De første 184 linjer.
Diterjemahkan oleh : Papa Fred & Vesay
Persis di bawah Pohon Natalmu,
dengan segala kerlipan cahaya terang,
terdapat suatu pengingat kecil dari sebuah hari lahir dahulu kala.
Maka ambillah posisi yang nyaman
dan dengarkan aku mengisahkan Kisah Natal
dari Natal yang pertama sekali.
Di sana ada Maria, Yosep dan para gembala
dan tiga orang lagi dengan lutut tertekuk.
Lelaki ganteng itu adalah Melchior.
Aku harusnya tahu, dialah aku.
Aku adalah ahli bintang dan separuh tukang sulap,
sekelumit dokter dan ahli matematika pecahan.
Nama pekerjaanku adalah Orang Bijak, orang dengan semua kecerdikan.
Aku selalu bisa menjawab apapun dengan membuka kertas catatanku.
Suatu malam saat aku bekerja, aku melihat sesuatu yang sangat terang.
Yang muncul di tengah-tengah langit malam yang bersih
memancarkan cahaya cemerlang.
Bintang ini belum ada dalam catatanku.
Tampaknya sebuah misteri.
Hingga aku mencari seluruh gulungan berkasku
dan menemukan satu nubuatan.
Raja segala raja akan datang suatu hari.
Sebuah bintang menjadi pertanda,
sebuah sinyal bahwa dunia akan didatangi sesuatu yang paling ilahi.
Siapa yang pernah menyangka orang seperti aku
akan mendapat kesempatan seperti ini.
Raja segala raja adalah sesuatu yang tak akan pernah kulewatkan.
Aku tidak akan pergi dengan tangan hampa,
mari kita lihat, apa yang bisa kubawa?
Emas! Jawaban sempurna.
Sebuah persembahan yang tepat untuk seorang Raja.
TIGA ORANG BIJAK
Sekilas cerita awalnya,
Tuhan mengirimkan malaikatNya menemui seorang gadis bernama Maria.
dalam sebuah kota tenang dan damai.
Maka Malaikat Gabriel mengambil penerbangan non stop ke Tanah Galilea
dengan satu catatan terikat kuat di bawah sayapnya bertuliskan
Pengiriman Khusus.
Para malaikat jarang memilih untuk mengetuk masuk.
Maka masuk ke dalam, dia terbang.
Permisi, nona.
Allah mengirimku dengan sebuah pesan hanya untukmu.
Maria yang diberkati, engkau penuh dengan karunia, Tuhan tidak memilih yang lain.
Anak Allah akan datang ke bumi ini
dan engkau akan menjadi ibu-Nya.
Sepertinya memang agak aneh,
tetapi dia menyahut ke arah cahaya.
Aku akan menjadi ibu-Nya?
Itu tidak mungkin.
Maaf aku terlihat ragu.
Bukan berarti aku tidak menerima.
Apakah kau yakin datang ke alamat yang benar?
Mengapa aku yang dipilih Tuhan?
Aku tahu ini membingungkan,
tapi begitulah jalan hidup.
Jawaban atas pertanyaanmu, hanya surga yang tahu.
Meskipun hal yang kusampaikan terdengar mustahil bagimu,
tidak akan lama lagi
sebelum kau paham bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Baiklah maka aku akan memelihara imanku.
Jika kau benar-benar yakin akulah yang dipilih.
Biarlah terjadi, seperti yang engkau katakan.
Kehendak Tuhan Allah akan digenapi.
Beberapa malam kemudian,
Cahaya Tuhan dengan lembut menghampiri wajah tunangan Maria.
Hadir dalam mimpinya.
Yosep, Aku meyakinkanmu,
apa yang kau dengar ini adalah benar.
Perempuan itu akan menjadi ibu-Nya, tetapi Dia juga membutuhkan ayah.
Orang-orang akan memanggil-Nya banyak hal,
seperti nama yang berarti, Tuhan beserta kita.
Dia akan memangil kalian ibu dan ayah dan engkau akan memanggil Dia, Yesus.
Yosep terbangun dari mimpinya
dan terjadilah seperti yang diucapkan Gabriel.
Dia pun mendatangi Maria
dan segera melakukan pernikahan.
Beberapa minggu berlalu
lewat cahaya dari bintang yang sama,
datanglah Orang Bijak kedua, yang bernama Balthasar.
Dia terlihat seorang perkasa.
Dan lebar saat dia berdiri.
Dan sama seperti aku,
dia menjawab saat cahaya bintang datang memanggil.
- Itu terjadi, seperti satu bintang yang kugambarkan.
Sesuatu mengejutkanku dari Barat.
Sebuah wahyu kosmik.
Seorang bijak dalam profesinya, aku tahu apa artinya itu.
Maka aku mendekat mengikutinya kemanapun itu.
- Lalu saat kami melintasi sebuah ngarai yang berkelok-kelok,
kami kedatangan orang bijak ketiga.
