B.A. Pass

B.A. Pass

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

B A-Pass-2012-Semua-BluRayRip-BRRip-BDRip
En kommentar af EveryAgent

Tags

bdrip
brrip
bdr
BluRay
BDR
Udgivet den: 2019-03-01
Downloads: 44
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Penerjemah: Dimas Daffa Yanuardi a.k.a EveryAgent A Member of IDFL™ SubsCrew

--- Terima Request Subtitle Berbayar --- 087784989595 or PM me

Kehilangan kedua orangtua dalam kecelakaan terasa seperti mimpi.

Hanya saja, tidak ada orang untuk disalahkan.

Chhoti.

Sudahlah, tidak usah buat teh lagi.

Apa mereka benar-benar berduka atau apa?

Kini cuma ada keluarga dekat saja.

Kakek, bibi..

Chhoti menangis di kamar mandi, beri dia air.

Biar kuurus tehnya.

Sampai ia tamat kuliah...

...Mukesh tetap tinggal bersamamu.

Ayah mertua, aku ada pekerjaan touring.

Putrimu yang mengelola rumah ini.

Aku ikuti saja apa keinginan kalian.

Papaji, kami belum berani punya anak kedua.

Kami kekurangan tempat dan prasarana...

Tidak ada yang disembunyikan darimu.

Dia sudah seperti putraku sendiri.

Namun, bagaimana caraku bertanggung jawab?

Aku paham...

...putraku seharusnya bertanggung jawab atasku.

Namun ia hanya memberiku uang.

Jangan khawatir, akan kuurus dana tambahan...

...dari dana pensiunku.

Namun, ia adalah tanggung jawab yang harus kita bagi.

Aku takkan pergi ke Delhi. Aku akan tetap di sini.

Menjaga Sonu dan Chhoti.

Diilhami dari Cerita Pendek "The Railway Bibi" - Karya Mohan Sikka

Ambilkan mentega.

Segera datang!

Tidak sarapan, Mukesh?

Kuliah sudah mau dimulai.

Makannya sudah cukup untuk orang menumpang.

"Aku ditawari kursus paling membosankan di universitas."

'B.A Pass.'

Kenapa kau diam saja di situ?

Mau hirup asapnya?

Kau mau apa?

Kau selalu butuh sesuatu.

Bibi.. Aku butuh uang.

Untuk mencetak brosur.

Kursus pribadi untuk anak sekolah.

Kuganti saat dapat kerja.

Tidak ada salahnya bermimpi.

Bagaimana jika kau tak dapat uangnya?

Kakekmu tak memberi banyak uang!

Jangan buang-buang uang.

Apa kau tidak tahu papan catur menarik perhatian roh?

Tunggu! Kugeledah dulu tasmu!

Apa aku mirip pencuri?

Nak, ini Delhi! Semua orang di sini pencuri!

Jika beruntung, kau dirampok.

Jika sial, kau akan dibunuh lalu dirampok.

Kasparov.

Hilangkan wajah polosmu itu!

Kutangkap pencuri peti tiap harinya.

Hei! Berhenti!

Apa yang kau curi?

Pasti kau mencuri sesuatu.

Apa?

Gigi emas mayat? Mungkin cincin berlian?

Ayo, ikut aku.

Pious! Perlu tambahan satu hari untuk membuat satu peti?

Dia orangnya, Johnny Bhai!

Selalu datang kemari dengan papan catur!

Ayo, Kasparov..

Duduk.

Kasparov bermain bagai banteng!

Karpov adalah yang cerdik!

Mari.

Keluarkan papan caturmu!

Kenapa kau lama?

Para wanita sudah mulai datang.

Bersihkan diri, rapikan penampilanmu.

Kami mengadakan arisan.

Semua wanita ada di sini.

Ya! Sarika juga ada di sini!

Sarika, suamiku beri salam.

Halo.

Jadi, Mukesh!

Kau bekerja begitu keras.

Kapan-kapan mampirlah untuk membantuku.

Jadi, kapan kau bisa mampir?

Tn. Khanna tidak terlalu membantu di rumah!

Dia hanya suka membuatmu malu! Jangan memerah begitu.

Sarika ingin memberi sekeranjang apel!

Cepat ambillah.

Akan kuambil nanti Minggu.

Buatkan teh panas, Nak.

Sarika menelpon lagi perihal apelnya.

Besok libur, pergi ambillah.

Dengar, suaminya adalah atasan pamanmu.

Saat orang seperti mereka menghubungimu...

...meski hanya untuk memungut sampah, berterima kasihlah.

Dan ia ingin mengirim sekeranjang apel!

Jangan ditunda.. Pergilah esok.

