Udgivelsesinfo

Boogiepop Tak Tertawa - 08
En kommentar af Inisial ZA
08. VS Imaginator 5

Tags

other
Udgivet den: 2019-03-18
Downloads: 25
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 152 linjer.

"Semua harapanku takkan terwujud sampai nanti di masa depan."

"Mau bermimpi sebanyak apa pun, yang akan mencapainya bukanlah sang pemimpi,

melainkan generasi berikutnya."

"Apalagi bagi mereka, itu bukanlah mimpi belaka. Melainkan fakta yang nyata."

"Pengorbanan seperti itulah yang mendorong umat manusia terus melangkah maju."

Pengorbanan, ya?

Ya, sepertinya dia tak hadir selama empat hari beturut-turut.

Lalu, aku juga dengar rumor aneh.

Bagaimana ujiannya?

Entahlah.

Yang kemarin diajari sih aku lancar mengerjakannya!

Ya, ini mengenai Kinukawa.

Gadis itu, kalau tak salah...

Ada apa, Suema?

Tidak, bukan apa-apa.

Sikapmu aneh.

Kalau ada yang ganggu pikiranmu, ceritakanlah pada temanmu.

Teman ada untuk berbagi, 'kan?

Ya, tapi terserah juga, sih.

Belakangan, ada rumor buruk mengenainya.

Menurutku, kejadian ini bukanlah bentuk pemberontakan remaja yang biasanya terjadi.

Tentunya, pasti ada hubungannya dengan yang kubicarakan dengannya.

Tapi aku tetap merasa kalau seperti ada sesuatu yang salah.

Apa kau Jin Asukai?

Benar, apa kau murid di sini?

Bolehkah aku bicara denganmu sebentar?

Boleh kok, mau konsultasi?

Bukan, aku ingin bicara sebagai temannya Kotoe Kinukawa.

Kinukawa belakangan katanya sikapnya berubah, apa kau sudah dengar itu?

Ya, aku baru saja mengetahui soal itu.

Bagaimana menurutmu?

Maksudnya?

Kinukawa sebenarnya suka padamu.

Ya, aku sempat menduganya.

Tapi aku yakin, kalau Kinukawa yang sekarang sepertinya sama sekali tak peduli terhadapmu.

Justru itu mungkin yang terbaik untuknya.

Kau sebenarnya sudah tahu, 'kan?

Tahu apa?

Alasan kenapa sikapnya berubah.

Kenapa menurutmu aku tahu?

Firasatku kuat akan itu.

Kinukawa sangat khawatirkanmu.

Khawatir? Khawatir kenapa?

Aku tak bisa bilang karena sudah janji padanya.

Tapi setelah bertemu denganmu, aku bisa sedikit memahami perasaan Kinukawa.

Memang benar dia berubah, tapi kemungkinan begitu pun juga denganmu.

Kau mungkin benar.

Pada akhirnya aku takkan bisa terima perasaannya.

Cukup.

Menurutku, dulu kau mungkin tak punya waktu untuk pedulikan hal semacam itu.

Karena kau yang seperti itulah makanya Kinukawa ingin sekali untuk membantumu.

Lukisannya terlihat begitu kesepian, ya?

Pasti itu perwujudan dari dirimu, sebelum kau berubah.

Apa yang kau tahu tentang seni...

Tidak, kau sepertinya sangat cerdas, ya.

Eh?

Jadi, semua ini pasti terasa begitu tak masuk akal bagimu.

Bukan begitu.

Meski kau bilang temannya, tapi aku bisa tahu kalau kau dan Kotoe tak begitu akrab.

Kau hanya ingin merasa terpuaskan.

Apa aku salah?

Itu... Itu mungkin ada benarnya.

Tapi...

Apa?

Aku ingin menolongnya.

Karena kami tak akrab, makanya aku ingin bisa menolongnya.

Jadi, begitu.

Demi hal itu, pertama-tama aku harus cari tahu tentang dirimu dulu.

Tentang diriku, ya?

Apa kau ingin tahu tentang apa yang sedang kulakukan?

Aku sedang ingin ubah dunia ini.

Semua kekosongan yang ada di dalam hati manusia, aku ingin bisa mengisinya.

Itulah tujuanku.

Demi mencapainya, aku menanam bibit bunga di hati para manusia.

Masalahnya ada di keseimbangan dari bibit tersebut.

