De første 200 linjer.
Subtitel Indonesia oleh : Ry@Di, Samarinda, 25 Oktober 2014.
Selamat malam, pak.
Hey Nona.
Oh, terima kasih Tuhan, ternyata ada orang di sini.
Tolong, aku butuh bantuanmu.
Mobilku mogok.
Aku mau pinjam telepon.
Di sini area yang terlarang.
Tapi tak ada lagi tempat lain dalam jarak bermil-mil dari sini.
Nona, tidak.
Biar ku bantu kamu.
Lars, aku sedang liburan.
Duduklah, makan kue.
Lihat, kita sedang ada masalah.
- Bagaimana dengan Malcolm? - Dia lagi di Berlin.
Tidak, dia sudah kembali ke Amerika.
Bisa ku bawakan sesuatu untukmu?
Tidak, terima kasih.
Aku mau satu lagi yang seperti ini.
Kau yakin tak ingin makan kue?
Beritahu aku.
Galina Konstantine, seorang pencuri kelas atas. Dia penyedia informasi untuk kita selama ini.
Sekarang dia sedang membutuhkan informasi penting tentang pertemuan mafia di Slovakia.
Aku butuh kau sebagai pengalih perhatian.
Lindungi dia. Dia penggemar sirkus. Kau berangkat ke Slovakia malam ini.
Temui dia diperbatasan, dan bawa dia ke Munich.
Kau akan meninggalkan negara tersebut sebelum pemerintah tahu apa yang telah terjadi.
Kami akan pergi dengan kereta api?
Lewat airport terlalu besar resikonya, penyamaran kalian bisa terbongkar.
Ini uang mukanya, 50,000. Dollar Amerika, tak di tandai.
Sisanya akan dibayar setelah kami mendapat kodenya.
Kau punya saran bagaimana menjelaskan ini pada istriku?
Tidak ada.
Kau tak dapat menghindar begitu saja.
Aku tidak menghindar.
Aku terpaksa mengambil cuti dari rumah sakit. Kau tak tahu mereka menelponku terus menerus.
- Kau baru dua hari di sini, sudah pergi lagi. - Kau pikir aku bisa cuti untuk liburan?
- Aku tak tahu. - Juni kau di Roma, Juli ke Washington.
Kita sudah merencanakan liburan ini berkali-kali. Anak-anak terpaksa harus libur dari sekolah.
Tapi Vladimir adalah klien yang penting.
Mereka semua penting.
Kapan kami juga menjadi penting untukmu?
Kau dan anak-anak... adalah hidupku. Hidupku.
Ayolah.
Mengapa harus naik kereta api?
Tidak bisakah ikut pesawat saja?
Tidak, Vladimir takut terbang. Dia sangat takut naik pesawat.
Aku minta maaf.
Kau melewatkan ulang tahunmu.
Aku tahu.
Kita harus lebih sering menghabiskan waktu bersama sebagai sebuah keluarga.
Aku mencintaimu.
Ayah akan segera kembali, oke? Aku janji.
Ayah mencintaimu.
Aku cinta padamu juga.
Dan kau jauhi masalah, oke?
Tunjukkan pada ayah apa yang kau bisa.
Bagus, sekali lagi.
Ayo, lebih cepat.
Iya, begitu. Ayah mencintaimu.
Aku mencintaimu ayah.
Siapa kau?
Siapa lagi yang kau harapkan?
Ku bilang, siapa kau?
Jacques Kristoff.
Naiklah ke panggung. Taruh tanganmu dimana aku bisa melihatnya.
Pergilah ke arah lampu, sekarang.
Taruh tanganmu dimana aku bisa melihatnya.
Berjalanlah ke arah lampu.
Aku masih belum percaya padamu. Tunjukkan kartu identitasmu.
Kau mendudukinya.
Kartu I.D.
Di mana uangku?
Ini uang dan paspormu.
Jam 6 tepat kita berangkat ke Munich.
Langsung ke masalahnya, Jack.
Jangan beritahu apa yang harus kulakukan.
Aku tak butuh kau. Aku juga tak ingin kau.
Lewat sini.
Tidak, ini pertunjukkanku.
Ayo.
Aku akan naik.
Tahan tembakanmu! Kita ingin dia hidup-hidup!
Jangan tembak, berhenti menembak.
Ayo pergi dari sini.
Maaf, emergensi.
Menunduk.
Jangan lihat ke belakang, terus berjalan.
Iya, benar. Kau ingin aku tetap tenang setelah kau meledakkan hampir setengah kota?
Kemana kau akan pergi?
Aku ingin ke toilet wanita.
Situasi ini membuatku ingin... Kencing.
Kecuali bagi laki-laki yang tak mengerti.
