Revolutionary Sisters

Revolutionary Sisters (오케이 광자매)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

오케이-광자매-Revolutionary-Sisters-E75-E76-NEXT-VIU
En kommentar af Anangkaswandi
Telat 🙏🙏, disini mati listrik masal dari pagi hingga sore ini belum hidup, jadi sub diresyncd menggunakan aplikasi android, jika sub tidak cocok Dm di Ig ya bos ku 🙏🙏

Tags

other
Udgivet den: 2021-08-08
Downloads: 28
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

"Episode 38"

Tinggalkan kami. Kakak juga.

Aku akan menunggu di pintu.

Apa kamu orangnya?

Apa kamu orangnya selama ini?

Apa aku makan

dan bermain-main dengan penyerangku?

Kamu, yang dipukul oleh para krediturku

dan lengannya terluka sebagai akibatnya?

Maafkan aku.

Aku sungguh minta maaf.

Kamu tahu betapa terkejutnya aku?

Ya,

jadi, berbuatlah sesukamu sampai kemarahanmu mereda.

Lebih baik kamu langsung membunuhku.

Apa kamu bahkan memikirkanku?

Apa kamu menyesali perbuatanmu?

Aku melanjutkan hidupku untuk membenarkan tindakanku.

Tapi setiap kali menghadapi rintangan dalam hidup,

ingatan insiden itu datang secepat kilat.

Aku tahu aku sedang dihukum atas perbuatanku.

Andai aku membayar perbuatanku saat itu.

Ibuku hanya mengatakan satu hal ini.

"Anak laki-laki tetap anak laki-laki."

Karena dia membereskan kekacauanku,

aku suka membuat masalah.

Aku merasa lega karena ketahuan.

Sejak tahu kamu mencariku,

aku tidak bisa makan atau tidur dengan benar.

Aku terlalu takut dengan konsekuensinya.

Itukah alasanmu melarikan diri ke Tiongkok?

Untuk menghindari hukuman lagi?

Tentu saja tidak.

Itu bukan hukuman yang kutakutkan.

Yang membuatku takut adalah menghadapi orang yang kusakiti.

Ini sungguh situasi yang kacau.

Maafkan aku.

Aku sungguh minta maaf.

Tidak perlu repot-repot memaafkan orang sepertiku.

Lagi pula, tidak akan ada yang mencariku jika aku mati.

Jadi, berbuatlah sesukamu sampai kemarahanmu mereda.

Taeng Ja, jangan lakukan apa pun.

Pertimbangkan Ttu Gi dan biarkan kakak bertindak mewakilimu.

Aku tidak ingin hal lain selain mengakhirinya di sini.

tapi aku harus memikirkan putriku.

Aku tidak akan mengotori tanganku,

jadi, berdirilah.

Tunjukkan jalannya.

Kamu akhirnya akan menerima hukumanmu.

"Kantor Polisi Dongseo"

Maaf mengatakan ini,

tapi ini terjadi pada tahun 1980, yaitu 41 tahun lalu.

Undang-undang spesial dibuat pada tahun 1994,

tapi batas statuta pembatasan sudah habis dalam kasus ini.

Itu hanya sepuluh tahun.

Bagaimana itu adil?

Lagi pula, siapa yang membuat undang-undang pembatasan?

Adikku belum memaafkannya,

jadi, siapa yang berani memaafkannya?

Hukum harus memihak korban.

Hukum harus melindungi siapa? Siapa bilang dia bisa dimaafkan?

Detektif,

penjarakan aku.

Dia harus diadili.

Tangkap saja aku atas tuduhan apa pun yang kamu suka.

Aku akan menerima hukuman apa pun.

Aku sungguh minta maaf untuk ini.

Apa tidak ada yang bisa kita lakukan?

Saat ini, sayangnya begitu.

Taeng Ja!

Taeng Ja!

Astaga. Apa ini?

Apa yang terjadi?

Bedebah.

Menjadi rentenir tidak memberimu hak menimbulkan masalah seperti ini.

Kamu pasti cukup mengganggu sampai dia pingsan seperti ini.

Ini salah!

Kak Cheol Soo, tolong jangan.

Orang seperti dia harus diberi pelajaran.

Bahkan orang tanpa uang pun punya harga diri.

Kak Cheol Soo, hentikan!

Ada apa denganmu? Dia harus tahu diri.

Bukankah Taeng Ja meminjam uang dari rentenir?

Tidak, bukan begitu.

Dia ayah kandung Ttu Gi.

Apa?

Itu tidak masuk akal!

Kamu bilang ayahnya adalah kepala koki di restoran jjimdak.

Dan dia kepala koki itu.

Gong Chae, terima kasih untuk hari ini.

Tapi dia masih anak-anak.

Sebenarnya, dia pria dewasa.

Ini salah.

Lalu kenapa dia pingsan?

Kakak tidak perlu tahu.

Bubur gandum.

Ayo. Ayolah.

