De første 200 linjer.
DESA BAUHINIA Hari ini Festival Pinggir Sungai.
Apa Yim Wing Chun akan datang?
Dia pasti datang.
Wah...
- ...ramai sekali. - Iya.
- Informasiku akurat, 'kan? - Ayo.
Jika Wing Chun tidak datang, kok bisa banyak orang berbisnis di sini?
Apa mereka tidak takut pada bandit?
- Hei, pelayan, Guru Yim ada di sini? - Eeh...
Ah...
Dia sudah datang.
- Ayo. - Kita masuk.
Seorang pria harus bertekad. Ya adalah ya.
Kau tidak perlu ragu dalam berbisnis.
Wah.
Tidak perlu berpikir lagi, sudah mulai gelap.
- Jadi? - Boleh.
Baiklah, aku akan memberimu harga lebih bagus.
Jangan terlalu banyak berpikir.
- Bagaimana? - Kau sama sekali tidak tulus.
Guru Yim sangat berani.
Hei.
Kau salah, itu bibinya Guru Yim.
- Itu Bibi Fong! - Wah.
Itu dia? Dia terkenal.
Orang bilang dia dibesarkan dengan tahu busuk, maka dia bau.
Menurutmu ini bagaimana?
- Seperti ini. - Hei?
Sial! Jarimu gatal?
Kenapa kalian tertawa?
Kesepakatan sudah selesai. Selamat tinggal.
- Jangan pergi. - Dia malah pergi.
- Dia mau ke mana? - Hei.
- Lihat. Itu dia. - Tenang.
Eh... Tuan.
Kenapa Yim Wing Chun berpakaian seperti laki-laki?
Bodoh.
Dia malah kelihatan keren berpakaian seperti itu.
Aah, begitu.
Aku akan memintanya menjadi kepala keamanan di pondok kita.
Jangan buru-buru.
Tuan.
Para bandit itu selalu berusaha merampok barang-barang kita.
Kita tidak bisa menunggu.
Aku punya ide.
Jika kita mempekerjakannya, kita harus bayar mahal.
Tapi jika aku menikahinya...
...kita hanya perlu memberinya makanan, 'kan?
Tuan, apa kau bercanda?
Aku serius. Ayo.
- Banditnya datang! - Wah.
- Bandit? Kita harus bagaimana? - Lari.
Ayo, cepat.
Kuharap Wing Chun membantuku.
Kalian para bandit beraninya merampok pengusaha dan rumah.
Aku, Wong Hok Chow...
...dan Yim Wing Chun ada di sini.
Beraninya kalian bersikap kasar?
Dengar.
Kami takkan mengganggu bisnismu.
Tapi kami menginginkanmu...
...ke markas kami untuk mendiskusikan bisnis besar.
Hei, beraninya kalian memeras...
- ...di siang hari seperti ini. - Diam.
Sepertinya aku harus memaksa dia.
Kau memang busuk.
Siapa yang mengejekku?
Bukan urusanku.
Tunggu...
Dasar bodoh!
Biar aku hadapi.
Tuan. Tuan.
Tuan, kau tidak apa-apa?
Aku sudah usir para bandit itu.
Cendekiawan, kau sangat berani mengusir para bandit itu.
Kau mengagumkan.
Terima kasih atas bantuanmu, aku sangat menghargainya.
Oh, tentu saja kami akan membantumu, jangan khawatir.
Eh...
Terima kasih atas bantuanmu, kami akan ke rumahmu untuk berterima kasih.
Tidak usah repot-repot.
Para bandit baru saja pergi, sebaiknya kau pergi.
Oh...
Baiklah. Baiklah.
- Baiklah. - Sampai jumpa. Ayo.
Jika pahlawan wanita ini bisa menjaga rumah kita, maka amanlah rumah kita.
Aduh, Tuanku.
Wanita yang terlalu ambisius tidak berguna.
Tuan, sebaiknya kau berhati-hati.
Dasar picik.
DESA BAUHINIA Terima kasih.
Sampai jumpa.
Cendekiawan ini lumayan juga.
Lumayan bagi siapa?
- Bukannya kau bilang kau takkan menikah? - Benar! Aku takkan menikah.
Ayo, Tuan-tuan. Silakan menuju acara di sana.
Jangan aneh-aneh, ayo cari ayahmu.
Apa bisa bertemu dia?
Banyak orang...
Siapa? Siapa yang menyambitku?
