De første 200 linjer.
Kau boleh pergi menemui-Nya, anakku.
Ke arah mana dia pergi?
Arah mana?!
Hei!
Hei!
Kau pendeta?
Aku pikir kau polisi.
Apa yang kau inginkan? Pengakuan?
Yesus Kristus!
Bukan. Tapi Dia yang mengirimku.
Tolong, tolong.
Tunggu.
- Apa kau bertobat? - Ya.
Ya Tuhan. Tolong. Biarkan aku pergi.
Bukan pilihanku.
Turunkan senjatamu!
- Polisi! - Hentikan dia!
Kami butuh bantuan!
Magda!
Magda!
Magda!
Magda!
Ny. Agnes?
Ny. Agnes?
Biar aku membantumu.
Dia peringatkan dunia, tapi kita tak mendengarkan.
Kita memilih menjadi buta terhadap ujian.
Tapi hanya karena sesuatu tersembunyi,
Bukan berarti itu tidak ada!
Pintu telah terbuka.
Kau bilang Ibumu menderita demensia.
- Sejak tahun lalu. - Aku turut prihatin.
Kondisinya terus merosot.
Itu sebabnya saudariku dan anaknya...
...baru-baru ini kembali dari Amerika.
Astaga, aku tidak mengira...
Kenapa Ibuku melakukan ini?
Terkadang orang dengan kondisi itu,
Mereka sering merasa kebingungan.
Mereka tak tahu berada di mana, atau siapa mereka.
Itu sulit.
Aku tahu untuk berpikir dia adalah orang lain...
...sebelum dia meninggal.
Intinya, itu layak untuk diketahui bahwa itu bukan perbuatan dia.
Kau bilang ada saksi mata.
Ini. Itu seharusnya membuatmu merasa lebih baik.
Aku tahu itu pasti sulit memberitahu polisi...
...apa yang terjadi dengan Nenek.
Magda!
Aku akan tunggu di luar.
Magda?
Apa kau baik saja?
Ya, Rebecca.
Aku baik, terima kasih.
Bagaimana denganmu?
"Kau jangan takut pada mereka."
"Karena Tuhan yang berjuang untukmu."
Kau pernah pertimbangkan,
Mempraktikkan isi khotbahmu, Bapa Jozsef?
Aku tak ingat memberikan khotbah, Uskup.
Jika aku orang asing yang bicara secara realistis,
Apa kau akan menembakku?
Kau menyewa kamar di belakang.
Kelihatannya perilaku seperti itu...
...membuatmu cukup mendapat masalah...
...selama sepekan, bukan begitu?
Gereja akan pasti akan jenuh memberimu jaminan,
Aku jamin itu.
Tapi kau memang bukan orang yang memiliki otoritas, bukan? Tidak...
Bahkan hampir menyamai Tuhan kita.
Itu juga sangat disayangkan.
Kau bisa saja berada di posisiku,
Jika Bapa Frezeli tak begitu bermasalah untukmu.
Dia bukan masalah untukku, Uskup.
Maka mungkin kau bisa menangani itu secara tertutup.
Jauh dari jemaat ini.
Dia sangat disukai, Andres.
Mengganggu dia akan selalu menjadikanmu musuh.
Apa yang dia perbuat seharusnya menjadikan dia musuh.
Itu tugasku untuk melindungi orang tak bersalah.
Setidaknya kau bisa ditebak, Andres.
Tapi itu bukan alasan untukmu.
Kita bukan hakim atau juri.
Kita serahkan itu kepada-Nya, dan hanya Dia.
Aku tahu. Percayalah.
Simbol ini,
Ditemukan di properti milik donatur utama dari gereja kita.
Vatikan meminta jasamu secara langsung.
Kami ingin ini ditangani dengan cepat dan tenang,
Jika kau bisa melakukan itu.
Aku yakin kau pernah melihat ini sebelumnya.
Menyerupai.
Tapi kau tahu apa artinya itu?
Ada kebutuhan untuk kita dari upacara tidak suci, Andres.
Salah satu muridmu.
Panggilan ini untuk profesional.
Orang yang takkan membiarkan kelicikan setan membuatnya bingung.
Aku ada misa.
Aku rasa kau sangat paham aku lebih mumpuni...
...memimpin khotbah selagi kau pergi.
Aku tak punya catatan kriminal, tentunya.
