De første 200 linjer.
SERIBU TAHUN LALU
Duduklah.
Ini.
Kaburlah bersama adikmu. Setidaknya kalian harus selamat.
Pergilah.
Kenapa kau berhenti? Lekaslah pergi.
Berhenti!
Itu…
Monster!
EPISODE TERAKHIR
Ya ampun.
Astaga. Kalian anak siapa?
Kenapa di dalam hutan malam-malam begini?
Ayo masuk.
5 TAHUN KEMUDIAN
Aku tak mau!
Kakak!
Aku tidak mau! Berhenti!
- Kakak! - Berhenti!
Kakak!
Itu menjijikkan!
- Kakak! - Berhenti!
- Kakak! - Ibu!
Adik mengganggu padahal aku sedang memetik tanaman obat.
Nanti Monster akan datang jika kalian bercanda di hutan.
Kau dengar itu, 'kan?
Kakak! Lihatlah ini sebentar.
- Berhenti mengikuti! - Hati-hati.
- Aku tidak mau! - Kakak!
MONSTER RAKUS YANG BAHKAN MEMAKAN MAYAT
Kakak!
Tolong aku!
Terima kasih sudah menolongnya.
Cepat berterima kasih kepadanya.
Adikku mengidap batuk darah sejak kecil.
Banyak orang di desa ini yang mengidap batuk darah.
Anak-anak, kalian di mana?
Terima kasih. Ayo kita pergi.
Anak-anak!
Hatimu sudah dicuri oleh anak-anak itu.
Kau anggap mereka anakmu sendiri.
Aku takut kau akan pergi meninggalkanku.
Aku tidak akan meninggalkanmu.
Hanya kita berdua Bulgasal di tanah ini.
Hanya kita berdua Bulgasal…
Tunggu sebentar!
Aku ingat kau.
Aku merasa tak asing dengan wajahmu saat kau menolong adikku.
Kau orang yang menolong kami di dalam gua waktu itu, 'kan?
Aku sudah ingat semuanya.
Apa kau tidak bisa berbicara?
Apa kau paham perkataanku?
Apa? Bukankah ini tanaman obat untuk penyakit batuk adikku?
Lekas usir dia! Cepat!
Ibu!
Kenapa membawa makhluk yang tinggal di hutan ke sini?
Apa kau tidak takut?
Ada rumor bahwa Bulgasal tinggal di hutan pergunungan itu.
Bulgasal menghasut manusia dengan sosoknya yang seperti manusia,
lalu meminum darah manusia, dan abadi.
Dia bukan Monster yang membunuh manusia.
Dia yang menyelamatkan kami.
Dia juga yang mengantarkan kami ke sini pertama kali.
Kenapa kau tinggal di hutan?
Rumahmu dirampas saat perang,
atau kau kehilangan keluargamu karena dibunuh perampok?
Pergunungan itu menakutkan.
Aku juga merasa tidak mudah untuk membesarkan anak-anak di sini.
Tinggallah bersama kami,
dan saling melindungi. Ya?
Pada akhirnya, kau mencampakkanku demi manusia.
Kau berbohong.
Bahkan bulan jingga pun ikut bersedih.
Aku tidak mencampakkanmu.
Aku hanya meninggalkanmu
untuk sementara hingga anak-anak dewasa.
Bulan terus silih berganti,
dan aku terus menantimu.
Namun, kau tak kunjung kembali.
10 TAHUN KEMUDIAN
Beristirahatlah hari ini.
Kemarin ibu bermimpi buruk,
jadi, merasa waswas hari ini.
Jangan khawatir dan istirahatlah.
Kami akan lekas kembali.
- Ayo pergi. - Ya.
Kemarilah sebentar.
Kemarilah.
Kau tidak menua walau tahun berlalu.
Para warga desa akan berpikiran aneh tentangmu,
jadi, pakailah ini.
Ayo.
- Dah. - Ayo.
Hati-hati!
Ya!
Kenapa? Kau mau memetiknya untuk diberikan kepada gadis di desa itu?
Bukan begitu.
Aku hanya melihatnya karena indah.
- Mau aku petikkan? - Tidak.
Jangan!
Ayo pergi.
