Victorious

Victorious

Download Indonesian undertekster

Sæson 2

Udgivelsesinfo

Victorious-S02E01-13-COMPLETED-NF-WEBRip
En kommentar af GreenLantern
Eps 1-13 | dari Netflix untuk rilisan WEBRip Netflix | www.zdndroid.com

Tags

webrip
web
BRip
Udgivet den: 2020-12-25
Downloads: 109
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 188 linjer.

Tunggu sebentar.

- Ada yang nadanya sumbang. - Benar. Siapa orangnya?

Dua petunjuk, Robbie dan Shapiro.

Nadaku tidak salah.

Seluruh hidupmu salah!

Mungkin orang itu adalah Tori.

Hei.

Suara Tori tak sumbang.

Kau sempurna, nadamu sungguh indah.

Si tampan ini menganggap aku sempurna.

Jangan buru-buru. Ini tentang PR kalian.

- Untuk Full Moon Jam? - Benar.

Kalian harus buat lagu dan penampilan kalian...

...mendapat sepertiga nilai semester kalian.

Kami harus bernyanyi solo?

Boleh solo atau berduet dengan seseorang di kelas ini.

Namun, hanya tampil solo atau duet.

Bagaimana dengan kami?

Tidak!

Kuartet tidak boleh.

Tori, apa kita berduet saja?

- Aku memilih Tori lebih dulu! - Aku yang lebih dahulu.

- Astaga. - Kau bercanda?

Kau yang terakhir.

Hei. Kalian tak bisa begitu saja memilihku.

Aku bukan kursi depan van mini milik ibu kalian.

Aku tak pernah punya Ibu.

Aku akan bernyanyi solo.

Kalian paham?

- Seperti serigala. - Dia berjalan sendirian.

Nadamu sumbang.

Tori.

Hai.

- Ryder. - Aku tahu namamu.

Ryder.

Aku ingin tahu mungkin kau...

Dengar, aku tak bisa bernyanyi duet denganmu.

Tidak, bukan itu pertanyaanku.

Bukan?

Aku ingin tahu mungkin kau ingin berkencan denganku.

Atau mungkin aku harus...

Tidak, tunggu!

Aku mau berkencan denganmu kapan-kapan dan...

Astaga! Lenganmu keras sekali.

Terima kasih. Kita akan makan sushi?

Ya! Maksudku, ya.

Ya, dengan senang hati.

Baiklah!

Kalian berempat bisa bernyanyi kuartet.

Ya!

Sekarang jangan ganggu aku.

Itu benar.

Hei, Tori Vega, maukah kau menjadi anggota istimewa kami?

Tidak!

Hei, Andre Harris

Tidak!

Hari ini LUAR BIASA. Aku suka PONSEL BARUKU!

TERGELITIK

Hei, Sadie.

- Hai. - Hai, Tommy!

Tak lama lagi ini akan makin buruk.

Aku Robbie. Kau ingat aku di kelas dansa jaz-mu?

Ya, kau yang ditendang di pangkal paha itu.

Ya. Namun, aku sudah sembuh.

Aku ingin tahu mungkin kita bisa makan malam Sabtu ini di Olive Bargain?

Dengar, aku ingin pergi denganmu...

...tapi aku lebih suka di rumah dan bersantai.

Aku gagal lagi.

Siapa yang payah?

Hei, apa yang salah dengan diriku?

- Ada banyak hal. - Baumu seperti bayi.

- Kau agak aneh. - Kau mengganggu.

Teman-teman!

Itu tak lucu.

Kau pun tak lucu.

Hore.

NorthStar, ada yang bisa kubantu?

Anda terluka?

Di mana lokasi Anda?

Baiklah. Bantuan dalam perjalanan.

Terima kasih sudah menghubungi NorthStar.

Tadi itu tentang apa?

Tahu nomor ponsel baru yang kudapat pekan lalu?

Ya.

Sepertinya ada kesalahan...

...karena banyak orang pemilik NorthStar terus menghubungiku.

Aku pernah dengar NorthStar. Bukankah itu...

Layanan darurat untuk korban kecelakaan mobil!

Astaga.

Ini sangat menarik.

Aku bisa membantu orang-orang yang membutuhkanku.

Namun, bagaimana paramedis tahu harus ke mana untuk menolong orang itu?

Astaga, kau benar. Aku harus menghubungi paramedis.

