De første 200 linjer.
Se~No!! Fansubs
Black★Rock Shooter
Ato dore dake sakebeba ii no darou
Ato dore dake nakeba ii no darou
Mou yamete watashi ha mou hashirenai
Itsuka yume mita sekai ga tojiru
Makkura de akari mo nai
Kuzurekaketa kono michi de
Aru hazu mo nai ano toki no
Kibou ga mieta kigashita
Doushite?
Black Rock Shooter
Natsukashii kioku
Tada tanoshikatta ano koro wo
Black Rock Shooter
Demo ugokenai yo
Yami wo kakeru hoshi ni negai wo
Mou ichido dake hashiru kara
あとどれだけ叫べばいいのだろう
あとどれだけ泣けばいいのだろう
もうやめて わたしはもう走れない
いつか夢見た世界が閉じる
真っ暗で明かりもない
崩れかけたこの道で
あるはずもないあの時の
希望が見えた気がした
どうして
ブラックロックシューたー
懐かしい記憶
ただ楽しかったあの頃を
ブラックロックシューたー
でも動けないよ
闇を駆ける星に願いを
もう一度だけ走るから
Harus seberapa kencang lagi aku berteriak?
Harus seberapa lama lagi aku menangis?
Sudah cukup aku tak sanggup berlari lagi
Suatu saat dunia yang kuimpikan 'kan terutup
Di atas jalan hancur gelap
Tanpa cahaya yang kutapaki ini
Aku merasa melihat harapan
Dari waktu yang seharusnya tidak ada
Mengapa?
Black★Rock Shooter
Kenangan lama
Tentang saat ku masih bahagia
Black★Rock Shooter
Bintang yang menembus kegelapan
Tempatku menaruh harap sudah tak bergerak lagi
Akan kucoba sekali lagi untuk berlari
Episode 3
Luapan Air Mata Yang Tertahan
Bagaimana kabar Kagari-san?
Dia sekarang sedang istirahat di rumah.
Dia kelihatannya sudah sedikit lebih tenang.
Aku sampai kaget waktu itu.
Kagari!
Dia tertidur?
Dia mulai belajar berjalan lagi.
Sejak saat itu perasaannya seperti jadi lebih tenang.
Begitu 'yah?
Syukurlah!
Yomi sudah berjuang.
Maaf, Aku keceplosan.
Panggilanku tadi terlalu akrab, ya?
Tidak juga, kok.
Mato...
Hoooi!
Ah, Yuu.
Gimana, sih?
Sudah kuberitahu kalau kita ada meeting pagi ini.
Wah gawat!
Kita harus buru-buru!
Maaf, kita lari saja tidak apa-apa?
Ah, tidak usah pikirkan aku, silahkan duluan saja.
Tapi...
Sudahlah.
Kalian duluan saja.
Maaf, ya! Sampai nanti!
Nice shoot!
Kurang ajar!
K-Kohachi-senpai?
Tidak buruk, gadis kecil!
Sudah kuputuskan.
Mato!
Kau ditempatkan di barisan depan saat turnamen musim panas nanti.
Eh?!
Mulai besok bersiaplah latihan ketat sampai mati.
Selamat menghadapi mata kematian!
Kau berhasil, Mato.
Selain itu, sepertinya kau sudah berteman cukup dekat sampai bisa berangkat bareng dengan Kotori Asobi.
Mungkin...
Sudah-sudah! Jijik, ah.
Simpan itu untuk akhir pelatihan nanti.
Mudah-mudahan gak terlalu ketat.
Sejauh ini Kapten tidak tertandingi jika satu lawan satu.
Ngeri amat...
Kohachi-senpai lumayan kejam juga.
Setiap Aku mendengar decitan sepatunya dilapangan, sepintas terasa gugup-
Dia datang!
Tidak kesini?
Siapa itu?
Jangan-jangan dia sedang menyatakan cintanya?
Gak mungkin!