Cepat lari!
Jika tidak ada Kakak,
dia pasti tidak selamat.
Syukurlah.
Namun…
ibu yakin dia bukan manusia.
Kau juga tahu itu, 'kan?
Ibu. Dia sudah seperti keluarga kita sendiri.
Dia selalu menjaga keluarga kita.
Benar. Dia memang keluarga kita.
Namun, demi kita semua, suatu saat, kita harus mengembalikannya ke hutan.
Astaga, kita sudah telanjur menyayanginya.
Namun, siapa pria itu sebenarnya?
Kau akan ke Gaegyeong?
Aku akan meninggalkan keluargaku dan hanya membawa putra keduaku.
Lantas, bagaimana dengan putra pertamamu?
Tubuh dia lemah.
Dia mengidap batuk darah
dan mulai tidak waras setelah kematian ibunya.
Dia tak bisa jadi penerusku.
Untung saja aku punya putra lain dari istri keduaku.
Putra keduaku sangat mirip denganku dalam segala hal.
Dia kuat dan tegas.
Siapa itu di luar?
Ada apa?
Putra kita, Eul-seo, tak terlihat sejak tadi.
Dia pergi berburu tadi siang,
tetapi belum kembali hingga sekarang. Banyak Monster di hutan itu.
Kirim orang ke sana.
Perasaanku tidak enak.
Rupanya…
kau memang Bulgasal.
Sejak kecil, saat menyentuh tangan seseorang,
aku bisa melihat sesuatu.
Ibuku bilang aku bisa melihat
ingatan sebuah jiwa.
Namun, aku tidak bisa melihat apa pun darimu.
Kudengar, satu-satunya makhluk
yang tidak punya jiwa adalah Bulgasal.
Meski begitu…
aku tak peduli kau Bulgasal atau Monster.
Kau penyelamat dan juga keluargaku.
Namun, berjanjilah kepadaku
bahwa kau tak akan pernah melukai manusia dalam keadaan apa pun.
Itu sudah cukup bagiku.
Kulihat kau terus menatap pergunungan sejak tadi.
Ekspresi Kakak selalu sama setiap menatap gunung.
Apa kau meninggalkan hal yang kau rindukan?
Kita harus bergegas. Cepat!
Sepertinya ada masalah besar di desa.
Yang membunuh putraku
manusia atau Monster?
Ini ulah Bulgasal.
Ayah.
Hutan tempat Eul-seo berburu…
adalah tempat Bulgasal tinggal.
Bulgasal?
Tidak ada Monster semacam itu. Itu hanya omong kosong!
Tidak.
Aku menyaksikannya.
Aku tahu ia ada di mana.
Tidak!
Astaga. Apa yang mereka lakukan?
- Astaga. - Tunggu.
- Kenapa dia diperlakukan seperti itu? - Astaga!
Apa yang terjadi?
- Tunggu. - Hentikan!
Sebenarnya ada apa ini?
Aku dengar di sini ada pembunuh putraku.
Rupanya kau.
Kau pendatang di sini.
Ya ampun!
- Kau Bulgasal. - Itu Bulgasal!
Mundur! Ia Bulgasal!
- Bulgasal! - Astaga!
Kenapa ada Bulgasal di sini?
Jangan!
Hei!
- Tidak! Jangan! - Rupanya kau Bulgasal.
Bulgasal yang membunuh putraku.
Ia menyamar sebagai manusia, dan meminum darah manusia.
Ia tidak memiliki jiwa, jadi, tidak akan mati dan menua.
Lihat ini!
Ia tidak mati!
- Dia benar! - Bagaimana ini?
Ia tak mati!
Ia benar-benar Bulgasal!
- Ia Bulgasal! - Benar!
Ia Bulgasal!
Namun, berjanjilah kepadaku
bahwa kau tak akan pernah melukai manusia dalam keadaan apa pun.
Ikat dia!
- Baik. - Baik.
Kumohon hentikan.
Kakakku tidak membunuh siapa pun!
Dia benar!
Apa kalian bergaul dengan Bulgasal ini selama ini?
Tidak! Tidak begitu!
Mereka hanya masih belum paham.
No comments yet. Be the first to leave one.