Cepatlah.
Kau bilang ini tugas yang mudah? Cepat dan gampang, hah?
Apa ada yang salah?
Kau tahu apa yang ku katakan. Berapa kali kau ingin aku bertanya?
Tapi kau bisa naik kereta itu kan?
Beri aku satu jam.
Lakukan apa yang bisa kau lakukan untuk bisa naik kereta ini pada pukul 06.81
Kau mendengarkanku? Cepat lewati perbatasan.
Aku mengerti.
Ngomong-ngomong, aku tak butuh ini.
Apa yang kau inginkan?
Tuan dan nyonya sekalian. Kita akan berhenti di Berlin...
Silahkan.
Ini.
Permisi...
Iya pak.
Aku ingin tukar kamar.
Iya pak...
Kami ingin kamar dengan tempat tidur yang besar...
Ini adalah perjalanan yang spesial untuk kami.
Terima kasih nyonya.
Aku bisa pindahkan ke 1B.
Di gerbong berikutnya, ikuti saya.
Jadi, kau seorang musisi ya?
Musisi?
Dan kau sangat pandai melihat keahlian orang.
Pasti sangat menarik.
Semua lagu-lagu itu... dan semacamnya.
Iya... Ini adalah keajaiban yang bisa ku simpan...
Semuanya langsung di kepalaku.
Permisi.
Kecewa lagi? Nasibmu kurang baik, aku Angus Swally.
- Bob Sterling. Perusahaan minyak Nexus. - Benarkah? Aku bekerja di perusahaan minyak juga.
Benarkah?
Benar, tapi tak semuanya berjalan lancar. Mereka memecatku.
Aku sedang mencari teman wanitaku.
Aku punya fotonya, kau ingin melihatnya?
Tak usahlah, bartender, beri temanku ini minuman lagi.
Dia punya rasa humor yang bagus.
Cukup bagus.
Pusat Kontrol Kereta Api, Linz Austria.
Kereta 681, kau sekarang berada di jalur "Railway Soceity"...
Kita baru saja melintasi daerah perbatasan yang paling ketat di blok timur.
Ini baru langkah awal.
Dan yang paling sulit.
Mari kita rayakan, aku punya sampanye.
Tugasku adalah melindungi nyawamu.
Apa aku sedang dalam tahanan rumah? Atau penjara?
Kau kedengaran seperti anak laki-lakiku.
Aku minta maaf sekali sobat.
Tapi kau tak tahu di mana dia berada.
Aku tahu dia sedang mengerjakan sesuatu di Bosnia. Untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Mereka bilang dia mungkin saja akan kembali.
Kau tak punya nomor telepon. Alamat atau e-mail... fax.
Aku sudah kehilangan dia bukan?
Mereka bilang dia kemari dengan kereta ini 3 minggu yang lalu.
Aku tahu ini kedengarannya aneh...
Kau bisa bilang aku sedang melacak jejak cinta sejatiku.
Betapa sebuah cerita yang indah.
Indah? Indah?
Hey, bartender, tambah lagi minumannya. Dua lagi, oke? Terima kasih.
Semua minuman kita malam ini biar aku yang bayar.
Kondektur bilang padaku, jika kau mengganti nomor kamarmu. Kita bisa bertukar kamar.
Manis sekali.
Nona, boleh aku menaruh ini di atas?
Tidak, tidak, tidak. Aku telah menabung 10 tahun untuk membelinya.
Baiklah, jaga dia baik-baik.
Terima kasih.
Nastaha.
Aku menghargai bantuanmu.
Terima kasih, pak.
Semua aman... Semua aman.
Kami sudah siap.
Ambil posisi. Tetap tenang. Santai saja.
Baiklah.
Bagaimana dengan kamarnya?
Nyaman.
William, sebaiknya kau bersiap.
Telepon selular sudah di blok, ganti.
Kau yakin tak ingin minum?
Tidak.
Kau ini menyebalkan. Kau tahu kenapa?
Aku tak ingin tahu. Aku sudah menikah.
Benarkah?
Aku suka laki-laki yang sudah menikah.
Aku yakin kau begitu.
Permisi.
Maaf.
Siapa itu?
Karcis?
Tunggu sebentar.
Aku datang, aku datang.
Maddy.
Selamat ulang tahun.
Aku tak percaya kau...
Aku tak percaya kau melakukan ini.
Surprise?
Surprise!
Bilang "hai" ke kameraku ayah.
Ini, ini, bukalah.
Dia adalah klien baruku.
Klien barumu?
Aku Galina Konstantine.
Dan apa pekerjaanmu yang sesungguhnya?
Aku seorang juru sita (Akuisisi)
Juru sita?
Menarik.
No comments yet. Be the first to leave one.