Minta saja jika ingin roti lagi.

Amit! Bangun, Nak.

Sudah siang.

Kau belum berangkat?

Habis ini aku pergi..

Apa Ny. Sarika ada di rumah?

Siapa yang menelponmu? Tidak ada yang namanya Sarika.

Kau mau apa?

Aku keponakan Ny. Verma.

Aku datang untuk sekeranjang apel.

Dengar aku baik-baik.

Dia penyihir! Penyihir jahat!

Ular di dalam tubuh wanita!

Tidak ada apel di sini. Sudah kubuang semua!

Sekarang pergilah!

Tidak ada orang di rumah, pergi!

Waspadalah terhadapnya!

Sekarang mungkin masih hormat tapi nantinya kau akan memakiku.

Waspadalah! Kau takkan bisa lepas darinya!

Pergi! Lari!

Biji!

Sudah kubilang jangan buka pintu untuk orang tak dikenal!

Bisa saja seseorang akan membunuh dan merampok kita kelak.

Tutup pintunya.

Boneka?

Punyaku. Ayahku bekerja untuk pelayanan luar negeri.

Aku telah kunjungi banyak negara saat kecil.

Duduk.

Pammi tidak memberitahu namaku?

Sarika.

Kenapa kau selalu lakukan pekerjaan rumah?

Kau tidak punya teman?

Apa masalahnya?

Aku membuatmu gugup?

Kau bukan anak kecil lagi.

Nanti ada yang mengira aku berbuat tidak senonoh.

Siapa?

Biji.

Dia sedang tidur.. Bahkan suara bom tidak akan membangunkannya!

Aku datang untuk sekeranjang apel.

Kebetulan sekali kau datang hari ini, masih tersisa satu kotak lagi.

Suamiku memberikannya ke orang lain pagi ini.

Akan diantar lagi dari taman milik saudaraku di Shimla.

Rambutmu tebal seperti rambut perempuan!

Sisir dengan benar atau potong!

Berbaring.

Kau berpura-pura untuk tidak takut!

Kau sedang terburu-buru? Ada janji di tempat lain?

Halo../ Pammi, aku Sarika.

Kusuruh Mukesh ke pasar untuk ambil pesananku.

Kau keberatan?

Tidak.. Sama sekali tidak!

Dia jarang melakukan apapun usai pulang kuliah.

Sudah kuajarkan semua padanya supaya ia tak cuma duduk di rumah.

Supaya ia tidak malas.

Tetapi pastikan ia berikan jumlah uang yang benar!

Terima kasih, Pammi. Bicara lagi nanti.

Bibimu telah mengajarimu berbelanja dan akan kuajarkan sisanya!

Mandilah.

Sudah.. Pagi tadi!

Mandilah lagi.

Gigit aku.

Gigit sampai berbekas!

Kau terlalu terburu-buru, Nak!

Matilah ratumu!

Kau ada kemajuan.

Namun jalanmu masih panjang.

Skak!

Cekik aku!

Potong rambut dan beli pakaian bagus.

Dasar perawan! Kau telah menjadi pelacur!

Mukesh - Pengajar Pribadi

Udara di Delhi kotor! Lihat gaya rambutnya?

Kakekmu belum mengirim uang bulan ini.

Dapat sepatu dan pakaian baru--

Aku dapat uang kuliah.

Dia berbohong.

Belum ada permintaan untuk pengajar kuliahan!

Kuperoleh dari pustakawan universitas.

Letaknya beberapa blok dari sini.

Kau mau ke mana di hari libur?

Aku harus mengajar.

Ashok ada di rumah.

Tetap buka telinga dan mata, tapi jangan bicara.

Ia mengekangku! Tetapi aku tidak bodoh! Dengar aku?

Biji! Diamlah atau kau akan masuk kamar!

Dia selalu ke rumah saat kau tidak ada!

Dia terlambat pergi ke kelab hari ini.

Harus kubelikan kau ponsel.

Jangan lupa tagihannya.

Siapa dia?

Keponakan Ny. Verma, anak yang ringan tangan.

"Malam itu aku tidak bisa kembali ke rumah Sarika."

"Aku dalam perjalanan kembali ke kota asalku, Tohana."

Sonu dan Chhoti adalah tanggung jawab kita...

...tetapi kebutuhan berkata lain.

Mukesh, cepatlah tamat kuliah. Semua mengandalkanmu.

Kita harus mengirim Chhoti dan Sonu ke panti khusus wanita.

Pammi sudah terlalu terbebani.

Sonu... Chhoti... Cepatlah.

Sudah mau malam.

Jangan cemas, kakakmu akan sering berkunjung.

B.A. Pass subtitles in other languages

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left