.
Itu menguatkan bahwa kau datang sebagai teman, bukan agen CIA.
Untunglah anak-anak kalian sudah besar.
Aku tak bisa memakai kedok pengasuh bayi.
- Baik. Kau punya informasi apa? - Nomor rekening bank
yang Nadine berikan di Caracas terdaftar atas perusahaan palsu.
TERDAFTAR ATAS NAMA KLIBORNE OIL AND GAS
"Kliborne Oil and Gas".
- Siapa yang punya akses? - Ada tiga paraf.
Louis Donald, Carlotta Taniston, dan Marie Porter.
Semuanya nama samaran?
Mereka semua tak dikenali.
Artinya kita tak bisa tahu isi rekening Menteri Marsh.
- Atau dari mana asalnya. - Kecuali kalian kenal salah satunya.
Kenapa aku merasa kau akan memamerkan
kemampuan analitis yang hebat?
Ada mahasiswa Sastra Inggris di Cornell pada tahun 1984
yang membuat skripsi di bawah pengawasan Dr. Malcolm Taniston,
pakar literatur zaman Victoria yang terkenal di dunia.
Skripsinya tentang Charlotte Bronte. Charlotte.
Carlotta. Taniston.
- Itu agak memaksakan. - Tidak mengingat siapa mahasiswa itu.
Nadine Tolliver.
Kepala Staf-mu tak sepenuhnya jujur
tentang cara dia tahu soal rekening itu.
Jadi Nadine bisa membantu kita mengetahui isi rekening itu.
Hanya jika kalian bersedia percaya padanya sejauh itu.
Tak ada banyak pilihan.
Baik, tapi walau ia mau membantu, rekeningnya hanya bisa diakses langsung.
Biometrik, sidik jari, pindai mata.
Kita akan pergi ke Caracas.
Apa?
Aku seharusnya melakukan kunjungan ke Amerika Selatan
dan kami masih berdebat tentang apakah kami harus
sertakan Venezuela dalam daftar dan hal ini memastikannya.
Ada banyak kesalahan dalam ide itu.
Ia benar. Dimulai dari
Presiden Suarez yang membenci AS
dan akan terang-terangan menolak menerimamu.
Aku akan mengubah pendapatnya dengan pesona diplomatisku.
Lalu menyelidiki bank pelaku pencucian uang?
Aku akan memulai kampanye untuk merebut hati Presiden Suarez.
Tunggu, harus ada yang mengerem ide ini.
- Apa yang kita lakukan? - Kita sudah sepakat.
Kita sudah bilang akan membereskan masalah ini.
Bukan, kita sepakat memulainya.
- Aku berhak mengatakan saat kita... - Kau yang bilang kita harus
mengetahui apa yang kita hadapi.
Satu-satunya perlindungan kita. Ingat? Kau mengatakan itu.
- Kau takkan pergi tanpaku. - Bagus sekali.
Cari pengganti dan naik pesawatku.
Kita harus cari orang untuk awasi anak-anak.
- Aku pengasuh bayi gadungan. - Kita akan temukan cara.
Aku ingin kau cari informasi soal Russell Jackson selagi aku pergi.
Sulit dipercaya kau mampu menatap wajahnya setiap hari.
Aku tak mampu, jika tahu ia dan Presiden dalang di balik pembunuhan Marsh.
Baik, beres. Bukankah kalian harus berpura-pura pergi ke bioskop?
- Benar. - Astaga. Baiklah.
Bisakah kita berpura-pura menonton film laga?
Aku tak mau berpura-pura menonton film aksen Inggris kuno
- dengan terjemahan... - Baiklah.
Sampai nanti.
Tentang kunjungan ke Amerika Selatan itu...
- Ada apa? - Itu seru.
Kita akan bergembira di bawah sinar mentari,
menyebarkan keceriaan, dan menikmati di bawah garis khatulistiwa.
Venezuela terletak di utara garis khatulistiwa.
Kukira Venezuela tak termasuk?
Sepertinya jadi dikunjungi. Kau tak baca memonya?
- Ya? - Apa katamu tadi?
Apa kau menerima ini?
Memo DS-760. Jika kita tanda tangan,
itu menyatakan kita menjalin hubungan saling memuaskan
dan tanpa paksaan.
Agar tak seorang pun bisa menuntut pelecehan.
Itu salah satu cara memandangnya.
Yang lainnya adalah kita bisa bersama di kamar hotel besar saat berpelesir.
Bicara soal ranjang ukuran besar, jubah kamar kembar...
Boleh meminta saluran dewasa.
Maksudku, saluran film bernilai seni.
Film bernilai seni kotor.
Kurasa hatiku yang tak merasa terpaksa sempat berhenti berdetak.
Jika kita tanda tangan, kita bisa berpelesir dengan gaya.
Pertunanganku baru dibatalkan dua pekan yang lalu.
Aku tak mau tanda tangan surat resmi yang bisa dilihat semua pihak HRD.
Baik. Mungkin kuberi kau peluang untuk membacanya.
Bukan kejutan, Presiden Suarez menolak permintaan kunjungan kita.
Terus terang atau tersirat?
Menurut pihak Kantor Konsulat, kalimatnya seperti berikut,
"Propaganda imperialis kalian tak diterima dengan baik di sini."
- Cukup jelas. - Ini diplomasi.
Tak ada yang jelas.
Kecuali bahwa Venezuela sangat kacau saat ini
dengan protes anti pemerintah dan 15 pemimpin oposisi
yang jadi tahanan rumah.
