De første 75 linjer.
Belum dewasa,
Acuh,
Akan tetapi,
Itu indah sekali ...
ZDNDROIDsubs
Kawaki wo Ameku
Tak ada takdir yang tak sesuai
“Jika begini, semuanya kan membaik”
Kita bicara begitu seolah tak pernah puas
Hal seperti uang, cinta dan kata-kata,
Semua itu sudah membuatku lelah
Déjà vu, apa yang membuatmu merasa tak puas?
Selalu bersikap egois
Apa lagi yang kau mau?
Jujur aku tak membenci sifatmu yang begitu
Cukup, "Aku muak dengan kalimat itu"
Aku tak mau melakukannya setengah-setengah!
Cukup!
Meski kau menyuruhku begini begitu
Kau jelaskan kenapa mencintaiku
Kalau cuma main-main itu sangatlah mudah
Saat membahas hal serius bicaramu tak karuan
Kata-kata hinaan yang mengejutkan itu
Berapa kali kau ingin memakainya?
Lagian,
Ini sama seperti maumu
Layaknya di dalam kata "baiklah" darimu
Tersirat makna
menganggap remeh ini semua
Baca suasana, jangan biarkan hujan turun
Aku benci percakapan ini
Kalau kau harus bicara, "Jawablah dengan dua kata."
Kupu-kupu merah, surat yang tak tersampaikan
Membentangkan kipas yang rapuh
Ini akan jauh lebih menarik, bukan?
Tersesat
Kalau tak bisa jawab, tinggalkan aku!
Kalau masih ragu, pergilah dariku!
Hal penting pun tak mau kau dengar
Hanya demi membuatmu merasa aman ketika ...
... hujan yang manis turun
Kau juga menginginkan payung, kan?
Seperti ini,
Aku senang menantikannya
Ku pejamkan mataku
Ku ingin berubah
Ku berpura-pura menjadi dewasa
Kehilangan
dan tak bisa kembali
Oh hujan, janganlah kau berhenti sekarang
Salin,
Tempel,
Hapus
Ulangi terus
Tarik napas,
Hembuskan
Jadi, ah …
Meski begitu ... tak apa,
rasanya begitu sakit di sini!
Cukup!
Meski kau menyuruhku begini begitu
Kau jelaskan kenapa mencintaiku
Kalau cuma main-main itu sangatlah mudah
Saat membahas hal serius bicaramu tak karuan
Kata-kata berat yang penuh kebohongan
Apakah itu semua hal yang tabu?
Tentunya,
Aku tetap berharap dalam permainan yang tak adil ini
Ungkapan itu juga
Kebiasaan menghindarmu itu,
berakhir sekarang juga
Baca suasana, jangan biarkan langitnya cerah
Hari ini pun, turun hujan
Tutup payungmu
Basahi tubuhmu dan mari kita pulang
No comments yet. Be the first to leave one.