De første 186 linjer.
Salam Hangat Dari Singkawang Kalimantan Barat
- Sayang... kau dengar itu? - Dengar apa?
Barbara?
Kau dengar itu? Aku yakin mendengar suara bisikan.
Kau hanya membaca pikiranku.
Pikiranku terdengar seperti bisikan.
Benarkah? Apa yang kau pikirkan tadi?
Aku mencintaimu, Dokter.
Kau benar-benar bisa membuat acara bangun sebelum subuh menjadi menyenangkan.
Frank?
- Kau sudah selesai tadi malam? - Tidak.
Sayang, sekarang jam 5:45.
Ini penting.
Baiklah.
Terima kasih.
Baiklah.
Itu sudah semuanya.
Helium untuk mengisi balon!
Aku akan membeli satu tangki di Harold's setelah aku mengantarmu...
... sesuai dengan petunjukmu.
Apa aku yang memikirkan itu? Keren.
Aku pasti mulai terbiasa dengan menyerahkan mandat seperti ini.
Nyonya Magoo, kurasa itu sebabnya mereka menjadikanmu kepala sekolah.
Kurasa begitu.
- Sayang, jangan merokok. - Ayolah! Kau akan menghancurkanku.
Aku akan berhenti merokok saat kau memutuskan untuk hamil, oke?
Teman-teman!
- Hai! - Hai.
- Hati-hati. - Siap-siap.
Perhatikan langkahmu.
Kau baik-baik saja?
Jill!
- Siapa juru masaknya? - Oliver.
Bagus sekali, aku suka sekali dengan hotdog hangus.
Terima kasih. Jadi kapan Ben pulang?
Enam minggu, empat hari dan sembilan jam.
- Baiklah, awas pinggirnya. Jangan ditumpahkan. - Aku mengerti.
Ayo kita bawa ke sana.
- Callie, apa kabarmu? - Frank. Bagus. Senang bertemu denganmu.
Mana helium-ku?
- Katakan kau mencintaiku, Sayang. - Tidak sebelum kau membawakan helium-ku.
Baiklah, akan segera kubawakan, Sayang.
- Kau ke sini. - Baiklah.
Itu Jill. Aku sudah membawa resepnya di sini.
- Apa kabarmu? - Apa kabar?
- Baiklah, dah. - Dah. Sampai nanti.
- Barbara! - Frank!
Selamat pagi, Sam.
Dan kau pasti Cindy. Senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu.
Kalian mau melihat-lihat?
Kalian benar-benar akan menyukai rumah ini.
- Harold. - Pagi, Dokter.
- Frank. - Dokter, apa kabarmu?
Kau mau ke pekan raya sekolah?
Aku harus pergi ke Butler County dan memeriksa pasien di rumah sakit.
Kau harus mencoba mesin penguji kekuatan yang aku buat.
Perlihatkan ke semua orang seberapa kuat dirimu.
Aku tidak tahu.
Mungkin aku sebaiknya duduk di tempat teduh dan melihat kalian yang melakukannya.
- Sampai jumpa, jagoan. - Benar.
Baiklah. Terima kasih, Jill.
Kita butuh cat jari.
Baiklah. Aku akan mengambilnya.
Letakkan saja di atas meja.
Cat jari. Baiklah.
Astaga.
Seorang pilot sipil melihat asapnya.
Lalu aku datang dan menemukan dua petugas pingsan seperti bayi.
Semua yang ada di bagian sana tidak sadarkan diri.
Lalu seseorang mulai bicara tentang senjata kimia...
... dan ada yang mulai panik dan kemudian kalian menelepon.
- Ini dia. - Dengar, tidak ada lab penelitian.
Tidak ada pabrik kimia.
Tidak ada limbah berbahaya. Tidak ada pembangkit nuklir!
- Sama sekali tidak ada apa-apa di sini. - Baiklah.
Tidak ada di saluran dan layanan berita. Belum ada yang mengetahuinya.
Bagus.
Aku akan masuk dan melihat-lihat.
Ed.
- Itu truknya Frank McGowan, kan? - Kurang lebih begitu.
- Beruntung kau sedang ke luar kota, Dokter. - Apa yang terjadi di sini?
Tidak ada seorangpun yang tahu, bahkan dokter federal yang ada di sana.
Dia membawa gerombolan sirkus ini, dan mereka tidak tahu apa yang terjadi.
Pergi lihat apa yang sedang terjadi. Hati-hati.
- Tetap di sini? - Ya, kami hanya menunggu.
Baiklah, bagus.
Tarik dia! Keluarkan dia dari sana! Ayo!
Tarik dia!
- Mundur! - Permisi.
Dia pingsan begitu saja. Hanya itu yang kami tahu.