Tanpa punya bentuk yang utuh serta kemampuan untuk wujudkan sebuah hasrat...

Tapi bibit tersebut harus seimbang sehingga punya berbagai macam faktor itu.

Untungnya, aku berhasil temukan gadis dengan bibit yang seimbang seperti itu.

Sisanya tinggal kutemukan gadis itu, mengambil bibitnya,

lalu menyebarkannya ke seluruh dunia.

Bibit itu akan tanamkan akarnya tanpa ada yang sadar,

dan apa pun yang hilang dari hati orang-orang akan terpenuhi.

Gadis itu kubutuhkan sebagai pengorbanan.

Kau juga punya sesuatu yang hilang di hatimu.

Pasti kau sudah sadar akan hal itu.

Bagaimana kalau kubilang aku mampu isi kekosongan tersebut?

Aku...

Aku sudah diselamatkan oleh orang lain!

Oh? Oleh siapa?

Boogiepop!

Oh, pahlawan keadilan yang belakangan sering kudengar.

Dia tak sesederhana itu.

Kalau begitu, kau juga sama sepertinya karena ingin ubah dunia.

Yang kumaksud itu lukisanku.

Ya, setiap seniman punya keinginan untuk ubah dunia dengan karya seninya.

Tapi tadi kau bilang akan korbankan seorang gadis.

Model lukisan terkadang harus bisa diam tak bergerak selama delapan jam lebih.

Gadis yang kumaksud itu adalah model di lukisanku.

Kotoe mungkin merasa cemburu dengannya.

Jadi, aku akan temui Kotoe dan selesaikan kesalahpahaman ini.

Oh, begitu.

Baiklah.

Aku permisi dulu.

Gadis itu kenapa bisa tahu, ya?

Dia bukan orang yang spesial atau semacamnya.

Tapi dia ada benarnya.

Sepertinya aku harus urus masalah ini terlebih dulu.

Aku sudah tak bisa menghindar lagi.

Akan kuurus Spooky E langsung.

Itu dia, tak salah lagi.

Jadi, dia tinggal di sini rupanya.

Oh, dia masih serius pura-pura jadi Boogiepop.

Ada dua orang yang mengikutiku. Tidak, totalnya ada enam.

Tapi apa yang dia inginkan dariku?

Ternyata benar, pasti cewek itu tahu sesuatu.

Dia pasti sembunyi sekitar sini.

Ayo berpencar dan cari.

Tunggu. Aku punya ide bagus.

Eh, Masaki Taniguchi.

Kau berpura-pura jadi Boogiepop karena dia, 'kan?

Tapi harusnya kau tak perlu merasa berutang padanya.

Aku tahu betul dia dipaksa lakukan apa dan disuruh oleh siapa.

Eh, kau tahu? Orang-orang menyebutnya sebagai "toilet umum," lo.

Jujur aku merasa kasihan padamu, sampai tertipu sama sikap polosnya itu.

Berengsek!

Lumayan juga, Masaki Taniguchi.

Aku bukan Masaki Taniguchi.

Aku Boogiepop.

Kalau kulaporkan ke Axiz, pasti kau bakal dikira Boogiepop sungguhan.

Coba jelaskan padaku. Orihata sudah dipaksa lakukan apa?

Apa? Sebaiknya kau tak tahu soal itu.

Apa kau yang sudah memaksanya?

Kalau iya?

Kenapa kau membuntutiku? Di mana Orihata?

Entahlah, ada di mana, ya?

Jawab aku.

Kalau alasanku membuntutimu,

aku ingin membunuhmu dan bermaksud pamerkan mayat Boogiepop ke orang-orang.

Lagi pula, apa kau sudah berpikir sungguh-sungguh kenapa sampai

serius berpura-pura begini?

Apa maksudmu?

Ayo bunuh.

Aku ingin pamerkan mayatmu sih,

tapi membuatmu jadi pembunuh juga lumayan.

Jangan seenaknya bicara!

Kukira kau kenapa-napa.

Dasar, kalau kubiarkan kau jadi pembunuh,

aku bisa merasa bersalah saat temui orang tuamu nanti.

Kak Nagi.

Kenapa juga pakai kostum begini?

Siapa yang menyuruhmu?

Maaf, Kak Nagi!

Boogiepop and Others subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Boogiepop and Others

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left