De første 200 linjer.
BRUNCH -Sarapan -Makan siang
Makan malam
Ya.
Hai. Aku Judy.
- Roman. - Aku bekerja dengan Rocky.
Maaf.
Seperti melihat hantu. Maaf. Maaf.
Aku harus keluar.
Roman. Eric.
Kita belum pernah bertemu, tapi aku merasa mengenalmu.
Aku turut berduka.
Aku... aku ada kalau kamu...
Ya Tuhan. Wajahmu.
Sepertinya tidak-- Sebenarnya, sepertinya kamu
tidak berusaha bekerja. Tidak, malah terlihat--
Seperti kamu melakukan kebalikan dari tugasmu
padahal seharusnya mudah membatalkan
- akun saudaraku yang sudah meninggal. - Kamu mau ini?
- Aku tidak tahu. - Ma, aku tidak tahu.
Aku sedang telepon. Jangan tahan aku!
- Kamu mau ini? - Aku... Ma, tolong.
Jangan suruh aku tenang!
Aku sudah telepon hampir sejam--
- Halo? Sial! - Roman,
kamu mau aku simpan ini atau buang?
- Harus sekarang? - Kita tidak punya ruang,
tapi kalau kamu mau simpan semua--
Bisa besok saja, tolong? Kenapa?
Karena aku pulang besok.
Baik, tapi aku di sini, jadi biarkan saja.
Kamu akan bereskan seluruh apartemen ini?
- Ya. Ya. - Oh, hebat.
Aku lakukan sendiri-- Apa?
Aku rasa kamu tidak boleh tinggal di sini. Aku rasa
- ini tidak baik untukmu. - Ah, ayolah. Kamu tidak tahu
apa yang baik untukku, Ma. Kamu tidak pernah tahu
- apa yang baik untukku. Oke? - Baiklah.
- Kamu bercanda? - Kalau begitu lupakan.
- Aku tidak akan bantu. - Bagus.
- Kamu kerjakan sendiri. - Itu maksudku.
- Itu-- Pergi. - Aku kembali ke hotel.
- Jangan hubungi aku. - Bagus. Bagus untukmu!
Waktu habis!
Roman.
Kamu butuh bantuan.
Kamu butuh bantuan.
Ya, itu benar.
Halo, semua.
Sekarang jam tujuh, jadi mari kita mulai.
Aku lihat ada wajah baru hari ini,
jadi kupikir seru kalau kita berkeliling.
Sebutkan namamu,
sayuran yang huruf awalnya sama
dan satu hal yang tidak kamu rindukan dari kembarmu.
Charlotte. Carrot.
Aku tidak rindu Claire merebut pacarku.
Tidak, aku bercanda.
Aku bercanda. Kita tidak usah berkeliling.
Tapi Claire, dia memang merebut pacarku.
Dia tidak bisa membedakan kami. Tapi tetap saja, kan?
Aku rindu tawanya.
Kami selalu tertawa bersama.
Kami pernah bicara soal membawakan rutinitas Abbott dan Costello.
Tapi aku terlalu malu.
Jadi aku bilang pada diriku aku akan coba stand-up.
Ya, dan aku akan mencoba lelucon pada kalian,
jadi mohon sabar.
Oke, siap? Baiklah.
Angkat tangan kalau kamu punya kembar.
Oke.
Penonton yang bagus.
Kamu tahu, banyak orang selalu bertanya,
"Siapa yang lebih tua?"
Aku, sekarang dia sudah meninggal.
Sebagai kembar, rasanya kamu menyerap perbedaan
antara dirimu dan separuhmu.
Claire yang supel, Claire yang cantik,
Claire yang kena klamidia.
Aku sangat kesal
saat dia kena klamidia tanpa aku.
Kami seharusnya melakukan segalanya bersama.
Oh, jangan makan itu. Rasanya seperti biji.
Mm, aku suka biji.
Oh.
Mm.
Ya Tuhan, itu buruk sekali.
Kamu, uh...
Aku...?
Oh, hanya-- Kamu bilang kamu suka biji, jadi...
Rocky, saudaraku, gay.
Kembarmu?
Um... Tidak.
Baik.
Aneh, ya?
Uh, epigenetika.
- Uh... - Hal-hal yang kamu warisi di luar DNA.
Itu bisa menjelaskan perbedaan
antara kembar identik.
Huh.
Hei, kamu mudah mabuk mobil?