Sebuah penyambutan teman baru.
Dia berkelana dari Timur jauh.
Timur yang disebut Jauh
dan membungkuk dengan senyum lembut dia menyebutkan namanya.
Caspar.
- Melihat perbekalannya, kami bisa lihat betapa ia kebanyakan bawaan.
Bagi kami terlihat Caspar sangat minim pengalaman.
Lalu dengan membuka tas perbekalan, kami Orang Majus membahas
tentang persembahan mulia kami
yaitu emas dan kemenyan dan dupa.
Kami datang dari negeri jauh dan dia bahkan dari seberang lautan.
Saat ini kami bersama-sama hadir sebagai duta persahabatan.
- Lalu Kaisar Roma, mengeluarkan sebuah perintah.
Pastikan setiap orang membayar pajak padaku.
Hitung jumlah kepala setiap rumah tangga
dan kirimkan semua mereka ke kampung halamannya
untuk pendaftaran seluruh dunia.
Kembalikan mereka ke daerah asalnya
dengan menandatangani daftar besar dengan alamat dan nama mereka.
Saat itu, Maria sedang mengandung.
Dan, Yosep berkata...
Musim pajak saat ini!
Kalian harus didaftarkan.
- Maka Yosep meninggalkan kota bersama dengan istrinya
dengan membawa Maria menuju Selatan dengan menaiki seekor keledai.
Dan lihatlah, kami melihat bintang itu.
Bersinar di ufuk Barat jauh di atas kami
dan ke bumi dia memberi cahaya terang.
Dan kami melanjutkan perjalanan siang dan malam.
Satu, dua, tiga, domba kecil.
Tiba-tiba aku tersadar kami ketiduran.
Awan bergeser saat kami sedang tertidur,
menutupi matahari.
Tunggu, mana arah Barat?
- Lalu mendaki bukit kami menemukan kejutan,
di sana terbentang sebuah kota, persis di depan mata kami.
Kota yang luar biasa.
Megah!
Begitu bersinar dan indah.
Mohon maaf, tuan yang baik.
Apa nama kota itu?
Wajah kami menengadah saat si gembala yang baik bercerita,
- Yerusalem adalah nama tempat yang kau lihat.
- Sekarang kami tahu nama tempat yang menjadi tujuan besar kami.
Kami berterima kasih dan melaju kencang tanpa keraguan.
Tidak ada hal besar saat kami memasuki gerbangnya.
Mungkin kita kepagian.
Kuharap kita tidak telat.
Kami tiga pria Timur
membawa persembahan, kami sudah menempuh jarak yang jauh.
Melalui ladang dan sumur.
Rimba dan gunung.
Mengikuti bintang di sana.
Tapi bukannya ketemu Sang Raja,
yang kami temui kebingungan
Mungkin karena cuaca panas.
Atau fantasi gurun.
Seorang Raja sudah datang!
Lalu semua orang kabur.
Wah, aneh ini.
Ada ucapanku yang salah?
Saat berita kedatangan kami
sampai kepada puncaknya,
sukacita Raja di tempat itu menjadi terganggu.
Ada satu hal yang pasti tidak dimaafkannya
sebuah saran bahwa seseorang mengejar tahtanya.
- Sebuah bintang misterius, dan orang-orang dari Timur?
Bawakan para ahli taurat dan panggil imam kepala.
- Raja herodes adalah seorang penipu kelas ulung.
Saat orang jahat berlalu, dia malah ada di puncak.
- Ada dengungan di sekitar kota yang membuat Herodes marah.
Imam-imam dan para ahli taurat
mulai berkeringat.
- Ambil Orang Majus, sebuah bintang, dan tambahkan seorang Raja Baru!
Ada yang pernah dengar satu bunyi yang terkenal?
Micah dan Balaam di antara yang lain
bicara tentang kelahiran Raja dari segala raja.
- Dan seperti kata nabi-nabi dimana Dia akan lahir?
- Si ahli taurat menelan perasaan sangat sedih.
Dia mundur selangkah setelah melihat wajah Herodes.
Menurut ini, Betlehem adalah tempatnya.
Kota kecil Bethlehem?
Turatmu isinya bohong.
Aku harus menyimpulkan, tidak boleh ada Raja sehebat aku.
Herodes mengerti jelas orang-orang Majus ini tidak bijak.
Jangan ngomong-ngomong, dan bawakan orang-orang itu padaku.
Sementara itu, tidak terlalu jauh,
Maria merasakan sebuah hentakan.
Aku pikir malam inilah saatnya.
- Ya, dan sebaiknya kita bisa tiba di tujuan dengan cepat.
- Sejalan waktu, mereka pun tiba di Betlehem,
seluruh penginapan sudah terisi.
Baca tulisan itu, "Sudah Penuh" tergantung di semua tempat.
No comments yet. Be the first to leave one.