Kau bisa menarik perhatian banyak orang. Mari kita pergi.
Hei...
Ayo pergi.
Aku sudah banyak menderita demi keluarganya Yim-mu.
Kali ini jika ada seseorang berani menikahi putri keduamu...
...itu keberuntunganmu.
Terima kasih atas semua usahamu.
Itu mereka.
- Gadis kecilku akan... - Eeh... Aku pergi dulu, sampai jumpa.
- Ayah. - Kenapa mak comblangnya...
...terburu-buru seperti ini?
Bagi dia, kau lebih menakutkan dari hantu.
Astaga.
Jadi kau meminta Wing Chun untuk membantumu...
...sehingga bisnismu jadi banyak menghasilkan uang.
Aduh.
Kak, Wing Chow dan kau akan aman seumur hidupmu.
Wing Chun dan aku hanya bisa bergantung pada diri kami sendiri.
Jangan bilang seperti ini.
Kau malah mengajarkan hal buruk kepadanya.
Tapi aku yang mengajarinya kung-fu.
Kau bisa diam, kah?
Itu salahmu.
Mmm.
Sudahlah, Bibi. Aku akan menikah besok.
Bisakah kita...
...menikmati Festival Pantai dengan tenang?
Baiklah, aku simpan untukku sendiri. Toh aku takkan mati karena ini.
Dewa Sungai datang memasuki tubuh penyihir itu.
- Benar. - Kami adalah tiga guru selatan...
...dan sekolah Kung Fu yang berani dan hebat.
Oh.
Wah, lihat dia. Cantiknya.
- Cantiknya. - Seperti bidadari.
- Kau lihat apa? - Kenapa tidak boleh?
Aku Charmy, suamiku sakit parah.
Jadi aku datang jauh-jauh untuk meminta air suci.
Air suci bukan untuk orang luar.
- Hei, tidak boleh. - Sana, sana.
Kumohon, tolong jangan usir aku.
Aku datang jauh-jauh, suamiku sakit parah.
Kumohon, tolong jangan usir aku.
Sayang sekali.
Wing Chow, bayangkan jika calon suamimu sakit...
- ...hidupmu akan hancur. - Hei, diam.
Kau jangan bicara melantur.
Aku berkata jujur. Coba periksa kesehatan suamimu itu.
Kak, jika suaminya nanti terkena penyakit sifilis, kita harus bagaimana?
- Pergi kau. - Aah...
Aku tidak jatuh.
- Ah, bandit datang. Bandit datang. - Wah.
Wah, bahaya.
- Ayah. - Bandit datang.
Awas. Minggir.
Kita bawa gadis itu dan berikan pada kakak kedua.
Ide bagus.
Ke sini, cantik.
Tolong.
- Tolong. - Cepat, selamatkan dia.
Kau yang selamatkan.
Tolong.
Aah.
- Kita harus bagaimana? - Jangan takut.
Ah lihat. Wing Chun sudah datang.
Yim Tua, kau harus mengajari putrimu.
- Dia itu perempuan - Maaf, maaf.
Dia tidak menghormati kami sebagai laki-laki pemberani.
- Ajari anakmu. - Maaf, Guru Lee, Guru Chiu.
Ayo, Nona, aku akan membantumu.
Ayo, cepat.
Mereka sudah dekat, aku tidak bisa membantumu, larilah.
Tunggu...
- Hei, tunggu, jangan lari. - Tolong.
Ayo cepat.
- Ayo. - Ayo.
Ke sini.
- Lepas. - Ke sini.
Lawan!
Wing Chun?
Aku tidak peduli siapa kau. Hajar dia.
- Oh yeah. Bagus! - Jangan begitu, nanti anakku terluka.
- Hati-hati, Nak. - Hajar lebih keras.
Jangan berteriak.
- Ah, mati aku. - Ini bagian yang tumpul.
Tolong!
Tolong!
Tolong.
Tolong.
Tolong.
Jangan takut, para banditnya sudah pergi.
Sial, kau berani menculik pacarku.
Aku akan mendatangimu lagi.
Tunggu dan lihat saja.
Yim Wing Chun menyelamatkan wanita itu.
Suamimu tergeletak di tanah.
Suamiku, apa yang kau rasakan?
- Pelayan. - Ya.
Guru Yim.
Bawa dia ke dalam, panggilkan dokter untuk dia.
Baik, Guru.
No comments yet. Be the first to leave one.