- Sejenis gas kimia? - Tidak, itu tidak mungkin.
Batas area yang terpengaruh sudah ditetapkan.
Tidak berubah.
- Dokter, ini Dokter Susan... - Vurner. Seperti Turner, dengan huruf "V."
Epidemiologis, Yayasan Sains Nasional.
- Alan Chaffee. - MD?
Dia bernafas. Nadinya bagus. Aku pikir dia hanya pingsan.
Apakah Midwich terpengaruh dengan ini?
- Firasatku mengatakan ya. - Istriku ada di Midwich.
Kami sudah mencoba menghubungi selama enam jam. Tidak ada yang mengangkat telepon.
Bisakah seseorang mengambilkanku sampel darah dan urine?
- Berapa hasilnya? - 98.
Kau mau pergi? Oke, baiklah.
Tenanglah. Ambilkan dia selimut.
Apa yang terjadi?
Barbara?
Syukurlah. Kau baik-baik saja?
Sayang, kau tidak apa-apa?
- Aku kedinginan. - Baiklah. Ayo kita pulang.
Tidak.
Bapa di Surga...
... kami berdukacita atas mereka yang meninggal secara tiba-tiba...
... tanpa peringatan dan maksud yang jelas.
Kami mencari alasan dan tidak menemukannya.
Kami telah terbiasa dengan kekuatan sains...
Sehingga saat kami ditimpa bencana, kami bertanya kepada sains, "Mengapa?"
Tapi sains tidak bisa menjawab.
Jadi sekarang kami mengalihkan pandangan kami ke Surga...
... dan mencari ketenangan dalam kasih Tuhan yang tak terbatas.
Mari kita berdoa.
"Bapa kami yang ada di Surga..."
"... nama-Mu yang suci..."
"... kerajaan-Mu yang akan datang..."
"... ke Bumi seperti layaknya di Surga."
"Karuniai kami makanan sehari-hari..."
"... dan maafkan kami atas segala kesalahan..."
"... seperti kami yang memaafkan mereka yang bersalah kepada kami..."
"... dan jauhi kami dari godaan..."
"... dan jauhi kami dari kejahatan."
"Demi kerajaan-Mu, kekuatan-Mu..."
"... dan keagungan-Mu, selamanya."
"Amin."
Kau pernah dengar tentang Charles Fort?
Dia menulis buku "The Book of the Damned", tentang hal-hal yang tidak bisa dijelaskan.
Seperti katak yang jatuh dari langit, salju biru, hujan darah...
Kau menyarankan aku membaca bukunya?
Tidak. Hanya saja...
Terkadang misteri tidak terpecahkan.
Maksudku, bagaimana kalau sesuatu seperti ini terjadi lagi?
Aku tidak tahu. Apa yang akan kulakukan? Bisakah aku menghubungimu?
Tentu saja bisa.
Ngomong-ngomong, aku menyarankanmu membaca buku Sir Arthur Conan Doyle.
Sherlock Holmes pernah berkata:
"Ketika kau telah menghilangkan kemustahilan, apapun yang tersisa, walaupun tidak mungkin...
"... itu pastilah hal yang sebenarnya."
Ini tidak mungkin.
Kau melakukan kesalahan. Lakukan lagi.
Tidak masalah bagiku melakukan tes itu lagi...
Aku pernah merasakan ini di pagi hari. Ini hanya penyakit biasa.
h
ht
htt
http
http:
http:/
Melanie?
Apa masalahnya?
- Mungkin aku bisa membantu. - Tidak.
Kau tidak bisa.
- Itu mereka! - Hei, teman-teman!
Kami sudah kehabisan! Kami butuh tambahan lagi!
Hai, apa kabar?
Senang bertemu kalian.
Hai.
Ben, ini luar biasa.
Callie, lihat kemari dan tersenyum.
Ben, setelah setahun di Jepang...
... pernahkah kau berpikir kau harus terbiasa menjadi seorang ayah?
Halo, Dokter.
Aku bilang, "Halo."
- Sudah berapa lama kau berdiri di sana? - Sudah lama sekali.
Pembohong.
Jagoanku.
Mengapa kau menciumku seperti itu?
Aku ingin tahu terlebih dulu, jadi aku menggunakan alat pendeteksi kehamilan.
Sayang, kau tahu alat itu tidak bisa dipercaya sepenuhnya.
Dan itu sebabnya aku menemui Dokter Cornright hanya untuk memastikan.
Apakah kau akan membukanya?
Alan?
Hai. Kau punya waktu sebentar?
Tentu.
Semuanya positif.
Kau hamil.
Kami selalu berusaha, kau tahu.
Dengar.
Aku ingin mengatakan sesuatu padamu sebelum kau mendengarnya dari orang lain.
No comments yet. Be the first to leave one.