Tapi aku yakin bisa melakukan itu.
Kau tahu, Paus menghargai jasamu.
Aku yakin.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Aku ingat saat dunia lebih mudah, tapi sekarang...
Kau tunjukkan aku jalur cahaya.
Yang aku temukan adalah kegelapan.
Mari berharap aku salah kali ini.
Tugas-Nya tak pernah selesai.
Tapi ketika itu terjadi,
Aku akan menemuimu lagi.
Kau tidak bisa.
Aku lihat kau menikmati kota.
Ayah.
Aku harap kau sudah selesai.
- Maaf. Rose ingin kembali... - Jangan repot-repot menjelaskan.
Ini sudah cukup sulit.
Ibumu ingin bicara denganmu.
Dia hanya membelaku.
- Itu salahku. - Aku tahu.
Kau bilang ini sulit.
Rose...
Itu pasti dia.
Siapa?
Bapa Jozsef.
Berapa lama kau berniat berada di sini?
Selama yang dibutuhkan.
Aku tak mengerti.
Nenekmu tidak sehat, Nicholas.
Tapi dia bermain kartu saat kita pergi.
Bagaimana dengan Magda? Ibu bilang dia jadi agresif.
Kenapa dia dikurung di atas?
Ini saudariku Christine. Dan anaknya, Nick dan Rebecca.
Dan putriku Rose.
Ini Bapa Jozsef.
Dia disini untuk membantu masalah kita.
Tentu saja jika Magda tidak benar-benar sakit.
Kau memiliki rumah yang indah.
Terima kasih.
Ayolah. Apa ini? Eksorsisme?
Astaga. Ini kacau. Kau kehilangan akal sehatmu.
Maafkan anakku. Dia dan Magda sangat dekat.
Rebecca, kenapa kau tak antar Bapa Jozsef ke kamarnya.
Tentu saja.
Bapa?
Terima kasih sudah datang.
Ini sangat berarti bagiku.
Ini kamarmu.
Beritahu aku jika kau butuh sesuatu.
Pembantunya, di mana kamar dia berada?
Di ruang gambar.
Di ruangan yang ada simbolnya?
Apa itu masalah?
Itu tidak ideal, tapi aku punya sesuatu untuk itu.
Aku berusaha membantunya.
Tapi dia berbeda.
Apa kau tahu apa yang kau lihat?
Yang aku tahu adalah dia tidak terkena flu.
Aku akan bersiap untuk segera memulai.
Malam ini?
Aku pikir Minggu hari istirahat.
Untuk Ia, ya.
Tapi tidak begitu dengan musuh-musuh kita.
Aku mau kau bacakan ini untuk dia.
Aku?
Aku yakin ini akan lebih baik berasal darimu.
Aku harus mengamati.
Jadi, apa ini, provokasi?
Pemeriksaan.
Kau akan mendiagnosis kondisi Magda, benar?
Atau setidaknya itu yang saudariku katakan.
Eksorsisme berurusan dengan setan,
Bukan gangguan kejiwaan.
Kami berusaha menghindari itu, benar.
Kita akan lihat.
Saat kau mulai membaca, jangan berhenti, mengerti?
Terakhir aku melihat dia, dia berusaha menyerangku.
- Apa dia akan melakukan itu lagi? - Kemungkinan.
Ny. Ketchick, aku Bapa Jozsef dari Gereja Katolik.
Aku datang ke sini hari ini,
Atas nama Tuhan dan juru selamat kami.
Kami ingin tentukan jika kau memang kerasukan setan.
Aku tak apa.
Kepalaku...
Dia hanya sakit. Sudah aku bilang.
Kita sekarang akan memulai doa singkat.
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Semoga Ia menjauhkanmu dari kejahatan.
Ini jelas tidak perlu.
"Tuhanku. Kau maha kuasa."
"Kami memohon kepada-Mu untuk pembebasan..."
"...dari saudara dan saudari kami,"
"Yang telah diperbudak oleh roh jahat."
Aku sudah bilang.
"Seluruh Santo di Surga, datanglah untuk membantu kami."
"Singkirkan jiwa tak bersalah ini dari roh jahat."
"Dari kecemasan, kesedihan, dan obsesi."
"Kami mohon kepada-Mu, bebaskan kami."
"Dari kebencian, perzinahan, dan iri hati."
No comments yet. Be the first to leave one.