Sæson 1

Udgivelsesinfo

MadeinAbyss-S01E02(AV1720pOpus)
En kommentar af sph21

Tags

720p
720
Udgivet den: 2024-01-20
Downloads: 91
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 182 linjer.

Kompas aneh dengan jarum yang selalu mengarah ke ujung langit,

Kompas Bintang.

Tapi sebenarnya jarumnya itu bukan mengarah ke ujung langit,

justru arah sebaliknya.

Mengarah ke bawah bumi ini, tepat ke dasar Abyss!

Cerita itu lagi?

Dia mulai lagi.

Benar! Ini baru dimulai!

Kebenaran Kompas Bintang ini akhirnya terungkap,

lalu dari dalam Abyss sana…

Muncul Anak Robot misterius!

Kalau itu bukan tanda dari sebuah permulaan, lalu apa?

KARYA ORISINAL AKIHITO TSUKUSHI

Kendala Penjelajahan Abyss muncul saat perjalanan pulang.

Makin dalam menjelajah,

dampak dari perjalanan pulang akan makin berat dan memengaruhi fisik.

Dari lapisan pertama, pusing ringan.

Dari lapisan kedua, mual, sakit kepala, dan mati rasa.

Dari lapisan keempat, rasa sakit sekujur tubuh dan pendarahan.

Dari lapisan keenam dan seterusnya,

kehilangan kemanusiaan, bisa juga dikatakan mati.

Ini fenomena misterius yang tidak bisa dihindari oleh para Penjelajah.

Mereka menyebutnya Kutukan Abyss.

Berarti,

kalau robot bisa tahan terhadap kutukan!

Tidak salah lagi bahwa Reg pasti berasal dari dalam Abyss.

Kalau itu memang benar, apa yang kulakukan di sini?

Aku juga ingin membicarakannya.

Oh! Kompilasi Riwayat Artefak.

Riwayat Artefak?

Buku ini berisi catatan artefak hebat yang pernah ditemukan.

Unheard Bell!

Artefak kelas spesial yang mampu menghentikan waktu.

Lihat, Reg! Ibuku yang menemukan ini!

Terlalu dekat!

Semua halaman sudah aku periksa.

Tidak ada satu pun yang mirip Reg.

Riko, soal fungsi yang kau ketahui, bisa tolong dijelaskan?

Siap!

Begini…

Mesin misterius yang bisa bergerak dengan makanan dan listrik.

Punya kekuatan aneh yang bisa melelehkan pohon yang membatu dalam sekejap.

Padahal kulitnya begitu mulus, tapi pisau tidak dapat menusuknya.

Rambutnya juga tidak bisa terbakar oleh api.

Api?

Pendengaran dan penglihatannya lebih baik dariku.

Selain itu, lengannya bisa memanjang sekitar 40 meter.

Bagian tubuh logamnya terbuat dari bahan misterius yang fleksibel,

bahkan bor pun tidak mampu menggoresnya.

- Bor? - Dia memiliki pusar.

Tapi aku tidak melihat ada anus.

Waktu aku tusuk pakai penggaris, malah rusak di dalam.

Lalu, kemaluannya tidak seperti mesin, mirip seperti yang asli.

Oke, Riko. Sudah cukup.

Maaf, ya. Kami terlambat mengerem mulutnya.

Kemaluan?

Penggarisnya sudah dikeluarkan.

Kita lupakan dulu sisanya,

fungsi-fungsi tadi tidak tertulis di Riwayat Artefak.

Walaupun ada, pasti di atas kelas satu.

Apa maksudmu?

Dengan kata lain, tubuh Reg adalah kumpulan artefak kelas spesial.

Salah satu artefak paling berharga sepanjang sejarah Abyss.

Mungkin saja itu Aubade, harta karun terlangka dari Abyss.

Apa?

Hebat sekali!

Bahkan ibuku saja belum pernah menemukannya!

Kalau itu benar,

mereka akan langsung mengambil Reg dan keberadaannya akan disembunyikan.

Bisa jadi dia akan dibongkar.

Ditambah lagi, besok kita sudah mulai memasuki kelas reguler.

Kita tidak bisa selalu bersamanya, ya?

Kenapa?

Kalau begitu, aku sembunyikan saja dia di kamarku terus!

Mana bisa. Anjingmu saja ketahuan.

Soal itu, aku punya rencana.

Aku menamakannya,

Rencana Mempertemukan Ketua dan Reg!

Mau jadi Penjelajah?

