De første 200 linjer.
Halo. Senang bertemu denganmu.
- Senang bertemu denganmu. - Silakan perkenalkan dirimu.
Halo, aku ayah Min Ha,
Yoo Se Yoon.
Min Ha mirip denganmu.
Kukira dia akan lebih tidak mirip denganku saat tumbuh dewasa,
tapi yang sebaliknya terjadi, jadi, aku sangat khawatir.
Sepertinya dia tidak menyukainya.
Mendengar dia mirip ayahnya?
Dia mengakuinya, tapi tidak suka mendengarnya.
Kapan kamu menyadari
bahwa dia memang putramu?
Kamu tahu bagaimana aku biasanya membuat
komentar sarkastis?
Terkadang dia melakukan itu kepadaku.
"Agak canggung untuk memarahinya"
- Nada suaranya... - Apa yang kamu katakan padanya?
Aku membuat komentar sarkastis lain dan berkata, "Kamu memang putraku."
"Ayah dan anak saling membuat komentar sarkastis"
Sekarang dia kelas enam!
Dia akan masuk SMP tahun depan.
Kudengar dia dalam masa pubertas.
Aku tidak akan bilang dia bertingkah,
tapi dia mengungkapkan pendapatnya sendiri sekarang.
Jadi, aku senang dengan itu.
Ada kalanya aku sadar dia benar tentang sesuatu.
Dan terkadang putraku menerima
bahwa aku benar
setelah diskusi panjang.
Kamu menonton beberapa episode The Return of Superman?
Tentu saja.
Sebagai ayah yang memiliki putra,
aku sering menontonnya,
berharap aku juga tampil di acara itu.
Beberapa orang tua di acara ini muncul bersama anak-anaknya
saat mereka bahkan terlalu kecil untuk bicara.
Aku sangat merindukan masa-masa itu.
Andai aku lebih sering memeluknya dan lebih sering bersamanya.
Pasti menyenangkan
jika aku tampil di acara ini dengan putraku saat itu.
Bagaimana kalau punya anak kedua?
- Anak lagi? - Kamu berencana punya anak?
Belum,
tapi aku mau jika kami dianugerahi anak.
"'Kami menantikan kabar darimu.' oleh Kru Produksi"
Aku seorang ayah,
tapi orang lebih memandangku sebagai komedian
daripada seorang ayah.
Jadi, sekarang, sebagai narator di sini,
aku ingin
menonton klipnya lebih sebagai ayah daripada komedian.
Mari mulai acara hari ini
sebagai ibu dan ayah.
Aku akan makan pisang.
Kamu ingin memakannya sekarang?
Ya. Bagaimana dengan apel itu?
Baiklah. Aku akan memotongnya untukmu.
Itu untuk anak-anakku, jadi...
"Dia mengeluarkan peralatan dapur yang bersih"
Apel ini tampak sangat manis, Na On.
Kurasa Coco ingin memakannya juga.
Coco dan Rooney. Kalian juga mau ini?
- Mereka menunggunya dengan tenang. - Ini.
Mereka manis sekali.
"Dia mencuci pisau dan talenan di dalam air"
Aku sudah mencucinya. Sekarang ini akan disterilkan.
"Aku ingin segera memakannya"
"Beberapa saat kemudian"
"Peralatan makannya sudah menjadi steril"
Ini sudah disterilkan.
Ayo makan camilan!
"Aku sangat bersemangat!"
Dia sangat bersemangat dengan camilannya.
Kita akan naik kereta nanti.
- Kamu tahu tujuan kita, bukan? - Ya.
- Mokpo? - Ya.
Bulan madu kita.
"Benarkah?"
Bulan madu?
Benar juga. Mereka mengadakan pernikahan.
Benar.
Mereka akhirnya pergi berbulan madu.
Itu sangat manis dan menggemaskan.
Saat kita berbulan madu,
kamu akan mengambil fotoku yang bagus, bukan?
Ya.
Makanlah agar kita bisa pergi ke Mokpo.
Kita akan terlambat.
Mari ambil barang-barang kita sambil makan.
The Return of Superman Episode 384.
"Ayo Pergi Ke Mana Saja Sekarang Juga."
"Tujuan mereka adalah..."
Bulan madu Na On dan Sang Hyun.
Haruskah kita pergi ke Mokpo?
Ada laut biru dan alam yang indah.
Ini tempat sempurna untuk perjalanan romantis bersama anak-anak.
