De første 189 linjer.
Sial banget!
Berhenti, bocah tengik!
Tunggu, pengecut!
Aku adalah Kamijo Touma.
Inilah kehidupan masa mudaku yang selalu ditimpa nasib buruk.
Ada alasan aku hidup di sini
Bahkan arti dari pertemuan kita
Meski berada di dunia yang berbeda
Rasa ini takkan goyah di mana pun itu
Rasa sakit yang menusuk hati kecilku ini
Lebih pantas dirasakan oleh mereka yang menertawakanku
Acuhkan saja mereka
Takdir yang selalu mengantar luka
Membuat kakiku gemetar karena teringat
tentang kenyataan ini
Mimpi saja tak bisa lindungi orang-orang
Kekuatanku tiada guna
Saat ini, tangan ini telah mengerti
Jadi tak ada lagi keraguan
Benar, ini tanggal 19 Juli.
Aku ke restoran keluarga dengan hati senang karena besok mulai libur musim panas.
Lalu, aku memesan lasagna escargot.
Saat itulah semuanya dimulai.
Aku melihat seorang gadis yang digoda preman.
Aku berniat membantunya, tapi nasibku berakhir buruk.
Ayolah...
Hei, kamu.
Gadis itu merasa terganggu.
Ah, sudah lega.
Iya!
Dia kenapa?
Ada masalah apa?
Astaga, kenapa aku sial begini?!
Sial, akhirnya mereka menyerah.
Kamu kenapa, sih?
Mau jadi pahlawan dengan membela seseorang dari preman?
Kamu bersumbu pendek, ya?
Jika mereka berhenti mengejarku, itu artinya...
Ya, aku sudah menyingkirkan mereka karena menjengkelkan.
Sudah kuduga...
Hei, apa kamu tahu "railgun"?
Railgun?
Meriam super elektromagnetik.
Dengan momentum Fleming, aku bisa menembak seperti meriam.
Kurang lebih seperti ini.
Koin sekalipun asal ditembakkan dengan tiga kali kecepatan suara...
Dampaknya cukup merusak, kan?
Jangan-jangan, kamu menyingkirkan preman tadi dengan itu?
Yang benar saja.
Tidak perlu repot-repot mengurus orang tak berkekuatan level 0.
Benar, aku bukan menyelamatkan dia.
Aku justru mencoba menyelamatkan gerombolan preman yang menggodanya.
Aku tahu kamu salah satu dari ketujuh level 5 di Kota Akademi ini.
Aku benar-benar menyarankan padamu untuk tak merendahkan orang lain saat bicara.
Dasar, malah jadi sok...
Hei, hei, hei!
Aku ini juga level 0!
Dan kenapa kamu yang level 0 bisa tak terluka sama sekali?
Entahlah.
Nasib buruk?
Sial banget.
Kamu benar-benar sial.
Pemadaman terjadi karena petir kemarin,
jadi kamarku diselimuti hawa panas sekarang.
Panas...
Artinya, semua makanan di dalam kulkas jadi tak layak makan.
Aku harus membuang makanan daruratku, yakisoba instan ke dalam wastafel...
Saat mencari dompet, aku menginjak kartu debitku.
Aku dapat telepon cinta dari wali kelasku, "Kamijo, kamu bodoh jadi harus ikut kelas tambahan."
Sial banget.
Okelah, mumpung cuacanya cerah,
aku jemur kasur untuk ganti suasana, deh.
Padahal langitnya sebiru ini, tapi kenapa nasibku malah kelabu.
Bentar, tidak mungkin mendadak hujan, kan?
Lo? Sudah ada yang kujemur?
Lo?
Eh?
Eh?!
Cewek?
Kenapa bisa di sini?
Bajunya... Apa dia suster?
Dia bule, kan?
Aku...
Aku lapar...
Aku lapar.
Halo?
Aku lapar.
Dia bisa bahasa Jepang?
Aku bilang lapar.
Eng, jangan-jangan kamu menganggap dirimu dalam kondisi darurat?
Silakan anggap aku sekarat.
