Mark Rober's CrunchLabs

Mark Rober's CrunchLabs

Download Indonesian undertekster

Sæson 3

Udgivelsesinfo

Mark Robers CrunchLabs S03 NF WEB-DL AAC2 0 H 264-RAWR
En kommentar af tedi
Retail NF (9 eps)

Tags

webdl
Udgivet den: 2026-05-25
Downloads: 46
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Mana yang lebih merusak, lava atau laser?

Pertanyaan klasik itu akan dijawab

lewat adu eksperimen yang menguji tujuh objek,

mulai dari deretan botol kaca, berondong,

labirin logam, kaleng kacang,

korek api, kaleng butana mudah terbakar,

sampai perahu sungguhan.

Oh! Astaga!

Karena sebelumnya lava menang melawan asam,

sang juara bertahan berkemeja Hawaii

yang standar K3-nya meragukan, kembali lagi.

Kevin, si ilmuwan rumahan.

Lawannya, bersenjatakan laser,

adalah mantan guru IPA SMP yang mungkin sering muncul di Jimmy Kimmel Live!

melebihi Jimmy Kimmel sendiri, Science Bob Pflugfelder.

Kali ini aku tak cuma jadi penonton

karena ketujuh objek itu juga diuji dengan X-Factor pemusnahku

yang berbeda untuk tiap objek.

Misalnya, kaleng butana yang mudah terbakar ini

akan dijatuhkan ke baling-baling katana yang berputar 1.500 RPM

di ruangan kecil penuh api.

Dan seperti biasa, ledek-ledekan pun langsung pecah.

Aku suka proyek rumahan Kevin yang lucu.

Siap-siap kalah, Bob.

Jangan remehkan X-Factor.

Kau mau pakai ekskavator lagi?

Rasanya aku seperti Oprah karena yang menang dapat perahu.

Terakhir kau janjikan mobil, malah dibakar.

- Kau menang mobil? - Ya, tapi…

Kalau begitu, kita bisa…

- William! - Will kembali!

Di sini bau kentut. Ada yang kentut.

Kubantu kau keluar, Will.

William, kau tidak ada kerjaan lain?

Sebagai ganti datang tak diundang,

aku menyuruh William mencari kotak CrunchLabs

berisi seragam wasit cadangan.

Aku lupa soal itu.

Saatnya adu penghancuran tujuh objek.

Dimulai dari deretan botol kaca.

Ini laser 3.000 watt, berpendingin air, dan sangat kuat.

Suhunya melebihi lava.

Tapi cuma setitik.

Itu cukup.

Aku tak mau pakai kacamata!

- Harus pakai. - Oke. Maaf.

- Kita mulai. - Ya ampun.

- Wah! - Seperti gunung berapi mini.

- Gila. - Berasap!

Bob perlahan mengarahkan lasernya ke tiap botol, menyiapkannya…

Wah, wah.

…agar mudah dihancurkan.

Cara ampuh untuk memotong kaca.

Memang, apa lava bisa menandingi?

- Mari kita mulai. - Mantap.

Jika penasaran cara membuat lava,

cukup masukkan batu ke krus grafit,

panaskan hingga 1.649 derajat Celsius

sampai batu meleleh.

- Lihat itu. - Wah. Pasti panasnya luar biasa.

- Lava panas. Wah. - Wah!

Wah…

Wah!

Masih tersisa satu!

- Wah! Ngeri, tapi hebat. - Luar biasa.

- Juga jauh lebih cepat daripada Bob. - Kau benar.

Setelah api dipadamkan, kini giliranku.

- Menurutku Kevin menang. - Hei, aku belum maju…

Kurasa aku menang.

Mereka bakal menyesal meremehkan X-Factor.

Mereka tak tahu

saat memakai katapel besar berkaret empat,

bidikanku cukup tajam.

Aduh!

Sulit juga, ya? Percobaan pertama.

- Wah! - Bagus!

Dan, ya, katapelku akhirnya memecahkan semuanya.

Pemenangnya jelas. Kevin.

- Mantap! - Ronde berikutnya.

Usai lava mencetak poin pertama, kami lanjut ke ronde kedua

untuk menguji yang paling ampuh meletupkan berondong.

Bisa-bisanya tak ada yang kepikiran memasaknya pakai laser?

Padahal simpel, seperti otakmu.

Jangan hina pria yang punya laser skala militer.

Tiga, dua, satu…

Wah.

- Matang satu biji! Lihat! - Meletup?

- Ya! - Serius?

Sepertinya terbakar.

- Menjijikkan. - Cicipi dulu.

- Cuma agak hangus. - Lihat?

- Oh! Ada… - Oh! Hei!

Butuh waktu lebih lama.

Tapi waktu habis.

- Punya rencana, Kevin? - Tidak.

Pertama, tuangkan begini.

- Cerdik. - Astaga.