- Kadang. Kenapa? - Oh.
Rocky selalu harus duduk di depan
waktu kami kecil, dan...
Aku tidak tahu, aku pikir
mungkin itu ada hubungannya dengan gen gay.
Kalau memang ada.
Bukan berarti ada.
Itu hanya ide. Aku bukan ilmuwan.
Um, yah, ada gen gay.
Uh, kami melihat oranye sebagai biru dan biru sebagai oranye.
Itu sebabnya banyak homoseksual
- di industri mode. - Oh. Lihat?
Nah, itu dia.
Maaf, kamu tahu aku bercanda, kan?
Itu tidak benar.
Ya. Tidak, aku tahu.
Oke.
Aku D-- uh, aku Dennis.
Roman.
- Siapa nama kembarmu? - Kamu lapar?
- Maaf, apa? - Maaf. Aku hanya mau tanya
kamu suka sandwich? Lupakan.
Kamu yakin tidak mau?
Mm, aku baik-baik saja.
- Aku lupa sudah makan. - Mm.
Aku tidak minum kafein karena itu berefek padaku.
Lalu Brad mengenalkanku pada teh. Teh herbal.
Brad itu pria yang aku cintai dulu di New York.
Lalu suatu hari, aku temukan video cabul dengan kambing
- di riwayat browsernya. - Wah.
Aku coba buat dia mengaku, tapi aku menghindari konflik,
jadi saat makan malam, aku pesan keju kambing di hidangan,
atau sekali waktu saat dia mengisap leherku, aku mengembik...
Melihat reaksinya. Jadi aku tahu dia tahu aku tahu.
Mungkin itu sebabnya dia putus denganku.
Dia yang memutuskanmu?
Mm. Dia lebih pantas.
Aku tidak tahu apa-apa tentang pacar Rocky.
Kami tidak banyak bicara soal itu.
Kamu bicara soal apa?
Kaos kaki.
- Kaos kaki? - Semua kaos kakiku bolong.
Kupikir karena aku lupa potong kuku kaki.
Rocky bilang karena aku belanja di Walmart.
Itu percakapan terakhir kami.
Aku turut sedih.
Bukan salahmu.
Jadi, kamu tinggal dengan saudaramu?
Uh, tidak. Ya, waktu kuliah.
Mm. Rocky kuliah. Aku tetap di Moscow.
Moscow, Idaho?
Kamu tahu yang lain?
Moscow lain?
Aku harus keluar dari basement ibuku.
Dia mulai menagih sewa.
Hmm. Dan bagaimana dia menerimanya?
Tunai.
Bagaimana perasaannya?
Dia agak gila.
Rocky anak kesayangannya, jadi...
Mm. Aku bukan favorit siapa pun.
Rasanya jadi kembar malah merugikan aku.
Aku tidak butuh orang lain waktu kecil, tapi sekarang...
rasanya aku tidak bisa punya teman sama sekali.
Sekali, dua kali seminggu tidak cukup.
Aku ingin selalu bersama. Aku terlalu butuh.
Aku benci melakukan hal sendiri.
Masak, buka surat,
- lipat cucian. - Ya.
Jauh lebih cepat berdua.
Benar? Maksudku, jujur,
siapa pun yang menciptakan seprai karet
harus dihukum cambuk. Dan bukan yang menyenangkan.
Kamu mengerti aku.
Rocky!
Lama tidak bertemu. Apa kabar? Kamu potong rambut?
Oh. Uh, ya.
Ini kebetulan sekali.
Aku benar-benar memikirkanmu belum lama ini.
Aku baca artikel tentang ada kata dalam bahasa Jepang
untuk orang yang meninggal di apartemen...
- Mm. - ...dan butuh waktu lama
butuh waktu lama ditemukan-- Bisa bertahun-tahun.
Kebanyakan pria tua.
Itu masalah besar di sana.
Ah, itu mengerikan.
Bukankah begitu?
Bagaimanapun, kupikir kamu sudah tahu
karena kamu pernah tinggal di Tokyo, kan?
Ya. Benar.
Ya, apa kata itu tadi?
Oh, uh...
"Ahtoatushi."
Itu terdengar tidak tepat.
Halo?
Hei. Ini Roman.
Mau belanja bahan makanan denganku?
Hei, bagaimana tahu lemon sudah matang?
Uh, warnanya kuning. Lemon mentah hijau.
Lalu kenapa banyak yang hijau di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.