Hei, aku bakal senang kalau kamu memberiku makan sampai kenyang.
Aku doakan saja dia bahagia jauh dari pandanganku.
Apa ini cukup?
Terima kasih!
Selamat makan!
Enak sekali!
Ini enak!
Su-Sungguh?
Padahal, itu cuma campuran sayur-sayuran yang sudah tak layak makan dari kulkas.
Alasanmu begini, kan?
Demi menghilangkan rasa lelah,
kamu menambahkan rasa asam, kan?
Asam...
Tidak usah dipaksakan memakannya.
Makanan tidak enak dariku...
Tentu saja enak.
Ini makanan yang kamu buat untukku!
Sudah jelas enak!
Biar aku sendiri yang jatuh ke neraka!
Jadi...
Kenapa kamu bisa di berandaku?
Aku jatuh.
Niatku mau melompat dari atap ke atap.
Ini gedung delapan lantai, lo.
Apa boleh buat.
Aku sedang dikejar.
Oh, iya. Aku harus memperkenalkan diri.
Namaku Index.
Index?
Lah, jelas-jelas itu nama samaran.
Apa maksudnya "index"? Penanda teks?
Artinya, teks sihir terlarang.
Nama sihirku adalah Dedicatus545.
Artinya, domba yang melindungi pengetahuan.
Jadi, kenapa kamu dikejar, Index?
Aku yakin mereka mengincar 103.000 buku sihir yang kubawa.
Buku sihir?
Benar.
Buku Eibon.
Buku Lemegeton.
Buku Kematian.
Itu contoh-contohnya.
Entah ada apa di balik bajumu,
tapi tampaknya bertangan kosong.
Aku bawa, kok.
Semua buku berjumlah 103.000.
103.000 buku...
Apa kamu punya kunci gudang buku?
Tidak.
Jangan-jangan, kamu mau bilang buku itu tak bisa dilihat orang bodoh?
Orang pintar sekalipun tetap tak bisa melihatnya.
Sia-sia kalau bisa dilihat dengan bebas.
Jadi, siapa yang mengincarmu?
Komunitas Sihir.
Sihir?
Eh? Bahasa Jepang-ku tidak jelas?
Magic.
Magic Cabal.
Apa itu semacam kelompok keagamaan?
Entah kenapa, aku merasa kamu mengejekku.
Kamu mengejekku, kan?
Maaf, mustahil.
Aku tahu bermacam kekuatan super.
Dan sihir jelas tidak ada.
Kekuatan super di Kota Akademi sudah normal.
Sains bisa membuat semua orang memilikinya.
Justru aneh kamu percaya kekuatan super, tapi tidak percaya dengan sihir.
Jadi, apa itu sihir?
Tunjukkan padaku.
Aku tidak punya energi sihir, jadi tidak bisa menunjukkannya.
Jika tidak bisa, mana aku tahu sihir itu ada atau tidak!
Ada, kok!
Sihir memang ada!
Yah, aku juga punya kekuatan aneh sejak lahir.
Kekuatan aneh?
Kekuatan super di mana yang menyentuh tangan kanan ini,
entah railgun ataupun sengatan listrik,
barangkali mukjizat Tuhan juga bisa terhapus.
Begitulah.
Kenapa reaksimu seolah aku mengatakan hal aneh?
Habisnya...
Orang ateis sepertimu,
malah berkata bisa menghapus mukjizat Tuhan...
Menjengkelkan.
Aku malah dipermalukan gadis penyihir tengik ini.
Aku bukan gadis tengik!
Kalau begitu, cepat tunjukkan sesuatu.
Jika bisa kuhapus dengan tangan kananku,
jadi kamu harus percaya dengan kekuatanku juga!
Oke!
Akan kutunjukkan!
Ini!
Baju ini!
Ini adalah pelindung bernama "Gereja Berjalan"!
Apa-apaan itu?
Kamu mengatakan hal konyol melulu.
Tidak jelas.
Kalau begitu, ayo buktikan!
No comments yet. Be the first to leave one.