- Hai. - Ada yang sedang bahagia.

Ya, itu membuatku muak.

Hei... Apakah ada satu alasan kenapa gadis tak mau pergi denganku?

Maksudmu satu alasan menonjol di antara alasan lain?

Lalu kenapa kau senang?

Karena Ryder Daniels mengajakku kencan.

Dia memang seksi.

Teruslah menatapku. Aku aman.

Aku tak memercayai pria bernama Ryder itu.

Kau hanya tak suka hal baik terjadi kepadaku.

Itu benar sekali.

Maksudku pria seseksi dan sesempurna itu pasti merahasiakan sesuatu.

Jadi, maksudmu Beck merahasiakan sesuatu?

Ya, tadinya. Hingga aku mengetahuinya.

- Apa yang kurahasiakan? - Kau lahir di Kanada!

Itu bukan rahasia!

Jadi, Ryder mengajakmu begitu saja dan kau menyanggupinya?

Kurang lebih begitu.

Dia tak memberimu hadiah...

...atau uang?

Tidak.

Aku tak mengerti.

Tunggu, kencanmu kapan dan di mana?

- Jumat malam. Rumahku. - Boleh aku datang?

Apa? Tidak! Kenapa?

Karena aku ingin belajar dari Ryder.

Aku ingin jadi pria yang bisa menghampiri seorang gadis...

...mengajaknya kencan, dan tak ditertawai atau disiram.

Kau tak bisa "mengamati" kencan pertamaku bersama Ryder.

Dia tak akan mengetahui kehadiranku.

Aku akan sembunyi di semak terasmu.

- Dia akan melihatmu. - Kau tak pernah.

Aku tahu, tapi... Apa?

Trina! Maukah kau membantuku?

Sibuk.

- Kau sedang buat sushi? - Ya.

Maukah kau membacakan petunjuk...

Celana jinku baru dan harus kuregangkan.

Kita makan di meja itu.

Maaf, tapi bokongku perlu bernapas.

Kenapa kau membuat sushi?

Aku ingin mengejutkan teman kencanku.

Ryder Daniels.

Ryder? Senior yang sangat seksi itu?

- Ya. - Berhati-hatilah.

- Kenapa? - Dia mengencani banyak gadis.

- Kenal temanku, Lindsay? - Lindsay tak menyukaimu.

Lalu? Aku mengenalnya.

Omong-omong, tahun lalu dia kencan dengan Ryder.

Dia berhasil mematahkan hati Lindsay.

- Ryder mencampakkannya? - Tanpa peringatan.

Dia campakkan gadis itu begitu saja.

Mungkin dia punya alasan yang bagus.

Apa itu?

Ini bola tuna pedas.

Aku baru saja membuat bola tuna pedas.

Lapar

Jadi, bagaimana rasa bola tuna pedasmu?

Aku belum pernah makan sushi seperti ini.

Terima kasih.

Dengar.

Aku ingin bertanya sesuatu.

Silakan.

Baik. Kita sekelas sepanjang tahun.

Kita belum pernah bicara atau apa pun lalu kau tiba-tiba mengajakku kencan.

- Benar. - Kenapa?

Entahlah. Kurasa aku gugup untuk bicara denganmu.

Namun, itu gila.

Kau seksi dan tampan.

Tuan Berotot Keras.

Bagaimana denganmu, Nona Tulang Pipi?

Hentikan.

Maksudku kau cantik, penyanyi hebat.

Kau mahir membuat apa pun ini.

- Ada kamar mandi? - Ya.

Lewat sana, pintu pertama di kirimu.

Terima kasih.

Tentu saja.

Hei!

Kau dari mana? Kau menguping?

- Ya. Periksa ponselnya. - Apa?

Waktumu sedikit, pria buang air dengan cepat!

- Periksa ponselnya. - Untuk apa?

Kau selalu bisa tahu rahasia orang lain dengan mengecek ponselnya.

- Tapi... - Cepat!

Kau berhasil temukan sesuatu?

Astaga, pria buang air cepat sekali.

- Kau baca SMS-ku? - Tidak.

Yang benar saja!

Maaf! Aku mengintip!

Kita telah bersama selama 46 menit, tapi kau sudah tak memercayaiku.

Tidak, aku tak seperti itu.

Kau yakin? Karena menurutku kau memang seperti itu.

Jangan bawa jaketmu.

Aku harus pergi.

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left