Seperti Guy Fieri.

- Lalu, tuang berondong di atasnya. - Wah!

- Oh, langsung banyak. - Oh, ya.

Lihat asapnya.

Itu melepas gas, lalu terbakar?

Ini salah satu hal tergila yang pernah kulihat.

- Itu mudah terbakar, ya? - Wah!

Berondongnya jadi!

Berondong Kevin jelas menang kuantitas…

Wajahku… Wah!

Uji rasa.

Tapi bagaimana kualitasnya?

- Kenyal. Oh! Wah. - Tidak. Tidak enak.

Kurang.

Sangat kurang.

- Rasa asap. - Tak enak.

Kini giliran X-Factor dan alat aneh ini.

Oke, sekarang giliranku.

Dengan ini, berondongnya akan cepat matang.

Cara kerjanya, biji jagung dimasukkan dari sisi atas,

lalu ditutup rapat dan dimasak di atas api kecil.

Tekanan udara pun melonjak

karena udara tak bisa mengembang sebagaimana seharusnya.

Tekanannya menekan balik biji jagung

bagaikan selimut yang membungkus rapat

hingga biji tak mengembang meski sudah cukup panas untuk meletup.

Begitu mentega dan garam dimasukkan ke kantong ini,

lalu tutup wadahnya dibuka…

Tiga, dua, satu!

…ribuan berondong langsung meletup

karena akhirnya bisa mengembang tanpa tertahan tekanan udara lagi.

- Wah! - Wah!

- Kocok sedikit… - Biar aku yang menilai.

- Enak juga. - Sangat enak.

Punyaku pun enak jika diberi bumbu.

- Coba saja. - Tunggu, jangan.

- Mark menang. - Bagus!

Kini X-Factor imbang dengan lava

jelang ronde ketiga, labirin logam.

Rencana Science Bob adalah memakai cermin

untuk terus memantulkan laser

menuju balon berisi gas mudah terbakar.

Cara tercepat lewat labirin? Pakai kecepatan cahaya.

Tiga, dua, satu, nyalakan.

Meski melewati labirin seketika,

cerminnya melemahkan kekuatan laser.

- Bob, tisu bakarmu tak menyala. - Bisa manual saja?

Hampir saja gagal…

Wah!

…tapi akhirnya meledak.

Kevin memilih untuk membalik labirin.

Tempuh jalan kita sendiri. Abaikan batasan dari masyarakat.

Lelehkan saja labirinnya…

Lekas berikan saja lavanya.

- Wah, istimewa. - Wah! Cantiknya!

Sudah tembus?

Lavanya sontak melelehkan dinding labirin yang menghalanginya.

- Wah! - Wah!

Wah!

Sisi ini juga bisa kulelehkan. Banyak cara melewati labirinnya.

Satu saja cukup.

- Keren sekali. - Bagus.

- Ini tak bisa dianggap melewati labirin. - Ya.

X-Factor-ku untuk labirin seharusnya sampai

sekarang.

Tepat waktu.

- Ini… - Anak itu tak muat di labirinnya.

…ponakanku yang manis, Kaylee.

Kaylee, apa isi kotaknya?

Peliharaanku, Squeaky.

- Squeaky bisa lewat labirin? - Bisa.

Letakkan pancingan di pintu keluar dan Squeaky pun beraksi.

Dalam sekejap, Squeaky menunjukkan keunggulannya.

Ayo.

Ayo, Squeaky.

- Putar balik! - Tak kusangka berhasil!

- Tidak! - Hore!

Ikut malu. Ini payah sekali.

Kaylee, bisa suruh Squeaky ke pintu keluar?

Bisa, tapi aku tak mau.

Kok, begitu? Ayolah.

- Tikus ini tak beres. - Teruskan.

- Ya! Itu dihitung finis! Jangan… - Tidak, harus seluruh badan.

- Dan… - Squeaky!

Yang benar saja!

Science Bob mencoba menghibur

dengan penjelasan ilmiah kenapa Squeaky ragu keluar.

Mamalia tak suka area terbuka karena itu tempat predator.

Mungkin ia merasa aman di dalam.

Mendengarnya,

kami buatkan jalur VIP yang tertutup untuk menuju keju.

Ayo, Squeaky.

Dan tak butuh waktu lama…

Berhasil. Hore.

Masuk baju Science Bob. Pasti lucu.

- Masuk celananya. - Ya, masuklah!

Kuminta keponakanku yang lucu menunggu…

Putuskan saja sesukamu.

…selagi kami menunggu keputusan William.

Tapi Kaylee cengeng, lo.

- Ini keputusan mudah. - Tatap mata Kaylee dulu.

Ya sudah. Semua menang.

Kau menang. Kau juga. Poin dianulir. Tak ada yang dapat poin.

Mark Rober's CrunchLabs subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Mark Rober's CrunchLabs

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left