Mereka mengalami krisis ekonomi.
Presiden Suarez menegaskan retorik anti Amerika-nya.
Membujuknya akan jadi perkara sulit.
Presiden Suarez bicara soal membatalkan pemilu mendatang.
- Kau mau mencegahnya? - Aku mau coba.
Tapi aku harus bisa melewati pintunya dulu.
Kita bisa menyunting bahasa
pernyataan tur resmi Amerika Selatan kita agar tak terdengar terlalu mengancam.
Aku ingin tujuan kita benar-benar jelas.
- Maka kau harus mempermanisnya. - Tanpa melanggar kebijakan.
- Apa kita menerima ide konyol? - Selalu.
Kita bisa coba diplomasi selebritas.
Suarez mendambakan ketenaran dan ingin dikagumi.
Kebetulan ia juga sangat menyukai bisbol.
Benar. Ia penggemar berat.
Secara pribadi melatih tim nasional Venezuela.
Perkenalkan Manny Azucco, salah satu pemain bisbol terhebat.
Pemukul terbaik urutan ke-15, sudah 11 kali ikut All Star Game
tiga kali ikut Seri Dunia, dan tampan.
- Benar. - Bukan begitu?
- Kami mengerti. - Menurutku ide bagus.
Ia terkenal di AS, tapi ia dewa di Venezuela, tanah kelahirannya.
Tepat sekali. Ia baru pensiun dan sangat tampan.
- Baik. - Itu benar.
Bu, kita bisa mengajak Manny Azucco. Presiden mungkin akan menyetujuinya.
Menurutmu kau bisa melakukan ini, Daisy?
Aku sudah hubungi kontaknya.
Ia menerima ide ini.
Baik. Mari hubungi mereka secara resmi.
Ajaklah Tn. Azucco dan lihat tanggapan Presiden Suarez.
Terima kasih, Semuanya.
- Matt? - Ya?
- Tinggallah sebentar. - Baik.
Aku tahu kau akan bertemu dengan Jackson.
- Benar. Pertemuan itu. - Bagaimana perasaanmu?
Bu, aku hanya menyampaikan pernyataan resmi padanya.
- Seperti jika kau bicara sendiri. - Aku tahu.
Dengan segala hormat, berapa lama lagi aku harus melakukan hal ini?
Menjadi agen gandamu?
Sedikit lebih lama lagi. Kita harus tingkatkan permainan.
- Maksudnya? - Berikan informasi asli padanya.
Sesuatu yang biasanya tak kukatakan padanya.
Apa itu?
Ada kaitannya dengan pertemuan terakhirku dengan delegasi Israel.
Obrolan pribadiku dengan Dubes Dori.
Baik.
Katakan padanya kami bertemu dan kau mendengar soal Dubai.
- Dubai? - Ya.
- Hanya Dubai? - Ya.
- Tak ada hal khusus soal Dubai? - Tidak.
Baik. Bagaimana jika ia bertanya?
Hanya itu yang kau ketahui.
Itu bagus sekali karena aku memang hanya tahu itu.
- Aku tahu. - Bagus sekali.
Jika kebingungan itu sebuah aset, maka aku orang yang tepat untukmu.
Memang.
Terima kasih, Matt.
Bu Menteri, kau mau menemuiku?
Kau tahu nama ini?
Apa seharusnya aku tahu?
Apa kau Carlotta Taniston?
- Benar. - Kau bantu membuat rekening bank itu?
Kau melakukan transaksi keuangan dengan memakai identitas palsu.
Apa kau tahu berapa banyak hukum AS
dan hukum penipuan internasional yang telah kau langgar?
Ya, aku kehilangan akal sehat.
Kukira aku jatuh cinta...
Ini sudah bukan tentang dirimu dan patah hatimu, Nadine.
Kau harus beri tahu semua yang kau ketahui sekarang juga.
Aku selalu ikut Vincent pergi ke peternakannya.
Jelas yang terakhir kali tidak.
Di perjalanan sebelumnya, ia memintaku memasukkan uang ke bank swasta.
Bank itu tak hanya meminta paspor,
tapi juga sidik jari dan pindai mata.
Aku memarafnya dengan kode nama kami, Carlotta Taniston.
Bu.
Maafkan aku.
Kau tak merasa ada yang aneh dengan transaksi itu?
- Apa yang kau pikirkan? - Aku tak sedang berpikir.
Ia bilang, "Uang ini untuk kita. Setelah perceraian."
Agar istrinya tak tahu soal itu dan tak bisa mengaksesnya.
Istrinya pengacara dan punya jangkauan sangat luas.
Bu.
Ini alasanmu menyertakan Venezuela dalam daftar negara kunjunganmu, kan?
Benar.
Hanya kita yang tahu soal itu.
Terima kasih.
Kau butuh aku untuk mengakses rekening itu sekarang.
Mungkin satu-satunya cara agar kita tahu kebenarannya.
Aku akan membantumu.
- Bu Menteri, Tn. Jackson... - Kau akan pergi ke Venezuela?
Itulah rencananya.
Aku berniat memberitahumu jika keputusannya sudah resmi.
Kebencian mereka pada AS hanya bisa ditandingi
oleh dedikasi mereka pada korupsi.
Apa yang ingin kau capai di sana?
Memperbaiki kerusakan, hubungan dangkal, mencegahnya memburuk...
No comments yet. Be the first to leave one.