Waah, Kohachi-senpai merah malu-malu!
Liat gerakannya itu, mirip burung merpati!
Gawat!
Handuknya harus bawa berapa, ya?
Satu untuk mengelap keringat, satu untuk jaga-jaga jika aku menumpahkan sesuatu...
Oh iya, balsem...
Selamet!
Tadi malam aku tidak bermimpi.
Gadis itu...
Birunya air mata...
Di dalam birunya air mata, burung kecil terbang.
Burung-burung kecil terbang di langit penuh warna.
Oranye, warna senyum...
Pink, warna angin.
Biru, warna air mata.
Saat ia melewati dunia penuh warna...
ia mengambil setiap warna itu.
Burung kecil pelangi yang indah.
Tapi, sang burung kecil ingin melihat lebih banyak warna.
Perlahan, semua warna mulai bercampur...
hingga tidak murni lagi.
Dan kemudian...
Apa warna mata gadis itu pernah berubah, ya?
Hoh, Yomi?
Ah, Mato?
Maaf aku tiba-tiba meneleponmu, sebenarnya tidak ada hal khusus...
Tidak ada hal khusus?
Bisa saja alasanmu!
Bagaimana persiapan untuk pelatihannya?
Berat!
Tadi Yuu sudah mengirimiku email soal itu.
Isinya daftar tak berakhir tentang apa saja yang harus dibawa.
Dia terlalu khawatiran orangnya.
Mato dan Yuu-san sangat akrab, ya?
Ya, yang begini biasanya disebut "Teman nempel".
Kami sudah saling kenal sejak TK.
Begitu, ya.
Yuu itu sekarang sedang mencoba lebih dewasa, padahal dulunya anak aneh.
Heeh?
Dia itu seperti tidak bisa ditinggal diam.
Seperti waktu SD, dia kabur di tengah pelajaran.
Huh?
Ada apa, Yomi?
Ah, maaf! Aku menelfonmu waktu kamu sedang sibuk.
Tidak masalah, kok.
Tidak masalah apanya?
Sudah dulu, ya.
Nanti akan kukirimi email lagi.
Eh?
Ya...
Selamat malam.
Nih, Mato. Kantong muntah.
Ga butuh...
Hoi, benar baik-baik saja?
Eh? kamu siapa ya?
Aku Jamane.
Ah, Iya bener.
Maaf, aku tidak begitu baik menghafal wajah orang.
Sudahlah, muntah saja biar enakan.
Aku gak mau muntah!
Keras kepala!
Ayo, Mato!
Bagus sekali!
Hei, Kohachi.
Apa kau tidak khawatir memasukannya ke dalam tim?
Kenapa?
Kita ini mainnya team play, kan?
Dia tidak berbaur dengan lingkungannya, sih.
Masa?
Tidak akan masalah jika ada Jamane, kan?
Dengan Jamane?
Hoi! Pinggangmu tidak naik!
Datang!
Mato, ada apa?
Etto...
Mimpi yang aneh, ya.
Hmm, meskipun banyak orang yang muncul...
tapi kebanyakan bukan orang yang kukenali.
Orang yang di mimpiku sebelumnya juga tidak muncul.
Ah, jangan-jangan...
waktu itu Saya-chan pernah mengatakan ini, kan?
"Seseorang akan membantumu menanggung rasa sakit."
Jangan-jangan dia yang telah membantu menanggung rasa sakit Mato?
Wah... keren banget, kan?
Dia yang telah membantuku menanggung rasa sakit?
Keren 'sih, tapi aku tidak mengerti.
Lalu orang yang kadang-kadang muncul juga muncul.
Dia terkesan seperti ibu-ibu.
Ibu-ibu?
Kembaliin!
Enggak mau!
Ayolah, kembaliin.
Kasih lihat sisanya, ya!
Enggak mau!
Nanti saja, ya.
Kantor Konsultasi Mentari Pagi
No comments yet. Be the first to leave one.