De første 200 linjer.
Satu, dua, tiga, empat,
Lima, enam, tujuh.
Delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh delapan, sembilan, sepuluh.
Maxx? Maxx?
Halo, Maxx?
Maxx, halo?
Apa kau disana?
Ya.
Apa itu terdengar jelas?
Lumayan.
Oke.
Jadi...
Apa tadi kau bilang?
Aku tidak bilang apa-apa.
Kau hanya akan berikan aku semacam alasan sampah...
...tentang kenapa kau tidak di sini.
Halo?
- Apa kau mendengarkan? - Ya, T, maaf.
Aku mencoba melinting ini sebelum memulai sifku.
Melinting apa?
Kupikir kau bilang berhenti merokok.
Itu tidak benar.
Aku mengatakan itu? Itu tak terdengar seperti aku.
Ya, kau mengatakan itu.
Kau bilang itu memberimu kecemasan.
Tidak, tidak, tidak. Itu Adderall.
Itu sebabnya aku butuh ganja. Itu menenangkan aku.
Oke, Maxx. Terserahlah.
Jadi...
Siapa saja yang datang?
Semua orang.
Callie?
Ya.
Oren?
- Julius? - Ya, Maxx.
Semuanya datang kecuali kau.
Apa masalahmu?
Apa ini lucu untukmu sekarang?
Dengar, Tia, aku tahu aku harusnya datang,
Tapi aku sudah bilang padamu aku harus kerja musim panas ini.
Ya, itu benar.
Tapi kau tidak bilang kau akan bekerja...
...di kota kecil dan tempat terpencil,
Dan jika kau takkan membalas semua SMS atau teleponku,
Aku mencoba untuk hubungi aku kembali.
Aku tidak bisa, T. Di sini hampir tak ada sinyal.
Aku sudah katakan itu padamu...
Astaga, Maxx! Itu omong kosong.
Permintaan maaf dan alasan? Itu tidak mengubah apa-apa.
Kenapa kau tidak bicara denganku?
- Aku bicara denganmu. - Apa salahku?
Maxx, aku bahkan tidak memintamu macam-macam.
Kau hanya perlu datang.
Aku hanya mau kau tepati janjimu sekali saja,
Tapi kau bahkan tak peduli, bukan?
Ini ulang tahunku.
Semua temanku datang tapi tidak denganmu.
Dengar, T....
Aku minta maaf, oke?
Aku...
Aku tahu. Aku harusnya mencatat tanggalnya.
Aku tak bermaksud untuk ini terjadi. Aku hanya...
Aku tidak suka dengan tempatku berada sekarang.
Dan...
Entahlah. Aku rasa aku tak pandai berhubungan dengan seseorang.
Musim panas ini juga berat untukku, T. Kau tahu?
Dan aku tidak tahu kenapa atau bagaimana aku terus lakukan ini padamu,
Tapi aku... Aku minta maaf.
Oke?
Aku minta maaf.
Tia, kau tak apa?
- Hei, ya. - Kau akan kembali?
Ya. Aku segera ke sana.
Apa itu dia?
T, aku...
Oke, aku tahu aku mengacau dan aku...
Aku hanya...
T, kau tahu aku mencintaimu.
Jangan, Maxx.
Pokoknya jangan.
Kita tahu itu tidak benar.
Malam.
Bagaimana kabarmu malam ini?
Malam meriah lainnya di Sunset Inn, ya?
- Ada yang bisa aku bantu, pak? - Aku harap begitu.
Apa kau punya kamar kosong?
Biar aku lihat apa yang bisa aku lakukan.
Jadi, siapa yang kau buat marah hingga harus bekerja sif malam?
Tidak ada. Aku memang memintanya.
Sungguh?
Kau masih sekolah?
Tidak. Hanya...
Ya, maksudku, sesuatu seperti itu.
Ini biasanya lebih hening.
Setidaknya di kebanyakan malam.
Dan jika kau bisa berbaik hati,
Aku ingin meminta kamar enam jika itu kosong.
- Kamar enam? - Jika itu kosong?
Ini tidak terlihat begitu ramai saat aku datang,
Tapi aku tahu bagaimana hotel besar sepertimu selalu penuh pesanan.