Astaga.

Astaga!

Berkat, kamu baik-baik saja?

Kenapa? Ada apa?

Kenapa kamu ceroboh sekali?

Dia bisa saja terluka. Pintu melukai anak-anak!

Berkat seharusnya tidak apa-apa.

Kamu membuatku terkejut.

Aku yakin itu menakutkan. Kamu baik-baik saja?

Ya, kamu tidak apa-apa. Tentu saja.

Itu dia. Kamu baik-baik saja.

"Ortopedi"

Sepertinya otot Anda tertarik,

jadi, santailah untuk sementara.

Ibu, aku baru mau pulang.

Haruskah aku membeli makanan? Mau makan apa?

Kamu makan siang sendirian hari ini. Kami mau menemui ibu Berkat.

Ke rumah abu?

Byun Ho juga?

Tentu saja.

Kak Gwang Nam?

Kamu mau pergi?

Untuk membawakan Ye Seul camilan karena dia berlatih.

Kenapa?

Kakak berharap bisa makan siang denganmu.

Maaf, tapi tidak bisa hari ini.

Hei, Sayang.

Aku baru mau pergi. Tentu.

Kalau begitu, aku permisi.

Baiklah. Kamu begitu merindukanku?

Aku akan segera ke sana.

"Sesendok Penuh Cahaya Bulan"

Kamu sedang apa?

Maaf, Kak Gwang Nam, tapi aku agak sibuk.

Bisa kutelepon lagi nanti?

Tapi Gwang Tae...

Berkat, kita tiba. - Kita sudah sampai.

Kami pulang.

Kamu mau digendong Ayah?

Pergilah ke Ayah. - Baiklah.

"Nenek." - "Terima kasih, Ayah."

Kamu sendirian dalam hidupmu, menampar dan menyemangati dirimu.

Bahkan pasanganmu adalah orang asing.

Semuanya biru lagi.

Aku sangat membenci biru.

Lihat. Dia membeli seluruh pasaraya lagi.

Itu yang dia lakukan setiap hari.

Sudah kubilang jangan repot-repot.

Bagaimana jika dia menghamburkan semua kekayaanmu?

Aku tidak tahan lagi.

Hei. Sa Chae!

Dia menunjukkan kesetiaan yang berlebihan kepadaku.

Permisi.

Terima kasih.

Halo?

Di mana Kakak?

Aku merasa bersalah karena meninggalkan Kakak tadi.

Di mana Kakak?

Astaga. Bagaimana bahu Kakak?

Dokter bilang otot kakak tertarik.

Kakak sedih, jadi, menemuimu, tapi kamu langsung menemui Ye Seul.

Kakak tidak tahu Gwang Tae sedang apa, tapi dia amat sibuk.

Kakak tidak punya tujuan lain.

Kakak seharusnya menemui teman-teman Kakak.

Kakak tidak menemui teman-teman lama kakak lagi.

Saat mereka bermain golf, berlibur,

dan mengunjungi restoran mewah, bagaimana kakak bisa bergaul?

Itu yang dilakukan semua teman kakak.

Atau mereka hanya sibuk membesarkan bayi mereka.

Kamu tahu kakak tidak mau punya anak.

Kakak tidak mau jelaskan bagaimana akhirnya kakak membesarkan Berkat.

Kakak dengar beberapa dari mereka bahkan menertawakan situasi kakak.

Ada orang yang suka menghina orang lain.

Jangan hiraukan mereka.

Kenapa Kakak tidak menemui Bibi?

Dia cerdas. Kakak tidak ingin dia melihat kakak seperti ini.

Jika Ayah melihat kakak, dia akan khawatir.

Karena kini kalian sudah menikah, kakak merasa tersesat dan kesepian.

Kami bukannya meninggalkan Kakak sendirian dan menikah.

Kakak yang pertama menikah.

Kakak meninggalkanku dan Gwang Tae saat kami masih kecil.

Kakak tahu.

Kurasa kakak duduk di sini sekitar tiga jam.

Banyak orang datang dan pergi.

Mereka semua tampak bahagia, tapi kakak...

Dahulu kakak dan Byun Ho sering kemari.

Kakak bahagia saat itu.

Ini bahkan belum sebulan, tapi sekarang

kakak merasa sendirian di dunia ini.

Kakak tidak sendirian.

Lihat? Cincin kita sama. Kenapa Kakak merasa sendirian?

Kita terhubung satu sama lain.

Tanpa memberi tahu kakak,

Byun Ho pergi menemui Maria bersama Berkat dan Ibu.

Dia tidak memberi tahu Kakak?

Tanpa ada acara?

Ya.

Kakak melihatnya turun dari mobil bersama Ibu dan Berkat.

Kakak merasa ditinggalkan.

Dan kakak merasa seperti mengganggu mereka.

Kakak harus memberi tahu Kak Byun Ho bahwa Kakak marah.

Tidak bisa.

Kakak tidak yakin

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left