"Tempat ini akan memberi mereka bulan madu yang indah"
"Kota pelabuhan romantis, Mokpo"
Karena kami sedang berbulan madu,
potret kami, Na Gyeom.
- Baiklah. - Pemotretan.
Pilih bagaimana kamu ingin memotretnya.
Ini foto-foto bulan madunya yang asli.
Mereka mencoba memilih referensi.
"Berpikir keras"
- Yang ini. - Seperti ini?
Kamu ingin berpegangan tangan?
Ini kameranya, Na Gyeom.
- Ambil dari sudut ini. - Baiklah.
- Dia memberi tahu sudutnya. - Bagus.
Bagus.
Na Gyeom adalah fotografer di sini.
Dan Hee Seong itu apa?
Dia lebih seperti tamu yang tidak diundang.
"Minggir, Hee Seong"
- Minggir, Pak. - Dia seorang "Pak" sekarang.
"Dia tidak peduli"
Keluar dari sorotan kamera.
"Aku tidak mau"
"Bingung"
Tolong minggir.
"Baiklah, akan kulakukan"
Potretlah sekarang, Na Gyeom.
- Dia hanya mengambil satu. - Apa itu tadi?
- Kamu mengambilnya? - Ya.
Coba kulihat.
Hei, apa ini?
Astaga.
Tapi mereka terlihat agak seperti foto referensi.
Lagi.
Kita berdua berjalan di pantai.
Satu, dua,
- Lihat ke kamera. - tiga!
Kurasa dia tidak suka Hee Seong masuk dalam bingkai.
"Dia perlahan mendekati mereka"
Hee Seong, tolong tunggu di sini.
Satu, dua, tiga.
"Masuk"
"Pencuri Perhatian"
Hee Seong ingin bersama mereka.
- Seperti ini. Lagi. - Setelah pertimbangan matang...
"Permisi!"
Ayolah.
"Dia sudah menyerah"
Satu, - Lihat Ayah.
dua, tiga.
"Dan si pengganggu foto itu tidak berhenti"
Hee Seong ada di foto itu atau tidak?
Seluruh kepalanya ada di dalamnya.
- Kamu benar. - "Seluruh kepalanya".
"Pencuri perhatian, Bintang foto ini adalah aku"
Tidak ada foto yang terlihat cukup bagus.
Na On!
Aku akan pergi sampai ke tepi.
Dia pasti kesal.
Ada apa dengannya?
- Na On! - Dia harus membuatnya merasa lebih baik.
Na On!
"Datanglah ke Ayah"
"Ayah!"
"Dia berlari ke arahnya"
Itu membuatnya cepat merasa lebih baik.
"Pencinta ayah meleleh dengan cepat"
Ayo ke tempat berikutnya.
Na Gyeom, Na On, Hee Seong.
Tetap di sini.
Dengan punggung membelakangiku.
Apa yang ingin dia lakukan?
"Apa yang dia siapkan sampai meninggalkan kita di sini?"
Dia mau ke mana meninggalkan anak-anak di sini?
Sepertinya dia menyiapkan sesuatu.
Apa dia berencana mengejutkan mereka dengan hadiah?
"Terengah-engah"
Apa itu?
"Mau ke mana dia dengan langkah hati-hati?"
Itu Skywalk.
Laut yang terlihat melalui celah logam sangat menakutkan.
Itu membuatmu merasa seperti akan jatuh ke laut.
Kamu harus berjalan sejauh 54 meter
sampai kamu bisa melihat pemandangan panorama Mokpo.
Akankah Trio Yoon bisa menyeberangi jembatan itu?
"Akankah Trio Yoon bisa menikmati pemandangan panorama Mokpo?"
Sang Hyun berdiri di ujung.
"Sampai"
"Kapan"
"Kita menunggu?"
Ayah sudah bersembunyi!
Ayah!
Ayah di sana!
"Kapten Gyeom yang pertama berlari mendatangi Ayah"
- Dia tidak tahu. - Belum.
- Kemarilah! - Dia sangat pemberani.
- Dia melihatnya sekarang. - Astaga.
"Apa ini?"
Dia melihatnya sekarang.
Dia tidak bisa melangkah.
Aku akan terlalu takut menyeberanginya.
- Aku juga. - Itu membuatku pusing.
"Na On juga tahu tentang tempat berjalan itu"
Itu membuatnya menangis.
No comments yet. Be the first to leave one.