- Jadi, berapa orang... - Apa Deb ada malam ini?
- Permisi? - Deb.
Wanita tua pemilik tempat ini?
Apa dia ada?
Ayolah. Kau tahu sekarang jam berapa?
Deb pergi dari beberapa jam lalu.
Ya, aku rasa itu masuk akal.
Kapak perang tua itu pasti sudah hampir 90 tahun sekarang, bukan?
Ya. Sesuatu seperti itu.
Percaya atau tidak,
Aku habiskan lebih dari beberapa malam di sini,
Duduk di balik meja ini,
Dengan wanita tua itu terus mengawasiku.
Dia dulu mengawasiku seperti elang.
Sungguh?
Jangan bilang padaku itu masih satu handuk per tamu?
Ya. Aku takutkan begitu.
Sangat barbar.
Jika bisa, wanita tua itu akan sewakan seprainya secara terpisah.
"Akan ada tagihan ekstra untuk itu."
Bagaimana keadaan suaminya?
Tidak baik?
Tidak baik. Ya.
Sampaikan salamku pada Deb.
- Berapa banyak tamunya? - Hanya aku dan...
"Bicara soal setan, maka dia akan muncul."
Itu adikku.
Kau pasti melihat kemiripan keluarga kami.
Tunggu sebentar, oke?
Jalan.
Maaf soal itu. Saudara, benar?
Jadi, apa semua sudah beres? Bisa aku minta kuncinya?
- Tunai atau kredit? - Tunai, tolong.
Dan KTP.
Ya, jadi...
Aku tidak membawanya, tapi aku janji padamu,
Jika kau beritahu Deb kau sewakan kamar pada Red,
Dia takkan keberatan.
Ka bilang kau pernah bekerja di sini sebelumnya.
Ya.
Ya? Kau tahu peraturannya.
Kau tak bisa memesan kamar tanpa KTP, jadi...
Aku rasa kau bisa usahakan itu.
Dengar. Aku tahu peraturannya.
Aku pernah kerja di sini sebelumnya.
Dan aku kenal Deb.
Aku dan adikku sedikit jauh dari rumah.
Kami butuh tempat untuk istirahat, dan juga tempat untuk makan,
Dan aku janji, kami akan sudah pergi besok.
Aku mohon.
Aku mengemudi semalaman.
Aku akan membunuh seseorang. Aku bersumpah demi Tuhan, oke?
Jangan buat aku bangunkan wanita tua yang sakit...
...di jam selarut ini,
- Hanya untuk kamar motel yang buruk. - Oke, oke, oke!
- Oke, oke. - Oke.
Maaf.
Jadi...
Ya. Kamar enam?
Aku mohon.
Tarif utuh dan dibayar dimuka,
Lalu aku hubungi Deb besok pagi.
Setuju.
Apa...
Apa Melman's di ujung jalan masih buka selarut ini?
Seharusnya masih. Ya.
Bagus. Dan...
Ini.
Terima kasih.
Ini kuncinya.
Terima kasih untuk kebaikanmu.
Nikmati masa menginapmu.
Kau bahkan takkan tahu kami di sini.
Apa yang aku bilang...
- ...sebelum aku keluar dari mobil? - Red, aku bersumpah...
Apa yang aku bilang sebelum aku keluar dari mobil?
Kau memintaku tidak beranjak.
Dan apa kubilang padamu sebelum kita tinggalkan Drink?
Kau minta aku mendengarkanmu.
Ya. Dan apa kau bilang?
- Aku bilang akan mendengarkanmu. - Ya.
Ka bilang akan dengarkan aku, karena jika tidak...?
Karena jika tidak, itu buruk.
Jadi kenapa kau keluar dari mobil?
Karena aku takut.
Ya.
Ya, itu...
Malam ini belum berakhir.
Red.
Hei, hei, hei. Lihat aku.
Lihat aku. Aku butuh kau di sini...
Dengarkan aku!
Berhenti bermain dengan tanganmu, dan dengarkan aku.
Ini kuncinya.
Buka kamarnya, ganjal pintunya,
Kau datang ke sisi sini, lalu bantu aku dengan kakinya.
Oke? Oke?
Oke? Kita harus perhitungkan ini dengan benar.
Sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.