Keluargamu mana?

Aku tidak punya keluarga.

Aku datang ke sini karena kakakku meninggal.

Kudengar kalau bekerja di sini, aku bisa jadi Penjelajah.

Sepertinya kau bukan penduduk Orth.

Setahun yang lalu, aku dipungut oleh kakakku.

Aku tidak ingat apa-apa sebelum kecelakaan itu.

Kemudian, aku dan kakakku memulung di dekat jurang Distrik Orth Selatan.

Kau yakin dengan latar belakang itu?

Sangat yakin. Soalnya Ketua belum pernah ke kawasan kumuh.

Tanganmu kenapa?

- Akhirnya ditanya juga! - Akhirnya ditanya juga!

Ini…

Sudah begini dari tahun lalu.

Kakek di kawasan jurang bilang ini teknologi luar.

Coba kepalkan.

Genggamanmu cukup kuat.

Baiklah. Siapa namamu?

Reg… Namaku Reg!

- Berhasil! - Dia mengelabuinya!

Aubade memang hebat!

Omong-omong, Reg.

Apa kau tahu sesuatu soal kejadian di ujung jurang Abyss kemarin?

Maksudnya?

Tidak, bukan apa-apa.

Silakan masuk.

Sekarang kita harus bergegas!

Hei, rencana kita berhasil, 'kan?

Demi menyembunyikanku, aku menjadi murid di Panti Asuhan Belchero,

kemudian menjadi Penjelajah.

BOM RIKO DALAM PROSES PEMBUATAN

Anak Burung Paruh Palu!

Wah! Makhluk besar apa itu?

Burung Paruh Palu-nya dimangsa!

Wah! Para Burung Paruh Palu melawan!

Hajar! Keroyok!

Keroyok terus!

Hebat!

Kau tidak bosan, ya?

Tentu saja tidak!

Soalnya ada burung sangat besar.

Surat dari Paman Habo isinya apa?

Benar juga…

Katanya, sekarang dia sedang menuju Hutan Terbalik di lapisan kedua.

Hutan Terbalik itu hebat!

Pohon, rumput, dan semuanya tumbuh terbalik.

Juga ada kabut yang menjulang tepat di lautan awan bawahnya.

Kabut itu seperti air terjun terbalik.

Kau seperti orang yang sudah melihatnya saja.

Karena cita-citaku menjadi Peluit Putih!

Benar juga.

Suamiku, Habo, juga ingin menjadi Peluit Putih meski sudah tua.

Apa sehebat itu, ya?

Bibi?

Selamat datang!

Laffi, apa kau punya barang yang tertulis di kertas ini?

Ada.

Itu…

Aku harus ambil kursi dulu.

Tunggu sebentar, ya.

Yang lainnya ada di sini.

Silakan!

Apa?

Kau cekatan juga.

Bibi, sampai nanti!

Terima kasih.

Riko!

Pengirimannya sudah selesai?

Ya.

Lalu, Paman Habo juga punya cita-cita jadi Peluit Putih.

Memang dambaan, ya.

Seperti pahlawan yang diakui oleh negara.

Peluit Putih.

Namun, mengagumi dan ingin menjadi seperti mereka itu sepertinya berbeda.

Kenapa? Peluit Putih itu bisa bebas menjelajah!

Mereka Penjelajah terbaik di antara para Penjelajah.

Kalau suatu hari aku jadi Peluit Putih, aku akan menciptakan banyak legenda!

Aku berangkat!

Hati-hati di jalan!

Baiklah, kalian juga punya tugas masing-masing.

Tanpa disadari, dua bulan berlalu.

Aku sendiri terkejut bisa beradaptasi di sini.

Penjelajahan pertamaku dimulai tiga hari lagi.

Berarti aku akan berpisah dengan lonceng ini.

Enaknya!

Tenang saja!

Mungkin aku tidak akan tumbuh lagi, tapi kau akan terus tumbuh, Kiyui.

Begitu, ya.

Kau ada di situ.

Selamat datang!

Katanya regu Paman Habo sudah pulang.

Ayo kita sambut mereka!

Karena berbahaya untukmu, Kiyui jangan ikut, ya!

Baiklah!

Mereka sudah kembali!

Itu mereka!

Mereka sudah kembali.

Mereka keluar!

Itu mereka!

Paman Habo.

Paman Habo!

Apa? Dia sedang apa?

Apa itu artefak?

More Indonesian subtitles for MADE IN ABYSS

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left